Anda di halaman 1dari 43

SUMITRO ADI PUTRA, S.Kep, Ns, M.Kes LUKMAN, S.Kep,Ns, MM, M.

Kep

Merupakan masalah kesehatan dunia Morbiditas dan mortalitas masih tinggi Erat kaitannya dengan kemiskinan, malnutrisi, tempat kumuh, perawatan kesehatan yang tidak adekuat Sejak diperkenalkan obat TB tahun 1952 menurun (USA) 1985 meningkat imigrasi,HIV, resisten terhadap obat & tidak adekuatnya dukungan sistem kesehatan

Sumber : Smeltzer,2002

Dikenal sejak beribu tahun yang lalu sebelum masehi Tulisan tentang penyakit ini dalam pen Tsao yakni materi medika China yang sudah berumur 5000 tahun Dulu bernama Consumption atau Pthisis dan semula dianggap sbg penyakit degeneratif atau penyakit keturunan Leannec (1819) menyatakan bahwa penyakit ini suatu infeksi kronik Koch (1882) mengidentifikasi kuman penyebabnya 16% dapat mengenai organ selain paru (Doenges,2000)
Sumber : Soeparman, 1990

Penurunan TB akibat ditemukannya kemoterapi Kemudian meningkat, akibat faktor sosioekonomi & masalah kesehatan (alkoholisme,tuna wisma, HIV/AIDS

(Price,&Wilson,1995)

1980 Survey Depkes termasuk 4 besar 75% berasal dari golongan tenaga kerja produktif (15-60 th) dan ekonomi lemah Di USA angka kesakitan tercatat 15.9 dari 100.000 penduduk pada tahun 1976

Sumber ; Soeparman, 1990

Sumber: Cermin Dunia Kedoteran, 1995: 11-13

Adalah penyakit infeksius,yang terutama menyerang parenkim paru(Smeltzer,2002) Adalah penyakit yang daya penularannya sangat tinggi dan sistemik (Reeves,2001)

Adalah penyakit infeksius yang menular,terutama menyerang parenkim paru dan sistemik

Tuberkulosis ditularkan dari orang ke orang melalui tranmisi udara Individu terinfeksi melalui berbicara, batuk, bersin, tertawa, bernyanyi melepaskan droplet besar (>100 mikron) dan kecil (1-5 mikron) Droplet besar menetap & kecil tertahan dan terhdup oleh individu yang rentan

Mereka yg kontak erat dg orang TB aktif Individu immunosufresif (lansia,kanker,terapi kortikosteroid, orang terinfeksi HIV Pengguna obat-obat IV dan alkoholik Individu yg tanpa perawatan adekuat (tunawisma,tahanan,anak <15 th, dewasa muda 15-44 tahun

DM,GGK, malnutrisi Imigrasi dari negara insiden TB tinggi : asia tenggara,afrika,amerika latin, karibia Individu yg tinggal pd fasilitas kesehatan yang lama, penjara, psikiatrik, lingkungan kumuh Petugas kesehatan

Sumber : Smeltzer, 2002

Penyebab TB adalah mycobacterium tuberkulosis, berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4 / Um dan tebal 0.3-0.6 / Um Sebagian besar kuman terdiri dari asam lemak (lipid) Kuman ini dpt hidup pada udara kering maupun dlm keadaan dingin (bertahun2 dlm lemari esdormant)

Kuman hidup sbg parasit intraseluler yakni sitoplasma makropag,makropag yg mempagositosis awalnya kemudian disenangi karena banyak mengandung lemak Sifat kuman ini aeroblebih menyenangi jaringan yg tinggi oksigen,khususnya bagian apikal paru shg menjadi tempat predileksi

Sumber : Soeparman,1994

Tempat masuk kuman mycobacterium tuberkulosis adalah saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit (Price,1995) Individu rentan yg menghirup basil tuberkulosis dan menjadi terinfeksi Bakteri dipindahkan melalui jalan napas ke alveoli, kemudian memperbanyak diri Basil juga dipindahkan melalui sistem limfe dan aliran darah ke bagian tubuh laian, mis ginjal,tulang,korteks serebri, dan area paru2 lain

Sistem imun tubuh berespon dengan melakukan reaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil & makrofag) menelan banyak bakteri; limfosit spesifik tuberkulosis melisis (menghancurkan basil dan jaringan normal Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli dan menyebabkan bronkopneumonia Infeksi awal biasanya timbul 2-10 minggu setelah pemajanan

Masa jaringan baru disebut granulomas, yg merupakan gumpalan basil yang sudah mati dan masih hidup, yg dikelilingi oleh makrofag yg membentuk dinding Granulomas diubah menjadi massa jaringan fibrosa Bag sentral dr jar fibrosa disebut tuberkel Ghon. 10% dr individu yg terinfeksi mengalami penyakit aktif

