Anda di halaman 1dari 3

25 Perusahaan dengan Supply Chain Terbaik di Dunia Tahun 2012 (25 Companies With the Best Supply Chain

In The World 2012)


25 perusahaan di dunia terpilih untuk masuk dalam daftar perusahaan dengan supply chain terbaik versi Gartner. Tahun 2012 ini, perusahaan riset Gartner kembali mempublikasikan 25 perusahaan yang memiliki supply chain terbaik. Daftar ini dibuat berdasarkan voting terhadap 298 perusahaan di seluruh dunia yang masuk nominasi. Hasilnya tidak terlalu mengejutkan; perusahaan paling populer di dunia-lah yang menyandang predikat perusahaan dengan supply chain terbaik 2012: Apple. Apple tetap tidak terkalahkan walaupun telah mengalami masa-masa sulit dalam beberapa bulan terakhir, antara lain karena konflik dalam manajemen salah satu suppliernya, Foxconn (supplier part untuk iPhone dan iPad). Disamping karena memproduksi produk yang sangat populer, kesuksesan Apple terletak kepada kemampuannya dalam mengatur perputaran inventori. Dengan rata-rata perputaran inventori sebesar 74.1, Apple setidaknya dua kali lebih baik daripada pesaing terdekatnya, yaitu Dell (ratarata perputaran 35.6). Perusahaan lainnya bahkan tidak mampu mencapai angka 20, kecuali satu perusahaan yang memiliki rata-rata perputaran nyaris dua kali lipat pencapaian Apple yaitu McDonalds, dengan perputaran inventori rata-rata sebesar 142.4. Inventori McDonalds tentu saja terdiri dari banyak burger, namun analis Gartner, Debra Hofman dan Stan Aronow, juga mengedepankan produk baru McDonalds yang memiliki rata-rata perputaran sangat baik, yaitu Mickey Ds dan produk-produk McCafe. Bukan tidak mungkin kita akan melihat milyaran gelas kopi akan terjual tahun ini. McDonalds menempati urutan ke-3 pada daftar supply chain terbaik, dan Dell di nomor 4. Yang mengejutkan adalah bahwa perusahaan yang menempati urutan nomor 2 adalah Amazon. Retailer online tersebut memiliki nilai rata-rata perputaran inventori yang tidak terlalu menakjubkan, hanya 10, dan hanya memiliki return on asset 4.4% dalam tiga tahun (ROA terendah dibandingkan dengan semua perusahaan dalam daftar). Kekuatan terbesar Amazon terletak pada popularitasnya, dan itulah yang membuatnya menempati urutan ke-2. Gartner memaparkan bahwa popularitas Amazon tidak lepas dari kemampuannya menangani pelanggan dengan baik, seperti pengiriman intraday untuk beberapa pasar utama, penggunaan pick-up locker di banyak convenience store seperti 7-Eleven. Semuanya itu memerlukan sebuah sistem manajemen permintaan yang baik dan kemampuan dalam menangani supply delivery. Kualitas lain yang dimiliki Amazon adalah komitmennya dalam material handling dan automated warehousing, yang tercermin pada akuisisinya terhadap Kiva Systems. Namun kemampuan Amazon dalam penyempurnaan supply chain-nya tidak lepas dari peranan beberapa perusahaan logistik seperti UPS atau FedEx. Beberapa ahli juga mempertanyakan mengapa tidak satupun dari perusahaan logistik yang notabene merupakan ahli dalam supply chain yang masuk kandidat Gartner.
PT.MATASERV BISNISINDO, Jakarta-Indonesia

Page1

Menurut Debra Hofman dari Gartner, penyusunan rangking tersebut awalnya berkaca kepada Fortune Global 500 dan Forbes Global 500, yaitu perusahaan dengan cut-off pada annual revenue mencapai US$10 milyar. Namun penilaian tidak berhenti sampai disitu. Hanya perusahaan manufaktur, retail dan distribusi yang bisa masuk kedalam daftar kandidat, karena perusahaan-perusahaan dalam industri tersebutlah yang memiliki supply chain secara fisik. Pada akhirnya, hanya 298 perusahaan di dunia yang memenuhi syarat untuk menjadi kandidat dalam daftar tersebut. Perusahaan yang berhasil masuk kedalam daftar 25 tersebut, seperti yang diakui Gartner, memang kebanyakan bergerak di industri consumer goods dan perusahaan hitechnology. Perusahaan manufaktur sulit untuk menembus, dan bahkan tidak ada satupun perusahaan manufaktur otomotif yang masuk daftar. Tiga perusahaan manufaktur yang masuk berada posisi bawah: Caterpillar pada peringkat 20, 3M di peringkat 21, serta Cummins yang menempati urutan 23. Banyak yang meragukan keputusan Gartner dalam memasukkan Johnson & Johnson kedalam list. Pasalnya, banyak dari produk mereka yang ditarik dari pasar dan terdapat sebuah pabrik yang harus ditutup oleh perusahaan tersebut atas perintah FDA. Keputusan memasukkan Research In Motion (RIM) yang memproduksi Blackberry juga dipertanyakan. Namun Gartner memberlakukan kebijakan yang baik dengan membiarkan publik di dunia ikut menilai, dengan membuka voting diluar Amerika Serikat. Hal ini memberikan kesempatan bagi perusahaan apparel asal Swedia, H&M, untuk ikut masuk kedalam daftar pada tahun ini. H&M terpilih karena pengaturan distribusi yang baik dan terpusat, manajemen produksi dan logistik yang efisien, dan waktu lead time yang pendek untuk memberikan respon yang cepat akan perubahan selera pasar. Pendatang baru lainnya adalah Kimberly-Clark, dan banyak yang bertanya-tanya mengapa perusahaan ini belum pernah masuk daftar pada tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan consumer goods ini memiliki banyak kelebihan di berbagai area di manajemen supply chain. Tahun lalu, kami mencatat bahwa perusahaan mulai berinvestasi dalam bentuk sumber daya dan aset lagi, kata Debra Hofman. Tahun ini, tren tersebut berlanjut dengan lebih intens, dengan banyak perusahaan berinvestasi untuk tumbuh berkembang. Pulihnya perekonomian global telah merata dan hanya tertahan di beberapa tempat. Namun secara umum hasilnya mendukung ekspansi yang dilakukan perusahaan-perusahaan. Berikut ini adalah daftar 25 perusahaan dengan supply chain terbaik di dunia tahun 2012 (25 Companies With the Best Supply Chain In The World 2012) : 25. Kimberly-Clark 24. Hewlett-Packard 23. Cummins 22. Johnson & Johnson 21. 3M 20. Caterpillar

PT.MATASERV BISNISINDO, Jakarta-Indonesia

Page1

19. Research in Motion 18. Nestl 17. H&M 16. Starbucks 15. Inditex 14. Nike 13. Samsung 12. PepsiCo 11. Colgate-Palmolive 10. Unilever 9. Wal-Mart Stores 8. Cisco Systems 7. Intel 6. Coca-Cola 5. Procter & Gamble 4. Dell 3. McDonalds 2. Amazon 1. Apple Sumber: IndustryWeek, David Blanchard (Chain Reactions)

PT.MATASERV BISNISINDO, Jakarta-Indonesia

Page1