P. 1
Gangguan Refraksi

Gangguan Refraksi

|Views: 53|Likes:
Dipublikasikan oleh Bella
Gangguan Refraksi Mata
Gangguan Refraksi Mata

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Bella on Apr 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

SKENARIO 2 >>> Gangguan Refraksi N O

1

DEFINISI
Hipermetropia >Ggn kkuatan pmbiasan mata, sinar sejajar jauh tdk cukup dibiaskan shg titik focus di belakang retina (blkg macula lutea)

ETIOLOGI
macam pnyebab: a.H. Sumbu/aksial: klainan refraksi krn bola mata pendek/ sumbu anteropost pendek b.H. Kurvatur: lengkung kornea/lensa kurang c.H. Refraktif: indeks bias yg kurang pd system optic mata.

PATOFISIOLOGI
Bentuk2 Hipermetropi: a.H. Manifest : hipermetrofi yg bs dikoreksi dgn kaca mata (+) maks. Tdd: H. Absolut & H. Fakultatif. Hipermetrofi manifest dikoreksi tanpa sikloplegik >>H. Absolut : Kelainan refraksi tanpa diimbangi akomodasi, perlu kacamata (+) utk lihat jauh >>H. Fakultatif: kelainannya bias diimbangi dgn akomodasi atau dgn kacamata (+). Pasien hanya akan melihat normal tanpa kacamata, dan kalaupun dikasi kacamata (+) maka dapat mengistirahatkan otot-otot akomodasinya -> so.. ini adalah jenis hipermetropi manifest yg masi punya tenaga akomodasi. b. H. Laten: Merupakan klainan hipertrofi yang masih diimbangi seluruhnya oleh akomodasi. Danuntuk mengukur besar hipermetropinya, harus diukur pake sikloplegik. Biasanya pada kawula muda, kalo yang tua2 kebanyakannya yg fakultatif/ absolute >>>Miopia menurut derajatnya : a.M. Ringan: 1-3 D b.M.Sedang: 3-6 D c.M. Berat: lbh dr 6 D >>>Miopia mnurut perjalanannya:

GEJALA KLINIS
>Penglihatan dekat dan jauh kabur >Sakit kepala, silau, rasa juling, penglihatan ganda. >Keluhan matanya lelah krn berakomodasi terus.sebabkan keadaan yg dsbut dengan “astenopia akomodatif” >krn terus2an akomodasi, bola mata bersama-sama mlakukan konvergensi, mata sering berkedudukan esotropia/juling k dalam. > pasien dgn hipermetropi, sering terjadi ambliopia pd salah 1 matanya, mata ambliopia, matanya bergulir k temporal

DIAGNOSIS
>Metode trial and error: periksa 6 meter pake kartu snellen, priksa satu2 matane, tentukan tajam penglihatan tiap mata, kalo tajam penglihatan/visusnya gak 6/6 koreksi pake lensa sferis (+) >pd anak2/remaja yg punya keluhan asthenophia akomodativa-> tes pake sikloplegik dlu baru kmudian tentukan koreksinya. >Retinoskop >autorefraktometer

TATALAKSANA
>Kacamata: lensa sferis (+) terkuat yg bs berikan tajam penglihatan terbaik. >Lensa kontak:utk Anisometropia & Hipermetropia tinggi.

2.

Miopia >Kelainan refraksi, sinar sejajar yg masuk k mata yg dlm keadaan istirahat (tanpa akomodasi)

Bentuk Miopia: a.M.Refraktif/bias/ind eks: bertambahnya indeks bias media penglihatan, lensa jd lebih cembung shg pembiasan lbh kuat

>lihat dekat tuh jelas, tp kalo lihat jauh tu kabur >Sakit kepala, juling, celah kelopak yg sempit. >Kebiasann mengernyitkan mata

>Metode trial and error: periksa 6 meter pake kartu snellen, priksa satu2 matane, tentukan tajam penglihatan tiap mata, kalo tajam penglihatan/visusnya

>Kacamata: lensa sferis (-) terlemah yg berikan tajam penglihatan terbaik >Lensa kontak: utk anisometropia & myopia tinggi >Bedah refraktif: bedah refraktif kornea:

M. >pd astigmatisma regular: berikan kacamata sesuai kelainan yg didapat . kekuatan pembiasan bertambah atau berkrang perlahan .  bayangan bs berbentuk : garis. shingga mencapai titik dekatnya dan objek dapat terbaca dgn lbh jelas. 7 bisa jg karena kelainan lensa Secara fisiologis. kalo tajam penglihatan/visusnya gak 6/6 koreksi pake lensa silinder -/+ dgn aksis diputar 0-180 derajat. b. kehilangan elastisitasnyauntuk mencembung.00 dan tiap 5 thn ditambah lg (+) 0. teratur dr 1 meridian k meridian berikutnya. trauma dan distrofi untuk berikan efek permukaan yg irdreguler. mulai usia 40thn kasi tambahan sferis (+) 1. Kadang kombinasi lensa + dan . sampai mmbentuk stafiloma postikum. Presbiopia >Berkurangnya kemampuan akomodasi mata krn makin meningkatnya usia/ pd usia lanjut >Lemahnya otot akomodasi >lensa mata tdk kenyal/elastisitasnya berkurang krn sklerosis lensa a. diikuti dgn implantasi lensa intraokuler. b. di satu titik d retina. tentukan tajam penglihatan tiap mata. A.menjauhkan objek yg dibacanya.M. shgga kemampuan utk melihat dekat makin berkurang. Kornea. untuk cegah aberasi sferis/ untuk dptkan efek pinhole (lubang kecil) >keluhan astenopia konvergensikalo menetap bs timbulkan juling k dalam / Esotropia gak 6/6 koreksi pake lensa sferis (-) >Retinoskop >autorefraktometer >Funduskopi gambaran miopik kresen: gambaran bulan sabit pd polus posterior fundus mata.Stasioner: myopia yg menetap stelah dewasa. oprasi lasik) Bedah refraktif lensa: ekstraksi lensa jernih. Dgn meningkatnya umur. disertai dgn klainan pd fundus oculi.A. keluhannya terutama stelah membaca yaitu: mata lelah.Progressif: myopia yg bertambah terus saat usia dewasa krn pertambahan pjgnya bola mata c. sering terasa pedas.dibias bentuk bayangan d depan retina/macula lutea.M. >dengan lensa kontak keras bila epitel tdk rapuh >lensa kontak lembek bila disebabkan oleh infeksi. Maligna: myopia yg perjalanannya progressif dan bs akibatkan ablasio retina & kebutaan  biasanya lbh dr 6 D. >pd pasien dengan usia lbh dr 40 thn. tanpa terikat pedoman umur dapat diberikan seberapapun sampai bias mmbaca dengan nyaman. tp malah k 2 titik api yg saling tegak lurus Hal ini krn kelainan kelengkungan perm.M. priksa satu2 matane. 3. regular .50  penambahan lensa sferis (+) bs dalam berbagai cara : kacamata baca utk lihat dekat aja kacamata bifocal utk lihat jauh dan dekat kacamata progressive: tdk memiliki batas bagian lensa untuk lihat jauh dan dekat >kalo koreksinya gak mencapai 6/6. kemudian berkembang jd astigmatisma with the rule  kelengkungan kornea pd bidang vertikalnya bertambah/ lbh kuat/ jari2nya lbh pendek dr jari2 lengkung korena d bidang Ada 2 macam astigmatisma : 1. koreksi gunakan lensa silinder -/+ dgn atau 4. sclera dan koroid untuk ubah kurvatura permukaan anterior kornea (Excimer laser . Irreguler: astigmatisma terjadi >Metoda trial and error: periksa 6 meter pake kartu snellen. >metode “trial and error” hingga dapatkan visus 6/6 >koreksi jauhnya scara binol=kuler kmudian ambahkan lensa sferis (+) & priksa dgn kartu Jeager dgn jarak 0.33 M >Diberikan lensa sferis (+) sesuai pedoman usia. dengan lengkung kornea dan lensa yg normal. ada yg disebut dengan “astigmatisma with the rule” terjadi normal pd bayi baru lahir. berair. yg memiliki kornea yg bulat/sferis. >Kesulitanmembaca dekat huruf dengan cetakan kecil >pasien cenderung menegakkanpunggungn ya saat membaca. lonjong atau lingkaran 2. Astigmatisma Berkas sinar tdk difokuskan dgn tajam. lensa jd lbh keras (sklerosis). Aksial: miopia krn panjangnya sumbu bola mata.

semisirkuler. DEFINISI Amblyopia Kondisi dimana tajam penglihatan tdk mencapai optimal sesuai dgn usia & intelegensinya walaupun sdh dikoreksi dgn kelainan refraksinya. disusun gradial . pengobatan antisuppresif aktif untuk singkirkan factor ambliopiagenik. yg sebelumnya huruf2nya itu d tutupi pake selotip. >telat pengobatan bisa tjd defek visual.ambliopia suppresi: dpt merupakan suatu proses kortikal. digunakan untuk px subjektif ada tdknya kelainan refaraksi astigmat. 2. shgga bayangan terbentuk irregular. >pengobatan meliputi. adengan dasar yg putih. terus suru tebak itu huruf apa. penalisasi. Pengobatan: a.penalisasi dekat. Strabismik: terjadi krn juling lama (biasanya k dalam) pd anak sbelum penglihatan tetap. pd .A. Kemudian d usia pertengahan. tdk bisa diperbaiki dgn kaca mata.uji crowding fenomena: utk ketahui adanya ambliopia. oklusi. kornea jd lebih sferis kembali sehingga jd “astigmatisma against the rule” biasanya pd lansia. Sampai usia 6-7 thn anak2 sensitif utk terkena ambliopia fungsional.oklusi mata yg sehat c. kasi lensa Tanda2 mata dgn ambliopia: >berkurangnya penglihatan 1 mata >turunnya tajam penglihatan trutama pd fenomena crowding >hilang sensitivitas kontras >mata mudah alami fiksasi eksentrik >adanya anisokoria >tdk pengaruhi penglihatan warna >daya akomodasi turun >EEG&ERG penderita ambliopia selalu normal  berarti tdk disertai kelainan organic d retina atau korteks serebri.--> pasien suru baca huruf kartu snellen sampe huruf terkecil. pd bayi usia 6 bln dan tdk terjadi setelah usia < dr 5 thn -perbaikan dpt dilakukan bila penglihatan masih dlm perkembangannya.ambliopia nirpakai (non use): akibat tdk dipergunakannya elemen visual retinokortikal pd saat krisis perkembangan yaitu usia sblm 9 thn. lengkung kornea bidang horizontal lbh kuat drpd bidang vertikalnya dgn tanpa memiliki meridian yg saling tegak lurus. jika TATALAKSANA saat yg sgt rentan. Macam2 ambliopia: 1. Akibat kelengkungan kornea pd meridian yg berbeda. Jika amabliopia ditemukan sebelum usia 6 thn masih bisa dilakukan latihan utk perbaikan penglihatan.pada pasien muda. >>etiologi: bs karena infeksi kornea. ambliopia paling sukses berhasil diobati. kena 1 mata. ETIOLOGI 2 faktor penyebab ambliopia: 1. pleoptik 2. >Retinoskop >autorefraktometer >Juring atau kipas astigmat:garis warna hitam. dgn tajam penglihatan kyrang / kelainan organih=k. –. px fundus 1. Fungsional: bisa tjd qkongenital / didapat.A. reaksi pupil. bila kasus berat : transplantasi kornea. mata ambliopia dibisakan utk melihat dekat. tp pd usia mereka juga. dan di tunjukkan satu persatu. >> Vision & visual effect N O 1. b. trauma dan distrofi krn kelainan pembiasan pd meridian lensa yg berbeda. Resiko terjadi pd anak2. Di tebaki juga antara huruf yg di selotipin dgn huruf yg ud terbuka selotipnya pd baris yg sama. tanpa kombinasi lensa sferis >pd astigmatisma irregular : lensa kontak keras.horizontal. yg akibatkan terdapatnya skotoma absolute pd penglihatan binokular PATOFISIOLOGI GEJALA KLINIS DIAGNOSIS -pencegahan terhadap ambliopia ialah jika pd anak <dr 5 thn  perlu px tajam penglhatan terutama bila disertai juga dgn tanda2 juling PEMERIKSAAN AMBLIOPIA: >>>perlu tau dulu perkembangan tajam penglihtan sejak bayi sampai anak usia 9 tahun  untuk cegah keterlambatan perawatan >>> px kedudukan mata.

A.intokikasi : o/k pemakaian tembakau. Kondisi keudukan bola mata tdk sejajar sehingga hanya 1 mata yg diarahkan pd benda yg dilihat. >pengobatan: menutup mata yg sehat & dirujuk pd dokter mata. Refraktif: pd mata ametropia atau anisometropia yg tdk dikoreksi. timah atau bahan toksiak lain. sedangkan mata sehat di kasi lensa + 2. Anisometropik: kelainan refraksi kedua mata yg berbeda jauh. tdk akan tjd penurunan tajam penglihatan. Dan mata dgn isometropia sprit hipermetropia dalamatau myopia berat atau pd astigmatisme. shg tajam penglihatan pd mata normal akan turun 50% tp pd mata ambliopia.-->dilakukan dgn pakai filter yg perlahan lahan digelapkan. Aambliopia jenis ini bisa pulih kmbali pd usia < dr 9 thn dgn menutup total mata yg baik.uji worth four dot: utk fusi dan penglihatan stereosis  utk melihat penglihatan binocular. Ditandai dgn gejala lapang pandang yg berubah ubah. 2 hijau.  ambliopia tjd krn perbedaan refraksi kedua mata lbh besar dr 2.5D & mata yg baik. A. A. bayangan benda d kedua mata tdk sama bezsar timbulkan bayangan benda pd retina secara relative diluar focus disbanding dgn mata lainnya. pasien pake kaca mata dgn filter merah pd mata kanan.  penglihatan bisa baik dlm beberapa bln dgn gunakan kaca mata koreksi. alcohol. 1 putih) Interpretasi: >lampu putih terlihat merah oleh mata kanan >lampu hijau oleh mata kiri >merah hanya bs diliat kanan. 4.kondisi ini tjd suppresi pd mata utk cegah ggn penglihatan (diplopia).A.5D e.pd anak < dr 5 thn px tajam penglihatan . hijau. Bayangan yg lebih suram akan di suppres. hijau hanya bsa diliat kiri >normal : terlihat 4 titik.A. 2 +2.5 D. jika mata kanan dominan. dan filter biru pd mata kiri. merah. jd kalo d uji penglihatannya dgn intensitas sinar yg direndahkan. ametropik : menurunnya tajam penglihatan mata + kelainan refraksi berat yg tdk dikoreksi ()hipermetropi/ astigmat)perbaikan dlm beberapa bulan stelah diberi kacamata hasil pemeriksaan refraksi secara objektif 6. setelah bagian mata yg sakit dibersihkan kekeruhan media penglihatannya 7.A. disebut sbg fenomena crowding. Shg mata akan memfokuskan melihat dgn 1 mata. Hilangnya tajam penglihatan sentral bilateral  bisa karena metilalkohol & karena gizi buruk 8. >pengobatan: menutup mata yg sehat.alatihan ortopik jika tjd juling f. 2. 3. suppresi 1 mata dan juling. yg disitu terdapat 4 titik (1 merah . 3.uji density filter netral : utk tau adanya ambliopia mata orang ambliopia berada pd kondisi beradaptasi gelap. Tp yg telah tjd korespondensi retina yg tdk normal >pd pasien dgn suppresi: hanya terlihat 2 merah. Menurunnya penglihatan pd 1 mata akibat hilangnya kemampuan bentuk setelah fiksasi sentral. eks anopsia: diduga disebabkan oleh suppresi atau proses aktif dr otak untuk menekan kesadaran melihat. Kemudian melihat objek. korespondensi retina abnormal. bila kiri dominan >kalo terlihat 5 titik (3 merah. adanya fusi. mata ambliopi dibiasakan utk lihat jauh. >pengobatan: kacamata refraksi +penutupan pd mata yg sehat 5. tdk tjd penurunan tajam penglihatan/ hanya sedikit penurunan. Dan 3 hijau. kasi atropine d. H=isteria: akibat hysteria yg kena 1 mata tp lbh sering kena di kedua mata  pd tdpt penurunan tajam penglihatan dr huruf isolasi k huruf dalam baris.penalisasi jauh. akibatkan ggn fungsi penglihatan binocular tunggal demikian pula tjd pd unilateral astigmatisma shg bayangan jd kabur. >pengobatan dgn menutup mata yg baik setelah mata ambliopia dapatkan kacamata yg sesuai. biasanya pd mata yg lbh ametropik. dan putih terlihat sebagai gabungan merah dan hijau >4 titik jg bisa diliat oleh penderita juling.

Beberapa bentuk diplopia: A. melewati ruang subarachnoid dan subdural. 2.diplopia heteronym:tjd pd mata yg juling keluar / eksodeviasi. missal kita mendekatka sebuah pensil did pan mata kita. memejamkan mata. - >>>OPTIC DISC & NERVE N O 1 DEFINISI PAPIL EDEMA Pembengkakan tanpa peradangan papil saraf optic karena peningkatan TIK ETIOLOGI -tumor intracranial -pseudotumor serebri -stenosis aquaductus serebri -hematom subdural & epidural -perdarahan subaraknoid -AV malformation -abses otak -meningitis . maka lampu akan terlihat 1. dan sebaliknya. pupil ganda. filter biru d mata kiri. vomit -defek lapang pandang -pembengkakan papil N VII. penyakit serebelum. keluhan pasien berupa hysteria. lakrimasi.diplopia homonym: mata juling k dalam/ esodeviasi. lensa subluksasi.diplopia binokuler = karena kedudukan kedua sumbu bola mata yg tdk sejajaar &/ tidak adanya keseimbangan otot penggerak mata  kedua mata melihat bersama tp tdk terfokus baik : oleh krn penyakit seperti : penyakit bola mata. -Diplopia bersilang: lampu merah terlihat d sebelah kiri bayangan biru  pd diplopia yg dgn mata eksotropia -diplopia homonym: lampu merah ada d kanannya lampu hijau  tjd pd mata dgn esotropia. astigmat. krn tekanan pd vena sentralis retina yg tinggalkan papil saraf optic. neuritis optic/papilitis.2. bila dilihat oleh 1 atau kedua mata. kalo gak bersilangan  esotropia Uji diplopia: Pake kacamata filter merah di mata kanan. Gejala rangsang berupa: blefarospasme.  diplopia heteronym ini bisa dialami secara fisiologik. GEJALA KLINIS -visus normal. hiprtensi retinopati maligna. Diplopia monokuler: diplopia bila melihat dgn 1 mata. nausea. encephalitis -trombosis sinus sagitalis PATOFISIOLOGI Hambatan aliran vena. kcuali pd std lanjut -sefalgia. B. dan permulaan katarak hijau) bersilangan  mata kedudukan eksotropia. Ganda. bayangan yg terlihat oleh mata yg juling k dalam terletak d bagian luar sisi benda aslinya. Akibat penglihatan kedua mata serentak pd daerah retina yg tdk sekoresponden. oklusi TATALAKSANA -diobati penyebabnya . pasien diminta melihat 1 sumber cahaya & akan menyatakanletak lampu merah dan hijau yg terlihat  -Normal: bila mata berkedudukan ortoforia dan bayangan difokuskan d macula. pemeriksaan lapang pandanganya menciut konsentris. DIPLOPIA Keadaan melihat benda. serebrum dan meningen >>>Diplopia binokuler tdd : 1. benda yg dilihat oleh mata kanan terletak d sebelah kiri. batas kabur -vena retina melebar dan berkelok DIAGNOSIS -px visus -funduskopi -lapang pandang -targent screen -goldman perimetri DD: Pseudopapiledema. disebut sbg diplopia tak bersilang.

sbelum terjadi juling -katarak total/congenital unilateral: bedah secepat ungkin  prognosis buruk. Klasifikasi katarak: 1. mungkin kataraknya krn galaktosemia. atau lensa tanam intraokuler Tatalaksana berdasarkan jenis klasifikasi: 1 katarak congenital: operasi. >>px darah : krn hubungannya dgn riwayat DM. dan bila katarak bersifat total  opp dilakukan pd usia < dr 2 thn atau lbh muda & bila telah dpt dilakukan pembiusan. Indikasi: dilakukan bila reflek fundus tdk ada. jd tdk transparan lagi. DD. -penglihatan berasap. metabolic. pelebaran d bintik buta -kelainan fundus okuli: papil N II pucat.katarak congenital :Sdh terlihat pd usia < dr 1 thn -penyebab kebutaan pd bayi -terbagi lg jd : katarak kapsulolentikular (katarak kapsular dan polaris) dan katarak lentikular (katarak yg kena korteks atau nukleus lensa saja) -diagnosis : >>pemeriksaan riwayat prenatal infeksi pd ibu (ex:rubella) d kehamilan TM 1. PD kecil/ menghilang. denaturasi protein lensa. traumatic. pupil akan berwarna putih atau kelabu. lensa kontak.2. -kemunduran tajam penglihatan perlahan bs sampe 0 -gangguan lapang pandang. -pd katarak total bilateral: bedah secepatnya -katarak total unilateral: bedah 6 bln stelah katarak terlihat. sekunder karena papilitis. dan riwayat konsumsi obat2an . TATALAKSANA -tindak pebedahan  setelah pembedahan. batas jelas. dtekanan pd saraf optic. degenerative. sekunder krn papil edema. PD retina mengecil vena retina sentralis. >> uji reduksi urin yg +. Diklasifikasikan menjadi : 1. toksik. lamina kribosa tdk tampak #gejala umumnya. yg dpt terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa. kalsium dan fisfor -Gejala: pupil bayi terlihat ada bercak putih atau leukorea (px dgn cara melebarkan pupil) 2. -papil glaukomatosa -cari penyebabnya -visus yg menurun krn papil yg atrofi  tdk bisa d perbaiki >>>LENSA N O 1 DEFINISI KATARAK Setiap keadaan kekeruhan pd lensa. Papil atrofi Merupakan degenerasi saraf optic  tampak sbg papil saraf optic yg warnanya lebih puzcat dr kondisi normalnya.papil atrofi primer: akarena proses degenerasi d retina / retrobulber. tampak lamina kribosa d dasar ekscavatio 2. Klinis papil batas tegas.papil atrofi sekunder: akibat peradangan akut saraf optic yg berakhir dgn proses degenerasi. -anterior iskemik optic neuropathy. ekscavatio lebar.Katarak juvenile: katarak yg lembek. Klinis: tepi papil agak kabur. trdapat pd . atau keduanya ETIOLOGI Factor predisposisi pd katarak : -fisik-kimiapenyakit predisposisi -genetik & ggn perkembangan -infeksi virus d masa pertumbuhan janin -usia PATOFISIOLOGI GEJALA KLINIS DIAGNOSIS -px sinar celah (slit lamp) -funduskopi -tonometer -px tajam penglihatan: sebaiknyadilakukan sbelum dilakukan tindak pembedahan: untuk ketahui apakah kekeruhannya sebanding dgn turunnya tajam penglihatan. tajam penglihatan menurun progresif -lensa yg keruh. Vaskuler. lensa diganti dgn kacamata afakia. iskemik optic neuropati -px tajam penglihatan : snellen chart -lapang pandang: perimeter goldmann. glaucomatous. tangent screen -funduskopi: optalmoskop direk  papil pucat. tampak pucat.

-terdapat 4 stadium: 1. lensa jd bengkak dan besar. & masih bs dikoreksi mencapai 6/6 2. 2 DISLOKASI LENSA Disebabkan oleh krn trauma tumpul  sebabkan putusnya zonula zinn . lbh dr 3 bln & kurang dr 9 thn.usia muda. Tjd pencembungan lensa  sehingga tingkatkan daya bias shg kelainan refraksi lbh mirip miopi 3. katarak intumesen/imatur: kekeruhan lensa+ pembengkakan lensa. -kekeruhan lensa dengan nucleus yg mengeras akibat usia lanjut biasanya mulai tjd pd usia lbh dr 60 thn. . akibatkan kedudukan lensa terganggu. Lensa. akibat lensa yg degeneratif menyerap air  krn air masuk k dlm celah lensa. berupa garis2 yg melebar dan makin k sentral mirip sprit ruji roda. belum mengenai seluruh lap.  biasanya pd std ini gakada ggn tajam penglihatan. kemudian lensa mendorong iris shg akibatkan bilik mata jd lbh dangkal drpd kondisi normalnya. 3. menuju korteks ant dan post (katarak kortikal).katarak insipient: kekeruhan dr tepi ekuator. berbentuk jeriji. atau bs jg lensanya terus2an kehilangan cairan & jd keriput (SHRUNKEN KATARAK) Macam2 dislokasi lensa: krn mudah terjadi ambliopia -katarak bilateral partial : konservatif. katarak senile: semua kekeruhan lensa yg terdapat pd usia lanjut. katarak imatur: kekeruhan terutama di bag posterior nucleus. tajam penglihatan menurun  hanya dpt melihat gerakan tangandan persepsi cahaya 4. sementara dpt dicoba dgn kacamata/ midriatika. katarak hipermatur: bila std matur dibiarkan bisa sebabkan pencairan korteks dan nucleus tenggelam k bawah (KATARAK MORGAGNI). Lbh dr 50 thn. katarak matur: kekeruhan pd seluruh lensa: warna putih keabuan . Biasanya kelanjutan dr katarak congenital.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->