Anda di halaman 1dari 10

Alkisah....... Disebuah kota yang padat ada sebuah keluarga kecil bahagia sejahtera.

Mereka awalnya hidup di sebuah desa karena suatu hal mereka pindah ke kota tersebut. Keluarga tersebut mempunyai seorang anak perempuan bernama Wati. Seorang mahasiswa semester awal di sebuah universitas terkenal di kota tersebut. Pada suatu hari Wati sedang telepon ibunya. Wati : mbok, aku nanti pulangnya agak telat ya??? Mboke : kenapa nak??? Wati : ada tugas tambahan dikampus mbok. Belum mengakhiri percakapannya dengan sang ibu Wati pun menabrak seorang pria tampan, kaya, gaul dan membuat hati Wati berdebar-debar. Wati : maaf mas saya tidak sengaja Martin : lain kali kalau jalan pakai mata donk.. Wati : ya mas maaf.. Si martin pun marah sambil mengamati Wati. Sambil marah-marah Martin pun memperhatikan Wati dan mulai tertarik dengan Wati. Akhirnya mereka pun berkenalan. Martin : anak mana loe??? Wati : anak FKIP mas.. Martin : ooo anak FKIP... sapa namamu??? Wati : wati mas.. Martin : kenalin gue Martin.. Mereka pun bertukar no hp, akun fb, twitterdan pin bb Setelah sering berkomunikasi merekapun merajut jalinan asmara. Setelah menjalin asmara beberapa bulan Martin ingin mengajak Wati melakukan hubungan suami istri sebagai tanda cinta kasih mereka.. Martin : beb, kamu sayang kan sama aku? Wati : ya beb, aku sayang banget sama kamu Martin : kalau kamu benar-benar sayang sama aku kamu harus membuktikannya. Wati : kurang bukti apa lagi sih beb? Martin : mau gak kamu ML beb??? Sebagai bukti kalau kamu benar-benar sayang sama aku Wati pun kaget ketika ditanya seperti itu. Dan akhirnya Wati pun mau mengikuti ajakan Martin karena dia tidak mau disangka tidak sayang sama Martin. Akhirnya mereka melakukan hubungan seksual disebuah hotel di kota tersebut. Mereka melakukan atas dasar suka sama suka. Dan mereka melakukannya berulangkali. 3 bulan kemudian Wati pun tidak datang bulan. Karena khawatir, hamil akhirnya wati membeli testpack dan hasilnya positif. Karena panik dia akhirnya memberitahukan keadaannya kepada sang pacar. Wati : beb, bagaimana ini sudah 3 bulan aku tidak menstruasi, aku cek pake ini (testpack) hasilnya positif beb, ini hasilnya ( sambil menunjukkan hasil testpacknya) Martin : kamu positif hamil beb??? Tidak bisa ini harus digugurkan beb. Wati : bagaimana caranya beb? Martin : coba pake nanas beb Wati : udah beb, tapi gak berhasil ni bagaimana??? Martin : apa kita kebidan aja ya beb? Wati : bidan mana beb? Martin : sebentar aku tanyakan teman dulu Martin pun menghubungi Nisa teman gengnya yang pernah melakukan aborsi pada seorang bidan. Martin : sob, dulu kamu gugurin kandungan itu dimana? Nisa : di bidan Alice, sob. Martin : bisa minta alamatnya? Nisa : buat apa sob? Martin : aku mau gugurin kandungan pacarku sob Nisa : di Jl. Mongonsidi Gg. Baru IV no 13 sob, Makanya sob pakai pengaman biar gak jadi gitu.. Martin : ya ni sob. Makasih ya sob. Martin dan Wati pun langsung mencari alamat bidan tersebut. Setelah sejenak mencari mereka pun menemukan tempat praktek bidan Alice. Martin : permisi, saya mencari bidan Alice. Benar ini rumahnya ? Angel : iya benar, ada yang bisa dibantu mas? Martin : mau langsung ketemu bu bidan Alice aja bisa mba? Angel pun memanggil bidan Alice. Bidan : ada yang bisa saya bantu? Martin : begini bu bidan saya ingin menggugurkan kehamilan pacar saya. Saya akan bayar berapa pun yang ibu minta asal kehamilan pacar saya bisa digugurkan Bidan : bagaimana ya, aborsi itukan resikonya besar, apa udah siap kalau ada resiko apa apa? Martin : tolonglah bu saya benar-benar mohon hanya ibu yang bisa membantu kami. Kami masih samasama kuliah. Kami ingin menyelesaikan studi dulu bu baru menikah. Ini kami beri 10jt cukup gak bu?? Bidan : waaaahhh ini sih lebih dari cukup,ya kan mba angel? Angel : iya bu

Bidan : mba angel tolong ya disiapkan alat - alatnya Bidan pun meminta asistennya untuk melakukan pemeriksaan fisik awal. Bidan menyiapkan oksitosin 0,5 untuk di injeksikan kepada pasien. Bidan : ini saya beri suntikan mudah-mudahan bisa keluar. Tetapi harus disini sampai bakal janinnya keluar. Wati : iya bu Setelah 2 jam pasca injeksi wati pun mengeluh kesakitan dan mengeluarkan darah yang banyak. Martin pun memanggil bidan untuk membantu Wati. Setelah dicek ternyata sebagian hasil konsepsi telah keluar dan bidan pun melakukan eksplorasi untuk mengeluarkan darah dan jaringan yang mungkin tertinggal. Setelah bidan sudah yakin bahwa sudah tidak ada hasil konsepsi yang tertinggal mereka pun dijinkan untuk pulang. Sesampainya di tengah jalan wati mengeluh kesakitan dan mengeluarkan darah banyak hingga pingsan. Martin panik dan langsung membawanya ke rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit Martin mennghubungi orang tua Wati dan orang tua serta tante Wati pun langsung ke rumah sakit. Tante : bagaimana keponakanku nak? Martin : masih ditangani dokter tante. Bapak : kenapa bisa masuk rumah sakit? Martin : (gugup_ improve sendiri) sebelumnya maaf pak, kami berdua sudah berhubungan terlalu jauh sehingga wati hamil. Karena kami berdua belum siap menikah kami berdua memutuskan untuk melakukan aborsi pak. Tadi wati melakukan aborsi ditempat bidan, sebelum pulang dari tempat bidan wati sudah terlihat baik-baik saja tetapi saat diperjalanan pulang wati mengalami perdarahan akhirnya martin bawa wati kerumah sakit ini pak. bapak, ibu, tante : jadi selama ini wati hamiiiiiiilllll?????? Martin : ya pak, bu, tan.. Bapak : (terlihat emosi) apa yang kamu lakukan dengan anakku? Kenapa bisa terjadi seperti ini? Martin : Saya minta maaf pak. Ibu Wati pun langsung shock. Beberapa saat kemudian dokter datang untuk memberitahu kondisi Wati. Bapak : bagaimana keadaan anak saya dok? Dokter : kami minta maaf pak, bu.. kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi anak bapak dan ibu tidak berhasil kami selamatkan karena sudah kehilangan darah terlalu banyak. Ibu wati pun menangis histeris begitu pula dengan pacarnya. Tantenya merasa tidak terima dengan kematian keponakanya. Bapak : ini semua gara-gara kamu, kalau kamu tidak melakukan ini semua pada anakku, nyawa anakku tidak akan hilang. Martin : maaf pak. Maaf Saat mereka berbincang-bincang ada dua orang LSM yang kebetulan lewat. mendengar ada pertengkaran kemudian LSM tersebut menghampiri mereka. LSM 1 : ada apa ini pak? Perkenalkan kami dari LSM Surakarta Sejahtera, kami adalah lembaga swadaya Masyarakat yang bertugas melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang merugikan masyarakat. LSM 2 : maaf pak sebelumnya tadi kami tidak sengaja mendengar percakapan bapak dan keluarga tentang masalah yang sedang bapak hadapi. Apakah bapak dan keluarga menghendaki kami turut membantu masalah bapak. Bapak : iniii masak anak kami meninggal gara-gara dia. LSM 1 : tenang dulu pak, buk coba dijelaskan pelan-pelan. Tante : ini bu keponakan saya meninggal karena perdarahan akibat diaborsi. LSM 2 : ko bisa bu? Martin : ya bu, kami menggugurkan kehamilannya di bidan alice kemudian disuntik dan dikeluarkan darahnya setelah itu kita boleh pulang tetapi di tengah jalan pacar saya mengalami perdaran hebat LSM2 : sebaiknya dilaporkan saja biar tidak ada korban selanjutnya. Bapak ; ya ini harus dilaporkan kasihan kalau sampai ada korban-korban yang lain Ibu : ya biar bidan itu kapok biar ngrasain akibatnya telah membunuh anak saya. LSM1 : kami akan membantu sampai selesai . kami bantu sampai menang. LSM dan keluarga pun melaporkan bidan Alice ke polisi. Polisi pun menangkap bidan Alice. Keluarga bidan alice kemudian mencari bantuan ke IBI tetapi pihak ibi tidak bisa membantu dan disarankan ke MPEB tetapi setelah ke MPEB ternyata pihak MPEB juga tidak bisa membantu. Akhirnya keluarga bidan Alice menyewa seorang pengacara untuk membantu bidan alice. Setelah di introgasi dan dilakukan olah TKP sampai berkas P-21 akhirnya kasus di limpahkan ke pengadilan. (Situasi : Yang pertama sekali memasuki ruang sidang adalah: panitera pengganti. jaksa penuntut umum, dan penasehat hukum serta pengunjung, masing-masing duduk di tempat yang telah ditempatkan. Pejabat yang bertugas sebagai protocol (biasanya dilakukan oleh PP) mengumumkan bahwa Majelis Hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri,termasuk JPU dan PH. Setelah hakim duduk, semua dipersilahkan duduk oleh protocol. hadirin dipersilahkan duduk kembali. Hakim : sidang pengadilan negeri Surakarta yang memeriksa perkara pidana nomor 07/PID/2012/PTS atas nama terdakwa Bidan Alice pada hari Jumat tanggal 7 Desember 2012 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (sambil mengetuk palu sebanyak 3x). Hakim ketua bertanya ke JPU Hakim :apakah terdakwa siap untuk dihadirkan pada sidang hari ini ?

JPU 1 : bisa yang mulia PP : petugas dimohon membawa terdakwa masuk keruang sidang. Hakim : Apakah terdakwa dalam keadaan sehat dan siap untuk diperiksa? Terdakwa : siap yang mulia Hakim : apakah saudara terdakwa didampingi penasehat hukum? Terdakwa : saya ditemani penasehat hukum yang mulia. Hakim menanyakan kepada PH Hakim : apakah benar dalam sidang ini saudara bertindak sebagai Penasehat Hukum?? PH : benar yang mulia Hakim : tunjukkan kartu advokat saudara dan surat kuasa khusus. PH : (menyerahkan kartu advokat pada hakim) Hakim : (memeriksa berkas seraya memnolak-balik berkas) Hakim : silahkan kepada saudara penuntut umum membacakan surat dakwaan dan saudara terdakwa silahkan dengarkan dengan seksama. JPU 1 : membacakan surat dakwaan (terlampir) Hakim : apakah saudara terdakwa sudah paham tentang apa yang didakwakan? Terdakwa : sudah yang mulia Hakim : apakah terdakwa atau PH ingin mengajukan keberatan? Terdakwa : tidak yang mulia Hakim : baik, karena tidak ada eksepsi, maka sidang berlanjut ke sidang pembuktian. Silahkan untuk terdakwa kembali ke tempat duduk yang telah disediakan. Hakim : saudara penuntut umum sudah siap untuk mengahadirkan para saksi untuk hari ini? JPU2 : sudah yang mulia Hakim : saya persilahkan JPU 2 : saksi pertama adalah orang terdekat korban yaitu pacar korban. Kepada saudara martin saya persilahkan masuk. Saksi masuk dengan ditemani polisi. