Anda di halaman 1dari 24

ETIKA KEDOKTERAN

Cholis Abrori

KASUS
Seorang ibu memintakan surat keterangan sakit dari dokter untuk anaknya yang tidak mengikuti PK3 Mengambil pasien dokter lain Pengobatan/khitanan masal untuk belajar Menerima donasi secara pribadi dari perusahaan farmasi Pernyataan tidak suka kepada guru, mengancam guru Mahasiswa kedokteran melakukan aborsi untuk dirinya

ETIKA
Etika ~
kajian mengenai moralitas refleksi terhadap moral secara sistemik dan hati-hati analisis terhadap keputusan moral baik pada masa lampau, sekarang atau masa datang.

Moralitas ~
dimensi nilai dari keputusan & tindakan yang dilakukan manusia

Etika Kedokteran ~
cabang dari etika yang berhubungan dengan masalah moral yang timbul dalam praktek pengobatan

Mengapa harus belajar etika kedokteran?


Asalkan dokternya pintar dan trampil, maka etika tidak akan jadi masalah Etika itu dipelajari di dalam keluarga saja Etika kedokteran dipelajari dengan mengamati bagaimana dokter senior bertindak, bukan dari buku atau kuliah Etika itu penting, tapi kurikulum kita sudah terlalu penuh bila ditambahi etika

Belajar etika akan menyiapkan calon dokter untuk mengenali situasi-situasi yang sulit dan melaluinya dengan cara yang benar, sesuai prinsip dan rasional

ETIKA KEDOKTERAN
Sangat sering, bahkan etika membuat standar perilaku yang lebih tinggi dibanding hukum, kadang etika memungkinkan dokter perlu melanggar hukum yang menyuruh melakukan tindakan yang tidak etis.

APAKAH YANG MENARIK DARI BIDANG KEDOKTERAN?


Menjadi dokter ~ sesuatu yang spesial Memberikan pertolongan: bebas dari rasa sakit, penderitaan, mengembalikan keadaah sehat Mengijinkan dokter melihat, menyentuh, memanipulasi, bahkan organ intim Rasa percaya kepada dokter ~ kerahasiaan

Nilai-nilai inti etik dokter dalam bidang kedokteran


Dengan derajat yang tinggi Belas kasih Kompetensi Otonomi

Siapa yang menentukan sesuatu itu etis?


WMA? IDI? Pribadi?
....dalam mengambil keputusan tersebut, akan sangat membantu jika mereka mengetahui apa yang dilakukan dokter lain dalam situasi yang sama.

Apakah etika kedokteran berubah?


Aborsi dulu dilarang, sekarang dibolehkan untuk keadaan tertentu Reproduksi buatan, genetika, informatika, USG, teknologi memperpanjang kehidupan, teknologi memperbaiki kehidupan ~ merugikan/menguntungkan

Apakah etika kedokteran berbeda di setiap negara?


Eutanasia? Aborsi? Operasi ganti kelamin?

Ada perbedaan, tetapi lebih banyak persamaannya

Bagaimana WMA memutuskan sesuatu itu etis?

Bagaimana seseorang memutuskan sesuatu itu etis?


1. Tentukan apakah merupakan masalah etis? 2. Konsultasi pihak berwenang serta kolega. 3. Pertimbangkan solusi alternatif berdasarkan prinsip, nilai, serta konsekuensinya. 4. Diskusikan usulan solusi anda dengan orang yang akan berpengaruh. 5. Buatlah keputusan & lakukan segera 6. Evaluasi keputusan & bersiap untuk bertindak berbeda pada kesempatan lain.

Masalah etik awal kehidupan


Konstrasepsi Reproduksi buatan Prenatal genetic screening Aborsi Bayi dengan kelainan berat Penelitian

Masalah etik akhir kehidupan

Euthanasia Bantuan bunuh diri

Hubungan dokter-kolega-guru-murid
Deklarasi Geneva
Kolega menjadi saudara saya Penghormatan & terima kasih kepada guru

Melaporkan praktek yang tidak etis dan tidak aman, tidak kompeten, perbuatan tidak senonoh, mencelakakan
Tidak mengambil pasien dokter lain

KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA (KODEKI)

Kerjasama & saling menghormati

Sumpah Dokter

Standar Profesi tertinggi

Kepentingan masyarakat

KEWAJIBAN UMUM

Kebebasan & kemandirian

Surat keterangan & pendapat


Hati-hati Pengobatan/ Teknik baru

Hindari Memuji diri

Perbuatan/ nasehat dengan persetujuan

KEWAJIBAN DOKTER KEPADA PASIEN

Tulus ikhlas mempergunakan ilmu & ketrampilannya untuk kepentingan pasien Kesempatan berhubungan dengan keluarga & penasehatnya dalam beribadah & masalah lain Merahasiakan Pertologngan darurat

KEWAJIBAN THD SEJAWAT


Memperlakukan sebagaimana ingin diperlakukan Tidak mengambil alih pasien

KEWAJIBAN THD DIRI SENDIRI

Memelihara kesehatan Mengikuti perkembangan iptekdokkes

Bagaimana penanganan kasus etik?

PRAKTIK DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN
PENDIDIKAN Ijasah S.Ked. PROFESI (dokter muda) Ijasah dr.

KOLEGIUM DOKTER INDONESIA (KDI)


INTERNSIP/MAGANG

MAHASISWA S1 PSPD

SERTIFIKAT KOMPETENSI

PRAKTIK MANDIRI
5 TAHUN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA (KKI) DINKES KAB./KOTA Surat Ijin Praktek (SIP) Surat Tanda REGISTRASI Registrasi (STR)