Anda di halaman 1dari 9

1).Pemisahan dan Pemurnian a. Destilasi adalah pemisahan yang dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih.

Pada proses ini air mempunyai titik didih 100 c dan atanol mempunyai titik didih 78c. Mekanisme kerjanya yaitu air ditambahkan etanol dimasukkan ke labu destilasi. Syarat-syarat suatu zat yang dapat dilakukan destilasi adalah mempunyai titik didih dan titik didihnya sudah diketahui dan zat tersebut tidak rusak saat destilasi. Selanjutnya masukkan batu didih seperlunya. Batu didih berguna agar tidak terjadi ledakan, lalu panaskan tabung destilasi tersebut,etanol mempunyai titik didih lebih rendah daripada air sehingga etanol menguap duluan. Saat mendidih uap akan mengalir ketabung kondesor, ditabung kondesor suhu diturunkankembali, tabung kondesor adalah tabung pendingin. Gasil destilasi akan ditampung pada labu destilat. Jika suhu ditermometer menunjukkan suhu 78c, maka etanol tidak ada lagi pada labu destilasi dan sudah pindah kedalam labu destilat. Dan jika termometer menunjukkan suhu 79-80c maka proses destilasi dihentikan. Hasil dari proses destilasi ini menghasilkan etanol murni. b. Teknik pemisahan 1. Destilasi prinsip kerjanya berdasarkan perbedaan titik didih. Titik didih yang lebih kecil akan menguap terlebih dahulu dibandingkan titik didih yang besar. Contohnya: air dan etanol menghasilkan etanol murni. 2. kristalisasi prinsip kerjanya berdasarkan penguapan dimana hasil akhirnya adalah kristal. Contohnya adalah senyawa CuSO4.5H2O setelah penguapan menghasilkan kristal CuSO4 hidrat. 3. Dekantasi adalah pemisahan yang prinsip kerjanya berdasarkan perbedaan berat jenis. Contohnya adalah air dan pasir. 4. Filtrasi adalah pemisahan yang prinsip kerjanya berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Contohnya adalah kapur dan air.

2.) a. CuSO4. 5 H2O

CuSO4 + 5H2O

Reaksi penguraian adalah zat tunggal yang diuraikan menjadi dua senyawa atau lebih yang lebih sederhana. . CuSO4. 5 H2O dapat diuraikan karena mempunyai dua senyawa yaitu air dan . CuSO4. b. reaksi penetralan adalah reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air ditambahkan PP supaya senyawa tersebut bersifat netral. Apabila asam dan basa direaksikan maka reaksi tersebut akan netral. c.

. 3)Titrasi asam basa A. Titik ekivalen adalah Titik dimana terjadi kesetaraan reaksi secara stoikiometri antara zat yang dianalisis dan larutan standar. Titik akhir adalah Titik dimana terjadi perubahan warna pada indicator yang menunjukkan titik ekiuvalen reaksi antara zat yang dianalisis dan larutan standar.

Indikator adalah Senyawa organic yang bersifat asam atau basa yang dalam daerah Ph tertentu akan berubah warnanya,dan nenunjukkan titik akhir titrasi yang telah dicapai. Larutan standar primer adalah Larutan yang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut : 1. Mempunyai kemurnian yang tinggi 2. Larutan harus stabil 3. Tidak bersifat higoskopis 4. Mempunyai berat ekivalen yang tinggi Larutan standar sekunder adalah Larutan yang apabila ingin digunakan untuk standarisasi harus distandarisasi terlebih dahulu dengan larutan standar primer B. Dik: Volume Hcl = 20 ml Volume NaOH = 23 ml M NaOH =0,1 M Dit: M Hcl ..

Jawab: M1 V1 (Hcl )= M2 V2 (NaOH ) M1 x 20 ml = 0,1M x 23 ml 20 M1 M1 =2,3 = 2,3 /20 = 0,115 M 4.Penentuan rumus hidrat A. Sifat Higroskopis Hidrat adalah Kemampuan suatu zat untuk mengikat molekul air di lingkungannya .

