Anda di halaman 1dari 6

Tugas Antropologi Dental Penggunaan X-Ray dalam Bidang Antropologi Dental

Oleh: Rahmah Ayu Dianingrum 021111059

ANTROPOLOGI DENTAL DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNAIR


Semester Ganjil 2012 / 2013

Radiografi ialah penggunaan sinar pengionan (sinar X, sinar gama) untuk membentuk bayangan benda yang dikaji pada film. Radiografi umumnya digunakan untuk melihat benda tak tembus pandang, misalnya bagian dalam tubuh manusia. Gambaran benda yang diambil dengan radiografi disebutradiograf. Radiografi lazim digunakan pada berbagai bidang, terutama pengobatan dan industri.1 Salah satu sinar radiografi adalah sinar X. Sinar x ditemukan oleh Wilhem Conrad Roentgen, seorang professor fisika dari Universitas Wurzburg, Jerman. Saat itu ia melihat timbulnya sinar fluoresensi yang berasal dari Kristal barium platinosianida dalam tabung Crookes-Hittorf yang dialiri listrik. Pada tahun 1901 mendapat hadiah nobel atas penemuan tersebut. Akhir Desember 1895 dan awal Januari 1896 Dr Otto Walkhoff (dokter gigi) dari Jerman adalah orang pertama yang menggunakan sinar x pada foto gigi ( premolar bawah) dengan waktu penyinaran 25 menit, selanjutnya seorang ahli fisika Walter Koenig menjadikan waktu penyinaran 9 menit dan sekarang waktu penyinaran menjadi 1/10 second (6 impulses).2 Sinar X adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan gelombang listrik, radio, inframerah panas, cahaya, sinar gamma , sinar kosmik dan sinar ultraviolet tetapi dengan panjang gelombang yang sangat pendek. Penggunaan sinar x adalah sesuatu yang penting untuk diagnosa gigi geligi serta jaringan sekitarnya dan pemakaian yang paling banyak pada diagnostic imaging system. Dalam prosedur dental implant juga dilakukan pemeriksaan gigi menyeluruh serta proses dental X-ray.3 Perbedaan antara sinar dengan sinar elektromagnetik lainnya terletak pada panjang gelombang dimana panjang gelombang pada sinar x lebih pendek yaitu : 1 A = 1/100.000.000 cm = 10-8 cm. Lebih pendek panjang gelombang dan lebih besar fekwensinya maka energi yang berikan lebih banyak. Energi pada sinar x memberikan kemampuan untuk penetrasi khususnya gigi, tulang dan jaringan disekitar gigi. Efek dari radiasi elektromagnetik dalam kehidupan, bervariasi tergantung panjang gelombang, Gelombang TV dan radio dimana berada di atsmosfir tidak

mempunyai efek pada jaringan manusia. Microwave dengan energi radiasi yang rendah dapat menghasilkan energi panas dalam jaringan organik yang juga bekerja pada microwave ovens. Elektromagnetik dengan energi yang sangat rendah dapat menyebabkan ionisasi seperti yang ada pada MRI ( magnetic resonance imaging) untuk diagnostik. Kemampuan sinar x menghasilkan gambar mengindikasikan sinar x dapat menembus kulit, jaringan dan tulang.2 Sinar x mempunyai beberapa sifat fisik yaitu daya tembus, pertebaran, penyerapan, efek fotografik, fluoresensi, ionisasi dan efek biologik, selain itu, sinar x tidak dapat dilihat dengan mata, bergerak lurus yang mana kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya, tidak dapat difraksikan dengan lensa atau prisma tetapi dapat difraksikan dengan kisi kristal. Dapat diserap oleh timah hitam, dapat dibelokkan setelah menembus logam atau benda padat, mempunyai frekuensi gelombang yang tinggi. 2 a. Daya tembus Sinar x dapat menembus bahan atau massa yang padat dengan daya tembus yang sangat besar seperti tulang dan gigi. Makin tinggi tegangan tabung (besarnya KV) yang digunakan, makin besar daya tembusnya. Makin rendah berat atom atau kepadatan suatu benda, makin besar daya tembusnya. 2 b. Pertebaran Apabila berkas sinar x melalui suatu bahan atau suatu zat, maka berkas sinar tersebut akan bertebaran keseluruh arah, menimbulkan radiasi sekunder (radiasi hambur) pada bahan atau zat yang dilalui. Hal ini akan menyebabkan terjadinya gambar radiograf dan pada film akan tampak pengaburan kelabu secara menyeluruh. Untuk mengurangi akibat radiasi hambur ini maka diantara subjek dengan diletakkan timah hitam (grid) yang tipis. 2 c. Penyerapan Sinar x dalam radiografi diserap oleh bahan atau zat sesuai dengan berat atom atau kepadatan bahan atau zat tersebut. Makin tinggi kepadatannya atau berat atomnya makin besar penyerapannya. 2 d. Fluoresensi Sinar x menyebabkan bahan-bahan tertentu seperti kalsium tungstat atau zink sulfide memendarkan cahaya (luminisensi). Luminisensi ada 2 jenis yaitu :

a) Fluoresensi, yaitu memendarkan cahaya sewaktu ada radiasi sinar x saja. b) Fosforisensi, pemendaran cahaya akan berlangsung beberapa saat walaupun radiasi sinar x sudah dimatikan (after glow). 2 e. Ionisasi Efek primer dari sinar x apabila mengenai suatu bahan atau zat dapat menimbulkan ionisasi partikel-partikel atau zat tersebut.2 f. Efek biologi Sinar x akan menimbulkan perubahan-perubahan biologi pada jaringan. Efek biologi ini yang dipergunakan dalam pengobatan radioterapi.2 Berikut jenis gigi X-ray yang umum digunakan:4 a. Bitewing X-ray Hasilnya menunjukkan gigi belakang rahang atas dan bawah dan bagaimana gigi saling menyentuh satu sama lain dalam satu tampilan. Sinar-X yang digunakan untuk memeriksa kerusakan antar gigi dan untuk menunjukkan seberapa baik susunan gigi atas dan bawah. Hasil x ray ini juga dapat menunjukkan kehilangan tulang ketika penyakit gusi yang parah atau infeksi gigi terjadi.4 b. Periapikal X-ray Hasilnya menunjukkan seluruh gigi, dari mahkota sampai ujung akar dan tulang yang mendukung gigi. Sinar-X yang digunakan untuk menemukan masalah gigi dibawah garis servical, seperti gigi impaksi, abses, kista, tumor, dan perubahan tulang yang disebabkan oleh beberapa penyakit. 4 c. Oklusal X-ray Menunjukkan palatum mulut dan digunakan untuk menemukan gigi ekstra, gigi yang belum menembus gusi, patah tulang rahang, celah di palatum (cleft palate), kista, abses. 4 d. Panoramic X-ray Menunjukkan gambaran yang luas dari rahang, gigi, sinus, daerah hidung, dan (rahang) temporomandibular joint. Sinar-X ini tidak dipergunakan untuk melihat adanya kavitas.. Sinar-X ini dapat menunjukkan gigi yang impaksi,

kelainan tulang, kista, pertumbuhan yang solid (tumor), infeksi, dan patah tulang. 4 e. Digital X-ray Adalah metode baru yang digunakan di beberapa klinik gigi. Merupakan sebuah unit sensor kecil mengirimkan gambar ke komputer yang kemudian akan dicatat dan disimpan. Full-mouth periapikal sinar-X (sekitar 14 sampai 21 X-ray film) paling sering dilakukan saat kunjungan pertama ke dokter gigi. Bitewing X-ray digunakan selama pemeriksaan untuk mencari kerusakan gigi. Panoramic X-ray dapat digunakan sesekali. 4 Dental X-ray yang dilakukan untuk: 5 a. Mencari masalah dalam mulut seperti gigi berlubang, kerusakan tulang penyangga gigi, dan luka pada gigi (seperti akar gigi patah). Dental X-ray sering dilakukan untuk menemukan masalah awal, sebelum gejala muncul. b. Mencari gigi yang tumbuh tidak berada pada tempat yang tepat atau tidak menembus gusi dengan benar. c. Mencari kista, pertumbuhan yang solid (tumor), atau abses. d. Memeriksa lokasi gigi permanen yang tumbuh pada rahang anak-anak yang masih memiliki gigi sulung. e. Rencana pengobatan untuk kavitas yang besar atau luas, perawatan saluran akar, penempatan implan gigi, dan pencabutan gigi yang sulit. f. Perawatan ortodontik. g. Untuk meneliti jaringan yang tersembunyi di dalam alveolar, periodontal, dan pulpa. h. Meneliti ukuran dan bentuk akar gigi, ada tidaknya biphid canine (biphid=2 akar gigi), atau molar dengan 3 akar gigi. Selain utk melihat jumlah akar gigi, juga utk melihat root fusion. i. Melihat pola internal. Misalnya ukuran ruang pulpa, perubahan ruang pulpa sejalan dengan bertambahnya umur. (Anak2 mempunyai ruang pulpa lebih besar). j. Membedakan antara gigi molar yang belum erupsi ataukah memang tidak bakalan muncul (congenitally absent)

k. Untuk melihat supernumerary teeth, dan gigi yg malposisi l. Diagnosis kondisi-kondisi patologis: fraktur, karies, reabsorpsi akar gigi, kista, neoplasma, tumor, hypercementosis, dilaceration (akar gigi bengkok ke arah yg abnormal) abses akan terlihat sebagai lubang hitam. Jangan disalah artikan dengan foramen (mental foramen atau palatine foramen). Makin dekat obyek terhadap mesin, makin besar kemungkinan obyeknya terdistorsi, tetapi obyek kelihatan lebih besar. Selalu posisikan obyek yang akan di X-ray sedekat mungkin terhadap film, sehingga fiturnya dapat terlihat jelas. Penggunaan X-ray:5 a. Untuk hewan dan manusia yang hidup, gunakan kecepatan tinggi, gunakan film-nya yg berkecepatan tinggi. b. Untuk obyek yang tidak bergerak, gunakan film yang memungkinkan radiasi lebih banyak, agar detail terlihat jelas.

Daftar Pustaka 1. Anonim. Radiografi. www.wikipedia.org. Diakses tanggal 10 Desember 2012 pukul 22.02 2. 3. Anonim. Dental Radiografi Prinsip dan Teknik Anonim. http://id.shvoong.com/medicine-and-health/dentistry-oralmedicine/2226755-dental-implant-solusi-untuk-mengatasi/#ixzz2FakkhDl3. Diakses tanggal 19 Desember 2012 pukul 21.17 WIB 4. Anonim, http://www.webmd.com/oral-health/dental-x-rays?page=3. diakses 20 Desember 2012 pukul 16:17 WIB 5. Scott, G. R. and Turner, C. G. 1997. The anthropology of modern human teeth: Dental morphology and its variation in recent human populations . Cambridge: Cambridge University Press.