Anda di halaman 1dari 3

TUGAS ILMU LINGKUNGAN 2012

CLIMATE CHANGE BALI DAN COPENHAGEN SUMMMIT Dina Isholawati, 1106139203, Teknik Kimia Paralel 2011 Hal-hal yang telah disepakati di Bali : Negara-negara kaya mengurangi emisi gas rumah-kaca 25 sampai 40 persen selambat-lambatnya tahun 2020. (Anonim, 2010) Bali Roadmap merupakan kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNCCC) dan COP 13 pada Desember 2007 di Nusa Dua, Bali. Salah satunya kesepakatan adanya Bali Action Plan (Rencana Aksi Bali) yang mengikat negara-negara penandatangan untuk mencapai kesepakatan baru pascaberakhirnya Protokol Kyoto tahun 2012 pada COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009.Kesepakatan baru tersebut akan berlaku pada tahun 2012, saat periode komitmen pertama yang tercakup dalam Protokol Kyoto berakhir. Kesadaran semua pihak bahwa pemanasan global sudah tidak dapat dicegah dan untuk menghadapinya adalah dengan menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca secara besar-besaran. Bali Action Plan menyusun langkah untuk : o Mitigasi, Rencana aksi tersebut memberikan lampu hijau bagi pencegahan deforestasi atau skema penurunan emisi dari penebangan hutan atau degradasi hutan atau disebut dengan Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation (REDD) untuk dimasukkan dalam sebuah kesepakatan baru. o Adaptasi, Negara peserta konferensi sepakat membiayai proyek adaptasi di negara-negara berkembang, yang ditanggung melalui Clean Development Mechanism (CDM) yang ditetapkan Protokol Kyoto. o Teknologi, Peserta konferensi sepakat untuk memulai program strategis untuk alih teknologi mitigasi dan adaptasi yang dibutuhkan negara-negara berkembang. o Pendanaan, Peserta juga sepakat memperpanjang mandat Grup Ahli Alih Teknologi selama 5 tahun. Grup ini diminta memberikan perhatian khusus pada kesenjangan dan hambatan pada penggunaan dan pengaksesan lembaga-lembaga keuangan. REDD (Reducing emissions from deforestation and forest degradation) di negara berkembang akan diangkat menjadi butir baru dalam kesepakatan Kopenhagen. REDD akan fokus pada penilaian perubahan cakupan hutan dan kaitannya dengan emisi gas rumah kaca, metode pengurangan emisi dari deforestasi, dan perkiraan jumlah pengurangan emisi dari deforestasi. Peserta sepakat untuk mengakui Laporan Assessment Keempat dari the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sebagai assessment yang paling komprehensif dan otoritatif. Peserta sepakat untuk menggandakan batas ukuran proyek penghutanan kembali menjadi 16 kilo ton karbon dioksida per tahun. Peningkatan ini akan mengembangkan angka dan jangkauan wilayah negara CDM ke negara yang sebelumnya tak bisa ikut mekanisme ini. Peserta sepakat memperpanjang mandat Grup Ahli Negara Miskin atau the Least Developed Countries (LDCs) Expert Group. Grup ini menyediakan saran kritis untuk negara miskin dalam menentukan kebutuhan adaptasi. (Anonim, Kebijakan dan Perjanjian, 2009) Hal-hal yang belum disepakati di Bali :

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA

TUGAS ILMU LINGKUNGAN 2012


1. Tiga negara maju, AS, Kanada dan Jepang mematahkan semangat 177 negara peserta Konferensi Perubahan Iklim (UNCCC). Alhasil, UNCCC hanya berisi pernyataan umum tanpa ada mekanisme praktis untuk mencegah pemanasan global. 2. Ada beberapa negara yang bersikap agnostis, acuh tak acuh, terhadap temuan ilmiah IPPC. Sebab, jika mereka mengakui temuan IPPC maka mereka harus siap menjalankan rekomendasi IPPC. IPPC adalah riset ilmiah yang merekomendasikan negara maju menurunkan emisi sebesar 20-40 persen pada tahun 2020. 3. Saat sebagian besar perwakilan negara-negara yang bersidang dalam konferensi perubahan iklim (UNFCCC) di Bali bersepakat menurunkan emisi gas rumah kaca mereka sebagai upaya mengurangi pemanasan global, lima negara menentang. Mereka adalah China, India, Jepang, Kanada, dan tentu sajaAmerika. Visi bersama Copenhagen Climic Change (shared vision). Komitmen penurunan emisi global secara jangka panjang bergantung kepada visi bersama mengenai dampak fisik, upaya adaptasi, stabilisasi konsentrasi, serta penurunan emisi (di negara maju dan berkembang) yang dapat diterima di seluruh dunia.( Lipsus, 2009 ) Hal hal yang telah disepakati : Mitigasi. Penurunan emisi dibutuhkan baik oleh negara maju maupun negara berkembang. Untuk negara maju, ada komitmen untuk melakukan nationally appropriate mitigation actions and commitments (NAMACs). Untuk negara berkembang, ada komitment untuk melakukan nationally appropriate mitigation actions (NAMA). Untuk Indonesia, ini juga berarti pengembangan teknologi mitigasi secara umum, di antaranya teknologi energi bersih seperti geothermal yang potensinya sangat besar di Indonesia. Adaptasi. Adaptasi adalah upaya untuk hidup dengan iklim yang berubah. Di Indonesia, ini juga berarti upaya perlindungan ekosistem kelautan, dan pengembangan teknologi adaptasi secara umum. Keuangan. Guna membiayai aksi mitigasi dan adaptasi, serta mengembangkan teknologi baru yang bahkan saat ini masih belum ada, mesti dibuat sebuah sistem dan mekanisme keuangan besar yang berskala dunia. Indonesia telah mengembangkan beberapa mekanisme dalam negeri. Hutan dan REDD. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memanfaatkan perjanjian Post-2012 yang akan disepakati di Copenhagen pada Desember 2009 guna mendukung pelestarian hutan. Indonesia memiliki emisi sektor kehutanan yang tertinggi di dunia. (Anonim, Kebijakan dan Perjanjian, 2009) Hal hal yang belum disepakati : Masalah-masalah itu antara lain adalah soal pembagian jatah pemotongan emisi karbon antara negara-negara kaya dan negara miskin, serta status hukum dari perjanjian baru yang akan diciptakan, yang hingga pertemuan selesai belum didefinisikan secara jelas. DAFTAR PUSTAKA Anonim. (2009, December 5). Kebijakan dan Perjanjian. Dipetik march 07, 2012, dari http://iklimkarbon.com/the-bali-roadmap/: http://iklimkarbon.com

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA

TUGAS ILMU LINGKUNGAN 2012


Anonim. (2010, December 15). Konferensi iklim dibali sepakati rencana rundingkan perjanjian baru. Dipetik march 7, 2012, dari http://www.voanews.com/indonesian/news/a-32-2007-12-15-voa685291192.html: http://www.voanes.com Lipsus. (2009, November 5). green journey. Dipetik march 07, 2012, dari http://www1.kompas.com/lipsus112009/gjtimeline: http://www1.kompas.com

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA