Anda di halaman 1dari 126

PANDUAN KETERAMPILAN KLINIK

BEDAH MINOR
Dr I GEDE ARDITA SpB FINaCs

2 Mei 2009

PENJAHITAN LUKA

1. TUJUAN

Mahasiswa mampu melakukan penutupan luka kulit, dengan berbagai jenis jahitan :
Jahitan Jahitan Jahitan Jahitan terputus sederhana matras vertikal jelujur sederhana jelujur subkutikuler

Dan membuat simpul :


Menggunakan dua tangan Menggunakan satu tangan Menggunakan istrumen

2. ALAT YANG DISIAPKAN

1. Alat pelindung diri (APD) Google Masker Tutup kepala Apron 2. Meja instrumen 3. Duk steril 4. Spuit 3,5 dan 50 cc 5. Jarum suntik 25 G, 19 G 6. Anestesi lokal 7. Mangkok kecil 8. Povidone iodine 1 % 9. Benang jahit 10. Jarum jahit 11. Na Cl 0,9% 12. Kasa steril 13. Plester / verband

14. Instrumen : a. Pinset anatomis b. Pinset chirurgis c. Needle holder d. Gagang pisau e. Pisau no 11,15,20 f. Gunting benang g. Gunting jaringan h. Klem vaskuler lurus dan bengkok i. Kocher j. Alies klem k. Salep antibiotika topikal ( tulle ) l. Towel clamps / duk klem. m. Retraktor / hook tidak bergigi, bergigi n. Pengait kulit.

3. PELAKSANAAN

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan,termasuk hasilnya yang mungkin terjadi ( jar. Parut ) informed consent 2. Periksa keadaan pasien : Riwayat alergi obat Status immunisasi ( pada trauma ) Fungsi motorik dan sensoris didaerah yang akan dianestesi. 3. Gunakan APD 4. Cuci tangan secara surgical scrub. 5. Pakai sarung tangan steril 6. Tindakan asepsis, daerah operasi dengan kasa + povidone iodine, secara melingkar dari dalam keluar

7. Pakai sarung tangan steril 8. Tindakan asepsis, daerah operasi dengan kasa + povidone iodine, secara melingkar dari dalam keluar 9. Pasang duk steril 10. Lakukan anestesi lokal,

LOKAL ANESTESI

11.

Siapkan alat untuk menjahit luka : Pasang benang pada jarum, apabila menggunakan jarum traumatik,(Pada jarum atraumatik, tindakan ini tidak perlu dilakukan), dengan memegang jarum dengan needle holder pada perbatasan bagian 1/3 bagian distal dan 2/3 bagian proximal.

12. Lakukan insisi


Insisi dan arahnya :
1.

2.

3.

Insisi harus cukup panjang Insisi dibuat hanya dengan satu sayatan Arah insisi harus direncanakan dengan teliti

Membuat insisi
1. 2.

3.
4. 5.

Kulit disayat dengan satu gerakan memakai mata skalpel yang tajam Untuk insisi yang panjang dan lurus, gagang skalpel dipegang seperti menggenggam pisau. Untuk insisi yang kecil dan rumit, gagang skalpel dipegang seperti memegang pena. Insisi harus tegak lurus pada kulit Pinset jangan digenggam, tetapi dipegang ditangan kiri diantara ibu jari dan telunjuk

PADA LUKA : 1. Lakukan pencucian luka ( pada trauma ), dengan NaCl 0,9% dengan siring 50 cc, sekitar 250-500 ml. 2. Pada luka trauma (tepinya tidak teratur) dilakukan: a. debridemen dengan gunting jaringan atau pisau bedah.Tepi luka yang tidak teratur di diseksi, menggunakan pinset anatomis ( tanpa gigi ) pada tangan kiri dan pisau bedah pada tangan kanan.perdarahan yang terjadi dirawat dengan klem vaskuler, kemudian diikat dengan benang absorbable ( chromic gut 3-0 ). b. eksplorasi untuk mencari adanya benda asing atau kerusakan jaringan yang lebih dalam.Lakukan sambil mencuci luka dengan NaCl 0,9%. 3. Apabila pada luka akibat trauma, terdapat kerusakan struktur lebih dalam ( tendon,saraf, sendi ), konsul.

PEMBERSIHAN LUKA DENGAN PEMBEDAHAN DAN JAHITAN TERTUNDA

CARA MEMEGANG ALAT

13.
14.

15.

Dengan pinset chirurgis, jaringan subkutan dipegang pada tepi luka. Mulai menjahit jaringan subkutan pada tepi luka disisi anda,dengan menusukkan jarum dari arah dalam keluar; kemudian menjahit jaringan subkutan pada tepi kulit diseberangnya dari luar kedalam; menggunakan benang absorbable, sehingga simpul berada dibagian dalam. Buat beberapa jahitan sehingga cukup mendekatkan tepi-tepi luka.Gunakan jarum dengan ujung runcing dan badan yang bulat. Kemudian, lakukan jahitan untuk menutup kulit, dengan teknik penjahitan yang dipilih.