Akibatnya jika krus dibuka setelah pendinginan maka beratnya akan kembali ke seperti semula.Hal ini dikarenakan H2o yang telah lepas saat pemanasan akan di ikat kembali oleh CuSO4 yang merupakan senyawa anhidrat jadi CuSO4 mempunyai kemampuan untuk mengikat molekul air di lingkungannya,sehingga apabila tutup krus dibuka maka berat yang semula berkurang akan kembali ke berat semula. B. Dik : m krus kosong+tutup =17,9 gram m krus+tutup+garam hidrat=20,4 gram m krus+tutup+garam anhidrat=19,5 gram Dit : X air Kristal dan persentase air yang hilang .. Jawab : M CuSO4xH2O = (m krus+tutup+garam Hidrat )-(m krus kosong+tutup) =20,4 gram 17,9 gram = 2,5 gram M CuSO4 = (m krus+tutup+garam hidrat)-(m krus kosong +tutup) = 19,5 gram-17,9 gram = 1,6 gram M H2O = 2,5 gram -1,6 gram = 0,9 gram N CuSO4 : n H2O Gram/Mr H2O : : 0,05 0,9/18

Gram/Mr CuSO4 : 1,6/159 0,01

Jadi,rumus suatu hidrat adalah CuSO4.5H2O % air yang hilang = massa air/ massa CuSO4.xH2O X 100 % 0,9 gram/2,5 gram x 100 % 36 % 5. Dik : P = 1 atm Volume O2 = 80 ml = 0,08 L Massa tabung reaksi+isi sebelum dipanaskan = 27,512 gram Massa tabung reaksi+isi setelah dipanaskan = 27,410 gram Suhu = 27 oC+273 K=300 K Dit : Mr O2. Jawab : M O2 =( Massa tabung reaksi+isi sebelum dipanaskan)-( Massa tabung reaksi+isi setelah dipanaskan) 27,512 gram 27,410 gram 0,102 gram PV=nRT 1 atm x 0,08 L = 0,102 gram/Mr x 0,082 L atm/mol K x 300 K 0,08 = 0,102 / Mr x 0,082 x 300 Mr Mr = 0,102 x 0,082 x 300/0,08 = 31,36 gram/mol

Pada literature Mr O2 diketahui 32 gram/mol,tetapi hasil yang di dapat adalah 31,365 gram/mol.Hal ini tidak berbeda jauh.

6.) Dik : m CuCl2 = 1,11 gram m air = 1000 gram =1 gr/ml Dit : a. Molar? b. molal? c. % berat? Jawab : a. molar = n/v =massa/ Mr/v = 1,11gram/111 /1L =0,01 M b. molal =massa zat terlarut/ massa larutan =1,11/1,11+1000 =0,011 m c. %berat =1,11/1,11+1000 x 100% = 0,11 %

7.) Pengenalan alat-alat labor a. Labu ukur digunakan pada proses pengenceran, sebagi tempat meletakkan larutan.

b. pipet volumetri digunakan untuk mengambil banyaknya volume yang akan digunakan saat membuat konsentrasi.

c. tabung reaksi digunakan sebagai tempat terjadinya reaksi atau tempat untuk mereaksikan zat.

d. buret digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan

e. corong pisah digunakan memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi

8.) a. Ujinyala dapat mengidentifikasi unsur karena dengan melakukan ujinyala terhadap suatu zat kita dapat mengenal zat tersebut dengan melihat warna pada kawat nikrom. Selanjutnya kita bandingkan dengan literatur yang ada, warna yang terdapat pada kawat nikrom tersebut sehingga kita bisa mengetahui itu unsur apa. b. 1. golongan alkali tanah: CaCl2 adalah berwarna merah BaCl2 adalah berwarna hijau

2. golongan alkali: KCl adalah berwarna ungu NaCl adalah berwarna kuning Warna nyala berbeda karena mempunyai biloks yang berbeda dimana alkali mempunyai biloks +1 dan alkali tanah mempunyai +2.