BUKU SAKU KEDOKTERAN

UNTUK DOKTER UMUM Edisi ke-2 2012

PENGANTAR Buku ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dan bahan pertimbangan. Info lengkap dapat di cari di internet (jurnal dan buku kedokteran)

!!! Harap membiasakan diri untuk membaca jurnal…. Anda tidak perlu menanyakan apa pendapat orang, baik dosen maupun Profesor sekalipun, namun tanyakan apa kata jurnal, yang pasti adalah jurnal berbasis kedokteran. Apabila Anda ingin menanyakan opini atau pendapat orang, harap diletakkan di kolom opini. Contoh: pendapat Profesor A, pendapat sarjana B, pendapat ibu budi, dan lain-lain. Dan, harap yang terkini (up to date), tahun dimana Anda sekarang berada.

Edisi 1, terbit tahun 2007

1

SENDI
preteoglikan 48-62%, protein matriks non kolagen 22-38%, kolagen minor 5-25%, lipid, orioluronat, kondronektin ( organik ). Anorganik: hidrosiapatit 5-6%. Pemeriksaan: 1. riwayat penyakit: umur, jenis kelamin, nyeri dada, kaku sendi, banyak sendi, deformitas, disability, handicap, gejala sistemik, gangguan tidur dan depresi. 2. fisik: a. inspeksi diam dan gerak. Gaya berjalan, postur tubuh, bengkak, benjolan, gangguan fungsi gerak, perubahan kuku dan gangguan mata. b. Palpasi: bengkak, benjolan sendi, deformitas, perubahan kulit, suhu sendi, krepitasi, atrofi, goyah dan nodul. Pemeriksaan penunjang: 1. darut. 2. urin rutin. 3. LFT. 4. RFT 5. elektrolit 6. RF. 7. foto rontgen. 8. pemeriksaan khusus: ACS ( analisa cairan sendi ), ASTO, dan lainnya. Penyakit sendi / artritis: 1. gout artritis. 2. nyeri tulang dan sendi. 3. LES / Lupus Eritematous Sistemik. 4. artritis Kawasaki. 5. poliomiositis dan dermatomiositis, 6. osteoporosis. Pembagian artritis menurut jumlah nyeri: 1. monoartritis: infeksi, trauma / hemartosis, deposit kristal, oligo/poli artikular dini. 2. oligoartritis: infeksi, deposit kristal, seronegatif, poliartikular dini. 3. poliartritis: osteoartritis, artritis rheumatoid. Gout artritis. • uric acid ↑↑ (> 0,55 mmol/lt atau > 9 mg/100ml). • S./: diit rendah lemak / kolesterol, GHS. • R./: meloxicam, allopurinol, antasida, RH2, spasmolitik (Hyoscine) dan Vit C + glucosamine, bic-nat terutama sebagai profilaksis (alkalinisasi), khusus kolkisin hanya pada saat akut. Nyeri tulang dan sendi. • sama dengan gout artritis tapi tidak perlu diberikan allopurinol. • Rheumatoid artritis ( RA ) positif bila RF ( + ), foto sendi dan LED ↑↑. • Spondiloartropati seronegatif + IBD spondilitis ankilosa, sindrom reiter, artritis psoriatik: Th./: meloxicam, prednison, levofloxacine dan sulfasalazine + fisioterapi.

2

• Th. vascularisasi. SGOT↑. (+): vankomisin 1 gr/12jam ( IV )./: aspirin. (-): seftriaxon 1gr/8jam ( IV ). Anatomi: lobus kanan ( anterior dan posterior ). • Lesi diskoid. 4. antasida. c.LES ( Lupus Eritematous Sistemik ). • Th. • Lakukan aspirasi dan biopsi jaringan. • Uji HIV. 3. EMG ( + ). gluconeogenesis: sintesa glucosa dari protein dan lemak. anti smith ( + ). pertahanan tubuh: detoxifikasi dan proteksi. spasmolitik (hyoscine) dan glucosamine. prednison. kompresi vertebra. GHS. b. Artritis Kawasaki: komplikasi kortikosteroid. Lobus lobulus sinusoid ( sel fagosit / kuffner ). immunoglobulin. wedging.(gastrohepatology) 1. GASTROHEPATOLOGY Hati: 1000 – 1500 gr. deaminase: urea. RH2. meloxicam. glicogenolisi: suplai glukosa ke darah. 2. fosfolipid dan kolesterol. Produksi fosfolipid dan kolesterol./: diit rendah lemak / kolesterol. • R. antasida. Artritis infeksiosa: non gonokok dan gonokok. Poliomiositis dan dermatomiositis. Empedu ( kapiler empedu / kanalikuli ).000 unit. 3. metabolisme lemak: a.5 gr/lt dan > +3. Metabolisme hati: 1. • Th./: Azithromisin / clindamisin. Osteoporosis: • Radiolusen ↑↑. d. RH2. 4. antasida. trabeculasi. 6. RH2. 2. spasmolitik (Hyoscine) chloroquin dan vit A 20. 5. oksidasi β uric acid dan protein asam asetoasetat. Segera: rujuk!!!.sifilis dan klamidia. spasmolitik (Hyoscine) dan prednison. foto pain. meloxicam. produksi dan ekskresi empedu. • Kelemahan otot. bikonkavitas. monosakarida glicogen ( glicogenesis ). Perdarahan ( ductus hepatica kommunis ): vena porta dan arteri hepatica. • Radiologi: kalsifikasi subcutan. • Kok gr. protein urin > 0. • kok gr./: Azithromisin/eritromisin./: meloxicam. Creatinin dan mioglobulin ( + ) / ↑↑. • Batang gr (-): seftriaxon 1gr/8jam +kanamisin 1gr/12jam. SGPT↑. protein plasma: albumin. metabolisme hati. Produksi lipoprotein. lobus kiri ( medial dan lateral ). • S. Liponeogenesis: dari karbohidrat dan protein. terutama: bilirubin. 3 .

