Anda di halaman 1dari 2

Kenaikan Aktivitas Matahri yang Terlambat

A. Gunawan Admiranto [07 March 2011]

Matahari sekarang sudah tampak menunjukkan peningkatan aktivitas, walaupun sebenarnya ini tampak terlambat dibandingkan dengan yang sudah diramalkan para astronom. Sekarang ini matahari sudah semakin sering memunculkan badai dan melontarkan partikel-partikel energi tinggi ke angkasa. Meskipun demikian, peristiwa-peristiwa ini tidak terlalu dahsyat

dibandingkan dengan yang terjadi menjelang tahun 2003 tahun yang lalu. Situasi matahari yang seperti sekarang ini cukup membingungkan para ahli fisika matahari, dan mereka mencoba melakukan analisis dan membuat model dalam upaya mereka memahami gejala ini. di sini mereka melakukan simulasi menggunakan komputer untuk melihat kelakuan plasma matahari tersebut. Para ahli mendapatkan bahwa di dalam matahari terdapat aliran-aliran plasma yang deras dan berukuran besar dan mengalir dari daerah ekuator ke daerah kutub, dan menurut Andres MunozJaramillo dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA)hal ini persis seperti aliran arus laut di lautan-lautan bumi. Aliran plasma inilah yang membangkitkan aktivitas matahari, seperti flare bintik matahari, pelontaran massa korona, dan sebagainya. Pengamatan matahari selama berabad-abad menunjukkan bahwa matahari mengalami variasi dalam aktivitasnya, ada saat-saat ketika matahari mencapai aktivitas maksimum, dan ada saat di mana ia mencapai minimum. Ketika matahari mencapai minimum ia tidak banyak memunculkan aktivitas-aktivitas seperti yang dinyatakan di atas. Matahari minimum yang paling akhir adalah masa di mana matahari mengalami masa tenang yang sangat panjang, di mana pada masa ini terdapat 780 hari di mana di permukaan matahari tidak terdapat bintik sedikit pun. Masa ini adalah masa minimum terpanjang sejak tahun 1913. Munoz-Jaramillo juga mengatakan bahwa minimum matahari yang terakhir ini memiliki dua ciri, yaitu masa tuna bintik yang panjang dan disertai dengan medan magnet daerah kutub yang lemah. Dalam rangka mempelajari masalah ini, Munoz-Jaramillo membuat siulasi komputer untuk membuat modal aktivitas matahari dalam 210 siklus yang menjangkau waktu sampai 2000 tahun.

www.lapan.go.id

Secara khusus ia meninjau peranan aliran arus plasma yang bergerak dari daerah ekuator ke daerah-daerah lintang yang lebih tinggi. Aliran ini muncul di merupakan matahari di daerah ekuator, bergerak ke arah kutub, dan kemudian tenggelam lagi di daerah kutub. Aliran ini memiliki kecepatan 64 kilometer setiap jamnya dan satu siklus memerlukan waktu sekitar 11 tahun. Munoz-Jaramillo juga mendapatkan bahwa aliran ini tidak memiliki kecepatan yang konstan. Didapat bahwa aliran yang cepat terjadi pada setengah siklus dan diikuti dengan laju aliran yang lebih lambat pada setengah siklus berikutnya. Di sini masih menjadi misteri mengapa kecepatan aliran plasma ini tidak bersifat konstan, dna mungkin disebabkan oleh adanya proses umpan balik yang rumit antara aliran plsama ini dengan medan magnet matahari tersebut. Salah satu tujuan simulasi ini adalah meramalkan puncak dan waktu terjadinya bintik matahari maksimum yang akan berlangsung, dan diperkirakan bahwa bintik matahari minimum berikutnya akan berlangsung pada tahun 2019.

www.lapan.go.id