Anda di halaman 1dari 13

Perencanaan hubungan Balok-Kolom(Joint)SPRMK

Beberapa tipe hubungan balok kolom yang dapat dijumpai pada suatu sistem struktur rangka pemikul momen, dimana tipenya tergantung pada lokasi joint tersebut Persyaratan gaya dan geometri Untuk beton normal, dimensi kolom pada hubungan balok Click to arah paralel tulangan longitudinal balok harus kolom dalam edit Master subtitle style lebih kecil atau sama dengan diameter tulangan longitudinal terbesar. Untuk beton ringan,dimensi umumnya 26 kali diameter.

7/12/12

Persyaratan Tulangan Transversal Tulangan transversal seperti sengkang tertutup yang dipasang di daerah sendi plastis kolom harus dipasang juga di daerah balok kolom (HBK). Pada HBK dengan lebar balok lebih besar daripada lebar kolom, tulangan transversal seperti pada daerah sendi plastis kolom harus dipasang juga pada hubungan tersebut.

7/12/12

Berdasarkan gambar 3.27, gaya geser horizontal di HBK dapat dihitung sebagai berikut: Vu= Tb1+Ts1+Cb2+Vcol1
Click to edit Master subtitle style

7/12/12

Untuk tulangan diameter 10mm hingga 36 mm,panjang penyaluran Ldh untuk tulangan tarik dengan kait standart 90 derajat dalam beton normal tidak boleh lebih kecil dari 8db,150mm nilai ditentukan oleh :

7/12/12

Perencanaan diagfragma

Pelat diagfragma pada struktur bangunan berfungsi sebagai pengikat elemen-elemen vertikal penahan beban lateral. Pelat diagfragma juga sebagai pentransfer gaya lateral akibat gempa elemen-elemen vertical yang diikatnya. Pada saat terjadi gempa, bangunan akan mengalami percepatan yang menyebabkan gaya inersia pada plat

7/12/12

Penulangan pada plat diagfragma harus direncanakan dengan memperhatikan persyaratanpersyaratan dibawah ini :

Rasio tulangan minimum diagfragma dapat diambil sesusai persyaratan untuk tulangan minimum plat Spaci tulangan dalam masing-masing arah tidak boleh melebihi 500mm.bila jaringan kawat las digunakan maka spaci pusat ke pusat tulangan yang searah dengan bentang komponen pracetak tidak boleh kurang dari pada 250mm. Kabel prategang dengan lekatan dapat digunakan, namun harus direncanakan dengan membatasi tegangan akibat gaya-gaya gempa tidak melebihi 400Mpa. Kabel prategang tanpa lekatan boleh digunakan untuk memikul gaya-gaya pada diafragma selama ada penyaluran gaya yang sempurna. Komponen-komponen diafragma dengan tegangan tekan melebihi 0.2 fc harus diberi tulangan transversal sesuai persyaratan untuk kolom disepanjang bentangnya. Tulangan tersebut dapat dihentikan pada 7/12/12 tempat pada dimana tegangan tekannya kurang daripada 0,15 fc

Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)

Ketentuan umum

Penulangan komponen SRPMM harus memenuhi ketentuan ketentuan detailing balok SRPMM bila beban aksial tekan terfaktor pada komponen struktur tidak melebihi Ag fc/10. Bila beban aksial tekan terfaktor pada komponen struktur melebihi Ag fc/10, maka ketentuan kolom SRPMM harus dipenuhi kecuali bila dipasang tulangan spiral minimum.

Kuat geser rencana untuk elemen struktur SRPMM Kuat geser rencana balok, kolom dan kontruksi plat 2 arah diambil sebagai nilai terbesar dari 2 kondisi berikut: 1. jumlah gaya lintang akibat termobilisasinya kuat lentur nominal komponen struktur pada setiap unjung bentang bersihnya dan gaya lintang akibat beban gravitasi terfaktor ( liat sketsa gambar 3.32) 2. Gaya lintang maksimum yang diperoleh dari kombinasi 7/12/12 rencana termasuk pengaruh beban gempa, E, dimana nilai E beban

Sistem Dinding Struktur Khusus dalam prakteknya dinding geser selalu dihubungkan dengan sistem rangka pemikul momen pada gedung. Dinding struktural yang umum digunakan pada gedung tinggi adalah dinding geser kantilever dan dinding geser berangkai.

7/12/12

Persyaratan penulangan

Rasio penulangan vertikal dan horizontal minimun pada dinding struktural ditetapkan sebesar 0,0025. Spaci tulangan dibatasi maksimum 450 mm.

Persyaratan Geser

Perencanaan dinding geser sebagai elemen struktur penahan beban gempa pada gedung bertingkatbisa dilakukan dengan konsep gaya dalam yaitu dengan hanya meninjau gaya-gaya dalam yang terjadi akibat kombinasi beban gempa atau dengan konsep design kapasitas

7/12/12

Konsep Design Kapasitas

Pada konsep ini, tidak semua elemen struktur dibuat sama kuat gaya dalam rencana, tapi ada elemen struktur dibuat lebih lemah dari lainnya.

7/12/12

Perencanaan terhadap Beban lentur dan Aksial

Dinding Struktural yang memikul beban lentur dan aksial harus direncanakan sesuai dengan persyaratan lentur dan aksial Betin dan tulangan longitudinal dalam lebar efektif flens, komponen batas dan badan dinding harus dianggap efektif. Lebar efektif flens adalah web ditambah nilai terkecil dari setengah jarak bersih antara dinding-dinding yang bersebelahan atau seperempat tinggi total dinding

Komponen Batas Khusus

Komponen batas pada suatu dinding merupakan bagian sepanjang tepi dinding yang diperkuat oleh tulangan longitudinal dan transversal. Komponen batas tidak perlu diberi ketebalan melebihi tebal dinding.

7/12/12

7/12/12

7/12/12