Kuman dlm bentuk droplet di udara Terhisap manusia masuk ke jalan napas (paru-paru) Membentuk sarang tuberculosis (tuberkel) & pneumonia primer (sarang primer Peradangan kelenjar getah bening (Limfangitis local) Limfadenitis regional Kompleks Primer Sembuh dg garis fibrotik & pengapuran di hilus paru Komplikasi perkontinuitatum bronkogen, limfogen, hematogen

Sembuh tanpa kerusakan paru

Sumber : Soeparman, 1994

Anoreksia Penurunan BB drastis Keringat dingin di malam hari Demam Kedinginan Batuk terus menerus Suara parau Hemoptisis

Demam Keletihan Anoreksia Penurunan BB Berkeringat malam Nyeri dada Batuk menetap Hemoptisis

Diagnosis tuberkulosis ditegakkan dengan mengumpulkan riw kes, pemeriksaan fisik, Ro dada, usap BTA, kultur sputum, & tes kulit tuberkulin

Tes Mantoux adalah tes kulit yang digunakan untuk menetukan apakah individu telah terinfeksi basil TB Ekstrak basil tuberkulin diinjeksikan ke dalam lapisan intradermal pada lengan bawah Derivat protein yg dimurnikan (PPD) dengan kekuatan sedang (5 Tu) digunakan.

Hasil 48-72 jam kemudian Indurasi menentukan apakah terdpt reaksi yg signifikan atau tidak, indurasi 10 (signifikan), 10 tidak signifikan (bermakna

(Price,1995;Smeltzer,2002, Doenges,2000)

Menggunakan spuit tuberkulin, jarum 1.25 cm No.26 atau 27 ditusukkan dibawah kulit dengan bevel jarum menghadap atas (kira2 10 cm dibawah siku) Kemudian 0.1 PPD disuntikan, membentuk benjolan pada kulit, melembung dokumentasikan

Adalah suatu bentuk vaksin dr kuman tuberkulosis sapi yang dilemahkan adalah jenis vaksin yg paling banyak dipakai. Pada vaksinasi BCG, organisme ini disuntikan ke kulit u/ mebentuk fokus primer yg berdinding, berkapur & berbatas tegas BCG tetap berkemampuan u/meningkatkan resistensi imunologis pd hewan & manusia & infeksi primer dg BCG memiliki keuntungan daripada infeksi dg organisme virus, karena tidak menimbulkan penyakit pada penerimanya Reaksi 10-15 mm dianggap sbg reaksi bermakna
Sumber : Rosenthal, 1980 dalam Price,1995)

AKTIVITAS / ISTIRAHAT GEJALA : kelelahan & kelemahan umum, napas pendek saat kerja, kesulitan tidur mlm hari atau demam malm hari, menggigil dan berkeringat TANDA : takikardi,takipnea/dispnea saat kerja, kelelahan otot, nyeri & sesak

INTEGRITAS / EGO GEJALA : Adanya / faktor stress lama, masalah ekonomi_rumah,perasaan tak berdaya/tak ada harapan TANDA : menyangkal (tahap awal), ansietas, ketakutan, mudah terangsang MAKANAN / CAIRAN GEJALA : anoreksia, BB menurun TANDA : Turgor kulit jelek, kulit kering/bersisik,hilang lemak subkutan

NYERI/KENYAMANAN GEJALA : nyeri dada meningkat karena batuk berulang TANDA : berhati-hati pd area sakit, perilaku distraksi, gelisah KEAMANAN GEJALA : Adanya kondisi penekanan imun (mis.AIDS, kanker), tes HIV positif TANDA : demam rendah, atau panas akut

PERNAPASAN GEJALA : batuk produktif / tidak, napas pendek, riwayat kontak dg orang TB TANDA : frek napas meningkat, pengembangan dada asimetris (effusi pleura), perkusi pekak, penurunan premitus, bunyi napas menurun bilateral/unilateral (effusi & pneumotorak), karakteristik sputum (hijau/purulen,mukoid kuning, bercak darah), deviasi trakeal (penyebaran bronkogenik), peruabahan mental (lanjut), tak perhatian, peka rangsang yang nyata

INTERAKSI SOSIAL GEJALA ; perasaan isolasi/penolakan karena penyakit menular, perubahan pola biasa dalam tanggung jawab/perubahan kapasitas fisik untuk melaksanakan peran

Bersihan jalan napas tidak efektif b.d sekresi trakeobronchial yg banyak Ketidakpatuhan terhadap regimen pengobatan Intoleransi aktivitas b.d keletihan, perubahan status nutrisi, & demam Kurang pengetahuan ttg egimen pengobatan & tindakan kesehatan preventif Sumber : Smeltzer,2002

