Anda di halaman 1dari 7

KONSEP DASAR IMUNISASI PADA ANAK Isi Kegiatan Belajar : 1. Pengertian 2. Pemberian Imunisasi 3. Jenis Kekebalan / imunitas 4.

Penyakit yg dpt dicegah dg imunisasi 5. Cara dan waktu pemberian imunisasi Tujuan Kegiatan Belajar : Umum : Peserta didik mampu memahami arti imunisasi, pentingnya imunisasi, cara dan jadwal pemberiannya. Khusus : 1. Menjelaskan pengertian imunisasi 2. Menguraikan pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak 3. Menjelaskan penyakit yg dapat dicegah dg imunisasi ( PD3I ) 4. Menjelaskan jenis imunisasi 5. Menguraikan cara dan waktu pemberian imunisasi. Selama dlm proses tumbuh kembang anak, anak memerlukan asupan gizi yg adequat, penanaman nilai agama dan budaya, pembiasaan disiplin yg konsisten dan upaya pencegahan penyakit. Salah satu upaya pencegahan penyakit yaitu melalui pemberian imunisasi Penyakit yg dapat dicegah dg imunisasi adalah : a. Tuberkulosis b. Dipteri c. Pertusis d. Tetanus e. Polio f. Campak g. Hepatitis
1. PENGERTIAN Imunisasi adalah upaya yg dilakukan dg sengaja memberikan kekebalan ( imunitas ) pada bayi atau anak shg terhindar dari penyakit ( Depkes, 2000 ). Istilah kekebalan biasanya dihubungkan dg perlindungan thd suatu penyakit ttt. Kekebalan terdiri dari : a. Kekebalan Aktif Kekebalan aktif adalah tubuh membentuk kekebalan sendiri b. Kekebalan Pasif Kekebalan Passive adalah tubuh tdk membentuk kekebalan, ttp menerima kekebalan. Kekebalan passive ada 2 : Kekebalan Pasif bawaan ( passive congenital ) Kekebalan Pasif di dapat ( passive accuired )

Latar belakang pemberian imunisasi : bahwa pada awal kehidupan, anak belum mempunyai kekebalannya sendiri ( humoral ), hanya imunoglobulin G yg didapatnya dari ibu. Setelah usia 2 -3 tahun anak akan membentuk imunoglobulin G sendiri, sedangkan imunoglobulin A dan M sejak lahir mulai diproduksi dan dg bertambahnya usia anak maka akan meningkat produksinya. Dg demikian pd tahun pertama anak perlu mendapat kekebalan yg didapat melalui pemberian imunisasi. 2. JENIS KEKEBALAN / IMUNITAS a. Kekebalan Pasif 1. Menurut terbentuknya Kekebalan passive ada 2 : Kekebalan Pasif bawaan ( passive congenital ) Kekebalan Pasif di dapat ( passive accuired ) Kekebalan Pasif adalah pemberian antibodi yg berasal dari hewan atau manusia kpd manusia lain dg tujuan memberi perlindungan thd penyakit infeksi yg bersifat sementara krn kadar antibodi akan berkurang setelah beberapa minggu atau bulan ( Depkes, 2000 ). Kekebalan pasif ini tdpt pd neonatus sampai usia 6 bln, yg didapat dari ibu berupa antibodi melalui vaskularisasi pd plasenta difteri, tetanus, campak. Antibodi tsb dpt melindungi bayi dari penyakit ttt sampai usia 12 bulan. Kekebalan pasif didapat ( passive acquired immunity ) didapat dari luar gamaglobulin murni dari darah yg menderita penyakit ttt ( campak, tetanus, gigitan ular berbisa, rabies ). Pemberian imunisasi ini berupa serum dpt menimbulkan efek samping berupa reaksi atopik, anafilaktik, alergi maka perlu dilakukan skintest. 2. Menurut lokalisasi dlm tubuh Menurut lokalisasinya, ada 2 jenis imunitas, yaitu humoral dan seluler Imunitas humoral ( humoral imunity ) terdapat dlm imunoglobulin ( Ig ) yaitu Ig G, Ig A dan Ig M. Imunitas seluler terdiri atas fagositas oleh sel-sel sistem retikuloendotelial. Pada dasarnya imunitas seluler berhubungan dg kemampuan sel tubuh untuk menolak benda asing dan dpt ditunjukkan dg adanya alergi kulit thd benda asing. c. Kekebalan Aktif Kekebalan aktif dpt terjadi apabila terjadi stimulus sistem imunitas yg menghasilkan antibodi dan kekebalan seluler dan bertahan lebih lama dibanding kekebalan pasif ( Dep Kes, 2000 ) Ada 2 kekebalan aktif : Kekebalan aktif didapat Kekebalan aktif dibuat

