Anda di halaman 1dari 13

Rangkaian Listrik II

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam rusaknya lapisan ozon hingga hilangya hutan tropis. Semua jenis polutan itu rata-rataakibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainya yang tiada hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar fosil tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non fosil. Dengan kondisi yang sudah sedemkian memperhatinkan, gerakan hemat energy sudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan menghemat bahan bakar dan menggunakan bahan bakar non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, tenaga air, energy panas bumi, tenaga matahari, dan lainya. Duniapun sudah mulai merubah tren produksi dan

penggunaan bahan bakarnya, dari bahan bakar fosil beralih ke bahan bakar nonfosil, terutama tenaga surya yang tidak terbatas. PLTS adalah salah satu pembangkit listrik yang sangat sederhana dan mudah dipasang dirumah, Sehingga PLTS merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat ramah lingkungan. Mengingat Indonesia merupakan daerah tropis, maka sangatlah baik jika PLTS dikembangkan dengan sungguh-sungguh. 1.2 Pembatasan Masalah Permasalahan mengenai PLTS begitu luas, oleh karena itu saya akan membahas mengenai definisi, sejarah PLTS di Indonesia, Komponen dari PLTS, cara kerja PLTS, paket PLTS, manfaat serta kelebihan dan kekurangan PLTS.

Rangkaian Listrik II

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PLTS yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan. Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan.

Gambar contoh PLTS aplikasi mandiri panel surya biasanya diletakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel
2

Rangkaian Listrik II

surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya.

Gambar contoh pemasangan PLTS 2.2 Sejarah PLTS di Indonesia Di Indonesia sejarah perkembangan PLTS sudah dimulai sejak 1987, pada tahap awal tersebut BPPT dimulai dengan pemasangan 80 unit PLTS atau lebih spesifik lagi SHS (Solar Home System, system pembangkit listrik tenaga surya untuk lampu penerangan rumah) di desa sukatani jawa barat. Setelah itu pada tahun 1991 dilanjutkan dengan proyek bantuan presiden (banpres listrik tenaga surya masuk desa) untuk pemasangan 13445 unit SHS di 15 propinsi. Program banpres listrik tenaga surya masuk desa juga telah memperoleh sambutan sangat menggembirakan dari masyarakat perdesaan dan telah terbukti

Rangkaian Listrik II

dapat berjalan dengan baik akan dijadikan model guna implementasi program listrik tenaga surya untuk sejuta rumah.

Gambar contoh aplikasi pemasangan pada rumah pedesaan 2.3 Komponen PLTS komponen penting dalam sistim ini yang berfungsi sebagai perubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Berikut ini adalah komponen-komponen yang terdapat pada PLTS : 1. Panel surya Listrik tenaga matahari dibangkitkan oleh komponen yang disebut solar cell (panel surya) yang besarnya sekitar 10 ~ 15 cm persegi. Komponen ini mengkonversikan energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik. Solar cell merupakan komponen vital yang umumnya terbuat dari bahan semikonduktor. multicrystalline silicon adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam industri solar cell. Berfungsi merubah cahaya

matahari menjadi listrik. Bentuk pipih dari panel surya memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan listrik untuk berbagai skala kebutuhan.

Rangkaian Listrik II

Gambar panel surya Bahan sel surya terdiri dari : a. kaca pelindung dan material adhesive transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan b. material anti-refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan c. semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan listrik d. saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim ke perabot listrik.

Gambar bagian-bagian panel surya 2. Alat pengatur daya (charge controller) Berfungsi mengatur aliran listrik dari panel surya ke batre / ACCU dan aliran listrik dari batre / ACCU ke lampu, TV atau Radio. Juga berfungsi

Rangkaian Listrik II

melindungi dari konsleting atau pengiriman muatan arus berlebih ke input terminal.

Gambar charge controller 3. Batrai ACCU Berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu penerangan dan alat elektronik lainnya yang membutuhkan listrik.

