Anda di halaman 1dari 2

TULANG DAN SENYAWA PENYUSUNNYA

TUGAS KIMIA FISIK I

OLEH EKRIMA ASTARI (NPM. 3325 101 439)

DOSEN: BAPAK AFRIZAL

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI KIMIA MURNI 13 SEPTEMBER 2011

Tulang adalah jaringan pada tubuh manusia yang memiliki fungsi memberi bentuk tubuh, melindungi organ lunak dalam tubuh, tempat cadangan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot, dan sebagai alat gerak pasif. Tulang merupakan organ yang sangat keras. Jaringan tulang manusia disusun oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Senyawa penyusun tulang adalah kalsium klorida (CaCl 2), kalsium fosfat (Ca2PO4), magnesium klorida (MgCl2), barium klorida (BaCl2), dan barium sulfat (BaSO4). Mineral yang konsentrasinya paling tinggi pada tulang adalah kalsium dan fosfat. Unit dasar tulang disebut sistem Havers. Sistem Havers terdiri atas lamela, lakuna, kanalikuli, dan saluran Havers. Lamela adalah lapisan konsentris matriks yang terdiri atas garam mineral dan serat kolagen. Garam mineral, seperti: kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), dan fluor (F), berfungsi untuk membuat tulang menjadi keras. Sedangkan serat kolagen berfungsi untuk membuat tulang menjadi kuat. Kolagen adalah protein fibrosa (protein yang berbentuk lembaran) terbanyak yang ada pada tubuh manusia. Kolgen tidak dapat larut dalam air dan dapat berubah menjadi gelatin bila dipanaskan. Kolagen mengandung sedikit karbohidrat namun tidak mengandung asam amino esensial. Struktur dasar penyusun kolagen adalah tropokolagen. Tropokolagen saling berikatan membentuk tali tambang untuk membentuk serabut kolagen. Lakuna adalah suatu ruang kecil di antara lamella yang di dalamnya mengandung osteosit. Kanalikuli adalah saluran yang berfungsi menyalurkan zat makanan untuk metabolism pembentukan tulang dan mengeluarkan zat sisa. Saluran Havers berisi pembuluh darah dan saraf, dua buah saluran Havers dihubungkan oleh saluran Volkman. Jika seseorang kekurangan mineral-mineral penyusun tulang (seperti kalsium, fosfor, magnesium, dan flour) untuk melakukan metabolisme, maka tulang akan melepas mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika defisiensi mineral terjadi dalam waktu lama, tulang akan kehilangan mineral penyusunnya dan akhirnya menjadi rapuh. Oleh sebab itu untuk menjaga kekokohan tulang kita harus makan makanan yang mengandung mineral penyusun tulang seperti : susu beserta produk olahannya, ikan, dan kacang-kacangan. Untuk menyerap kalsium dan fosfor dari makanan serta membantu pembentukan tulang, dibutuhkan vitamin D (dengan nama lain ergosterol atau kalsiferol) yang memiliki rumus molekul C 28H44O. vitamin D dibentuk di kulit dengan cara memfotosintesis 7-dehydrocholesterol yang ada dikulit. Fotosintesis dilakukan oleh sinar ultraviolet (UV) kemudian dihasilkanlah vitamin D yang akan bekerja dalam membantu penyerapan kalsium dan fosfor di usus halus.