MACAM-MACAM JAHITAN

Jahitan Jahitan Jahitan Jahitan

terputus sederhana matras vertikal jelujur sederhana jelujur subkutikuler

a. Jahitan terputus sederhana

1. Tangan kanan memegang needle holder, tangan kiri memegang pinset chirurgis.

2. Tarik tepi kulit menggunakan pinset chirurgis, dan tangan kanan dalam posisi pronasi dengan ujung jarum tegak lurus kulit dengan jarak 5 10 mm dari tepi luka.

3. Putar pergelangan tangan ( gerakan supinasi ) sehingga jarum menembus kulit pada satu sisi luar kulit dan keluar pada sisi dalam. Ikuti kelengkungan jarum sehingga jarum juga menembus sedikit subkutan untuk mencegah inversi kulit saat penyembuhan. Dorong terus jarum sehingga menembus kulit tepi luka yang lain.

4. Saat jarum menembus sisi pertama tepi luka, jepit tepi luka menggunakan pinset. Saat jarum akan menembus sisi kedua lakukan reposisi piset,dengan menjepit tepi luka yang berlawanan / tepi luka kedua.

6. Saat jarum menembus jaringan pada sisi berlawanan, jepit ujung jarum dengan pinset, lepas pengunci klem pemegang jarum sehingga lepas; pindahkan needle holder keujung jarum yang menembus kulit, kemudian jarum ditarik mengikuti kelengkungannya. Pastikan bahwa jarak antara tempat masuk dan keluar jarum dengan tepi luka serta kedalaman jahitan pada kedua sisinya adalah sama.

7. Kemudian dibuat simpul,paling sedikit 3 simpul dan diletakkan pada tepi luka.

8.

Potong sisa benang menggunakan gunting benang.Posisi bilah gunting melengkung keatas, pegang gunting secara horizontal. Letakkan gunting pada pangkal sisa benang, kemudian putar hingga posisi gunting menjadi vertikal, lanjutkan dengan pengguntingan.

9. Lakukan seluruh prosedur penjahitan sehingga seluruh luka tertutup. Pastikan jarak tiap-tiap jahitan sama panjang.

b. Jahitan matras vertikal

1.

2.

3. 4.

Lakukan jahitan pertama dan kedua dengan jarak yang jauh dari tepi luka ( far-far ). Setelah jarum menembus sisi seberang luka, balik arah jarum, jahitkan kembali pada dekat tepi luka menembus kulit sisi pertama ( near-near ). Buat simpul, kemudian potong sisa benang. Prosedur diatas diteruskan sehingga seluruh luka tertutup.

c. Jahitan jelujur sederhana

1.

Buat jahitan terputus sederhana pada ujung luka. Simpulkan.Potong sisi benang yang tanpa jarum.

2. Tanpa memotong benang yang terpasang pada jarum, lanjutkan jahitan secara jelujur pada sepanjang luka

3.

Pada jahitan terkahir, buat simpul pada sisi yang berlawanan dari simpul pertama menggunakan instrumen. Simpulkan benang yang difiksasi dengan loop benang jahitan sebelumnya.

d. Jahitan jelujur subkutikuler

1.

2.

3.

4.

Masukkan jarum melalui kulit pada puncak luka menembus jaringan subkutan dan akhirnya keluar melewati retikuler dermis pada puncak luka. Buat simpul square knot 5 kali. Potong benang yang pendek. Benang dengan jarum, dilanjutkan untuk jahitan subkutikuler. Masukkan jarum horizontal dari tepi luka melewati dermis.Setelah keluar dari dermis, posisi tusukan berikut ditentukan dengan menarik benang ke arah berlawanan dari jahitan sebelumnya. Lakukan jahitan horizontal pada dermis sisi kulit yang berlawanan.Tarik benang dengan lembut sehingga tepi luka bertemu. Lakukan secara kontinyu pada sepanjang luka. Pertahankan jarak antar jahitan kurang dari 3 mm.

5. Letakkan jahitan terakhir pada apex luka, sisakan loop untuk membuat simpul. 6. Buat simpul square knot menggunakan loop dan sisi benang. Potong sisa benang.

SIMPUL

1.

Simpul Dua Tangan ( Square Knot )

2. Simpul Satu Tangan ( Square Knot ) 3. Simpul Dengan Alat ( Surgeons Knot )

JENIS SIMPUL

Granny knot Square knot

Surgeon knot

Square knot

MEMBUAT SIMPUL

a. Membuat simpul dengan dua tangan

b. Membuat simpul dengan satu tangan

c. Membuat simpul dengan atu tangan

d. Membuat simpul dengan instrumen ( surgeon knot )

MENGANGKAT BENANG JAHITAN

TUJUAN :

Mahasiswa mampu mendemontrasikan pengangkatan benang jahitan pada alat peraga.

PERALATAN

Pinset anatomis / bergigi Gunting benang Bengkok Ring tang Kasa steril Cairan antiseptik ( Povidon iodine )

PELAKSANAAN

1.

2.
3. 4.

5.

6.

7.

Simpul jahitan ada pada satu sisi luka Pegang kasa steril dengan ring tang Celupkan kasa steril kedalam povidone iodin Hapuskan pada semua benang jahitan;maksudnya untuk membersihkan benang jahit dan mengurangi debris yang akan ikut masuk saat benang ditarik keluar. Tarik simpul dengan pinset keatas sehingga sebagian benang yang tertanam dalam kulit sedikit terangkat,cukup untuk memasukkan ujung gunting benang. Masukkan ujung gunting diantara benang dan kulit, dibawah simpul; lalu lakukan pemotongan benang. Tarik benang kearah sisi simpul tadi, sehingga benang terlepas.

ANESTESI

Obat-Obat Anestesi
Nama Obat Masa Kerja Dosis Maks Konsentarsi yg dianjurkan
Prokain (Novocaine) Lidokain (Xylocaine) Bupivakain (Marcaine) 1 jam 700 mgr 5%- infiltratif & blok medan 2%-blok saraf 0,5%-infiltratif & blok medan 1%- blok saraf 0,25%-infiltratif & blok medan 0,5%- blok saraf

3 jam

300 mgr (7 mgr/kg BB) 175 mgr

8 jam

Teknik Anestesi

Yg sering dipakai : 1. Anestesi infiltrasi :


Dengan jarum No 25 30,suntikkan sedikit obat anestesi intrakutan sehinga kulit menggelembung Tusukan kmd diperdalam smpingan subkutis, dan obat anestesi disuntikkan sekitar daerah operasi Bila daerah operasi cukup luas,dipakai jarum no 22 yg lebih panjang ( 2 3 inchi ). Lakukan aspirasi setiap mamsukkan jarum,utk mencegah obat masuk intravaskuler

2. Blok medan ( field block ):


Bila :
diperlukan daerah anestesi yg luas Dibutuhkan beberapa infiltrasi terpisah.

Suntikan sedikit lidokain yang diencerkan ( 0,5% atau 1% ) sepanjang batas daerah anestesi shg kulit menggelembung. Pada gelembungan kulit ini dimasukkan jarum no 22 searah dengan batas daerah anestesi,subdermal, Dengan cara ini,dapat diblok daerah yg luas

1. Blok-jari tangan / kaki

Anestesi blok ini sering digunakan :

Nervus digitalis berjalan dekat pada tulang,agak ke sisi volar. Disuntikan sedikit obat anestesi pada kedua sisi jari tepat bagian distal dari sendi MP, smp kulin menggelembung Tusukkan jarum kearah letak saraf dan injeksikan sedikit obat anestesi didaerah ini, kmd dilakukan infiltrasi dengan pola seperti kipas. Jangan memakai obat anestesi yg mengandung vasokonstriktur,krn bisa iskemi berat dan gangren. Untuyk mengurangi perdarahan dapat dipasang turniket, tidak lebih 30-40 menit

2. Blok infra-orbital anestesi pada daerah malar (gb.4-4) Tepi infraorbital diraba sekitar 1 inch dari grs tengah muka diraba. 1 cm dibawah tempat ini disuntikan sedikit obat anestesi smp kulit menggelembung. Jarum kmd diarahkan ke foramen,dan semetra jarum maju disuntikan obat anestesi sekitar 2 mililiter Ketika jarum sampai di foramen ( penderita merasa parestesi pada distribusi saraf infraorbital.Tambahkna 0,5ml obet anestesi

3. Blok mental, untuk : Tindakan pada rahang atau bibir bawah. Foramen mentale kira2 1 inchi dari grs tengah muka,dimandibula bagain tengah (gb.4-5) Tusukkan jarum disebelah laterosuperior foramen,saat jarum maju suntikkan obat anestesi Pada saat smppada saraf (terasa parestesi),tambahkan 1 ml obat anestesi. Tusukkan jarum sedikit masuk kedalam foramen, injeksikan lagi 0,5 ml.

4.Blok interkostal :

5. Blok pada ankle :

tindakan anestesi didaerah thoraks bawah dan abdomen atas.(gb 4-6) Utk menghilangkan nyeri akibat fraktur tulang iga. N. tibialis posterior dan anterior di blok setinggi maleoli Untuk memblok N.tibialis,tusukkan jarum ke tulang diantara tendon tibialis anterior dan posterior halusis longus,kmd masukkan 2-5 ml obat anestesi. Untuk N tibialis posterior ,jarum ditusukkan pada sisi medial pergelangan kaki , tepat dimedial tendo kalkaneus.(gb- 4-9)

TERIMAKASIH