metabolik. HBV: IgM HBV ( + ): S. etiologi: virus. 4. HAV: S. gangguan imunologik. infeksi dan tidak diketahui. Suplement / vitamin. 2. pucat dan icterus: hepatitis viral dan ischemia. 3./: istirahat. toksik / obat.Pemeriksaan biokimia hati SGOT ( AST ) dan SGPT ( ALT ). 5. operasi. 2. AST/ ALT ↑: hepatoseluler disease. ada empat ( 4 ) tipe yaitu: sentral. AP (+)/ ↑ dan kolesterol ↑: sumbatan ekstrahepatik. splenomegali. BD ≥ 15 mg/ dl: hepatitis akut. Th./: alkohol ( mekanis. Sirosis hati: Menahun + fibrosis + nodus hati bridging necrosis. 7. obstruksi vena hepatica. malnutrisi. Th. 1. 3. dan membran basal./: bed rest. eritema. Laboratorium Bilirubin Asites: 1. 4. bercak kehijauan: hepatitis kolestatis/ icterus obstruction./: asiclovir + hepsera / baraclude + prednison ± BTCHBV + suplement / vitamin. Hepatitis virus. Cipro./: Peg-Intron./: suplement / vitamin. 6. putih bening/ jernih/ radio-trans lusen: sarkoidaosis dan TB. alkohol. 2. LDH ↑↑: hepatitis iskemia. 2. AST = 2ALT: hepatitis alkohol. komplikasi penyakit / therapi. 1. 5. BD/ BT < 15 %: proses hemolitik sindrom Gilbert. merah tua: bendungan/ obstruksi. retikulin sinusoid. R A D I O L O G I: U S G. BD ≥ 25 mg/ dl: kolestatis. 6. collateral vein. Interpretasi Biopsi Hati: 1. asites. 2. 3. HDV / HEV: sama dengan HAV. hepatomegali. kolestasis. 4 . 3. fibrosis septaperiportal et. normal: kecoklatan. 1. ALT > AST: hepatitis virus. BD < 10 mg/ dl: cholelitiasis. Klasifikasi: 1. Icterus check semua panel hati. pucat dan terapung/ endapan: perlemakan hati. sinusoid. HCV: IgM HCV ( + ): Th. 1. kolagenesis. coklat dan kehitaman: hemochromatosis. 4. 5. 4. fibrosis sentral et. 3. 3./: hemokromatosis. 2. imunologi atau campuran ).

• Stop penyebab. 7. + Vasopressin 2 amp 0. • Hemokromatosis: vena seksi 2 x / minggu @ 500 cc. 6. • Wilson disease: D – penilsilamine ( chelating agent ) 20 mg / kg BB / hari. 7. • Enselopati.1 gr / 500 cc D5% / RL. regresif dan status quo. aktivitas sirosis hepatis: progresif. inter dan post hepatitis ). KGD. fungsional: kompensata dan dekompensata. serologi marker hati. 4. mikronodular dan campuran. 5. albumin ↓. 4. 6. 5. hematemesi / melena. 5 . • Asites. spider naevi. CHE ↓ 3. Diagnosa SEKASIH. • Hepatoma.2. 2. Na ↓ 4 meq / lt (sindrome hepatorenal). Dekompensata gagal hati dan hipertensi portal ( pre. Parasintesis bila terjadi kelebihan hebat cairan. Pemeriksaan penunjang: 1. + cefotaxime / levoquin inj. Therapi sirosis hepatis: • Diit Hati III – IV. invers albumin / globulin terbalik ( ↑↓ ). morfologi: makronodular ( > 3 mm ). protrombin time (↓ fungsi hati). • Perdarahan varises esophagus: cooling spooling + IVFD D5% + ulsikur inj. Komplikasi sirosis hepatis: • Gagal hati. AFP > 1500 HC. eritema palmaris. 4. • Sindrome hepatorenal. asites. yaitu: 1. globulin ↑ 2. • Kortikosteroid.5 gr / hari + spironolactone + balance cairan (↓↓ 1. + buscopan inj. • Hipertensi portal. • Asites: DRG 0. kolateral vein. splenomegali. 3. 3. • PBS.5 lt/ hari).

depression. grade C (highest risk) †Grade 1: Sleep disturbances. Trauma. 1. 10–15 points. Kista soliter. 4. ↑ suplai asam lemak.7 1. inflamasi. impaired concentration. b. grade B. MPK. 7–9 points. AFL ( alkoholic Fatty Liver ). b./: operasi J Shunt dan NPT. ↑ transportasi lemak VLDL.7–2. NAFL ( Non AFL ): a. Grade 2: Drowsiness. acquired: a. Gangguan keseimbangan sintesis trigliserida dengan sekresi VLDL.5 < 2. Dapat disebabkan oleh: 1. confusion.5 2. b. 2. ↓ oksidasi asam lemak. disinhibited behavior. d. 3. Fibrosis hati kongenital. amnesia. Th. or other bizarre behavior. Steatosis mikrovascular: pregnancy dan toxicitas. 6 .8–3. 2. Grade 3: Somnolence. 2. Steatosis makrovascular: obesitas. disorientation. Th. c. ↓ oksidasi asam lemak Klasifikasi: 1. Kista Hati. Grade 4: Coma. or irritability. mikrohamartoma. paranoia. Polikistik.3 > 2./: stop alkohol. DM. anxiety.Child-Turcotte-Pugh Scoring System Clinical and Laboratory Points Scored for Increasing Abnormality* Measurements 1 2 3 Encephalopathy (grade†) None 1–2 3–4 Ascites None Mild (or controlled by At least moderate despite diuretics) diuretic treatment PT (seconds prolonged) <4 4–6 >6 [or INR] < 1. poor short-term memory. kongenital: a. Perlemakan hati ( steatosis ).8 Bilirubin (mg/dL) <2 2–3 >3 *Scoring system: 5–6 points. anger.3 Albumin (g/dL) > 3. grade A (lowest risk).

Metoclopramide. Berat: 200% MC.10 %. • Atau TIG 5000 unit IM ( skin test ) atau imunoglobulin tetanus. Rehidrasi akut: TROPICAL AND ENVIRONMENT DISEASE Tetanus./: dispepsia + urodeoxicholic acid ( estazor 250mg 3xtabI ) atau chenodeoxydrolic acid (ursodial 250mg 1xtabI). o 10 – 20 kg 1000 + (BB-10)x50 cc/hari. Apabila tidak bisa ditimbang. Usia > 60 thn: . Analgetik: tramadol inj/tab atau meloxicam. • Hepamerz. Anak 12 thn s/d 15 thn: 120% MC. ( sistolik ≤ 90 mm Hg ). d. Ringan: 150% MC ( extremitas dingin ). menurut berat badan: o ≤ 10 kg 100 x BB ( kg ) cc/hari.20 %. LFT dan RFT. Holiday Segar Formula. Antasida. Cor 2 fls untuk Rehidrasi Ringan/ sedang dan 3 – 4 fls untuk Rehidrasi Berat lihat grafik dosis obat. Maintenance cairan (MC): 1500 + ( BB-20)x20 cc/hari. 7 . alkohol.5 cc. Muntah hebat NGT. Anti diare. o ≥ 20 kg 1500 + (BB-20)x20 cc/hari. • Anti kejang: diazepam. Metastasis. Usia 50 thn: . Penatalaksanaan: • ATS 5000 unit IM + 5000 unit IV ( skin test ). DIARE / GASTROENTERITIS • • • • • • • • • • • • • • IVFD. Batu empedu/kolelitiasis. antivirus ( kalau perlu ). Th. Check: virologi. Cipro atau cefotaxime. • • Th. • Curcuma plus. Neoplasma. phenobarbital. Pencegahan: ATS 1500 unit + TT 0./: • Bedah.c. Sedang: 180% MC ( nadi ≥ 120 x/i ). • Antibiotik.

neurosis ±. 05 ml 1 : 20 NaCl ( SC ). 4. • • • • KGB (kelenjar getah bening) ↑. Sampar pest ( Yersemia pestis ). 0. Pemberian anti toxin: • Difteri nasal / fausial: 40.000 unit ( IV ). Toxoplasmosis. levofloxacine atau cefotaxime. 8 . sisa ( IV ). 1 ml ( IV ). • Isolasi. inflamasi. 1 ml 1 : 10 NaCl ( SC ). 1 ml ( SC ). 3 ml ( IM ). Penatalaksanaan: 1. Penatalaksanaan: metoclopramide inj. ptechiae ±. 8. 0.000 – 200. nyeri inguinal ±. 3. 2. • Difteri fausial sedang: 80. 5.000 unit ( IM ). Difteri. • Paralisis palatum dan farings + membran faring / tonsil bercak putih. • Antibiotik: Clindamisin. Conj. Anorexia. 7.. Serologi anti IgM ( tox. 2. Bila skin test gagal Bedreska mode: 1. Demam + jaundice. Sepsis. levofloxacine inj. 0. • Difteri berat ( Bulleck ): 120. 0.000 ( IV ). pneumonia sekunder. SGOT dan CPK ↑.• • • • • Antibiotik: cipro / levofloxacine. suportif: vitamin Bcomplex + vitamin C ( anti oksidan ). 6. 0. Penatalaksanaan:klindamisin dan simptomatik. Tropozoit tox virus di jaringan / cairan. • Anti toksin Difteri ( skin test ). 0. ) dan IgG. 1 ml 1 : 20 NaCl ( SC ). Leptospirosis. • • • • KGB↑↑. 0. dan rehidrasi cairan. Leucositosis + neutrofilia + SGOT. • NGT ± trakeostomi. 5 ml ( IM ). udem hemoragik. Muscle tenderness + meningitis ± miokarditis.

Penatalaksanaan: pirantel pamoat. Al. Cacing Tambang. pH ↓ ↑ ↑ ↓ PaCO2 ↓ ↓ ↑ ↑ HCO3 ↓ ↓ ↑ ↑ Keterangan Hiperventilasi Hipoventilasi Hipokalemia. proglotid.Penyakit cacing • • • • • • • • • • • • • • feses rutin: telur. Ancylostoma duodenale ( C. irritable dan GI disorder. Necator Americanus. pruritus ani. Mual. • feses rutin: skoleks. Penatalaksanaan: o KCl 10 – 20 mEq/jam ( iv ). Met. Trikuriasis ( Trichuris Trichura ). konsolidasi paru. GI disorder + flatus + eosinofilia. Oxyuriasis ( C. muntah. Uk > 15 mEq/lt ( renal ). As. Askariasis. koloni. o Kronis: 40 mEq/4-6 jam ( iv /oral ). Pirantel pamoat + mebendazole combantrine. Penataaksanaan: pirantel pamoat. Cerna ). Kremi ). Taeniasis ( sistiserkosis ). Kremi ). • Penatalaksanaan: mebendazole. • • • • Uk < 15 mEq/lt ( sal. Askariasis. 9 . Ancylostoma Duodenale. Penatalaksanaan: pirantel pamoat. ↓ 1 mEq/lt ≈ 200 mEq/hari. Al. BB ↓ dan anemia hipokromik. o Check ion K serial. larva dan cacing ( + ). NEPHROLOGY Tabel asidosis alkalosis. Oxyuriasis ( C. Penatalaksanaan: mebendazole. Resp. GI disorder. Tambang ). Met. Resp. Keadaan As. lemah dan kram otot. Tricuriasis ( Thread worm / Whim worm ).

anti GBM. Desmopressin (kalau perlu). ADH sekresi ↑. edema dan hiperkolesterolemia. ANA. • USG. • Biopsi jaringan. elektrolit. Sindrome nefrotik. ASTO dan biopsi ginjal. ANA. Penatalaksanaan: o ACE inhibitor: captopril ( mencegah ESRD ). o Diuretik: lasix 80 mg ( iv ). • Proteinurin ( + ). • • • hipertensi. Gagal ginjal akut. Penatalaksanaan: Na 0. • dipstick test. Check: ANCA.5 mg/dl. o Glomerulus primer: Dexamethason + siklofosfamid / klorambusil. o Hemodiasis ( kalau perlu ). o Insulin 10 unit ( iv ). Penatalaksanaan: Na 0.5 mEq/lt/jam. 10 . HCV dan HIV. Glomerulus disease. • penatalaksanaan: o kalsium gluconat 2 amp ( iv ). udem. Check: DM. hipoalbuminuria ( < 3. o Furosemid + kalium. Sindrome nefritik. Penatalaksanaan: Kanamisin 500 mg im. • Sitologi urin. rasa haus hebat dan poliuria berat. BBV. Check urin rutin. • Urin rutin.5 gr/hr. • • • proteinuria > 3. Proteinurin dan hematuria. C3. hematuria.Hiperkalemia. proteinuria ( ± ).5 mEq/lt/jam + diuretik loop + D5%. Penatalaksanaan: AKUT dexamethason inj 1 amp konsul Interna. gagal ginjal. LFT. Hiponatremia. osmolaritas dan biopsi ginjal. ↓ LFG > 50%.5 mg/lt ). • • • • • Hipernatremia. • • ↑ kreatinin > 0.

Th. Dialisis ( kalau perlu ) + konsul interna. • BNP Xatral tab 3 x tab I. ↓ eritropoietin. AGN sedimen granular berpigmen. Penatalaksanaan: • kateter. lab. D: provital tab 2 x tab I.25 OG vit. RFT. Berikan penghancur batu: nephrolite atau kalkurenal. ± eritrosit dan leukosit. Retensio Urine. hiperoksaluria. AIN./: urinalisa./: vesicare tab 3 x tab I./: diit + fosfat integrated + 1. asam metabolik. • Penyebab. • Renal: ATN./: kanamicin inj. Nefrolitiasis. perdarahan ( trombosit ↓↓ )./: • Prerenal: sedimen hialin lunak. o BAK ( + ) / N: sistrat. Et. urine. Cth. kolesterol dan ± BNO/IVP. • Diuretik + kalium. ACE inhib. o Asidosis: batu asam urat dan sistein. • Post renal: kristal. Th. leukosit eritrosit dan sedimen eritrosit dismorfik. hiperurikosuria dan ↓ vol./: • IVFD RL. • • hiperkalsiuria. vascular. hipokalsemia.Interpretasi urinalisa./ lincomisin tab + anti spasmotik + Na/K diclofenac / meloxicam.: captopril. nafsu makan ↓ dan rasa pahit seperti logam. hiperfosfatemia. Th. Allopurinol bila uric acid ( + ). Gagal ginjal kronis • • • • • uremia. uric acid. Inkontinensia Urine • Th. RFT: hiperkalemia. • • • 11 . pH urine abnormal: o alkali: batu fosfat. • Dialisis ( kalau perlu ).

obat – obat. keganasan. 3. Anemia Aplastik. 2. perdarahan kronis GI. feritin ↑./: transfusi + deferoksamin ( jika Fe ↑ ). o Sumsum tulang anemia aplastik hiposeluler. • ♀: Ht < 36 %. aplasia sel eritrosit murni sindrome miolodisplastik. anemia makrositik. pewarna besi ↓. Anemia Aplastik • sumsum tulang aseluler. bercak basofilik dan elektroforesis Hb abnormal. anemia penyakit kronis ginjal. 2. Talasemia. 4. anemia normositik. IAD. Th. anemia hemolitik.5 gr/dl. MCV/E < 13. malnutrisi. Anemia penyakit kronis. anemia penyakit kronis dan anemia sideroblast. anemia mikrositik./: sama dengan def. Anemia sideroblast. TIBC ↑. Feritin ↓. 1. tiroid.ANEMIA Diagnosa dasar / kriteria dasar: • ♂: Ht < 41 %./: causatif + eritropoetin 50 unit / kgBB / 3x ( IM ). anemia sideroblastik. bercak basofilik dan cincin sideroblastik./: causatif + vitamin Fe. Fe/TIBC < 1/6. Anemia Mikrositik ↓ Fe: • • • ↓ Fe. 3. • • • herediter. 12 . vascular kolagen disease. menstruasi./: cacing. MCV/E > 13. hati. pansitopenia. Klasifikasi: 1. 5. Fe ↑. TIBC normal. besi. ↑ ± feritin dan ↑ ESR. Hb <13. • • ↓ Fe. • • Fe normal. ↓ Fe. talasemia. o Penggantian sumsum anemia mieloftisik. Th. Th. ec. Hb < 12 gr/dl. 4. Anemia Normositik. ↓ TIBC. Th.

intrinsik. def. piruvatkinase. ↑ LDH dan bilirubin. ( ↓ ) asam folat • • • • • malnutrisi (alkalosis. ↓ asam folat. Ekstrinsik ( didapat ). Def. Th./: vit. anemia pernisiosa dan gangguan GI. Intrinsik • • • • • kronis dan riwayat keluarga (+). hipersegmentasi sel PMN. 2. Kelainan glikolisis: def. hemoglobinuria dan nocturnal paroksismal./: folat 1 – 5 mg 4 x tab I ( oral ). B12 < 100 pg/ml. Kelainan membran: sferositosis herediter. Gangguan metabolisme karena obat – obatan. • • gangguan sistem imun: autoimun anemia hemolitik. Anemia makrositik ( anemia megaloblastik ) 1. def. 2. • • eritrosit ( . dinding sel abnormal pada sumsum tulang. epo. keganasan dan dialisis ). ekstrinsik. Hemoglobinopati: anemia sel sabit. MCV ≥ 100fmol / lt. B12 1000 mg / hari ( IM ). selama 5 – 7 hari. Kelainan enzim: def. G-GSF-. 13 . neutrofil hipersegmentasi. Th. • • sitopenia. B12./: transfusi. Pansitopenia. BMT. Th. glukosa 6 phosphat dehidrogenase ( D6PD ). Kemudian dilanjutkan satu (1) kali sebulan. Anemia hemolitik 1. Sindrome mielodipsiplastik.Aplasia sel eritrosit murni. CID. asam folat. ↓ B12 • • • malnutrisi. Makroangiopati: ITK. limfoproliferatif disease dan intoksikasi. makroovalosit.) prekursor pada sumsum tulang. methemoglobinemia. ↑ kebutuhan ( kehamilan. Th. anoreksia dan lansia )./: timectomi + imunosupresi.

imunoglobulin ( iv ) dan transfusi darah. limfositik kronis. • Oksigen: 2-5lt/i. insulin resistensi: jangan berlebihan memberi insulin. hipertensi: > 140/90 HATI – HATI. faktor VIII C. 5. Ca antagonis. Th. DIABETES MELLITUS • < 20 tahun: DM tipe I. padang ( riwayat makanan manis / bersantan ). sex nyaman. olah raga + kontrol.• • • Infeksi: plasmodium. ± angina. 18. • Operasi: splenektomi. KGD post 2 jam makan: ≥ 180 mg/dl + HbA1c↑8%. 3. splenomegali. 7. inhibitor: growth inhibitor ↑↑. • Hidroksiurea: anemia sel sabit 20 – 30 mg/kgBB ( dosis tunggal ) oral. 16. platelet hiperagregation: normal jika diberikan Aspirin. 2. Usahakan 2 UI per hari. 12. ras: India. atau target: (KGDpuasa+KGD2jpp)/2. 15. tiklopidin. fibrinogen: < 1./: allopurinol./: klofibrat/bezafibrat. 20. genetik. Th. LVH Th. age: hati – hati usia > 50 tahun. 6. inactivity: BMR 300 kal/hari. klostridium dan borrelia. Tanda – tanda anemia hemolitik: icterus + splenomegali. KGD < 160 mg/dl. 19. 17.5 gr/dl ↑. 13. stres tidak ada. TD< 150mg/dl. GIGULOCHIPS SAF3ARIL: 1. HDL> 45mg/dl. Hipersplenisme. 10. Luka bakar. obesitas: BMI<25 atau BBR < 110%. free radical: berikan antioksidan. 11. LDL<130mg/dl. 8. Ca antagonis. 14 . 4. glucose: HbA1c < 7 %. Penatalaksanaan: Gaya Hidup Sehat. 9. cigarette: ROKOK stop. prostacycline. uric acid: < 6 mg/dl > agregasi trombosit th. • Analgetik./: ACE inhibitor. > 20 tahun: DM tipe II. lipid: KT<200mg/dl. cth./: prednison inj.: NO. stanazol. ± gagal jantung. Penatalaksanaan: • KS: prednison. Anemia hemolitik autoimun • • icterus. • Pasti DM KGD puasa ≥ 120 mg/dl. 14. leukemia. alkohol abuse: stop.

