Anda di halaman 1dari 4

Efek pelindung Silymarin terhadap Doksorubisin-Induced Kardiotoksisitas dan Hepatotoksisitas pada Tikus

Jawab 3. Urutan kepolaran pelarut


Solvent Rumus kimia Titik didih Konstanta Dielektrik Massa jenis

Pelarut Non-Polar Heksana Benzena Toluena Dietil eter Kloroform Etil asetat CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 C6H6 C6H5-CH3 CH3CH2-O-CH2-CH3 CHCl3 CH3-C(=O)-O-CH2-CH3 69 C 80 C 111 C 35 C 61 C 77 C 2.0 2.3 2.4 4.3 4.8 6.0 0.655 g/ml 0.879 g/ml 0.867 g/ml 0.713 g/ml 1.498 g/ml 0.894 g/ml

Pelarut Polar Aprotic 1,4-Dioksana Tetrahidrofuran (THF) Diklorometana (DCM) Asetona Asetonitril (MeCN) Dimetilformamida (DMF) Dimetil sulfoksida (DMSO) /-CH2-CH2-O-CH2-CH2-O-\ /-CH2-CH2-O-CH2-CH2-\ CH2Cl2 CH3-C(=O)-CH3 CH3-CN H-C(=O)N(CH3)2 CH3-S(=O)-CH3 101 C 66 C 40 C 56 C 82 C 153 C 189 C 2.3 7.5 9.1 21 37 38 47 1.033 g/ml 0.886 g/ml 1.326 g/ml 0.786 g/ml 0.786 g/ml 0.944 g/ml 1.092 g/ml

Pelarut Polar Protic Asam asetat n-Butanol Isopropanol (IPA) n-Propanol Etanol Metanol Asam format Air CH3-C(=O)OH CH3-CH2-CH2-CH2-OH CH3-CH(-OH)-CH3 CH3-CH2-CH2-OH CH3-CH2-OH CH3-OH H-C(=O)OH H-O-H 118 C 118 C 82 C 97 C 79 C 65 C 100 C 100 C 6.2 18 18 20 30 33 58 80 1.049 g/ml 0.810 g/ml 0.785 g/ml 0.803 g/ml 0.789 g/ml 0.791 g/ml 1.21 g/ml 1.0 ml

4.

Istilah biosintesis dan biogenesis keduanya berarti pembentukan senyawa alami oleh organisme hidup. Biosintesis juga diartikan sebagai pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya, atau suatu proses anabolisme. Semua konstituen tumbuhan dan binatang dibiosintesis dalam orgnisme melalui reaksi-reaksi yang dibantu oleh enzim tertentu. (istilah biosintesis dan biogenesis mempunyai arti yang sama: pembentukan bahan alam oleh organisme hidup. Biosintesis mengacu kepada perolehan data eksperimental dalam membuktikan jalur sintesis yang berlangsung, sedangkan biogenesis masih bersifat hipotetik dan lebih menekankan aspek spekulatif dari fakta). Istilah biosintesis diartikan sebagai pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya, dengan melalui reaksi endoerganik. Reaksi-reaksi demikian, adalah khas reaksi pada proses-proses anabolik dalam metabolit sekunder. Misalnya, dalam Conium maculatum memiliki kandungan paling tinggi dari koniseina yang dicapai atau dibiosintesis dalam waktu 1 minggu sebelum koniina dan alkaloida yang tersebut terakhir ini nampaknya berasal dari yang pertama.

Biosintesis ( j u g a d i s e b u t biogenesis) adalahk a t a l i s e n z i m p r o s e s d a l a m s e l hiduporganismedimanasubstratakan dikonversi ke yang lebih kompleks produk . Proses biosintesis sering terdiri dari beberapa langkah enzimatik di mana produk dari satu langkahdigunakan sebagai substrat pada langkah berikut. Contoh untuk langkah tersebut biosintetik j a l u r m u l t i a d a l a h m e r e k a u n t u k p r o d u k s i a s a m a m i n o ,a s a m l e m a k , d a n produk alami. B i o s i n t e s i s m e m a i n k a n p e r a n u t a m a d a l a m s e m u a s e l , d a n b a n y a k berdedikasimetabolik merupakan rute dikombinasikan metabolisme umum.Persyaratan untuk biosintesis adalahprekursor senyawa, energi kimia (seperti dalam bentuk ATP) , d a n k a t a l i t i k enzim, y a n g m u n g k i n m e m e r l u k a n p e n g u r a n g a n s e t a r a (misalnya, dalam bentuk NADH, NADPH).P r o d u k k o m p l e k s d i k e n a l u m u m b i o s i n t e s i s t e r m a s u k protein,vitamin,danantibiotik . Sebagian besar senyawa organic pada organisme hidup dibangun di jalur biosintesis. Biogenesis adalah teori bahwa makhluk hidup datang hanya dari makhluk hidup lain,misalnyalabalabam e l e t a k k a n t e l u r , ya n g b e r k e m b a n g m e n j a d i l a b a l a b a . H a l i n i j u g a dapat merujuk kepada proses biokimia produksi dalam organisme hidup.

Biosintesis mengacu kepada perolehan data eksperimental dalam membuktikan jalur sintesis yang berlangsung, sedangkan biogenesis masih bersifat hipotetik dan lebih menekankan aspek spekulatif dari fakta).

1.

Macam macam heksan

2.

Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus kimia C6H14 (isomer utama nheksana memiliki rumus CH3(CH2)4CH3). Awalanheks- merujuk pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan akhiran -ana berasal dari alkana, yang merujuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan atom-atom karbon tersebut. Seluruh isomer heksana amat tidak reaktif, dan sering digunakan sebagai pelarut organik yang inert. Heksana juga umum terdapat pada bensin dan lem sepatu, kulit dan tekstil. Dalam keadaan standar senyawa ini merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut dalam air.

Sifat

Rumus kimia

C6H14

Massa molar

86.18 g mol1

Penampilan

Cairan tidak berwarna

Densitas

0.6548 g/mL

Titik lebur

Titik didih

Kelarutandalam air

13 mg/L at 20C[1]

Viskositas

0.294 cP

Bahaya

Klasifikasi EU

Bisa terbakar (F) Beracun (Xn) Repr. Cat. 3 Berbahaya bagi lingkungan (N)