Anda di halaman 1dari 7

ISALAM DAN TANTANGAN MODERNITAS

Luqman Junaidi Gajah Tunggal 04-10-2011

Realitas modern memperlihatkan ketimpangan di tengah-tengah masyarakat.

Dewasa ini, ilmu sosial mengalami kemandekan dalam memecahkan masalah sosial

Ekonomi: Kesenjangan sosial antara si kaya dengan si miskin semakin melebar Politik: Hegemoni sepihak dari pejabat kepada rakyat Hukum: Seperti pisau, tumpul ke atas tapi tajam ke bawah Budaya: Semakin tak berdaya atas infasi budaya Barat sekuler Pendidikan: Lebih mengutamakan rasionalitas Barat, ketimbang intuisi religius

Kita butuh ilmu sosial yang tidak hanya menjelaskan fenomena sosial, tetapi dapat menyelesaikannya secara memuaskan

Islam menekankan urusan muamalah lebih besar daripada urusan ibadah dalam arti yang khusus. Islam lebih banyak memperhatikan aspek kehidupan sosial daripada aspek kehidupan ritual

Kita butuh ilmu sosial profetik. Ilmu sosial yang tidak hanya menjelaskan dan mengubah fenomena sosial, tetapi juga memberi petunjuk ke arah mana transformasi itu dilakukan, untuk apa, dan oleh siapa. Yaitu ilmu sosial yang mampu mengubah fenomena berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu

3 Dasar Perubahan dalam Proses Transformasi Sosial

Humanisasi : Memanusiakan manusia dari proses dehumanisasi. Industrialisasi yang kini terjadi terkadang menjadikan manusia sebagai bagian dari masyarakat abstrak tanpa wilayah kemanusiaan. Manusia telah menjadi bagian dari sekrup masin kehidupan yang tak lagi menyadari keberadaannya secara utuh Liberasi : pembebasan manusia dari kungkungan teknologi, pemerasan kehidupan, serta memiliki jiwa toleransi dan kepekaan sosial yang tinggi. Transendensi : Menumbuhkan dimensi transendental dalam kebudayaan. Kembali kepada ajaran agama, dan meninggalkan pola hidup hedonisme, materialisme, dan konsumerisme.

Dasar Transformasi Sosial dalam Islam

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar. (QS Ali Imran [3]: 110)

Solusi Islam Bagi Realitas Modern


Ekonomi: Melarang praktik riba ala kapitalisme modern Hukum: Menegakkan keadilan secara utuh dan tidak pandang bulu.

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS Al-Baqarah [2]: 275)
Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi yang adil. Jangan sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (QS Al-Maidah [5]: 8) Seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya, (Hadits)

Solusi Islam Bagi Realitas Modern


Politik: Menekankan musyawarah untuk mencapai mufakat

Dan (bagi) orang-orang yang mematuhi seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, (QS Asy-Syura [43]: 38)

Budaya: mengedepankan identitas keislaman Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara utuh, dan jangan mengikuti langkah-langkah setan. (QS Al-Baqarah [2]: 208) Pendidikan: Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam menggali ilmu pengetahuan. Secara teoretis, Al-Quran adalah kitab suci yang merangkum garis-garis besar ilmu pengetahuan, baik yang bernuansa sosial, maupun yang bernuansa ilmiah. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuhtumbuhan), (QS Al-Hijr [15]: 22)