Anda di halaman 1dari 2

DIAGNOSA

DIAGNOSA Tekanan Darah Meningkat Saat Kehamilan BerBAhAyAkAh? Keadaan hipertensi atau tekanan darah meningkat saat

Tekanan

Darah

Meningkat

Saat

Kehamilan

BerBAhAyAkAh?

Keadaan hipertensi atau tekanan darah meningkat saat kehamilan memberi dampak berbahaya bagi kandungan dan sang ibu. Diperlukan deteksi dini dan tata laksana tepat untuk mencegah komplikasi lebih berat.

ehamilan seyogyanya ter- jadi saat tubuh kita sehat, yaitu secara fisiologi tubuh manusia mampu menghadapi suatu peruba- han sistem. Kehamilan men- gubah sistim kardiovaskuler pada seorang ibu, yang pada keadaan normal tekanan tidak berubah atau menetap secara fisiologi. hipertensi yang timbul saat kehamilan dapat membuat tekanan darah meningkat. secara epidemiologi, kejadian hipertensi kronik adalah 1—5 persen dari seluruh kehamilan, sedangkan hipertensi saat kehamilan mencapai 5—10 persen dari seluruh kehamilan, dan lebih dari 25 persen terjadi pada kehamilan pertama.tata laksana tepat untuk mencegah komplikasi lebih berat. 8 sampai saat ini, belum diketahui secara jelas

8
8

sampai saat ini, belum diketahui secara jelas pe- nyebab hipertensi saat kehamilan. namun, dike- tahui beberapa keadaan yang da- pat meningkatkan

risiko terjadinya hipertensi saat ke- hamilan adalah 1. sudah menderita hipertensi sebe- lum kehamilan,

aPa saja gejala hiPertensi saat Kehamilan ? selain tekanan darah tinggi, biasanya timbul gejala-gejala seperti pembeng- kakan tungkai (edema), peningkatan kadar protein dalam urin, peningkat- an berat badan mendadak, perubah- an visus (penglihatan kabur), mual dan muntah, nyeri ulu hati dan sekitar perut, buang air seni sedikit serta perubahan tes fungsi ginjal dan hati.

penyakit ginjal,

diabetes, 4.

2. BagaiMana MenDiagnoSa hiperTenSi

3. SaaT KehaMilan ? Klasifikasi peningkatan tekanan darah tinggi saat kehamilan dapat dibagi menjadi:

riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya, 5. wanita usia muda < 20 tahun dan usia tua > 40 tahun, atau 6. ke- hamilan kembar.

1. Peningkatan tekanan darah 140/90 mm hg untuk pertama kali selama hamil, tidak ada proteinuria (kebocoran protein pada ginjal). Biasanya tekanan darah kembali ke normal kurang dari 12 minggu pasca-persalinan.

2. Pre-eklampsia, ditandai dengan peningkat- an tekanan darah 140/90 mmhg setelah

kehamilan 20 minggu, protei- nuria 300 mg/24 jam atau +1, disertai pembengkakan pada tungkai atau edema tungkai. Pre eklampsia dikategorikan menjadikan preeklampsia berat jika tekanan darah meningkat 160/110 mmhg, Proteinuria 2 gram/24 jam atau > 2+.

3. eklampsia, kejang-kejang yang tidak disebabkan oleh hal lain pada seorang wanita hamil dengan pre-eklampsia.

4. Preeklampsia pada hipertensi kronik, kehamilan dengan pre-eklampsia pada wanita penderita hipertensi essential (penderita sebelum hamil).

5. hipertensi kronik, ditandai dengan peningkatan tekanan darah 140/90 mmhg sebelum kehamilan atau didiagno- sis sebelum kehamilan 20 minggu.

BagaiMana MengaTaSi hip- erTenSi SaaT KehaMilan ?

satu-satunya hal yang dapat mengatasi hipertensi saat kehamilan adalah melahirkan. setelah melahirkan, gangguan ini bisa langsung sembuh atau bertahan beberapa jam sampai beberapa minggu. Biasanya di- rekomendasikan tindakan sesar pada keadaan tertentu.

Pentingnya pemeriksaan kehami- lan secara teratur atau antenatal care dapat mendeteksi secara dini tanda-tanda hipertensi saat kehamilan. selain itu, dilakukan pemeriksaan urin untuk menilai proteinuria dan darah.

Pemeriksaan kesejahteraan janin dan pertumbuhan janin juga perlu dicermati bila ibu menderita hipertensi saat kehamilan. Dari pemeriksaan ultrasonografi dapat dilakukan secara detil arus darah tali

DIAGNOSA

Mengapa hiperTenSi SaaT KehaMilan perlu DiperhaTiKan?
Mengapa
hiperTenSi SaaT
KehaMilan perlu
DiperhaTiKan?

Dengan tingginya teka- nan darah, maka tahanan

pembuluh darah juga akan meningkat, sehingga arus darah pada organ

sistim akan terjadi gang-

guan atau berkurang, termasuk di antaranya jaringan hati, ginjal, otak, rahim, dan plasenta. karena itu, hipertensi saat kehamilan dapat menyebabkan pertum- buhan janin terhambat

dan kematian janin di dalam rahim. Jika tidak ditangani secara baik, hipertensi saat kehamilan

dapat sangat berbahaya,

yaitu kejang-kejang, ke- matian ibu dan janin, juga dapat berakibat terjadin- ya pelepasan plasenta dini dari dinding rahim yang sangat membahaya- kan ibu dan janin. karena risiko tinggi tersebut, biasanya persalinan dapat dipercepat sebelum usia kehamilan 37 minggu.

pusat untuk melihat terjadinya gangguan aliran arus darah tali pusat dari ibu ke janin.

Bed rest harus dilakukan, di rumah maupun di rumah sakit.

Perawatan rumah sakit diper- lukan bila ibu hamil sudah terdiagnosis preeklampsia berat atau eklampsia.

Pemberian terapi magnesium

sulfat atau obat anti-hipertensi lainnya.

monitoring ketat pada janin, termasuk di antaranya menghi-

tung gerak janin, tes nonstres dengan alat kardiotokografi untuk mengukur denyut jantung janin, pengukuran profil biofisik janin, dan ukur arus darah tali

pusat dengan Usg Doppler.

monitoring tes laboratorium urin dan darah terhadap ke- mungkinan perburukan hiper- tensi saat kehamilan.

medikasi seperti steroid kadang-kadang diperlukan untuk pematangan paru-paru janin bila harus dilahirkan prematur.

Pada akhirnya, edukasi tentang pengenalan dini gejala hiper- tensi saat kehamilan juga sangat penting selain pemeriksaan antenatal yang baik.

Dr. Fitriyadi Kusuma, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan &

Penyakit Kandungan, RS. Pondok Indah

Kebidanan & Penyakit Kandungan, RS. Pondok Indah Hipertensi yang timbul saat kehamilan dapat membuat tekanan

Hipertensi yang timbul saat kehamilan dapat membuat tekanan darah meningkat.

& Penyakit Kandungan, RS. Pondok Indah Hipertensi yang timbul saat kehamilan dapat membuat tekanan darah meningkat.
9
9