Anda di halaman 1dari 27

ANGINA PEKTORIS TAK STABIL

WINDA ANASTESYA 10.2009.246 KELOMPOK A7

ANAMNESIS
Nyeri: Kapan rasa nyeri itu timbul? Dimanakah letaknya dan bagaimana gambaran rasa nyerinya? Apakah dengan istirahat rasa nyeri berkurang? Adakah gejala yang mempemberat rasa nyeri tersebut, seperti demam, sesak nafas, mual, muntah, dan odem pada ekstremitas? Apakah pasien menggambarkan tanda levine, yaitu mengepalkan tinjunya di atas sternum selama melukisakan gejala-gejala yang dialaminya

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi

Khusus inspeksi pada organ jantung adalah dengan melihat adanya pulsasi di area apeks, triskupidal, pulmonal, aorta.
Palpasi

Untuk memeriksa pulsasi, thrill (getaran yang dapat dirasakan tangan pemeriksa), heaving (rasa gelombang di tangan pemeriksa), lift (rasa dorongan terhadap tangan pemeriksa misalnya pada stenosis mitral), ictus cordis.
Auskultasi

Pada auskultasi dapat terdengar derap atrial atau ventrikel dan murmur sistolik di daerah apeks. Perkusi Digunakan untuk mengetahui batas-batas jantung. Melalui perkusi dapat mengetahui perbesaran ataupun mengecil

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Elektrokardiografi

Adanya depresi segmen ST yang baru menunjukkan kemungkinan adanya iskemia akut. Gelombang T negatif juga salah satu tanda iskemia atau NSTEMI.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Uji latih

Uji latih dengan alat treadmill. Bila hasilnya negatif, maka prognosis baik. Sedangkan jika hasilnya positif didapatkan depresi segmen ST yang dalam >> pemeriksaan angiografi koroner.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Ekokardiografi

Pemeriksaan laboratorium : troponin T atau I dan

pemeriksaan CK-MB telah diterima sebagai pertanda paling penting dalam diagnosis SKA.

WORKING DIAGNOSIS
Angina Pektoris Tidak Stabil ( Unstable Angina Pectoris ) UAP dapat dikenali dengan mengenali ciri khas iskemik berat yang dapat muncul saat sedang beristirahat. Rasa tidak nyaman di dada dipicu oleh kerja dan tidak hilang meski telah beristirahat. Nyeri bertahan 30 menit atau lebih dan pada banyak kasus didiagnosa adanya infark miokard.

MANIFESTASI KLINIS
keluhan angina yang bertambah dari biasa.

Nyeri dada seperti pada angina biasa tetapi lebih

berat dan lebih lama timbul pada waktu istirahat, atau timbul karena aktivitas yang minimal. Nyeri dada dapat disertai keluhan sesak napas, mual, muntah, kadang-kadang disertai keringat dingin.

DIFFERENSIAL DIAGNOSIS
Infark miokard

Infark miokard adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat kekurangan oksigen berkepanjangan. Nyeri yang lebih hebat dan berkepanjangan + mual muntah, shok, demam. Terdapat kelainan pada auskultasi bunyi jantung seperti gallop, pericardial friction rub, juga terdapat leukositosis, peningkatan sedimentasi. perubahan khas pada EKG berupa elevasi segmen ST dan kadang gelombang Q.

DIFFERENSIAL DIAGNOSIS
NSTEMI (MI akut tanpa elevasi gelombang ST) MI akut dan UAP dapat memiliki gambaran depresi segmen ST dan atau inversi gelombang T. Pada UAP, tidak terdapat peningkatan enzim jantung sedangkan pada NSTEMI terjadi peningkatan enzim jantung.

DIFFERENSIAL DIAGNOSIS
Pericarditis Peradangan perikard parietalis, viseralis atau keduanya. Keluhan paling sering ; sakit/nyeri dada yang tajam, retrosternal atau sebelah kiri Bertambah sakit bila bernapas, batuk atau menelan. Keluhan lainnya rasa sulit bernapas karena nyeri pleuritik di atas atau karena efusi perikard.

ETIOLOGI
Faktor resiko yang dapat menyebabkan angina pectoris tidak stabil yaitu: Latihan fisik Pajanan terhadap dingin Makan makanan Stress atau berbagai emosi

ETIOLOGI
Penyebab lainnya adalah: Stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta) Regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta) Stenosis subaortik hipertrofik Spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba) Anemia yang berat.5

EPIDEMIOLOGI
Variasi prosentase penderita ATS yang mengalami

IMA berkisar antara 6-60% dengan tingkat kematian 1-40%. Dari hasil Penelitian dilaporkan bahwa selama perawatan di rumah sakit terdapat 26% penderita ATS dengan angina berulang mengalami IMA. Sedangkan tanpa angina berulang hanya 10%. Dilaporkan 8% penderita ATS mengalami IMA dengan tingkat kematian 12%.

PATOFISIOLOGI
Ruptur plak

Trombosis dan agregasi trombosis


Vasospasme Erosi pada plak tanpa ruptur

KOMPLIKASI
Infarksi miokardium yang akut ( serangan jantung).

kematian karena jantung secara mendadak ( sudden

death ). Aritmia kardiak ( tachiaritmia dan bradiaritmia ) Gangguan konduksi ( AV blok ) Gagal jantung

PENATALAKSANAAN
Pasien perlu perawatan di rumah sakit

bed rest
diberi penenang dan oksigen menjaga pola makan

olah raga cukup dan teratur.


Tekanan darah harus <130/80 untuk mencegah

peningkatan resiko serangan ulang.

MEDIKA MENTOSA
OBAT ANTI ISKEMIA

Nitrat Dalam keadaan akut, nitrogliserin atau isosorbid dinitrat diberikan sublingual atau i.v dengan dosis 1-4mg per jam. Penyekat Beta propanolol, metoprolol, atenolol Antagonis kalsium Antagonis kalsium dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu golongan dihidropiridin seperti nifeditin dan golongan non-dihidropiridin seperti diltiazem dan verapamil.

MEDIKA MENTOSA
OBAT ANTIAGREGASI TROMBOSIT

golongan obat antiplatelet seperti aspirin,

tienopiridin, dan inhibitor GP Iib/IIIa

OBAT ANTITROMBIN Unfractionated Heparin Low molecular weight heparin (LMWH) ; dalteparin,

nadroparin, enoksaparin, dan fondaparinux. Dalteparin sama efektif dengan heparin tetapi menurunkan infark atau mortalitas sebesar 20%.

Tindakan revaskularisasi pembuluh koroner

Tindakan revaskularisasi perlu dipertimbangkan pada pasien dengan iskemia berat, dan refrakter dengan terapi medikamentosa.

PENCEGAHAN

PENCEGAHAN
1.Kurangi hal- hal yang dapat menjadi faktor resiko 2. Makan makanan yang bergizi seperti, makan sayur- sayuran, biji-bijian. 3. Menghindari produk- produk makanan yang berserat tinggi. 4. Berhenti merokok. 5. Berdiet jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. 6. Sering- sering menggerakkan badan atau berolahraga

PROGNOSIS
80% pasien dengan UAP dapat distabilkan dalam 48

jam setelah diberi terapi medika mentosa secara agresif.

SEKIAN TERIMA KASIH