Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah

1

yang kemungkinan akan berbeda dengan harga pokok produksi per satuan yang dikeluarkan oleh departemen yang bersangkutan dalam periode sekarang.PERSEDIAAN PRODUK DALAM PROSES AWAL Dalam suatu departemen produksi. produk yang belum selesai diproses pada akhir periode akan menjadi persediaan produk dalam proses pada awal periode berikutnya. PDP ini membawa harga pokok produksi per satuan yang berasal dari periode sebelumnya. . harga pokok yang melekat pada persediaan produk dalam proses awal akan menimbulkan masalah dalam penentuan harga pokok produk selesai tersebut. jika dalam periode sekarang dihasilkan produk selesai ditransfer ke gudang atau ke departemen berikutnya. Dengan demikian.

FIFO/MPKP . 1. Rata-rata tertimbang 2.Implikasi dari adanya PDP awal PDP awal Produk Jadi proses Dimasuk kan Sekarang PDP akhir Harga pokok per unitnya dari mana? Dari PDP awal saja ataukah ditambah dengan produk yang dimasukkan sekarang? Ada 2 metode.

Dan digunakan untuk menentukan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang atau dengan cara mengalikannya dengan jumlah kuantitasnya. dan jumlahnya kemudian dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk mendapatkan harga pokok ratarata tertimbang. Perhitunan Unit Ekuivalensi. harga pokok persediaan produk dalam proses awal ditambahkan kepada biaya produksi sekarang.METODE RATA-RATA TERTIMBANG Dalam metode ini. UE = Unit Selesai + %PDP Akhir Perhitungan Harga Pokok Per Unit. HP/unit = Biaya yang melekat di PDP awal + Biaya pada periode sekarang Unit Ekuivalensi .

000 1.140.068.000 kg 4.315.000 29.000 kg 9.200.000 4. BK 70% 35.000 kg 38.000 1.000 44.152.000 kg 11.150. BOP 60% Dimasukkan dalam proses bulan ini 40.000 1.Departemen I Data Produksi Produk Dalam Proses awal: BBB 100%.800.340.200.000 1.000 kg Departemen II 6. BK 40% BTK 20%.000 kg Unit yang ditransfer ke Departemen 2 Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir BBB 100%.000 37.000 3.920.000 Biaya overhead pabrik 37.000 .000 kg CONTOH BTK 40%.775. BOP 80% Harga Pokok Produk dalam Proses akhir Harga pokok dari Departemen 1 Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Biaya produksi Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja 20.

BBB = 35.000 37.000 kg) = 41.000 Kg + (70% x 9.000 1.300 41.920.200 .775.000 41.METODE RATA-RATA TERTIMBANG DEPARTEMEN 1 Perhitungan Unit Ekuivalensi.300 kg Perhitungan Biaya Produksi/Unit.300 kg BOP = 35.200.000 Dikeluarkan sekarang 20.315.000 30.210.000 kg BTK = 35.000 39.000.000 Kg + (70% x 9.000 Kg + (100% x 9.975.000 29.000 Total Biaya 22.000 kg) = 41.000 kg) = 44.000 Unit Ekuivalensi 44.800.235.000 1. Unsur Biaya BBB BTK BOP Yang melekat pada PDP awal 1.000 2.200.300 Biaya Produksi/unit 500 750 950 Jumlah 92.

000 kg 40.210.235.200 Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya yang dibebankan Perhitungan Biaya .000) x Rp 500 Rp 4.000) x Rp 750 Rp 4.000 kg 35.000 Rp 92.985.000 Biaya tenaga kerja (70% x 9.000.000 per unit Rp 500 Rp 750 Rp 950 Rp 2.000 .210.000 Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 15.000 Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 1 Rp 92. Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2 (35.000 kg Total Rp 22.500.000 kg): biaya bahan baku (100% x 9. PDP Awal Dimasukkan dalam proses Jumlah produk yang diolah Produk selesai ditransfer ke departemen II PDP akhir Jumlah produk yang dihasilkan Biaya yang dibebankan dalam Departemen 1.200) Rp 77.975.000 Rp 39.000 Rp 30.000 Harga pokok produk dalam proses akhir (9.000 kg 44.000.000 kg 44.000 biaya overhead pabrik (70% x 9.000 kg @ Rp 2. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Departemen 1 Bulan Januari 20X1 Data Produksi. 4.PT.000 kg 9.210.000) x Rp 950 Rp 5.725.

150.000 38.400 kg Perhitungan Biaya Produksi/Unit.325 .000 48.000 44.000 4.000 Dikeluarkan sekarang 77.000 174.068. Unsur Biaya HP dari Dept 1 Yang melekat pada PDP awal 11.480.200 4.200 40.000 Kg + (80% x 3. 2 BTK BOP Jumlah 1. BBB = 38.140.200 kg = 40.000 Kg + (100% x 3.400 975 1.340.000 39.000 kg) BTK = 38.000 Kg + (40% x 3.METODE RATA-RATA TERTIMBANG DEPARTEMEN 2 Perhitungan Unit Ekuivalensi.150 Biaya yang ditambahkan dalam Dept.000 37.000 Total Biaya 88.000 Biaya Produksi/unit 2.000 kg) = 41.000 kg = 39.152.850.000 kg) BOP = 38.220.000.150.000 Unit Ekuivalensi 41.

850.450.480.200 Jumlah biaya yang dibebankan Rp 174.170.000 kg 35.150.850.000 Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 2 Rp 174.000) x Rp 975 Rp 1.880.PT.000 Harga pokok produk dalam proses akhir (3.200 Rp 2.000 Rp 4.325) Rp 164.000 kg Total Rp 88. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Departemen 2 Bulan Januari 20X1 Data Produksi.000 Yang ditambahkan dalam Departemen 2 Biaya tenaga kerja (40% x 3.325 Perhitungan Biaya .000 per unit Rp 2.000 .000 kg @ Rp 4.150 Biaya yang berasal dari Departemen 1 Biaya yang ditambahkan dalam Departemen 2 Biaya tenaga kerja Rp 38.220.000 kg 3.000 Rp 1. 6.000 kg 38.000 kg 41.000 kg): Yang berasal dari Departemen 1 (3.150) Rp 6.000) x Rp 1.000 Rp 975 Biaya overhead pabrik Rp 48.000 Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 10.500. Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2 (38.000 x Rp 2.000 kg 41.350.000 biaya overhead pabrik (80% x 3. PDP Awal Dimasukkan dalam proses Jumlah produk yang diolah Produk selesai ditransfer ke departemen II PDP akhir Jumlah produk yang dihasilkan Biaya yang dibebankan dalam Departemen 1.

baru kemudian sisanya digunakan untuk mengolah produk yang dimasukkan dalam proses dalam periode sekarang. Perhitungan unit ekuivalensi: UE = %menyelesaikan PDP awal + (unit produk jadi – unit PDP awal) + %PDP akhir Perhitungan biaya produksi per unit: Biaya/unit = Biaya Sekarang / unit ekuivalensi . tingkat penyelesaian persediaan produk dalam proses awal harus diperhitungkan. Oleh karena itu.METODE FIF0/MPKP Metode ini menganggap biaya produksi periode sekarang pertama kali digunakan untuk menyelesaikan produk yang pada awal periode masih dalam proses. dalam perhitungan unit ekuivalensi.

000) + (70% x 9.000) + (70% x 9.700 Biaya/unit 505 750 940 2.000 kg) = 40.000 – 4.000) + (100% x 9.700 39. Unsur Biaya BBB BTK BOP Jumlah Total Biaya 20.700 kg = 39.290.315.200.000) + (35.METODE FIF0/MPKP DEPARTEMEN 1 Perhitungan Unit Ekuivalensi.000 29.700 kg Perhitungan Biaya Produksi/Unit. BBB = (0% x 4.000 kg = 39.000 – 4.000) + (35.000 kg) BTK = (60% x 4.195 .000 – 4.000 Unit Ekuivalensi 40.000 37.000 87.000 39.775.000) + (35.000 kg) BOP = (60% x 4.

BK 60%) Dimasukkan dalam proses Jumlah produk yang diolah Produk selesai ditransfer ke departemen II PDP akhir (BBB 100%. Harga pokok PDP awal Biaya yang dikeluarkan sekarang.210.000 kg 35.000 29.000 per unit Rp 505 Rp 750 Rp 940 Rp 2.195 .920.200.PT.000 37.000 kg 44.000 kg 40. BK 70%) Jumlah produk yang dihasilkan Biaya yang dibebankan dalam Departemen 1.315. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Departemen 1 Bulan Januari 20X1 Data Produksi.000 kg 44. PDP Awal (BBB 100%.000 kg Total Rp 4. Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya yang dibebankan 4.000 Rp Rp Rp Rp 20.775.000 92.000 kg 9.

256.000) x Rp 750 Rp 4. Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2.000 Harga pokok produk dalam proses akhir (9.000 Rp 1.000 Harga pokok produk selesai ditransfer ke Dept 2 Rp 77.976.000 Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 15. Harga pokok PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal.725. Biaya tenaga kerja (60% x 4.019.000 Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 1 Rp 92.000 .PT.545.000 x Rp 940) Rp 4.195) Rp 68.000 Biaya tenaga kerja (70% x 9.000 Harga pokok produk dari produksi sekarang (31.000 kg): Biaya bahan baku (100% x 9.000 unit @ Rp 2.000) x Rp 940 Rp 5.000 Rp 8.920.000 Rp 2.800.000 Biaya overhead pabrik (70% x 9.210.045.000 x Rp 750) biaya overhead pabrik (60% x 4.000) x Rp 505 Rp 4.192. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Departemen 1 Bulan Januari 20X1 (LANJUTAN) Perhitungan Biaya .922.

000) + (80% x 3.340.000 37.000) + (38.381 Biaya yang dikeluarkan di Dept 2 BTK BOP Jumlah .205 4.800 kg Perhitungan Biaya Produksi/Unit.000 – 6.201 975 1.000 kg) = 38.800 Biaya/unit 2. Unsur Biaya HP produk dari Dept 1 Total Biaya 77.000 38.427.METODE FIF0/MPKP DEPARTEMEN 2 Perhitungan Unit Ekuivalensi.000 36.000 44.000) + (40% x 3.000 kg = 36.000 kg) BOP = (40% x 6.000 Unit Ekuivalensi 35.000 – 6. BTK = (80% x 6.068.000) + (38.019.000 158.

000 per unit Rp 2.000 kg 38. HP produk diterima dari Dept 1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya yang dibebankan 6.000 kg 3.000 kg Total Rp 16.869.205 Rp4. PDP Awal (BBB 100%.068.000 kg 35.000 kg 41. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Departemen 2 Bulan Januari 20X1 Data Produksi.000 Rp 37. Harga pokok PDP awal Biaya yang dikeluarkan sekarang.019.381 .000 kg 41.PT.000 Rp 44.021 Rp 975 Rp 1.000 Rp 174. BK 70%) Jumlah produk yang dihasilkan Biaya yang dibebankan dalam Departemen 2. BK 60%) Diterima dari Dept 1 Jumlah produk yang diolah Produk selesai ditransfer ke departemen II PDP akhir (BBB 100%.442.000 Rp 70.340.

Harga pokok produk selesai ditransfer ke Gudang.000 x Rp 1.000 kg): HP dari Dept 1 (3.000 .442.892.205) Rp 16.000 Biaya overhead pabrik (80% x 3.192.000 x Rp 975) biaya overhead pabrik (40% x 6.000 Harga pokok produk dari produksi sekarang (32.680.000 Harga pokok produk selesai ditransfer ke gudang Rp164.000 Rp 2. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Departemen 2 Bulan Januari 20X1 (LANJUTAN) Perhitungan Biaya .000 Rp 24.000) x Rp 1.000 Jumlah Biaya produksi yang dibebankan dalam Departemen 2 Rp174. Harga pokok PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal.PT.665.000 Rp 4.000) x Rp 975 Rp 1.205 Rp 2.000 unit @ Rp 4.000 Harga pokok produk dalam proses akhir (3.014.869.892.202.381) Rp140.000 x Rp 2.603.201) Rp 6.000 Harga pokok produk dalam proses akhir Rp 10.170. Biaya tenaga kerja (80% x 6.000 Biaya tenaga kerja (40% x 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful