Anda di halaman 1dari 20

STATUS JIWA

Oleh :

Muhammad Dzikrifishofa

0818011073

SMF ILMU KESEHATAN JIWA

RUMAH SAKIT JIWA PUSAT PROPINSI LAMPUNG APRIL 2013


I. IDENTIFIKASI PENDERITA IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Agama Suku/Bangsa Alamat Status perkawinan Nomor CM : Dewi Imroah : 33 tahun : Perempuan : SLTA :: Islam : Jawa : Pemuli Raya, Lampung Utara : Bercerai, tidak memiliki anak : 01-47-46

Tanggal Pemeriksaan : 2 September 2013. Pukul 14.00 WIB

II. PEMERIKSAAN FISIK A. STATUS INTERNUS Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan Sistem Respiratorik Sistem Kardiovaskuler Sistem Gastrointestinal Sistem Urogenital Kelainan Khusus : Cukup Baik : Compos mentis : 120 / 80 mmHg : 80 x/menit : 36,6 C : 20 x/menit : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : tidak ada

B. STATUS NEUROLOGIKUS Rangsang meningeal Urat saraf kepala Sistem motorik Saraf vegetatif Fungsi luhur : tidak ada : normal : normal : normal : normal

C. LABORATORIUM (20 april 2013) Hb Ht LED 1 jam Eritrosit Leukosit GDS Protein total SGPT/SGOT Ureum Kolesterol total Uric acid Trigliserida : 12,5 g/dl : 37% :: 4.180.000 sel/mm : 6.800 sel/mm ::: 23/21 ::::-

III. PEMERIKSAAN PSIKIATRI A. ALLOANAMNESA Diperoleh dari : a. Dian (adik kandung) Alamat : semuli raya, kec. Abung semuli lampung utara Adik kandung pasien tinggal satu rumah dengan pasien.

A1. SEBAB DIBAWA KE RSJ LAMPUNG :

Menyerang tetangga rumah, bicara sendiri, emosi labil dan sering kabur dari rumah

A2. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG DAN STRESSOR:

mania

Pasien mulai sering marahmarah dan mengamuk

Pasien berobat di RSJ Solo

Pasien lebih sering mengamuk dan pergi dari rumah

Pasien sering kabur dari rumah

Pasien marahmarah dengan tetanggany a

2006

2011

2012 Pasien bercerai dengan suaminya

Februar Maret i 2013 2013

Mei 2013

Juni 2013

Agustus 2013

waktu

depresi Mental health line


Pasien menikah dan tidak kunjung dikaruniai keturunan

Pasien kehilangan minat merawat diri dan banyak makan

Pasien cenderung menutup diri dan sering berbohong

Pada tahun 2006, pasien menikah dengan suaminya dan tinggal di madiun Jawa Timur. Pada awal pernikahannya hubungan pasien dan suaminya tampak baik-baik saja. Namun karena sudah lama menikah dan tak kunjung dikaruniai anak pasien mulai uring-uringan. Akhirnya pasien dan suaminya memutuskan pindah ke Lampung dengan alasan pasien ingin dekat dengan ibunya. Setelah satu tahun tinggal di Lampung pasien mulai menunjukkan emosinya yang labil. Pasien mulai cepat marah dan menyendiri. Karena suaminya tidak tahan dengan kondisi pasien dan tak dikaruniai anak suaminya menceraikan pasien.

Sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu pasien mulai malas melakukan kegiatan sehari- hari seperti mandi dan merapikan pakaiannya. Pasien hanya mau mandi jika disuruh. Namun saat itu pasien memiliki nafsu makan yang berlebihan. Pasien dapat makan lebih dari 10 x sehari. Sejak 2 bulan yang lalu, pasien mulai mengamuk dan semakin lama semakin sering, kemudian selesai mengamuk biasanya pasien pergi dari rumah. Pasien biasanya pergi dari rumah 2- 7 hari lamanya. Terkadang pulang sendiri atau ditemukan adiknya. Pasien mengaku tidak pernah mendengar bisikan- bisikan ataupun melihat bayangan. Pasien juga mengaku tidak pernah mencium baubauan dan merasakan sesuatu bergerak di kulitnya Selain itu pasien juga merasa ada yang membenci dirinya, merasa ada orang yang akan melakukan kejahatan padanya. Pasien merasa tetangganya membicarakan dirinya karena ia tidak memiliki perkarjaan. Sehingga dy memarahi tetangganya tersebut. Pada tahun 2002 pasien tetap berbicara sendiri, sering marah marah, dan suka melempar barang barang sehingga pasien sempat melakukan pengobatan di pengobatan alternatif dikarenakan pasien menganggap dirinya kerasukan dan tidak tahu ada yang dapat menyembuhkannya. Dan tidak didapatkan perubahan yang berarti. Pada bulan Februari 2013 pasien sempat dibawa berobat ke RSJ Solo oleh keluarganya. Di sana ia sempat kontrol 2 kali dan diberikan tiga macam obat yaitu : haloperidol 5 mg, trihexyperidil 2 mg, risperidon 2 mg. Kemudian pasien dibawa pulang ke Lampung dan hanya menebus obat saja. Selama ini os rutin minum obat, namun 2 bulan terakhir ini walaupun pasien sudah rutin minum obat pasien tetap sering mengamuk dan kabur dari rumah.

Melihat hal ini keluarga kembali membawa pasien ke RSJ Lampung untuk melakukan pengobatan. Dan dilakukan rawat inap pada tanggal 19 Agustus 2013.

A3. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU : Riwayat cedera kepala dan kejang disangkal A4. RIWAYAT PENYAKIT FISIK & PEMAKAIAN OBAT TERLARANG Menurut pasien, selama ini pasien tidak pernah mengkonsumsi zat-zat psikoaktif. Pasien juga menyatakan bahwa dia tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan merokok. A5. TARAF FUNGSI PENYESUAIAN DALAM 1 TAHUN TERAKHIR Pasien tidak pernah bebas dari gejala. Pasien selalu merasa curiga kepada tetangganya,ketakutan kalau ada orang yang ingin berbuat jahat kepadanya, sering marah-marah dengan adik-adiknya dan tetangganya, menyendiri dan berbicara sendiri.. Aktifitas sehari-hari, makan, minum, dan mandi mampu dilakukan sendiri, namun selalu diawali dengan perintah keluarga terlebih dahulu. GAF 60-51

A6. RIWAYAT PRAMORBID a. Riwayat kehamilan dan persalinan Ibu pasien menyatakan bahwa menurut ibunya dulu masa kehamilan berjalan normal, cukup bulan, namun ibu pasien lupa berat pasien ketika lahir. Proses kelahiran pun berjalan normal dilakukan di dukun.

b. Riwayat bayi dan balita Masa kanak awal dari pasien ini pun berjalan dengan normal. c. Riwayat anak dan remaja Pasien merupakan anak yang tidak terlalu menonjol dan cenderung tertutup. Saat remaja pasien memiliki kebiasaan buruk yakni jika keinginannya tidak terpenuhi pasien akan kabur dari rumahnya. d. Riwayat pendidikan Selama SD dan SMP diketahui bahwa pasien merupakan anak yang tertutup. Pasien tidak pernah memiliki masalah disekolahnya baik kepada teman-teman maupun gurunya. e. Riwayat Agama Dari sejak kecil pasien mendapatkan pendidikan agama islam dari bibinya. Pasien mengaku rajin shalat dan sering membaca Al Quran di rumah. f. Riwayat Aktiviti Sosial Sebelum ia mengalami gejala psikiatria sangat aktif dalam kegiatan sehari hari, namun setelah mengalami gangguan pasien menjadi penyendiri dan mudah marah. g. Riwayat Hukum Tidak ada A7. RIWAYAT PEKERJAAN Pasien belum pernah bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Semenjak berceraipun pasien belum sempat bekerja dimanapun. Tugas sehari hari pasien di rumahnya memasak, mencuci pakaian dan membersihkan rumah.