Risiko tinggi penyebaran infeksi b.d pertahanan primer tidak adekuat, malnutrisi, Bersihan jalan napas tidak efektif b.d sekret kental, edema trakeal/faringeal Risti kerusakan pertukaran gas b.d atelektasis, sekret kental, edema bronkial Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d anoreksia, masalah ekonomi Defisit pengetahuan ttg kondisi, aturan tindakan dan pencegahan

Kaji patologi penyakit membantu k/ menyadari & menerima perlunya program pengobatan Identifikasi orang yg berisiko perlu th/ u/ mencegah penyebaran penyakit Anjurkan k/ batuk, bersih & meludah pd tempat khusus penyebaran infeksi Kaji tingkat kontrol infeksi sementara (mis, masker) menurunkan rasa terisolasi

Pantau peningkatan suhu indikasi infeksi lanjut Identifikasi faktor risiko (alkohol, obat penekan imun_kosteroid) mengubah pola hidup Tekankan pentingnya tidak putus obat resiko penyebaran berlanjut Kaji pentingnya kultur secara periodik pengawasan efek dan efektifitas pengobatan Dorong diet seimbang, sedikit tapi sering meningkatkan intake

Berikan obat sesuai order ; obat utama [ Isoniazid (INH), ethambutol (E), Rifampicin (R) Awasi hasil laboratorium perlu 3x usapan negatif (3-5 bulan) Laporkan ke Dinas terkait menurunkan penyebaran

Kaji fungsi pernapasan (bunyi,kecepatan, irama, kedalaman,& penggunaan otot aksesori penurunan bunyi;atelektasis, ronchi_mengi;akumulasi sekret Catat kemampuan mengeluarkan sekret sulit akibat sekret kental Berikan posisi semifowler ekspansi paru maksimal

Bersihkan sekret (suction) mencegah obstruksi/aspirasi Berikan cairan min.2500 cc/hari kecuali KI mengencerkan sekret & mudah dikeluarkan Lembabkan oksigen inspirasi mencegah pengeringan mukosa & mengencerkan sekret Beri obat sesuai indikasi : Mukolitik menurunkan kekentalan & memudahkan pembersihan; Bronkodilator menurunkan tahanan terhadap aliran udara; kortikosteroid antiinflamasi & mencegah luasnya hipoksemia

Kaji dispnea, takipnea, dll TB paru menyebabkan efek luas (BP,inflamasi difus, EF) Evaluasi tingkat kesadaran, cianosis akumulasi sekret menggg oksigenasi organ vital Dorong napas bibir selama ekshalasi membuat tahanan melawan udara luar u/mencegah kolaps jalan napas

Tirah

baring/batasi aktivitas menurunkan demand,meningkatkan suplai

Awasi seri AGD PaCO2 , SaO2 & PO2 menunjukan kebutuhan perubahan program Berikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan koreksi hipoksemia

Kaji status nutrisi, turgor, BB, derajat kekurangan BB Data dasar dlm menentukan luas/beratnya masalah & u/menentukan perencanaan tindakan Pastikan pola diet disukai klien membantu mengidentifikasi kebutuhan/kekuatan khusus, pertimbangan klien dapat memperbaiki intake Pantau intake/output & BB secara periodik Berguna dlm mengukur efektivitas nutrisi dan dukungan cairan

Kaji anoreksia, muntah mempengaruhi diet & menentukan cara pemecahan u/meningkatkan intake Dorong istirahat sering menghemat energi Berikan perawatan mulut sebelum & sesudah tindakan pernapasan menurunkan rasa takenak karena sisa sputum / obat merangsang pusat muntah Dorong makan sedikit tapi sering TKTP memaksimalkan intake u/energi & menurunkan iritasi gaster

Dorong org dekat bawa makan dari rumah lingkungan sosial lebih normal 7 membantu memnuhi kebutuhan klien Rujuk ke ahli diet membantu perencanaan kebutuhan nutrisi adekuat u/metabolik & diet Konsul terapi pernapasan u/jadual pengoabtan 1-2 jam sebelum /sesudah makan membantu menurunkan insiden mual

Pantau Lab BUN,protein serum & albumin kebutuhan nutrisi & perubahan program terapi Berikan antiperitik tepat demam butuh metab & juga konsumsi kalori

Kaji kemampuan klien u/ belajar belajar tergantung emosi & kesiapan fisik Identifikasi gejala yg haus dilaporkan, mis hemoptisis menunjukkan kemajuan / memerlukan evaluasi lanjut Tekankan diet TKTP meminimalkan kelemahan & memnuhi kebutuhan Jelaskan dosis obat, frek, kerja meningkatkan kerjasama dlm pengobatan & mencegah dropout terapi

Tekankan INH tidak dg alkohol meningkatkan hepatitis Rujuk penglihatan/bulan ES minum etambutol Dorong tidak merokok meningkatkan disfungsi pernapasan & bronchitis Kaji bgn penularan pengetahuan dpt menurunkan risiko penularan