Anda di halaman 1dari 4

MUKJIZAT, TANDA KENABIAN, DAN HIKMAH DIUTUSNYA RASUL

Oleh : Nama NIM Fakultas/Jurusan : Maya Nurani : M0411040 : MIPA BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Awal kenabian Muhammad SAW ditandai dengan kurang lebih 46 tanda Kenabian. Pada saat beliau genap berusia 40 tahun, mulai tampak tanda-tanda kenabian. Salah satunya yaitu melalui mimpi, beliau memimpikan fajar yang menyingsing, dan hanya itu yang beliau lihat di mimpinya. Mimpi tersebut beliau alami selama enam bulan. Dimana pada saat tersebut beliau sedang mengasingkan diri, dan setelah genap 3 tahun, melalui gua Hira Alloh menurunkan wahyunya dengan perantara Malaikat Jibril. Mukjizat Rasulullah SAW yang terbesar ialah al Quran, yang memiliki keindahan bahasa yang luar biasa hingga melemahkan bangsa Arab yang memiliki ketinggian bahasa. Alloh menantang mereka untuk membuat sepuluh surat yang sama dengan al Quran, atau satu surat saja, atau bahkan satu ayat saja. Dan kaum musyrikin benar-benar menyaksikan ketidakmampuan mereka. Kaum musyrikin meminta diperlihatkan satu ayat kepada mereka, dan Rasullulloh SAW memperlihatkan terbelahnya bulan menjadi du bbagian, air mengaliri jari-jari beliau, kerikil bertasbih di telapak tangannya yang kemudian juga bertasbih ketika diletakkan ditelapak tangan Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Kaum musyrikin mendengar makanan yang dimakan Rasululloh SAW bertasbih. Batu dan pohon member salam kepadanya, dan pada malam hariny beliau diangkat sebagai Rasul, kaki kambing yang beracun yang diberikan oleh seorang wanita Yahudi juga berbicara. Seorang Arab Badui meminta kepada Muhammad SAW untuk memperlihatkan bukti kerasulannya, maka Ia perintahkan sebuah pohon mendekatinya, lalu poon itupun mendekat, dan ia perintahkan pohin itu kembali ketempatnya semula dan Ia kembali. Rasululloh mengusap kantong susu kambing yabg kering hingga menjadi penuh dengan air susu, lalu beliau memerasnya dan member minum kepada Abu Bakar. Rasululloh SAW meludahi kedua mata Ali yang terkena penyakit radang mata, kemudian matanya sembuh seketika. Kaki salah seorang sahabat pernah terluka, kemudia Rasululloh mengusapnya, dan seketika kakinya menjadi sembuh. Rasululloh mendoakan Anas bin Malik

panjang umur, banyak harta, dan keturunan. Kamudian Anas bin Malik dikaruniai 120 anak, kebun kurmanya dipanen 2 kali dalam setahun, padahalnya biasanya dipanen hanya sekali setahun, dan Ia hidup selama 120 tahun. Ketika Rasululloh SAW berada diatas mimbar pada hari jumat, beliau mendengar keluhan atas musibah kekeringan yang menimpa, lalu beliau berdoa (agar hujan turun). Maka kemudian langit menjadi berawan , dan hujan deras turun, sampai dengan hari jumat berikutnya, sehingga membuat orang-orang mengaukannya kepada beliau, lalu Rasululloh SAW berdoa agar hujan berhenti dan manusia bisa berjalan dibawah terik matahari. Rasululloh SAW pernah member makanan 1000 orang penduduk Khandak dengan satu Sha gandum dan seekor kambing hingga mereka kenyang lalu pergi sedangkan makanannya tidak berkurang sedikitpun. Beliau juga pernah memberi makan mereka beberapa butir kurma yang diberikan oleh putrid Basyir bin Saad, member makan bala tentara dari bekal makanan Abu Hurairah hingga kenyang. Rasululloh SAW pernah melemparkan debu ke hadapan seratus orang Quraisy yang akan membunuhnya, kemudia beliau tak dapat dilihat oleh mereka. Suraqah bin Malik pernah mengejar Rasululloh SAW, namun tatkaa ia mendekat, Rasululloh SAW berdoa hingga kedua kaki kudanya terperosok kedalam tanah. Dengan dakwah yang disampaikan Rasululloh, terbentuklah kesatuan Bangsa Arab, kesatuan kemanusiaan, keadilan social, kebahagiaan manusia dalam setiap aspek kehidupan manusia seimbang dengan permasaahan ukhrawi mereka. Perjalanan hari dan wajah bumi telah berubah total, garis sejarah telah lurus dan pola berpikir manusia pun berubah drastis. Dakwah Islam mulai bangkit, mengisi setiap kehidupan manusia. Serta merta ruh manusia dapat melepaskan diri dari ilusi dan khufarat, dari perhambaan dan perbudakan, dari kerusakan dan kebusukan , dari noda dan penyimpangan. Masyarakat manusia bisa terlepas dari kedzaliman dan kesewenang-wenangan, penguasa yang dictator, perpecahan, dan kehancuran, dari perbedaan kelas, dan dari pelecehan para dukun, dakwah ini berdiri kokoh pada pondasi kehormatan

dan kesucian, hal-al positif yang membangun, kebebasan dan pembaharua, brangkat dari marifat dan keyakinan, kepercayaan dan keimanan, keadilan dan kemuliaan, serta kinerja yang berkesinambungan untuk membangkitkan dan meningkatkan kehidupan serta memberikan hak kepada siapa pun yang berhak menerimanya. Referensi: Al-Mubarakfury, Shafiyyurrahman. 2010. Shahih Sirah Nabawiyah. Bandung: Jabal Kantor Bimbingan dan Penyuluhan Orang Asing Zulfi. 2008. Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW. Saudi Arabia: Departemen Agama