Therapy: • BB ↓: insulin 3 x 4 Unit. gagal. 3 x 6 Unit s/d 10 Unit. bila (1) sampai (3) pasien sadar dan tidak ada tanda krisis hiperglikemia. KGD: 500 – 750 mg/dl regulasi lambat: ( angka depan KGD x 2 Unit ) / 3 kali sehari. Posisi semi prone. Anti dotum spesifik Racun Opium Paracetamol Sianida ( HCN ) Organofosfat SA maksimal 100 mg/ hari. minyak tanah dan minyak mentah. pucat dan kulit kering. beri glukagon. ataupun pasien telah sadar 3 x 8 Unit ( Sub Cutan ). • BB naik: metformin 2 – 3 x tab I ( 500 mg ). Badan harus hangat dan digerak – gerakkan. berikan insulin 3 x 4 Unit ( Sub Cutan ). Sampai dengan KGD < 250 mg%. 3. Anti dotum Naloxon Sisteamin. KGD > 800 mg/dl regulasi cepat: (angka depan KGD – 1) x 4 Unit / jam. kemudian periksa lagi KGD / jam. Penatalaksanaan: IVFD NaCl cor 3 fls / jam. 15 Logam berat: Besi Arsen Air raksa Tembaga Timbal .5 – 5 mg / hari. metionin Dikobalt edetat (ketocyanor) SA 2 mg (iv) / 5 – 10’ + kumbah lambung (manual/ otomatis) atropinisasi ± pralidoksim 30 mg/ kgBB/ iv atau obidoksim (toxogonin) 0. 2. Desferoksamin Dimerkaprol N – asetil penislamin D – penisilamin. atur pemberian bila perlu. bila KGD > 200 mg % • BB normal: glibenclamide 2. KGD: 300 – 450 mg/dl regulasi IM: 10 Unit 1jam kemudian 6Unit/jam(IM). IVFD menurut Daldiyono/rehidrasi akut atau Holiday Segar. KERACUNAN • • • • kumbah lambung kecuali parafin. 4. Krisis Hipoglikemia • keringat dingin + banyak.3mg/ kgBB/ im ± barbiturat/ diazepam (anti konvulsif). IVFD D5% cor 2 fls + 50 cc D50% ( iv ) Krisis hiperglikemia pasien tidak sadar. dimerkaprol Kalsium disodium edetat thymcal 4 x cdt I. asetilsistein. berikan: 1.

olah raga. KT ↑ dan T (N)/↑. T normal: Th. + ketotifen + Cipro. • LDL ↑. lemak ↓ dan olah raga teratur. Saran: operasi. Th./: • • non farmakology: sayuran nabati ↑. Th. Epistaxis. A Reductase inhibitor ( statin ): simvastatin 5 mg 3 x tab I atau atorvastatin 1 x tab I ( 10 mg ). Ringan: theofilin / terbutaline syr./: OBH. Metanol. HDL > 45. LDL < 120. Asma/ sesak nafas: • • • • • • • • • • akut: salbutamol + dexa/prednison + Cipro ± O2. o Niasin biocholes 3 x tab I (juga menurunkan VLDL dan menormalkan HDL). Th./: asam fibrat ( gemfibrozil ) 600 mg 2 x tab I + nikotinat (biocholes). Sedang: aminofilin 1 amp/200cc NaCl/Rl + inj./: statin ± fibrat ± nikotinat. 16 Efusi pleura. T < 180. Farmakology: vitaslim 3 x tab II ½ jam ac. Hemoptisis. ↑ asam oleat dan linoleat. sanadryl atau ambroxol + vit.Sambungan tabel antidotum spesifik…. Trachea stenosis . steroid + analgetik opioid seperti ketorolac atau tramadol./: o resin pengikat asam empedu: 3 x sachet I (viusid) o HMG Co. LDL ↑. asam tranexamat + antitusif.. etilen glikol Anti depressan trisiklik Antikoagulan kumarin etanol Fisostigmin Vitamin K OBESITAS Th. ↑ sayuran dan buah – buahan. THORAKS Perhatikan pemeriksaan fisik thoraks. Dexa./: diit. C ± Cipro/ eritromisin 500mg. HIPERLIPIDEMIA Normal: KT< 200. Berat: th./: sedang + nebulisasi ( albuterol 4 – 8 semprot / 20’ ) Asma pada gangguan jantung: heptaminol (Cariamyl). • VLDL ↑. hewani ↓. Th. torakosintesis + Cipro. tampon anterior ( bila anterior ) atau tampon posterior / bellock (bila posterior). • VLDL ↑ dan T ↑.