Gambar batrai aki

Rangkaian Listrik II

4. Inventer DC to AC Berfungsi mengubah arus DC menjadi arus AC.

Gambar rangkian inverter 5. Power Conditioner module adalah komponen yang merubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan adalah DC. Untuk dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi biasanya listrik DC ini dirubah menjadi AC. Untuk diubah maka listrik DC dari beberapa module digabungkan dan dikonversikan menjadi AC dengan alat yang disebut power conditioner.

Gambar power conditioner JH40EK Ini adalah contoh Power Conditioner JH40EK merupakan produk dari Sharp yang dapat dihubungkan dengan 8-9 lembar module.

Rangkaian Listrik II

Gambar modul-modul PLTS 2.4 Cara Kerja PLTS Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti

semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.

Gambar cara kerja panel surya Pada siang hari panel surya menerima cahaya (sinar) matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh sel-sel kristal melalui proses photovoltaic. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung disalurkan

Rangkaian Listrik II

ke beban ataupun disimpan dalam batre ACCU, sebelum disalurkan ke beban (lampu, radio, TV, dan lain-lain). Pada malam hari, dimana panel surya tidak menghasilkan listrik. Listrik yang sudah terkumpul (tersimpan) dalam batre ACCU akan dapat digunakan. Untuk menyalakan peralatan listrik terutama lampu penerangan dan lain-lain.

Gambar skema PLTS Keterangan : 1.adalah solar panel; 2. Adalah power conditioner; 3.adalah alat pendistribusian listrik; 4.adalah alat pengukur banyaknya listrik yang di jual atau dibeli. 2.5 Paket Listrik Tenaga Surya Kapasitas Daya 80-300 W AC Peralatan listrik rumah sekala kecil. Selain penerangan juga dapat di gunakan untuk menghidupkan 1 buah TV. Selama +13 jam (pemakaian hemat). Lama pengisisan energy pada siang hari +7 - 8 jam. Daya yang di hasilkan sebesar 300 watt 220v AC/ 50 Hz. Paket listrik ini cocok untuk pedesaan. Hutan BTS pemancar radio dan dapat di aplikasikan dengan listrik rumah (PLN) sebagai back up energy. Paket ini mempunyai daya tahan hingga 30 tahun.

Rangkaian Listrik II

Paket kv-80wp/300watt ac : 1 unit panel surya 80wp 1 unit controller regulator 12v DC/15 amp 1 unit inverter kv-SOOwatt1220v AC+box panel 1 unit battery ACCU 12v DC/ 100 amp+mata ACCU+kabel ACCU 4 set lampu TL 5 watt+saklar lampu 4 set lampu PLS 5 watt+saiclar lampu+fitting 2 set kabel instalasi NYA 1/1,Smm 1 unit box instalasi 2 unit tiang penyangga panel Harga total Rp 9.100.000,-

Gambar penggunaan PLTS 2.6 Manfaat PLTS Pembangkit Liatrik Tenaga Surya (PLTS) mempunyai berbagai macam manfaat antara lain adalah : 1. PLTS di daerah pedesaan Di daerah pedesaan yang belum tersentuh listrik PLN masyarakat sangat membutuhkan penerangan di malam hari, dengan hadirnya teknologi terbaru aplikasi pembangkit tenaga surya yang merupakan solusi

10

Rangkaian Listrik II

terbaik untuk diterapkan di daerah pedesaan. Berikut ini adalah manfaat PLTS di daerah terpencil : a. Tersedianya mutu penerangan yang baik bagi masyarkat, dengan jumlah biaya pengeluaran yang terjangkau. b. Memperkokoh pedesaan. c. Menunjang usaha untuk mempercepat pemerataan di daerah pedesaan. 2. PLTS didaerah perkotaan Di daerah perkotaan yang para warganya cenderung memakai listrik dari PLN, karena banyaknya permintaan akan listrik di berbagai kota di Indonesia sementara pihak PLN tidak dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Akibatnya PLN mengadakan pemadaman listrik bergilir. Hal ini tentuakan mengganggu kegiatan masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitastinggi dengan hadirnya teknologi terbaru aplikasi terbaik untuk diterapkan di daerah-daerah yang mengalami krisis listri. Berikut ini manfaat PLTS didaerah perkotaan : a. Berperan serta dalam penghematan energi listrik PLN, yang berarti ikut menghemat pemakaian bahan baker minyak bumi. b. Meningkatnya mutu sumber daya manusia, karena proses belajar bisa dilakukan kapan saja tenpa harus terhalang oleh pemadaman listrik dari PLN. c. Mutu penerangan yang cukup baik dengan jumlah biaya system pertahanan keamanan di lingkungan

pengeluaran yang terjangkau 2.7 Keuntungan dan Kelemahan PLTS 1. Keuntungan PLTS Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan suatu system

pembangkit energy listrik yang tidak berpolusi dan menghasilkan listrik dari sinar matahari. Selain itu tenaga matahari juga tersedia melimpah dan gratis. Berikut ini adalah keuntungan menggunakan PLTS :

11

Rangkaian Listrik II

a. Sumber energi yang dipakai tidak pernah habis dan sangat ramah lingkungan. b. Dapat dipakai dimana saja terutama didaerah yang belum terjangkau listrik PLN. c. Tidak memerlukan perawatan kusus sehingga bebas dari segala biaya perawatan. d. Hemat karena tidak memerlukan bahan bakar. e. Bersifat moduler artinya kapasitas listrik yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan. f. Tanpa suara sehingga tidak mengganggu ketertiban umum. g. Ramah lingkungan h. Pemasangannya sangat mudah.

2. Kelemahan PLTS Meskipun pembangkit l;istrik tenaga surya memiliki beberbagai keuntungan. Namun PLTS memiliki kelemahan. Berikut ini adalah kelemahan dari PLTS : a. Memiliki ketergantungan pada cuaca. Saat mendung kemampuan panel surya menangkap sinar matahari tentu akan berkurang. Akibatnya, PLTS tidak bisa digunakan secara optimal. Karena saat mendung kemampuan PLTS menyimpan energi berkurang sekitar 30 persen. b. Rencana pembangunan PLTS dihadang sejumlah masalah. Masalah utama adalah besarnya biaya membangun pembangkit ini. Yaitu mencapai Rp. 11 milyar per MW. Jika PLTS nanti kapasitasnya 30 MW, berarti biaya yang dibutuhkan Rp 330 Milyar. c. Teknologi PLTS dikhawatirkan menjadi sumber pencemar udara baru. Kondisi geografis yang membentuk cekungan membuat sirkulasi udara menjadi lambat. Polutan PLTS nentinya berputarputar diatas kota samarinda.

12

Rangkaian Listrik II

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Dari hasil pembuatan makalah ini, saya menarik kesimpulan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memiliki berbagai keuntungan. PLTS ini juga sangat cocok dikembangkan di Indonesia yang sangat berpotensi, karena beriklim tropis, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini bisa digunakan sebagai pengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang tidak terbarukan. Pemanfaatan energi tenaga surya terbarukan secara efisien, akan menimbulkan keuntungan secara materi dan kesehatan lingkungan alam. 3.2 Saran Setelah melihat prospektif dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang ramah lingkungan dan juga sumber energinya terbarukan, sebaiknya kita sebagai warga masyarakat Indonesia mulai peduli dan juga berpartisipasi untuk memakai serta mengembangkan teknologi PLTS ini. Jika, teknologi ini berhasil berjalan dan berkembang pesat, dapat di bayangkan berapa jumlah polusi yang berkurang. Serta juga dapat mengurangi Global Warming serta dampak yang di timbulknya. Dan kemungkinan dari segi perekonomian daerah akan meningkat, sarana dan prasarana dapat berjalan lancar. Sehingga nantinya akan menghasilkan SDM yang berkualitas.

13