Anda di halaman 1dari 2

300 Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya

March 9th, 2011 | Author: Akhmad Tefur

Tadi malam saya memberikan tausiyah singkat di sebuah rumah duka. Saya memulainya dengan melontarkan pertanyaan: “Bapak Ibu yang saya hormati… ada berapa amalan yang pahalanya terus mengalir?”. Sebagian kecil hadirin menjawab “tiga”. Yang lain beku, rupanya enggan menjawab pertanyaan mudah ini. Untuk memancing semua hadirin buka mulut, saya melanjutkan pertanyaan dengan full power. “Baik, jadi amalan yang pahalanya terus mengalir ada tiii…….?” “Gaaa……” Kali ini seluruh hadirn kompak menjawabnya. Ini yang disebut dengan simple ice breaker, cara paling mudah untuk memecah kebekuan. Tapi saya segera menimpalinya dengan mengatakan: “Tiiigaaa raaatuuus….!!!” Hah…! Semua hadirin kaget mendengarnya…. Ada juga yang bingung bin bengong. Bahkan ada yang berteriak “Kok tiga ratus!?” Kemudian saya perkuat dengan penegasan repetisi. “Amalan yang pahalanya terus mengalir ada tiga ratus…, bukan hanya tiga, Bu…” “Amalan yang pahalanya terus mengalir bukan hanya tiga…, tapi tiga ratus, Pak…. Bahkan lebih!” Hadirin semakin bengong… “Sekarang mari kita hitung .. yang pertama adalah shadaqah jariyah, yang kedua….?” Saya pancing pertanyaan agar suasana tausiyah lebih hidup. “Ilmu yang bermanfaat” Jawab hadirin. “Yang ketiga…?” Saya bertanya lagi. “Anak shaleh yang mendoakan” Hadirin meneruskan. “Yang keempat…?” Saya diam sejenak untuk membuat tausiyah makin diminati. Seperti dugaan saya, tak seorangpun dapat menjawabnya. Anda juga? He he … Semua trik di atas memang sengaja saya lakukan untuk menciptakan presentasi menarik. Terbukti: sampai di sini seluruh hadirin pasang telinga, tak ada yang ngobrol dewek-dewek. Sangat antusias mengikuti tausiyah yang bikin penasaran itu.

dll.” *** Bagi yang masih sehat. Jadi seandainya kita setiap hari baca Al Quran. Jika kita sakit. cerita tausiyahnya… “Yang keempat sampai ketiga ratus. Sakit bertahun-tahun. baik sebentar atau sakit yang bertahun-tahun. bahkan berpuluh-puluh tahun. puasa mutih. maka baginya ditulis seperti amal yang dikerjakannya ketika dia mukim dan sehat (HR Bukhari). kemudian kita sakit sehingga tidak bisa membacanya. Betapa ruginya mereka jika semasa sehatnya tidak memiliki amal-amal rutin. Sesuai hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim. Bagaimana jika hal ini menimpa diri kita sendiri?” Oleh karena itu. maka pahala amalan-amalan tersebut akan terus mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya. maka pahala baca Al Quran akan terus kita dapatkan. Nah. tentu kita sering melihat orang-orang yang sakit berkepanjangan. Demikian juga jika kita rutin puasa sunnah. puasa Senin Kamis. Hadirin yang berbahagia. jangan lupa share Blog Artikel Islami ini secara rutin yah… . mari kita perbanyak amalan-amalan rutin. Lalu kita sakit dan tidak bisa bepergian dengan doa harian tersebut. dan anak shaleh yang mendoakan. maka pahala amal itupun akan tetap mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya. baru apabila seseorang meninggal maka terputuslah seluruh amalnya yang 297 itu. shalat berjamaah di masjid. sisanya tinggal tiga hal yaitu: shadaqah jariyah. Termasuk jika kita setiap hari pergi dengan membaca doa Bismillahi tawakkaltu alallah laa haulaa walaa quwwata illa billaahil aliyil adhiim. Karena pahalanya terus mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya karena sakit atau safar. ini berdasarkan sebuah hadits Nabi yang berbunyi: Ketika seorang hamba sedang sakit atau bepergian.Lanjut ya. ilmu yang bermanfaat.