02 mg/dl. 17 . retikulosit: 0. 9. eritrosit: ♂ 4. b. 6. eritrosit: < 2 lpk.3 – 3.000 /µl. b. Kristal:0. 7. 5. 7. ♀< 20 mm/jam. 2.0 mg/dl. telur dan cacing:0. 2 jam PP: 0. d. trombosit: 150.5 – 2. skatol. 3. 10. 11. berbentuk.000 – 400. keton: 0. e. ♀ 4 – 5 juta/µl.5 mg/dl. 8.005 – 1. 2. urobilinogen: 0.0. c. Feses rutin 1. 7. warna: kuning kecoklatan. Hb: ♂ 11 – 12 gr%. c. Netrofil batang: 2 – 6 %.5 %. protein: < 6 mg/dl. f. warna: jernih kekuningan. 4.000 /µl. reduksi: 0. bau: indol.5 juta/µl. 5. 4. Basofil: 0 – 1 %. hitung jenis leukosit ( diff. ♀ 37 – 43 vol %. 5. 2. 3. Ht: ♂ 40 – 48 vol%. Bj: 1. Monosit: 2 – 8 %. bakteri: 0. Limfosit: 20 – 40 %. pH: 4. 3. ♀ 12 – 14 gr%.030. Urin rutin: 1. bilirubin: < 0. 6. 8. lendir. leukosit: 5000 – 10.5 – 8. LED: ♂ < 10 mm/jam. konsistensi: lunak. sedimen: a.3 – 1.tel): a. Leukosit: 3 – 4 lpk. leukosit: 0. 4. Netrofil segmen: 50 – 70 %. darah dan parasit: 0. eritrosit: 0.5 – 5. eosinofil: 1 – 3 %.LABORATORIUM Pemeriksaan Rutin ( berdasarkan nilai normal ) Darah rutin: 1. 6. glukosa: 0.

4. oksalat ↑. kultur darah. ↓ Feritin. ↑ LED. leukositosis. hiperlipid.).5mg/dl. hiperlipemia. TSH ↑. serology. 2. hipoalbumin. ATEROSKLEROSIS (as). hematuria. urine ↓. piuria. penyakit kronis: ↓ Fe. hipotiroid: ↓ FT3. CRP ↑. • Hiperkolesterolemia. Nefrotik syndrom: proteinuria. ASTO(+).3. AP ↑. kultur darah. Thyroid: 1. kreatinin ↑ > 0. foto thoraks. ↓ Feritin. 6. basal urea nitrogen ( BUN ) darah dan darah / urin rutin. 3. MCV/eritrosit > 13. 2. bilirubin ↑. HbA1c↑. vol. 3. Anemia Hb ↓. kolelitiasis: kolesterol ↑. hipertiroid: ↑ FT3. nefrolitiasis: Ca ↑. gagal ginjal kronis:pH < 5. 2.F. ASTO (+). ↑ TIBC. ↑ bilirubin ( ↓ B12 ). 2. eritrosit abnormal. neutropenia. retikulopeni. Fe/TIBC < 1/6. • Trigliserida ↑. hemolitik: G6PD ↓. • Inaktifitas fisik. TSG ↓. neutropeni. 3. ISK: leukosituria. LED ↑. def. 1. Sirosis hepatis: poin 1 + trombositopenia. K. 5. RS: Leukositosis. Ht ↓.C3 (+). 18 . ↑ LDH. JANTUNG Pemerikasaan penunjang: EKG. 1. ↓ FT4. • Faktor genetik: pria > wanita. • Merokok. gagal ginjal akut: sedimen urin ( + ). SGOT ↑. PMN ↑. GN: ANCA (+). • Kegemukan (obesitas).9 mmol/ lt). hipoalbuminemia. ↑ FT4. hepatitis akut/kronis/gagal ginjal: albumin ↓. besi: ↓ Fe. Rheumatic Fever: LED ↑. Lebih lanjut lihat bagian Anemia Hati. megaloblast: ↓ folat. SGPT ↑. 5.Penyakit – penyakit Ginjal: 1. keton ( . proteinuria. 2. • Hipertensi. uric acid ↑. ↓ TIBC. pH abnormal. Biopsi sinovium. trombopeni. • DM.Ca darah ↑ ( elektrolit ) dan lipid ↑. anti GBM (+). bakteriuria. hematuria. HDL ↓↓ (< 0. bilirubin ↑. 1. lipiduria. aplastik: leukopei. PT ↑.5 gr/hari. • Stress. RA: RF ( + ). 4. Leukositosis. protein > 3.

berkeringat hebat. badan kurus tinggi dan jari tangan/ kaki panjang. Lab. • Wide fixed tree. kiri. Infark Miokard Nyeri dada ↑↑. dekompensasi. • Panel jantung. kiri.9% 30 gtt/i. • Heparin slow dose. • Aktifitas fisik. troponin T. • • • aspirin atau antiplatelet lainnya. Th. muntah./: • O2 10 cc/i. interventrikular bergerak paradox. Etalase). • EKG: deviasi QRS ke kanan. Nitrogliserida ( ISDN / ISMO ). Β blocker ASD: lubang di atrium + hiperaktifitas ventrikel kanan. • TIA dan Infark otak. syok (fibrilasi ventrikel). mual. • Alkohol (kadang – kadang). • VSD/ ASD: sianosis pada sindrom eisenmenger. muka biru. • Bising parasistolik regurgitasi mitral (primum) ± prolaps mitral (secundum). Akut: aritmia.Gejala: • Angina pectoris dan infark miokard. • Echo: dilatasi ventrikel kanan + sept. Nyeri dada / angina. S. • ISDN 2 tablet 3 x tablet I. • Foto thoraks: kardiomegali A/V kanan + hipertensi pulmonal (pruned tree). S. • Bising mid distolik di ICR IV P. • Aspirin 1 tablet 3 x tablet I. • Claudicasio intermittens (peny. • Cepat lelah. • Tidak ada thrill. • Ada thrill. CK-MB. Pencegahan: • Diet sehat. • Bising sistolik ejeksi halus ICR II P. gelisah dan takut mati (takikardia). • Cepat lelah + takipne/ 19 ./: EKG. VSD: lubang di ventrikel + hiperaktifitas ventrikel kiri. hipertrofi ventrikel kanan dan RBBB. • IVFD NaCl 0.

