Anda di halaman 1dari 40

O2 DELIGNIFICATION DAN BLEACHING

OLEH to edit Master Click DARONO WIKANAJI

subtitle style

PRODI D3 TEKNIK KIMIA ITS SURABAYA 2011

O2 DELIGNIFICATION

OLEH Click to edit Master subtitle style DARONO WIKANAJI PRODI D3 TEKNIK KIMIA ITS SURABAYA 2011

O2 DELIGNIFICATION

KONTRIBUTOR WARNA PADA CHEMICAL PULP:


LIGNIN (RESIDUAL LIGNIN) KET:

DENGAN BLEACHING KOEFISIEN ABSORPSI CAHAYA (LIGHT ABSORPTION COEFFICIENT) BERKURANG. YANG TERLARUT DALAM PROSES BLEACHING ADALAH RESIDUAL LIGNIN DAN BAHAN INI SULIT DI TREATMENT DI ETP. DARI SUDUT PANDANG LINGKUNGAN, RESIDUAL LIGNIN YANG BEREAKSI DENGAN BAHAN KIMIA BLEACHING, AKAN MENGHASILKAN ZAT YANG SULIT DIDEGRADASI. LOSIS KARBOHIDRAT DIAKHIR COOKING SEMAKIN NYATA SEHINGGA ADA BATASAN PRAKTIS SEJAUH MANA OKSIGEN DELIGNIFIKASI DAPAT DILAKUKAN TANPA TERJADI LOSIS KARBOHIDRAT YANG BERLEBIHAN.

OXYGEN DELIGNIFICATION

MEKANISME REAKSI

SELEKTIVITAS REAKSI

MENGGAMBARKAN RATIO PEYERANGAN OKSIGEN ANTARA REAKSI OKSIGEN TERHADAP LIGNIN DAN REAKSI OKSIGEN TERHADAP CARBOHIDRAT. SELEKTIVITAS REAKSI: DIPENGARUHI OLEH KONDISI PROSES DAN KONTAMINAN SEPERTI LOGAM-LOGAM TRANSISI. MgSO4 (20 80 MOLE / TON PULP):

DIGUNAKAN UNTUK MENGURANGI PENGARUH NEGATIF (DETRIMENTAL EFFECT).

SELEKTIVITAS DELIGNIFIKASI VS EXTENDED COOKING

O2 DELIGNIFIKASI LEBIH MENGUNTUNGKAN DARI PADA EXTENDED COOKING KARENA DAPAT MENGHASILKAN YIELD LEBIH BANYAK. YIELD SELECTIVITY IS CONSIDERABLY BATTER THAN COOKING TO LOW KAPPA NUMBER. (BUT PULP QUALITY PROBLEM CAN BE ELIMINATED IF LIGNIN REMOVAL LESS THAN 50 %)

KONDISI OPERASI
MEDIUM CONSISTENCY Consistency Retention time, min. Initial temperature, C Inlet pressure, kPa Outlet pressure Delignification, % Low press. steam cons., kg/t Med. press. steam cons. kg/t Power to system, kWh/t Alkali consumption, kg/t Oxygen consumption, kg/t Consistency 10-14 50-60 85-105 700-800 450-550 40-50 40-100 40-150 35-45 18-28 20-24 10-14 HIGH CONSISTENCY 25-30 30 100-115 400-600 400-600 45-55 30-50 70-150 40-50 18-25 15-24 25-30

Contoh proses O2 delignifikasi dan proses washing

Oksigen delignifikasi

O2 DELIGNIFICATION (DUALOX)

PERBANDINGAN O2 DELIGNIFIKASI KONSISTENSI TINGGI DAN KONSISTENSI SEDANG

KONSISTENSI TINGGI: 30 32 % KAPPA IN = 24 KAPPA OUT = 13 PLUG RISK BLOWOUT RISK TEKANAN = 3 4 BAR SINGLE STAGE COD EMISSION RATHER HIGH HIGHER BLEACHING CHEMICAL COST. DELIGNIFY 50 %

KONSISTENSI SEDANG: 10 12 % KAPPA IN = 26 KAPPA OUT = 10 NO PLUG RISK NO BLOWOUT RISK TEKANAN = 6 8 BAR TWO STAGE COD EMISSION MUCH LOWER (MET GOV. STANDARD 4 KG/T PULP) LOWER BLEACHING CHEMICAL COST. DELIGNIFY 65-67 %

Variable proses dalam O2 delignifikasi

BLEACHING

OLEH Click to edit Master subtitle style DARONO WIKANAJI PRODI D3 TEKNIK KIMIA ITS SURABAYA 2008

JENIS PROSES BLEACHING

DUA PRINSIP (METODE) PROSES BLEACHING BRIGTHENING BLEACHING:

MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA YANG SECARA SELEKTIF MENYERANG CHROMOPHORIC GROUP TETAPI TIDAK MERUSAK LIGNIN. DIGUNAKAN UNTUK HIGH YIELD PULP DENGAN KANDUNGAN LIGNIN TINGGI. TARGET BRIGTHNESS = 70 80 O ISO MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA YANG MENYERANG LIGNIN SEHINGGA MENGHILANGKAN LINGNIN. DIGUNAKAN UNTUK LOW YIELD PULP (CHEMICAL PULP) SEHINGGA DIPEROLEH PULP KUALITAS BAIK, DENGAN BRIGHTNESS STABIL. TARGET BRIGHTNESS = 88 92 O ISO

BLEACHING:

BRIGHTENING BLEACHING

PULP BRIGHTENING:

ADALAH PROSES BLEACHING UNTUK MEMPEROLEH BRIGHTNESS TINGGI AKAN TETAPI KANDUNGAN LIGNIN TETAP TINGGI (LIGNIN PRESERVING BLEACHING). DIGUNAKAN UNTUK PROSES BLEACHING TERHADAP PULP MEKANIS. NOTE:

UNTUK MEMPERTAHANKAN TUJUAN PROSES PULP HIGH YIELD, YAITU MEMPEROLEH YIELD TINGGI, PULP MEKANIS DAN CHEMI MECHANIS HARUS DIKURANGI KANDUNGAN WARNANYA (DECOLOURED) ATAU DICERAHKAN (BRIGHTENED) DENGAN METODE YANG TIDAK MELARUTKAN LIGNIN.

LEGNIN PRESERVING BLEACHING AGENT

DUA JENIS:
KIMIA YANG BEKERJ A SECARA OKSIDASI, hydrogen peroxide H2O2. BAHAN KIMIA YANG BEKERJA SECARA REDUKSI, SEPERTI Na2S2O4 (sodium hydrosulfite atau sodium dithionite) KONDISI OPERASI: H2O2: T = 90 110 oC (< 130 oC hymolitic cleavage) Na2S2O4: pH = 5.5 6.5 (kompromi antara Brightness dan losis bahan kimia), 1-2 jam, 60 oC.
BAHAN

PEROXIDE DAN DITHIONITE

HIDROGEN PEROXIDE H2O2:


5 10 KG/TBDP

SODIUM HYDROSULFITE or Na DITHIONITE, Na2S2O4:

KONTROL DECOMPOSISI DG: MILDLY ALKALINE CONDT. H2O2 DISTABILKAN DENGAN


CHELATING AGENT SEPERTI DTPA ATAU EDTA 0.2 1.2 % THD PULP pada pH 4 7 lalu di cuci bersih sebelum peroxide. Atau cuci pada pH <3 dan + MgSO4 KADAR LOGAM TRANSISI, Mn, Cu, Fe DIKONTROL SBB: MOLAR Mg/Mn > 30 ,T=90oC MOLAR

KONDISI: PH 5.5 6.5 KONSISTENSI 3 6 % WAKTU REAKSI = 1 2 JAM SUHU = 50 75 o C Dosis = 1 2 %

NOTASI:
P

Stage : H2O2 Y stage : Na2S2O4

PRINSIP KERJA BRIGHTENING

REAKSI REDUKSI TERHADAP STRUKTUR LIGNIN QUINOID (BERWARNA) MENJADI STRUKTUR LIGNIN PHENOLIC (TIDAK BERWARNA)

REAKSI BRIGHTENING

BRIGHTNESS vs (SUHU & WAKTU REAKSI)

PEROXIDE BLEACHING

BLEACHING
BLEACHING

UNTUK PULP KIMIA DENGAN DEMIKIAN KANDUNGAN RESIDUAL LIGNIN RENDAH


MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA YANG MENYERANG LIGNIN SEHINGGA MENGHILANGKAN LINGNIN. DIGUNAKAN UNTUK LOW YIELD PULP (CHEMICAL PULP) SEHINGGA DIPEROLEH PULP KUALITAS BAIK, DENGAN BRIGHTNESS STABIL. TARGET BRIGHTNESS = 88 92 O ISO

BAHAN KIMIA BLEACHING


CHLORINE

Cl2 SODIUM HYPHO CHLORITE NaOCl2 CALCIUM HYPO CHLORITE Ca(OCl)2 CHLORINE DIOXIDE ClO2 OZONE O3

CLASIFIKASI BAHAN KIMIA BLEACHING


GROUP

1 Cl2, O3, Peroxyacids 2 O2, ClO2

Bereaksi dengan struktur aromatik dari lignin pada group phenolic dan rantai gandanya. Bereaksi dengan hydroxil group pada rantai phenol. Bereaksi dengan group fungsional tertentu dari lignin, seperti carbonyl group.

GROUP

GROUP

3 H2O2 in alkaline condition

Oxidizing Equivalent - OXE


Bahan Kimia Cl2 ClO2 O2 H2O2 NaOCl O3 Electrons Molar weight transferred g/mole per mole 71 2 67.5 32 34 133 48 5 4 2 2 6 Equivalent weight g/mole 35.5 13.5 8 17 66.5 8 OXE "Active chlorine"1) 1 2.63 4.43 2.09 0.53 4.43

DISKRIPSI BAHAN KIMIA BLEACHING


Name Chlorine Hypochlorite Formula Cl2 NaOCl Designati Manufacture on C H D Form at point of application By electrolysis of NaCl slution; shipped as PRESSURIZED GAS liquid under pressure By reaction of Cl2 with NaOH; on-site On-site by reduction of chlorate Solution~40g/L as equivalent Cl2 Solution, ~10g/L or 26.3 g/L as equivalent Cl2 Pressurized gas solution, 2%-5% Pressurized gas mixture up to 12% O3 in O2 Solution Solution Solution ~10%

Chlorine dioxideClO2

Oxygen Hydrogen peroxide Ozone

O2 H2O2 O3

O P Z

By sepration from air; shipped as cryogenic oxygen or separated on-site By reduction of oxygen via organic intermediates; Shipped as 50% solution On site by silent electric discharge in oxygen gas By reduction of bisulfate Isolated from fermentation processes By electrolysis from NaCl solution; shipped as 50% solution

Hydrosulfite Enzymes Sodium hydroxide

Na2S2O4 NaOH

Y X E

UNIT OPERATION

BLOK DIAGRAM PROSES BLEACHING

CHLORINE Cl2

C stage KEUNGGULAN: MURAH & EFFISIEN UNTUK DELIGNIFIKASI SELECTIVE, TIDAK MERUSAK CARBOHIDRAT

KELEMAHAN:
TERBENTUK

CHLORINA- TED ORGANIK AOX, DIOXIN YG KARSINOGEN KOROSIVE GAS BERBAHAYA TRANSPORTASI RISKAN

KETERRANGAN: DILARANG DIGUNAKAN. DI EROPA SUDAH TIDAK DIGUNAKAN. DI AMERIKA UTARA SUDAH BANYAK DITINGGALKAN (May 2002) DI SELURUH DUNIA BERTAHAP DITINGGALKAN. OXIDATOR BEROPERASI PADA pH 1.5 2.5

REAKSI Cl2

Reaksi klorinasi pada pH < 3.0

Keterangan: Ad : addition SU : Substitusi OX : Oksidasi

CHLORINE DIOXIDE

ClO2 tidak stabil sehingga harus dibuat on-site.

Dengan menstubstitusi Cl2 dengan ClO2 akan menurunkan kadar AOX dalam limbah cair proses bleaching.

ClO2 bleaching

(DC)EoD O(DC)EoD OZEoD (DC)EDED DEoDED ODEoDED ODEo(DN)D

ODEoD DEDED ODEo(DN)D

Dosis ClO2 post E

Dosis

ClO2 diperlukan untuk mencapai brightness 90% ISO untuk hardwood dan softwood

Brightness

akhir dari DED stage dari bleaching sequence (D+C)EDED untuk pulp softwood Kraft.

KONDISI OPERASI
Chemical applied ClO2, kg /tbdp NaOH, kg/tbdp End pH Temperature, C Time, minutes Consistency, % Residual oxidant concentration, g/L D1 5-15 0-1 2.5-4 50-90 120-300 9-16 trace-0.05 D2 2-8 2 4-5.5 50-90 120-300 9-16 trace-0.03

SIFAT DAN KONDISI OPERASI


Formula NaOCl or Ca(OCl)2 Form Dilute solution made on-site by absorbing chlorine gas in sodium hydroxide solution or calcium hydroxide slurry, concentration expressed as equivalent chlorine in the range of 30-40g/L Health hazard Strong alkalie oxidant, contact with skin, eyes and internals causes irritation and psoosible serious tissue damage due to local corrosive effects.

NaOCl, kg equivalent 2-20 Cl2/tbdp NaOH, kg/tbdp End pH Temperature, C Time, minutes Consistency, % Residual oxidant concentration g/l 0-5 9-10.5 30-80 4-120 9-16 0-0.2

PENGARUH DOSIS Na HYPOCHLORITE THD BRIGHTNESS DAN VISCOSITAS

OZONE BLEACHING
A

standard chlorination followed by extraction reduces kappa numbers easily from above 30 to below 5 with insignificant pulp viscosity losses; ozone cannot delignify as far, and causes serious viscosity reductions. Ozone delignification requires low kappa numbers entering the bleach plant. This can be achieved by oxygen delignification, extended cooking, or both (See next figure such as Fig. 216).

PENGARUH DOSIS OZONE TERHADAP KAPPA DAN VISCOSITAS

Figure

216

Sequence dan Brightness tercapai serta Flow Proses.


Sequence Kappa number Brightness, % after bleaching ISO Z QP QPP ZQP QPZ ZQPP QPZP

9.9 7.1 5.9 3.6 2.7 2.8 nd.

46.7 71.1 77.9 77.5 77.6 83.9 89.9

Z:0.3% Konst 10% EDTA pada pH 6, H2O2 pada pH 1.

EKSTRAKSI
Proses ekstraksi pada prinsipnya adalah mengeluarkan liquor dan segala kontaminan pulp dan kemudian dicuci bersih (displaced) sehingga pulp hasil pencucian benar-benar bersih dan siap diproses pada proses selanjutnya. Pelaksnaan dapat dilakukan dalam DD washer displacement drum washer.

PENUTUP

Chlorine multiple or kappa factor, which is the ratio of chlorine charged (in % on pulp) to the kappa number of incoming pulp. A higher brightness target for a certain sequence requires a higher kappa factor in the first stage to minimize the total amount of chemicals required.

TERIMA

KASIH ATAS PERHATIANYA