A8. RIWAYAT PERKAWINAN Pasien pernah menikah sekali pada tahun 2006 dan tidak memiliki anak. Pada awal pernikahannya pasien hidup harmonis dengan suaminya, namun setelah beberapa tahun menikh dan tidak dikarunia anak mulai muncul keributan. Suami pasien sering berniat akan menikah lagi untuk mendapatkan anak. Puncaknya pasien bercerai dengan suaminya pada tahun 2012 karena tak kunjung dikaruniai anak dan pasien sakit. A9. RIWAYAT KELUARGA Pasien merupakan anak kedua dari 6 bersaudara. Ia dibesarkan oleh bibinya di Jawa dan berjauhan dengan ibu kandungnya sejak masih kecil. Bibinya adalah orang yang keras dalam mendidiknya. Ia hidup dengan ekonomi yang pas-pasan. Pamannya seorang petani dan bibinya seorang ibu rumah tangga. keluarga. Hubungan pasien tidak terlalu dekat dengan bibinya. Walaupun tinggal berjauhan, pasien kerap menelpon ibunya di Lampung. Sebelum sakit pasien pindah ke Lampung dan tinggal dengan ibu kandungnya. Hubungan pasien dengan ibunya dan adik-adinya harmonis. Namun semenjak sakit pasien menjadi sering marah-marah dan bertengkar dengan adiknya. Skema pohon keluarga :

Keterangan: : Laki-laki : Wanita : pasien

A10. RIWAYAT SOSIAL EKONOMI Pasien memiliki hubungan sosial yang baik dengan tetangga, maupun kerabat, walau dalam beberapa kali ditemukan adu mulut tetapi pasien masih suka mengikuti acara masyarakat. Setelah terkena gangguan pasien mulai menutup diri dan sering merasa bahwa tetangganya tidak menyukainya. Ekonomi keluarga tergolong menengah kebawah, penghasilan didapatkan dari anak laki-laki yang terakhir yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak tetap yang berkisar satu juta perbulan. B. AUTOANAMNESIS Dilakukan pada hari Senin, tanggal 2 September 2013 pukul 14.00 WIB. Autoanamnesa kepada pasien dilakukan oleh Ihsan Nur Ridha, S.Ked dan Novitha Adityani, S.Ked. T J T J J T J T J T J T J : Siang mba saya vitha yang ini ihsan. kami dokter muda disini, mau ngobrol sebentar bisa? : Bisa. Tapi tadi sudah ditanya-tanya juga dengan mba yang pakai jilbab. : iya mba, tidak apa-apa. Kenapa mba takut? : iya takut ga dibolehin pulang. : justru kalau sering ngorol malah cepet pulang : Nama mba siapa? : dewi (benar) : Umurnya mba dewi sekarang berapa ya? : 33 tahun.. (benar) : memang mba reni lahir tanggal berapa? : tanggal 4 Mei 1980 (benar) : mba tinggalnya dimana? : Semuli Raya (Benar)

10

T J T J T J T J T J T J T J T J

: Terakhir sekolah atau kuliah? : SMA : Mba dewi biasanya kalau sehari hari kerjanya apa? : ibu rumah tangga ajah, paling masak, ama beres-beres. (benar) : mba inget ga waktu itu kenapa di bawa kesini : ga tau katanya sakit : yang membawa mba dewi kesini siapa? : Ibu sama adek (benar) : dulu pernah diceritain ga lahirnya mba reni ini dimana dan gimana? : kata ibu dulu lahirnya di dukun lahirnya yah kaya biasa. (riwayat kelahiran:benar) : dulu pernah ga kebentur atau pingsan gitu? : ga kayaknya : dulu pernah kejang? : gatau kayanya belum (tidak ada riwayat kejang) : dulu inget ga pas SD dan SMP ada kenangan yang ga terlupakan? :dulu pernah di tinggal ibu di pasar sendiri sampai nangis nangis. (ingatan masa kanak kanak baik). Kalo jaman SMP ama cowo yang aku suka.(memori jangka panjang chilhood memory)

T J T J T J T J T J T

: selama sekolah ada ga masalah?kaya belajar atau sama temen? : ga pernah, sama temen baik-baik (aldolesence memory) : mba dewi deket ga ama temen temennya? : yah lumayan deket, sekarang udah pada nikah jadinya udah ga pernah ketemu (hubungan dengan lingkungan) : mba dewi sudah menikah? : sudah cerai. (stresor) : maaf boleh tau ga kenapa bercerai? : sering bertengkar dan suami saya mau menikah lagi. (stresor) : sudah berapa tahun menikah mba? : 6 tahun dari tahun 2006 : mba dewi sudah punya anak?

11

J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T T J T T J

: belum : pernah hamil terus keguguran atau ga pernah hamil sama sekali : pernah terlambat bulan aja tapi terus haid lagi : jadi ga pernah cek ke bidan atau dokter? : ga pernah : memang kalau berantem dengan suaminya hal yang diributin tentang apa? : ya karna saya ga hamil-hamil, terus sering ribut aja. Karna suami saya selingkuh juga (stresor) : sekarang hubungan dengan mantan suami mba gimana? : udah ga pernah ketemu lagi : setelah cerai mba dewi tinggal dengan siapa? : mamak sama adik-adik : mba dewi kerja? : ngga, saya cari kerjaan tapi ga dapet-dapet (stresor) : yang jadi tulang punggung di rumah siapa? : adik yang bungsu, laki-laki, ngegarap sawah bapak :berarti yang kerja kan adik mba dewi saja, kira-kira penghasilannya cukup ga mb? : yaaa cukup-cukup aja sih.. : kalau mba dengan adik-adik mba sering ribut ga? : sering : kenapa? : yaa mereka mau enaknya aja, saya disuruh kerja sendiri : kalau dengan tetangga gimana mba? Baik-baik ga? : yaa ada yang baik ada yang ngga : kalau yang ga baik gimana mba? : suka ngomongin saya, terus banyak yang ga suka karna saya ngga kerja. (stresor) : dirumah dulu pas kecil siapa yang ngajarin agama? Shalat, puasa. : bude.(religion)

12

T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T

: yang ngajarin makan sendiri ama supaya ga buang air di celana siapa? : bude juga.(toilet training) : Waktu kecil mba tinggal sama bude? : iyaa di jawa : bude orangnya gimana mba? : baik. : dirumah dulu ada orang yang stres ga? Kaya ada beban berat banget gitu. (familly history) : ga ada (depresion -) : kalau dirumah biasanya keluarga kayanya ga suka minum minum ya? : ga suka mereka (alkohol -) : pernah ga ada keluarga yang masuk rumah sakit jiwa juga? : ga ada (herediter -) : pernah ga anggota keluarga mba ada yang berurusan ama polisi? : ga ada : mba dewi selama disini apa yang dirasakan? : biasa ajah, senang punya teman teman tapi kangen dengan mamak saya. (mood baik) : Nah mba dewi sekarang tau gak pagi, siang, atu malam? : siang ini mah udah dzuhur.... (orientasi waktu baik) : tau gak sekarang mba lagi dimana? : di rumah sakit jiwa (orientasi tempat baik) : mba dewi, Sekarang ini kita lagi ngapain ya? : ngobrol ngobrol, kan tadi dokter yang ngajak.(orientasi suasana baik) : oh ia.Sekarang lagi ngomong dengan siapa ya? : ama mba vitha(orientasi personal baik) : mba kayanya ga suka ngeroko ya? : ga bisa saya (roko -) : kalo minum kayanya enggak pernah..

13

J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T

: ga pernah, ga suka. (alkohol -) : kalo obat obatobatan gitu juga, ama ngirup aibon gamungkin lah yah. : ga pernah saya kaya gitu gitu.. (psikotropika -) : mba pernah denger bisikan-bisikan gak? : ga pernah.(halusinasi akustik -) : kalau liat seperti bayangan atau setan gitu pernah ga mba? : ga pernah juga (halusinasi visual -) : pernah mencium bau-bauan tapi ga ada sumber baunya? : ga pernah (halusinasi olfaktorik -) : kalau ngerasa ada yang jalan-jalan di kulit? : ga pernah (halusinasi taktil -) : pernah ngerasa apa yang mba pikirin itu orang lain bisa tau ga mba? : ngga.. : mba dewi ngerasa punya kelebihan ga dibanding orang lain? : sama aja sih.. (waham kebersaran -) : trus merasa ada orang lain yang ingin berbuat jahat ga sama mba dewi? : iya ada, mungkin Cuma pikiran tapi perasaannya juga takut ( waham kejar +) : merasa ada orang lain yang suka ngomongin mba dewi ga? : kalau disini mungkin ga ada. Tapi kalau di rumah ada : siapa yang suka ngomongin mba dewi? : tetangga, karena saya ga punya kerjaan : trus mba dewi apain tetangga yang suka ngomongin mba dewi? : saya marahin tapi kadang ga ditanggepin : sekarang yang mba dewi rasain apa? Seneng atau sedih? : senang ( wajah ceria) sesuai : klau ibunya mba dewi meninggal, perasaan mba dewi gimana? : sedih lah sesuai : Sekarang keinginan mba dewi apa?

14

J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J

: pingin pulang, hehehe : mba disini tidurnya nyenyak ga? : nyenyak : makannya banyak ga? : banyak : mba kalau saya melempar gelas kaca ketembok apa yang terjadi? : pecah gelasnya (though process) : mba tau ibu kota indonesia apa? : jakarta : presiden pertama diindonesia siapa? : sukarno (intellegent) : mba apalin angka ini, 23589 : 23 589 : mba tadi makan siang? : makan : makan apa? : jam 12 makan nasi ayam sama tahu. (ingatan jangka pendek) : Sekarang kita hitung-hitungan ya, klo 100-7 berapa? :93. : kalau dikurangi tujuh lagi ? : 86 : kalau dikurangi tujuh lagi? : 79 (kalkulasi +) : mba merasakan adanya suatu penyakit??atau sekarang merupakan suatu gangguan? : sepertinya : menurut mba keadaan seperti ini membutuhkan pengobatan? : tidak tau : mba memiliki rencana kedepannya? : ngga sih..Cuma pingin pulang terus kerja : terimakasih mba : ya terimakasih

15

C. STATUS PSIKIATRIKUS 1. Kesan Pertama : Seorang perempuan, perawakan gemuk, kulit sawo matang, kebersihan kurang. 2. Keadaan Umum Kesadaran : composmentis Sikap : cooperatif Pembicaraan : kuantitas volume cukup, artikulasi jelas, kualitas cukup 3. Afek dan Reaksi Emosional afek hidup emosi pengendalian stabilitas dalam dan dangkal arus emosi empati skala diferensiasi mood : serasi, luas : stabil : cukup : stabil : dangkal : biasa : dapat dirabarasakan : sulit dinilai :eutimia : Nonrealistik : cukup : jelas, tajam : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

4. Proses Pikir Bentuk Pikiran Kecepatan Proses pikir Mutu proses pikir Jelas dan tajam Sirkumstansial retardasi terhambat meloncat-loncat perseverasi verbigerasi asosiasi longgar jawaban irrelevan inkoheren bloking isi pikiran pola sentral fobia

: tidak ada : tidak ada

16

obsesi waham konfabulasi rasa permusuhan rasa bersalah rasa rendah diri rasa takut hipokondri kemiskinan isi pikiran

: tidak ada : waham kejar, waham curiga : tidak ada : ada : tidak ada : ada : ada : tidak ada : tidak ada

5. Gangguan Persepsi i. Halusinasi : halusinasi akustik tidak ada, halusinasi visual tidak ada, halusinasi taktil tidak ada, halusinasi olfaktori tidak ada, halusinasi gustatorik tidak ada ii. Ilusi : tidak ada

6. Gangguan Orientasi waktu tempat orang : tidak ada : tidak ada : tidak ada : baik : baik

7. Kontak Psikis 8. Perhatian

9. Gangguan Kecerdasan dan intelektual daya ingat : segera : baik jangka pendek : baik jangka menengah : baik jangka panjang : baik daya konsentrasi : baik 10. insight : level 4 11. judgment : tidak benar

17

IV. FORMULASI DIAGNOSTIK Riwayat Pramorbid Status internus dan Neurologis Stressor : pasien cenderung tertutup dan menyendiri : dalam batas normal : tidak memiliki keturunan, suami ingin menikah lagi, tidak bekerja. Pada pemeriksaan psikiatri didapatkan: 1. Keadaan Umum Kesadaran Sikap Pembicaraan kualitas cukup : composmentis : cooperatif : kuantitas volume cukup, artikulasi jelas,

2. Afek dan Reaksi Emosional afek hidup emosi pengendalian stabilitas dalam dan dangkal arus emosi empati skala diferensiasi mood : serasi, luas : stabil : cukup : stabil : dangkal : biasa : dapat dirabarasakan : sulit dinilai :eutimia : Nonrealistik : cukup : jelas, tajam : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada

3. Proses Pikir Bentuk Pikiran Kecepatan Proses pikir Mutu proses pikir Jelas dan tajam Sirkumstansial retardasi terhambat meloncat-loncat perseverasi verbigerasi

18

asosiasi longgar jawaban irrelevan inkoheren bloking

: tidak ada :tidak ada : tidak ada : tidak ada

isi pikiran pola sentral fobia obsesi waham konfabulasi rasa permusuhan rasa bersalah rasa rendah diri rasa takut hipokondri kemiskinan isi pikiran

: tidak ada : tidak ada : tidak ada : waham kejar, waham curiga : tidak ada : ada : tidak ada : ada : ada : tidak ada : tidak ada

4. Gangguan Persepsi i. Halusinasi : halusinasi akustik tidak ada, halusinasi visual tidak ada, halusinasi taktil tidak ada, halusinasi olfaktori tidak ada, halusinasi gustatorik tidak ada ii. Ilusi : sulit dinilai

5. Gangguan Orientasi waktu tempat orang : tidak ada : tidak ada : tidak ada : baik : baik

6. Kontak Psikis 7. Perhatian

8. Gangguan Kecerdasan dan intelektual daya ingat : segera : baik jangka pendek : baik jangka menengah : baik jangka panjang : baik daya konsentrasi : baik 9. insight : level 4

19

10. judgment : tidak benar

V. PSIKODINAMIKA Berdasarkan alloanamnesa yang dilakukan, sebelum sakit pasien adalah seorang anak yang tertutup dan tidak pernah bercerita jika ada masalah. Pada tahun 2006 pasien menikah dan telah 6 tahun menikah pasienn tk kunjung dikaruniai anak, akhirnya suami pasien berniat untuk menikah lagi. Id merupakan bagian penting primitif dalam kepribadian dorongan-dorongan untuk memenuhi kebutuhan psikologi dasarnya. Id terletak di alam bawah sadar. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin segera dipuaskan. Ini adalah suatu dorongan kejiwaan yang meluap-luap dengan tujuan untuk melepaskan ketegangan. Dalam kasus ini, Id pasien adalah ingin mendapatkan keturunan dan kasih sayang seorang suami. Ego adalah bagian ekskutif dari kepribadian. Fungsi ego itu untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan. Fungsi ego terdapat dalam alam bawah sadar. Ego pasien adalah tidak ingin diduakan oleh suami. Superego, pada bagian ini terdapat nilai-nilai normal yang memberikan batasan yang baik dan buruk. Nilai yang ada pada superego mewakili nilai-nilai ideal, oleh karena itu, superego berorientasi pada kesempurnaan. Superego pasien adalah pasien ingin sembuh seperti kehidupan normal dan dapat diterima selayaknya manusia normal di lingkungan masyarakat.

20

VI. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Aksis I Sindroma Klinik Diagnosa banding Aksis II Gangguan Kepribadian : F20.0 Skizofrenia Paranoid : F25.1 Skizoafektif tipe depresif : Tidak ada diagnosa Tidak ada diagnosa tidak memiliki keturunan,

Aksis III Gangguan dan kondisi Fisik: Aksis IV suami ingin Aksis V Stressor psikososial :

menikah lagi, tidak bekerja

Taraf tertinggi Penyesuaian dalam satu tahu terakhir: GAF 60-51 gejala sedang (moderate) disabilitas sedang

VII. TERAPI Psikofarmaka :

Haloperidol 5 mg 2x1

Psikoedukasi

VIII. PROGNOSA Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia