Anda di halaman 1dari 6

Partus prematurus imminent

http://coass-kita.blogspot.com/2013/03/partus-prematurus-imminent.html

coass
Beranda
Search

Followers

Partus prematurus imminent


Jumat, 08 Maret 2013

Blog Archive
2013 (7) Maret (1) Partus prematurus imminent

Definisi

Februari (6)

Kelahiran pada usia gestasi lebih dari 20 minggu sampai kurang dari 37 minggu

2012 (14) 2011 (1)

Epidemiologi

About Me

sekitar 5% PPI terjadi pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu (extreme prematurity), sekitar 15% terjadi pada usia kehamilan 28-31 minggu (severe prematurity) sekitar 20% pada usia kehamilan 32-33 minggu(moderate prematurity),dan 60-70% pada usia kehamilan 34-36 minggu (near term).
mbak-aya jadi dokter itu tidak mudah, dokter di anggap semua serba bisa, padahal dokter hayalah manusia yang

Etiologi Etiologi dan alur PPI yang diakui secara umum

di berikan titipan ilmu untuk membantu merawat orang, dengan harapan kesembuhan. Namun yang menyembuhkan tidak lain adalah Allah SWT. Pin BB 280551C3 Lihat profil lengkapku

1 of 7

9/4/2013 8:16 PM

Partus prematurus imminent

http://coass-kita.blogspot.com/2013/03/partus-prematurus-imminent.html

Facebook
Maria Wakawaka Eheh

Faktor Resiko Meskipun

patofisiologi PPI kurang dapat dipahami, namun terdapat banyak, faktor risiko yang diketahui berperan pada PPI Faktor risiko : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kehamilan multipel Polihidramnion Anomali uterus Dilatasi serviks > 2 cm pada kehamilan 32 minggu Riwayat abortus 2 kali atau lebih pada trimester kedua Riwayat PPI sebelumnya Riwayat menjalani prosedur operasi pada serviks (cone biopsy, loop electrosurgical excision procedure) Penggunaan cocaine atau amphetamine Serviks mendatar/memendek kurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu 10. Operasi besar pada abdomen setelah trimester pertama. 11. Perdarahan pervaginam setelah kehamilan 12 minggu 12. Riwayat pielonefritis 13. Riwayat abortus satu kali pada trimester kedua 14. Riwayat abortus > 2 kali pada trimester pertama. Patogenesis 1. Aktivasi aksis hypothalamicpituitaryadrenal (HPA) janin atau ibu: stres
Diberdayakan oleh Blogger.
Buat Lencana Anda

proses yang paling penting, yang menghubungkan stres dan kelahiran preterm ialah neuroendokrin, yang menyebabkan aktivasi prematur aksis HPA. Proses ini dimediasi oleh corticotrophinreleasing hormone (CRH) plasenta. CRH plasenta, dapat menstimulasi janin untuk mensekresi kortisol dan dehydroepiandrosterone synthase (DHEA-S) (melalui aktivasi aksis HPA janin) dan menstimulasi plasenta untuk mensintesis estriol dan prostaglandin, sehingga mempercepat PPI.

2 of 7

9/4/2013 8:16 PM

Partus prematurus imminent

http://coass-kita.blogspot.com/2013/03/partus-prematurus-imminent.html

2.

Infeksi dan inflamasi

patogenesis infeksi hingga menyebabkan PPI pun hingga kini belum jelas benar, namun diduga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, dan diawali oleh aktivasi fosfolipase A2 yang dihasilkan oleh banyak mikroorganisme. Fosfolipase A2 akan memecah asam arakidonat dari selaput amnion janin, sehingga asam arakidonat bebas meningkat untuk sintesis prostaglandin. Selain itu, endotoksin (lipopolisakarida) bakteri dalam cairan amnion akan merangsang sel desidua untuk menghasilkan sitokin dan prostaglandin yang dapat menginisiasi proses persalinan.

3.

Perdarahan desidua (Decidual Hemorrhage / thrombosis)

Perdarahan desidua dapat menyebabkan PPI. Lesi plasenta dilaporkan 34% dari wanita dengan PPI. Lesi ini dapat dikarakteristikan sebagai kegagalan dari transformasi fisiologi dari arteri spiralis, atherosis, dan trombosis arteri ibu atau janin. Diperkirakan mekanisme yang menghubungkan lesi vaskular dengan PPI ialah iskemi uteroplasenta. Meskipun patofisiologinya belum jelas, namum trombin diperkirakan memainkan peran utama. trombin merupakan protease multifungsi yang memunculkan aktivitas kontraksi dari vaskular, intestinal, dan otot halus miometrium. Trombin menstimulasi peningkatan kontraksi otot polos longitudinal miometrium

4.

Distensi uterus yang berlebihan (uterine overdistension)

Mekanisme dari distensi uterus yang berlebihan hingga menyebabkan PPI masih belum jelas. Namun diketahui, peregangan rahim akan menginduksi ekspresi protein gap junction, seperti connexin-43 (CX-43) dan CX-26, serta menginduksi protein lainnya yang berhubungan dengan kontraksi, seperti reseptor oksitosin.

5.

Insufisiensi serviks

Insufisiensi serviks secara tradisi dihubungkan dengan pregnancy losses pada trimester kedua, tetapi baru-baru ini bukti menunjukan bahwa gangguan pada serviks berhubungan

3 of 7

9/4/2013 8:16 PM

Partus prematurus imminent

http://coass-kita.blogspot.com/2013/03/partus-prematurus-imminent.html

dengan outcomes kehamilan yang merugikan dengan variasi yang cukup luas, termasuk PPI.

Terdapat lima penyebab yang diakui atau dapat diterima, yaitu: (1)kelainan bawaan (2) in-utero diethylstilbestrol exposure (3) hilangnya jaringan dari serviks akibat prosedur operasi seperti Loop Electrosurgical Excision Procedure (LEEP) (4) kerusakan yang bersifat traumatis; dan (5) infeksi. Diagnosis

Sering terjadi kesulitan dalam menentukan diagnosis ancaman PPI. Diferensiasi dini antara persalinan sebenarnya dan persalinan palsu sulit dilakukan sebelum adanya pendataran dan dilatasi serviks. Kontraksi uterus sendiri dapat menyesatkan karena ada kontraksi Braxtons Hicks. Kontraksi ini digambarkan sebagai kontraksi yang tidak teratur, tidak ritmik, dan tidak begitu sakit atau tidak sakit sama sekali, namun dapat menimbulkan keraguan yang amat besar dalam penegakan diagnosis PPI. Tidak jarang, wanita yang melahirkan sebelum aterm mempunyai aktivitas uterus yang mirip dengan kontraksi Braxtons Hicks, yang mengarahkan ke diagnosis yang salah, yaitu persalinan palsu

Diagnosis PPI menurut American Academy of Pediatrics dan The American Collage of Obstetricians and Gynecologists (1997) ialah sebagai berikut: 1. Kontraksi yang terjadi dengan frekuensi empat kali dalam 20 menit atau delapan kali dalam 60 menit plus perubahan progresif pada serviks 2. Dilatasi serviks lebih dari 1 cm, 3. Pendataran serviks sebesar 80% atau lebih. Penatalaksanaan Beberapa langkah yang dapat dilakukan pada PPI, terutama untuk mencegah morbiditas dan mortalitas neonatus preterm ialah: 1. 2. 3. 4. Menghambat proses persalian preterm dengan pemberian tokolisis, selain itu juga pasien juga perlu membatasi aktivitas atau tirah baring serta menghindari aktivitas seksual. Akselerasi pematangan fungsi paru janin dengan kortikosteroid Bila perlu dilakukan pencegahan terhadap infeksi dengan menggunakan antibiotik. Tokolitik Alasan pemberian tokolisis pada persalianan preterm ialah:

4 of 7

9/4/2013 8:16 PM

Partus prematurus imminent

http://coass-kita.blogspot.com/2013/03/partus-prematurus-imminent.html

1. Mencegah mortalitas dan morbiditas pada bayi prematur 2. Memberi kesempatan bagi terapi kortikosteroid untuk menstimulir surfaktan paru janin 3. Memberi kesempatan transfer intrauterine pada fasilitas yang lebih lengkap 4. Optimalisasi personil. Akselerasi pematangan fungsi paru

Pemberian terapi kortikosteroid dimaksudkan untuk pematangan surfaktan paru janin, menurunkan risiko respiratory distress syndrome (RDS), mencegah perdarahan intraventrikular, necrotising enterocolitis, dan duktus arteriosus, yang akhirnya menurunkan kematian neonatus. Kortikosteroid perlu diberikan bilamana usia kehamilan kurang dari 35 minggu. Obat yang diberikan ialah deksametason atau betametason

Antibiotika

Mercer dan Arheart (1995) menunjukkan, bahwa pemberian antibiotika yang tepat dapat menurunkan angka kejadian korioamnionitis dan sepsis neonatorum. Antibiotika hanya diberikan bilamana kehamilan mengandung risiko terjadinya infeksi, seperti pada kasus KPD

Komplikasi

PPI menyebabkan 70% kematian prenatal atau neonatal, serta menyebabkan morbiditas jangka pendek maupun jangka panjang.

Morbiditas jangka pendek diantaranya ialah

respiratory distress syndrome (RDS)

perdarahan intra/periventrikular, necrotising enterocolitis (NEC) displasia bronko-pulmoner

sepsis

Adapun morbiditas jangka panjang yang meliputi

5 of 7

9/4/2013 8:16 PM

Dosis pemakaian obat tokolitik Obat Dosis awal Dosis selanjutnya Bila kontraksi masih ada, tingkatkan tetesan infuse 10 tetes per menit sampai kontraksi berhenti atau nadi ibu melebihi 120 x / menit. Bila kontraksi berhenti, jaga tetesan paling tidak 12 jam setelah kontraksi uterus berakhir. Maintenance ventolin per oral 3 x 4 mg / hari paling sedikit 7 hari Diikuti dosis selanjutnya 2g / jam Efek samping dan hal yang harus diperhatiakan Takikardi ibu : kurangi tetesan bila nadi 120 x / menit, hati hati pemakaian pada ibu anemi Edema paru ibu : dapat terjadi bila memakai steroid bersamaan dengan salbutamol. Batasi air, jaga keseimbangan cairan dan hentikan obat

Salbutamol 10 mg dalam larutan NaCl atau RL, ulai infuse 10 tetes / menit

MgSo4

Berikan dosis awal 6 g

Hati hati untuk hipermagnesia untuk janin dan ibu Periksa refleks dan respiratory rate dan produksi urine Lemas, hipotensi Pusing, sakit kepala, mual

Nifedipine Nitrat

20 mg per oral 10 mg sublingual

3 x 20 mg 20 mg per oral