Anda di halaman 1dari 2

I.

PENDAHULUAN

Tanaman sirih (Piper betle Linn.) adalah salah satu tanaman terna memanjat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, di antaranya asma, batuk, demam, iritasi mata, keputihan, beriberi, sariawan dan sakit gigi. Bagian tanaman yang biasa digunakan adalah daunnya (Rahardjo, 2006).

Daun sirih hijau dapat bersifat sebagai antibakteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari unsur kavikol, betelfenol, terpen, karvakol, eugenol, metil eugenol, tanin dan estragol. Zat tersebut terbukti mampu melawan bakteri gram positif dan gram negatif. Kandungan fenol dalam antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan fenol biasa dan dapat mendenaturasi protein sel bakteri (Moeljanto dan Moelyono, 2006)..

Sirih merupakan salah satu tanaman yang berhubungan erat dengan pengendalian karies, penyakit periodontal dan mengontrol halitosis. Ekstrak daun sirih hijau menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mitis, Streptococcus sanguis, dan Actinomyces viscosus, beberapa koloni bakteri lain dari plak gigi. (Moeljanto dan Moelyono, 2006).

Penyakit gigi dan mulut, terutama karies gigi menjadi penyakit yang diderita oleh 90% penduduk di Indonesia. Karies menyerang 90,5% anak-anak usia 4-5 tahun yang tinggal di perkotaan dan 95,9% di pedesaan. Selain itu, 71,2% penduduk usia 10 tahun ke atas mengalami karies gigi, dimana 52,3% di antaranya belum ditangani (Rahardjo, 2006).

Karies gigi merupakan penyakit gigi terlokalisir yang merusak jaringan keras gigi. Terbentuk dari akumulasi plak pada permukaan gigi dan aktifitas biomekanis dari kumpulan mikro kompleks. Streptococcus mutans (S.mutans) merupakan salah satu bakteri patogen penyebab karies yang memiliki peran utama dalam terjadinya fermentasi karbohidrat yang menghasilkan asam, dan menyebabkan korosi pada enamel gigi (Kidd dan Bechal, 1991;Houwink, 1993).

Tujuan artikel ini adalah mengetahui efektivitas ekstrak daun sirih didalam menghambat perkembangan bakteri penyebab karies gigi. Sehingga diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar terbiasa berkumur dengan menggunakan tanaman tradisional ini dalam kehidupan seharihari, karena selain murah, mudah didapat dan pengelolaannya mudah, juga dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut.