Anda di halaman 1dari 0

STUDI MEKANISME LONGSORNYA KEMBALI (RE-SLIDING)

BREKSI VOLKANIK DI ATAS BATULEMPUNG;


STUDI KASUS LONGSORAN DI DAERAH GOMBEL
KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH





TESIS
Karya tulis sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister dari
Institut Teknologi Bandung





Oleh :
Anan Iskandar
NIM : 22003007
Program Studi Teknik Geologi












PROGRAM MAGISTER TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS ILMU KEBUMIAN DAN TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2006


ABSTRAK

Lokasi penelitian terletak di daerah Gombel, Kota Semarang bagian selatan, J awa Tengah.
Daerah tersebut sejak zaman dahulu telah sering mengalami kejadian longsor. Tercatat pada
tahun 2002 dan 2006 telah terjadi longsor yang mengakibatkan kerugian cukup besar.

Daerah penelitian disusun oleh batulempung Formasi Kerek (Tmk), napal Formasi Kalibeng
(Tmpk). Kedua formasi tersebut ditutupi secara tidak selaras oleh breksi volkanik Formasi
Kaligetas (Qtkg) dan Konglomerat Formasi Damar (Qtd). Struktur geologi yang berkembang
di daerah penelitian adalah sesar yang berarah barat-timur dan menerus ke arah tenggara.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, terlihat bahwa longsoran sering terjadi pada
batulempung atau kontak antara batulempung dengan breksi volkanik. Longsoran yang terjadi
termasuk jenis longsoran tunggal (single slide) dan longsoran berganda (multiple slide). J enis
gerakan longsoran termasuk jenis gelinciran (slides) dan robohan (topples). Penyebaran
longsoran di daerah Gombel lama yaitu arah baratlaut-tenggara, sedangkan arah longsoran
umumnya ke arah baratdaya. Longsoran yang terjadi merupakan longsoran berulang (re-
sliding) dari longsoran yang sebelumnya pernah terjadi dan cenderung berkembang ke bagian
atas lereng (retrogressive failure).

Berdasarkan analisis sifat keteknikan menunjukkan bahwa batulempung termasuk jenis
lempung lanauan yang mempunyai sifat plastisitas tinggi atau termasuk dalam klasifikasi CH
(clay high plasticity). Sementara itu hasil analisis XRD (X-Ray Diffraction), terlihat bahwa
batulempung mengandung mineral kaolin, kuarsa dan montmorilonit. J enis mineral yang
terakhir ini telah dikenal mempunyai sifat mengembang (swelling).

Mekanisme longsoran yang terjadi umumnya diakibatkan oleh penjenuhan airtanah pada
batuan breksi volkanik yang tertahan oleh lapisan batulempung yang bersifat impermeable.
Akibatnya, batuan mengalami peningkatan tekanan pori dan lebih lanjut dapat mengurangi
i
kekuatan gesernya. Disamping itu, hal lain yang dapat memicu terjadinya longsoran di daerah
penelitian adalah kemiringan lereng yang relatif tinggi serta pemotongan di bagian bawah
lereng.

Pemodelan yang dilakukan terhadap daerah yang sangat rentan terhadap kelongsoran, yaitu
Gombel Sari, Plasan Sari dan Tinjomoyo, menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan (FK)
kurang dari 1,2. Hal ini berarti bahwa di daerah tersebut sangat mudah terjadi longsor.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa longsor terus terjadi, walaupun masih dalam
skala kecil.
ii

ABSTRACT

The studied area is located at Gombel, southern part of Semarang area of Central J ava. This
area has been often suffering landslide problems, and it was noted that in the year of 2002
and 2006 a large landslide happened which caused a big damage.

The studied area consist of claystone of Kerek Formation (Tmk) and marls of Kalibeng
Formation (Tmpk). These two formations are uncorformable overlain by volcanic breccia of
Kaligetas Formation (Qtkg) and Conglomerates of Damar Formation (Qtd). Fault developed
in the studied area has east-west orientation which continues to the southeast.

Based on field observation, it was clear that landslides frequently occurred within the
claystones or at the contact between claystones and volcanic breccia. These landslides can be
classified as single slide and multiple slides type. Meanwhile, the types of movement of the
landslides are sliding and toppling. The landslides have northwest-southeast distribution with
the landslide direction to the southwest. It was identified that these landslides are re-sliding of
the old ones and retrogressively developed.

Based on engineering properties analysis showed that the rocks are consisting of silty clay
with high plasticity or classified as CH (clay high plasticity). Meanwhile, result of X-Ray
Diffraction analysis, it was found that some of claystone have clay mineral of
montmorillonite. This mineral is known as swell prone mineral.

The landslide in the studied area are usually caused by the increase of groundwater level or
saturation in volcanic breccia which are lower boundary of the impermeable claystones. As
consequences, the rocks suffered high pore pressure which could reduce their shear strength.
Another factor that influences the landslides mechanism is the high slope gradient, especially
due to undercutting of slopes.

Computer modeling has been conducted on some areas which are very prone to sliding, such
as Gombel Sari, Plasan Sari and Tinjomoyo, showing the values of safety factor of less than
1.2. this means that the areas are very easy to slide or slides actually should have happened.
iii