Anda di halaman 1dari 6

Aluminium (dalam bentuk bauksit) adalah suatu mineral yang berasal dari magma asam yang mengalami proses

pelapukan dan pengendapan secara residual. Proses pengendapan residual sendiri merupakan suatu proses pengkonsentrasian mineral bahan galian di tempat itu sendiri tanpa ada proses sedimentasi. Bauksit terbentuk sebagai endapan residual di dekat permukaan atau di permukaan tanah pada daerah beriklim tropik dan subtropik. Karena kegiatan proses pelapukan kimia unsur-unsur kalium, natrium, kalsium, magnesium dan sedikit besi akan tercuci sedang yang tertinggal adalah besi, titanium dan alumina. Faktor kondisi yang diperlukan bagi terbentuknya endapan bauksit antara lain adalah: Iklim yang sesuai, yaitu tropik atau subtropik dan lembab, Batuan yang relatif kaya akan alumina, Cukup tersedia pereaksi yang mampu melarutkan silika, Keadaan permukaan yang bersifat meluluskan air hujan secara perlahanlahan, Cukup sarana pengangkutan larutan hasil pelapukan yang tidak dikehendaki, waktu, dan keadaan medan yang landai.

Bijih aluminum yang utama adalah bauksit, kandungannya di atas 99% merupakan aluminium metalik. Bauksit adalah nama untuk suatu campuran dari mineral serupa yang berisi aluminium oksida hydrated. Mineral ini adalah gibbsite (Al(OH)3), diaspore ( AlO(OH)), dan boehmite (AlO(OH)).

Aluminium berasosiasi dengan emas, tembaga, seng, dan native metals yang jarang ditemukan lainnya.

Aluminium banyak dipergunakan dalam bangunan seperti untuk dinding atap, dan lain-lain. Dalam transportasi, aluminium banyak dipakai pada pembuatan kapal terbang. Aluminium juga banyak digunakan untuk alat-alat elektronik, dalam industri kaleng dan alat-alat pembungkus lainnya, dalan industri mesin-mesin dan alat-alat untuk industri kimia dan logam.

Tambang aluminium terdapat di Cikotok (Jawa Barat),Cilacap (pasir besi; Jawa Tengah), Kalimantan Barat, pulau Bintan, Sumbawa Besar (NTB), dan Papua.