• Klik sistolik dini. gelombang P lebar dengan Notch di lead II dan prominen gelombang P negatif pada lead VI. Foto thoraks: kardiomegali ventrikel kiri. • Bising sistolik di sela iga II kiri atau kanan. berkurang permukaan katup mitral. • Foto thoraks: atrium kiri membesar. • Bising sistole (di daerah mitral. • Paroxismal nocturnal dyspnea. axila sampai dengan punggung. EKG: hipertrofi ventrikel kiri ± atrium kiri. pembesaran atrium kiri dan dilatasi paska stenosis aorta ascendens. • EKG: dilatasi atrium kiri. P mitral dan hipertrofi ventrikel kiri. • EKG: hipertrofi ventrikel kiri dan perubahan segmen ST-T. • Bisa dibantu dengan: cross section untuk penutupan katup mitral atau ulse doppler echocardiorhapy. • Bising diastole (rumbling). Stenosis aorta. PENYAKIT KATUP Stenosis Mitral Blok aliran darah dari atrium karena katup mitral tidak terbuka sempurna saat diastole. vegetasi kalsifikasi anulus atrium. 20 . • Bising M1 dan P2 mengeras. ruptur chordae. • EKG: AP. kiri. • Echo: E-F slope mengecil di anterior leafled katup mitral. • Foto thoraks: pembesaran atrium dan ventrikel kiri. vena pulmo membesar pada basis jantung dan terdapat tanda – tanda pembendungan. • Kadang keluhan tidak ada. • Foto thoraks: kalsifikasi katup aorta. • Mitral facies. S. Refluks darah dari ventrikel ke atrium karena katup mitral tidak tertutup sempurna saat sistole. • Opening snap. Insufisiensi/ regurgitasi mitral. • Echo: penebalan septum interventrikular. menjalar ke leher/ apeks.• • • • Bising sistolik di ICR III/ IV P. • Echo: dilatasi atrium dan ventrikel kiri. perubahan pergerakan katup posterior dan penebalan katup (fibrosis) dan multipel mitral valve echo akibat kalsifikasi. penebalan dinding posterior ventrikel kiri dan kadang kalsifikasi penebalan katup aorta. Nadi tardus/ parvus. Bising mid diastolik di daerah mitral.

Paulanka. • Foto thoraks: pembesaran ventrikel kiri. o KS: dexamethasone PO. • Bising diastolik garis sternal kiri bawah/ apeks (organik).5 cc 1: 1000 cc s/d shock hilang (bisa diulang 10-15’/ max. • Echo: ventricullar volume overload. IVFD RL/NaCl/D5% Gagal jantung: Diuretik ( furesemida ). • Bising diastolik garis sternal kanan bawah/ apeks (dilatasi pangkal aorta). edisi ke-3. 2. • Sesak nafas >> gagal jantung. 2008. SHOCK • • Th. 2007 21 . • Echo: volume meningkat pada ventrikel kiri dan gerakan septum dan dinding posterior ventrikel hiperkinetik. • EKG dan Foto thoraks: normal. Lippincott William & Wilkins. Akut • Mendadak./: • • • • • ringan sedang: kesadaran baik. 3 kali). Pocket Medicine. Communicable disease control. Manitoba. electrolytes and acid-base imbalances. Sabatine. edisi ke-3. o Urticaria: Difenhidramin 50 – 100 mg im. Handbook of fluid. kronis • Paroxismal norturnal dispnea. Gagal. • Daftar rujukan: 1. Anafilaksis: o Adrenalin iv 0. elongasi aorta. Berat: kesadaran hilang kaki ditinggikan. • Bising diastole melemah. Mark S. • Irama gallop. kepala tanpa bantal. Nifedipin. pembesaran atrium kiri. Dilatasi pangkal aorta dan merupakan penyakit katup organik.5 – 5 mg / kgBB /i + D5% 500cc. Betty J. berikan CV syst Levophed 4 – 8 mg + D5% 500cc/drips. Joyce LeFever Kee. O2 5 – 10 lt/i. Cengage Learning 3. Sepsis: levofloxacin inj + Dexa inj ± dopamin 2. Protocol for management of suspected anaphilactic shock. 2010 Delmar. Carolee Polek. 4. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UI.Insufisiensi/ regurgitasi aorta. Gagal. hidroxyzine 3 x 25 mg PO. • Nadi besar. • Bising mid late diastole (austin flout). • EKG: hipertrofi ventrikel kiri + strain.