Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Pasar Berdasarkan Waktu Terjadinya


Dapat dibedakan menjadi beberapa jenis pasar yaitu : 1. Pasar bulanan, 2. PasarTahunan, 3. Pasar temporer. Pasar harian merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya, pasar pagi, toserba, dan warung-warung.

Pasar Minggu merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya, pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan. Pasar bulanan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Misalnya, pasar yang bisa terjadi di depan kantor- kantor tempat para pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjuangan pensiunannya setiap awal bulan. Pasar tahunan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap stu tahun sekali. Misalnya, Pekan raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan. Pasar temporer merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu ( tidak rutin ). Misalnya,pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.

Pengertian prilaku konsumen


Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Menurut Mowen (2002:6), prilaku konsumen adalah Studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ide. Menurut Swastha dan Handoko (2000:10), Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu. Menurut James F Engel (1994), prilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Schiffman dan Kanuk (1994), perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan, atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya

Hubungannya kebudayaan dengan arsitektur:Konteks kebudayaan dalam bentuknya yang akan tercermin dalam karya arsitektur meliputi:agama, sosial, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, estetika. Nilai sebagai salah satu perwujudan kebudayaan akan mencakup hal yang berkenaan dengankebenaran (logika), kebaikan (etika), keindahan (estetika). Faktor fungsi dari kebudayaan dalam wujud arsitektur ditentukan oleh kebutuhan, teknologi,asosiasi, estetika, telesik (kesejamanan), pemakaian yang tepat