Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Definisi Mekanika Fluida : Cabang ilmu mekanika yang mempelajari fluida dalam keadaan diam atau bergerak. Mekanika Fluida : Pengembangan dari ilmu hidrodinamika klasik dengan hidranika eksperimen. Hidronika Klasik : Aplikasi ilmu matematika untuk menganalisis aliran fluida. Ilmu ini mempelajari tentang gerak zat cair ideal yang tidak mempunyai kekentalan.

Pada mekanika fluida : dipelajari perilaku fluida dalam keadaan diam (statistika fluida) dan fluida dalam keadaan bergerak (dinamika fluida). Pada statika fluida : Fluida adalam dalam keadaan diam dimana tidak ada tegangan geser yang bekerja pada partikel fluida tersebut. Contoh aplikasi analisis statika fluida adalah pada perencanaan bendungan, pintu air, waduk, dan sebagainya. Dinamika fluida : mempelajari tentang gerak partikel zat cair karena adanya gaya-gaya luar yang bekerja padanya.

Contoh aplikasi dinamika fluida adalah aliran melalui pipa dan saluran terbuka, pembangkit tenaga mekanis pada turbin air, uap dan gas, pompa hidralis dan kompresor, gerak pesawat di atmosfer, dan sebagainya. Analisis perilaku aliran fluida didasarkan pada hukum dasar mekanika terapan tentang konsevasi massa, energi, momentum, dan beberapa konsep serta persamaan lainnya. Seperti: hukum newton tentang kekentalan, konsep panjang campur (Mixing Length) dan sebagainya.

Aplikasi Hukum Newton II Mempelajari/ menjelaskan semua gerak yang ada di alam yang menyatakan bahwa laju perubahan momentum (massa m x kecepatan v) adalah berbanding langsung dengan gagya yang bekerja dan dalam arah yang sama dengan gaya tersebut. d (mv) F= dt apabila; m =konstan, maka gaya akan sebanding dengan perkalian antara massa dan laju perubahan kecepatan (v), yaitu percepatan (a); atau m d (v) F= dt

atau : F =m. a dengan:

F: Gaya m : Massa benda a: Percepatan v : Kecepatan Hukum Newton II, banyak digunakan dalam

analisis gerak Fluida.

Contoh : Berapakah gaya yang bekerja yang harus diberikan pada benda dengan massa 100 Kg dan percepatan 10m/d2. Penyelesaian: Dihitung berdasarkan hukum Newton II: F= m.a =100.10 = 1000 Kg m/d2 = 1000 N (untuk satuan SI) atau: 1000 1000

F=
g

=
9,81

= 101,94 Kg

(untuk satuan MKS)

Faktor konversi dari sistem satuan Mks ke SI