Anda di halaman 1dari 3

11 pemain di setiap lini telah menunjukkan penampilan terbaik mereka, dan tujuh pemain lain juga pantas mendapat

tempat di tim utama.

OLEH TAUFIK BAGUS

Brasil memastikan diri sebagai yang terbaik di Piala Konfederasi 2013. Menghadapi Spanyol di Maracana, Senin (1/7), Brasil meraih kemenangan 3-0. Sebagai tim, Brasil pantas dinobatkan sebagai yang nomor satu di turnamen ini. Tapi untuk level pemain, setidaknya ada 11 pemain yang pantas dinobatkan sebagai yang terbaik di setiap posisi. GOAL.com Indonesia merilis sejumlah nama yang pantas diposisikan sebagai yang terbaik di setiap lini untuk melengkapi susunan tim terbaik Piala Konfederasi 2013.

TIM TERBAIK

Di sektor penjaga gawang, Julio Cesar pantas diposisikan sebagai kiper terbaik. Sepanjang turnamen, menurut statistik FIFA, kiper QPR itu melakukan 14 penyelamatan krusial, di mana dua di antaranya terjadi di partai final melawan Spanyol. Julio Cesar juga menjadi penjaga gawang starter yang peling sedikit kebobolan sepanjang turnamen, dengan hanya tiga gol bersarang ke gawangnya. Untuk pemain belakang, Sergio Ramos, Giorgio Chiellini dan David Luiz pantas diposisikan sebagi bek di depan Julio Cesar. Ketiganya menunjukkan performa mengesankan sepanjang turnamen. Sergio Ramos merupakan bek dengan jumlah clearance terbanyak. Sedangkan Chiellini bermain berani, termasuk dalam menekel lawan. David Luiz juga mendapat kredit tersendiri karena penampilan atraktifnya di lini belakang Brasil. Untuk posisi tengah, nama pertama yang harus langsung dimasukkan adalah Andres Iniesta. Gelandang Spanyol itu bisa dikatakan tampil stabil di level atas bersama timnya. Iniesta juga mendapatkan bola perak, penghargaan untuk penampil terbaik kedua setelah Neymar di turnamen ini. Tandemnya adalah Daniele De Rossi. Sebagai gelandang, pemain Italia itu memiliki mobilitas yang luar biasa dan menjadi pemain kunci di solidnya lini tengah Italia. De Rossi juga tak jarang melepas tendangan dari luar kotak penalti. Dalam efektivitas bermain, FIFA menempatkannya di urutan ketiga. Sergio Busquets menjadi jenderal lapangan tengah untuk membantu pertahanan dan pantas dimasukkan dalam tim ini. Rata-rata Busquets membuat umpan sukses sebanyak 93 persen, mengungguli Xavi mau pun Iniesta. Tapi yang membuatnya krusial adalah rata-rata Busquets berhasil

membendung gelombang serangan lawan mencapai 67 persen. Untuk ukuran gelandang, jumlah tersebut sangat krusial dan menentukan. Untuk membantu lini depan, sosok Oscar memegang peranan penting. Pemain Brasil itu sudah mencetak dua assists, termasuk di gol Neymar saat menghadapi Spanyol pagi tadi. Oscar juga selalu membuat kejutan dengan solo run-nya. Di lini depan, tiga penyerang andal berada di posisinya. Neymar tak bisa dimungkiri harus berada di sana. Dua assists, empat gol dan gerak eksplosif di sepanjang turnamen membuatnya menjadi pemain paling berbahaya. Fred juga pantas diposisikan di sektor depan dengan kontribusi lima gol sepanjang turnamen, hanya kalah bersaing dari Fernando Torres, yang juga mencetak lima gol tapi dengan lebih sedikit menit bermain. Striker terakhir, tentunya adalah Torres. Meski tak tampil maksimal, tapi bomber Spanyol itu tahu bagaimana berada di posisi dan waktu yang tepat untuk menuntaskan laga. Terbukti, selama 273 menit berada di lapangan, ia melepas 15 tendangan dan lima di antaranya berujung gol.

PENJAGA GAWANG

Julio Cesar BEK TENGAH BEK TENGAH BEK TENGAH

Sergio Ramos

David Luiz

Giorgio Chiellini

GELANDANG KANAN

GELANDANG TENGAH GELANDANG TENGAH

GELANDANG KIRI

Andres Iniesta

Sergio Busquets

Daniele De Rossi

Oscar

SAYAP KANAN

SAYAP KIRI

Neymar

Fred

STRIKER

Fernando Torres