Anda di halaman 1dari 1

Haramya durhaka kepada kedua orang tua Lawan dari birul walidain adalah durhaka dan akibatnya sangatlah

buruk sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh jubair bin mutim RA. Bahwa rasul Allah bersabda

Artinya : tidak akan masuk syurga yang memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahmi).

Maka durhaka termasuk dalam makna memutuskan tali silaturahmi, dan ia termasuk dosa besar bahkan Rasul SAW mengungkapkan bahwa ia adalah salah satu yang terbesar diantara dosa-dosa besar sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh abu bakar RA. Katanya, ketika kami bersama Rasulallah beliau bersabda:

Artinya: maukah kalian aku beritahukan tentang apa yang terbesar dosa-dosa besar? ( beliau mengulanginya 3 kali). ( lalu berkata: ) ia adalah berbuat syirik kepada Allah ( menyukutukannya) , durhaka kepada ibu, bapak, dan persaksian palsu atau perkataan palsu ( dusta). Semasa RasulAllah SAW bersabda, beliau sedang bersandar lalu duduk. Beliau terus mengulangi sabdanya sehingga kami berkata: semoga beliau berhenti. Dan durhaka secara bahasa adalah menyelisihi sedangkan menurut istilah para ulama adalah berbuat sesuatu yang menyakiti ke dua orang tua, dan ini bukanlah sesuatu yang sepele, sebagaimana yang dikatakan imam nawawi dalam kitab syarah muslim, para ulama telah sepakat bahwa birrul walidain hokum nya wajib, dan bahwa termasuk diantara dosa-dosa besar, dan hal itu merupakan ijma para ulama. Dan berbuat baik kepada orang tua tidak hanya masa keduanya hidup saja, bahkan berlanjut sampai setelah keduanya wafat, dengan berbuat baik kepada sanak keluarga dan teman teman keduanya dan mungkin dengan mendoakan keduanya setelah meninggal sebagai mana imam ahmad: barang siapa yang mendoakan kedua orang tuanya pada tahiat di shalat lima waktu sungguh dia telah berbuat baik kepada keduanya,