Kekebalan aktif didapat scr alami ( naturallly acquired ) misal : anak yg terkena dipteri atau poliomielitis dg proses anak terkena infeksi kmd terjadi silent abortive, sembuh, selanjutnya kebal thd penyakit tersebut. Jadi apabila seseorang menderita suatu penyakit, apabila sembuh akan kebal thd penyakit tersebut. Kekebalan aktif dibuat dikenal dg imunisasi dasar dan ulangan ( booster ), berupa pemberian vaksin misal : campak, polio yg kumannya masih hidup, ttp sdh dilemahkan. Virus kolera, typhus dan pertusis, toksoid ( toksin ) Vaksin tsb akan berinteraksi dg sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan respons imun. Hasil yg diproduksi akan sama dg kekebalan seseorang yg mendapat penyakit tsb scr alamiah. Bedanya orang yg diberikan vaksin penyakit ttt akan sakit dan menimbulkan komplikasi. 3. PENYAKIT YG DPT DICEGAH DG IMUNISASI ( PD3I ) Depkes, 2000 menetapkan bahwa ada 7 penyakit yg dpt dicegah dg imunisasi :

a. Tuberkulosis b. Dipteri c. Pertusis d. Tetanus e. Polio f. Campak g. Hepatitis a. Tuberkulosis Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis . Penyakit ini banyak menyerang masyarakat ekonomi lemah, dikarenakan mengalami gangguan nutrisi, shg daya tahan tubuh rendah dan tinggal dipemukiman yg padat dan tdk sehat shg mudah terjadi penularan penyakit. Apabila seorang anak terkena tuberkulosis, organ tubuh yg akan terkena adalah paru2, kelenjar, kulit, tulang, sendi dan selaput otak. Cara penularan adalah melalui droplet atau percikan air ludah, sedangkan reservoir adalah manusia. Imunisasi yg dpt mencegah penyakit tuberkulosis adalah BCG. Faktor yg mempengaruhi kejadian tuberkulosis adalah : pemukiman padat dan tidak sehat, banyaknya sumber penularan di masyarakat yg tdk mendapatkan pengobatan dg tepat.

b. Difteri.

Penyakit infeksi ini disebabkan oleh Corynebacterium Dyptheriae tipe gravis, milis, dan intermedius yg menular melalui percikan ludah yg tercemar. Gejala yg timbul : terdpt membran pd rongga hidung terjadi obstruksi jalan nafas krn mengenai laring, saluran nafas bagian atas, tonsil dan kelenjar sekitar membengkak ( bullneck ) Kematian dpt terjadi apabila gagal jantung dan obstruksi jalan nafas. Imunisasi yg diberikan adalah DPT ( anak < 1 th ) dan DT untuk anak kelas 1 dan VI SD ( booster ). c. Pertusis Penyakit ini disebabkan oleh Bordetella Pertusis. dg penularan melalui droplet. Disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari Bahaya dari pertusis adalah pneumonia yg dpt menyebabkan kematian. Gejala awal : batuk pilek pada hari ke 10 batuk bertambah berat disertai muntah Imunisasi yg diberikan adalah DPT, krn kekebalan dari ibu tdk bersifat protektif. d. Tetanus Disebabkan oleh Mycobacterium Tetani. Yang berbentuk spora masuk kedalam luka terbuka, Berkembang biak secara anaerobik dan membentuk toksin Tetanus yg khas terjadi bayi adalah tetanus neonatorum Dapat menimbulkan kematian karena terjadi kejang, sianosis dan henti nafas. Reservoirnya adalah kotoran hewan atau tanah yg terkontaminasi kotoran hewan dan manusia. Gejala awal : mulut mencucu dan bayi tdk mau menyusu. Imunisasi yg diberikan adalah DPT dan TT ( utk capeng, bumil ) dan DT pd anak sekolah dasar kelas 1 dan VI.

e.

Poliomielitis Penyebab infeksi ini adalah virus polio, yg menyerang mielin atau serabut otot Gejala awal : demam ringan, infeksi saluran nafas atas ( ISPA ), kmd timbul gejala paralisis yg bersifat flacid yg mengenai sekelompok serabut otot shg timbul kelumpuhan. Kelumpuhan dpt terjadi pd anggota badan, saluran nafas dan otot menelan. Penularan penyakit ini dpt melalui droplet atau fekal Reservoarnya adalah manusia yg menderita polio. Pencegahan pemberian imunisasi polio ( eradikasi polio cakupan 100 % ). Campak Penyebab virus Morbili, penularan melalui droplet. Gejala awal : kemerahan pd belakang telinga, dahi, wajah dan anggota badan, flu, mata berair dan kemerahan ( konjungtivitis ). Setelah 3 4 hari, kemerahan mulai hilang dan berubah menjadi kehitaman yg akan bertambah dlm 1 2 minggu, dan bila sembuh kulit tampak bersisik. Imunisasi yg diberikan vaksinasi campak pd anak usia 9 bulan. Komplikasi yg hrs dicegah adalah : otitis media, konjungtivitis berat, enteritis, dan pneumonia terlebih pd anak dg status gizi buruk. . Hepatitis B Disebabkan oleh virus Hepatitis tipe B, yg menyerang kelompok resiko scr vertikal yaitu bayi dan ibu pengidap, sedangkan scr horizontal tenaga medis dan paramedis, pecandu narkotika, pasien hemodialisis, pekerja laboratorium, pemakai jasa atau petugas akupunktur. Gejala yg tdl khas : anoreksia, mual, dan kadang2 ikterik. Tahun 1992, vaksin hepatitis B menjadi program di Indonesia. Imunisasi Hepatitis B diberikan pd bayi usia 0 11 bulan, dg maksud memutus rantai penularan dari ibu ke bayi.

f.

g.

3.

CARA DAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI. Cara pemberian imunisasi dasar ( Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi di Indonesia, Dep Kes 2000, hlm 40 )
NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. VAKSIN BCG DPT Polio Campak Hepatitis B TT DOSIS 0,05 cc 0,5 cc 2 tetes 0,5 cc 0,5 cc 0,5 cc CARA PEMBERIAN IC, tepat di insersio muskulus deltoideus kanan Intramuskuler ( IM ) Di teteskan ke mulut Sub Cutan ( SC ) biasanya dilengan kiri atas Intramuskulus ( IM ) pada paha bagian luar Intramuskuler ( IM ) dalam biasa di muskulus deltoideus

Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi dasar ( Petunjuk Pelaksanaan

Program Imunisasi di Indonesia, Dep Kes 2000, hlm 40 )


NO. 1. 2. 3. 4. 5. VAKSIN BCG DPT POLIO CAMPAK Hepatitis B Pemberian Imunisasi 1 kali 3 kali 4 kali 1 kali 3 kali Selang waktu Umur pemberian pemberian 0-11 bln 4 minggu 2-11 bln 4 minggu 0-11 bln 4 minggu 9-11 bln 4 minggu 0-11 bln Keterangan

Untuk bayi yg lahir di RS / Puskesmas, Hepatitis B, BCG dan Polio dpt segera diberikan.

RANGKUMAN : 1. Pertumbuhan dan perkembangan anak dpt dicapai scr optimal apabila orang tua melakukan berbagai upaya seperti : memberikan nutrisi yg adequat, memfasilitasi kegiatan bermain, dan melakukan upaya pemeliharaan kesehatan. 2. Salah satu upaya pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit adalah dg pemberian imunisasi 3. Imunisasi adalah upaya yg dilakukan dg sengaja memberikan kekebalan pd bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit.

4. Kekebalan diasumsikan sbg perlindungan thd suatu penyakit ttt terdiri atas kekebalan pasif, yaitu tubuh tdk membentuk imunitas, ttp menerima imunitas dan kekebalan aktif yaitu tubuh membentuk kekebalan sendiri.

5. Pemberian imunisasi penting diberikan pd tahun pertama usia anak, krn pd awal kehidupan anak blm mempunyai kekebalannya sendiri, hanya Imunoglobulin G yg didapatnya dari ibu dan setelah usia 2 3 tahun anak akan membentuk Imunoglobulin G sendiri. 6. Anak yg akan diberikan imunisasi harus dalam kondisi sehat, tdk boleh sakit. 7. Penyakit yg dapat dicegah dg imunisasi adalah : Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, tetanus, Poliomielitis, Campak, dan hepatitis B. 8. Imunisasi dasar yg harus diberikan kpd anak adalah BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis B 9. Waktu yg tepat untuk melakukan imunisasi dasar adalah ; usia 0 -1 th, dengan pemberian BCG 1 kali pada kurun usia 0 11 bulan, DPT 3 kali, usia 2 11 bulan, polio 4 kali usia 0 11 bulan, Campak 1 kali, usia 9 11 bulan, dan hepatitis B 3 kali, usia 0 11 bulan. By : Suherni Riyati.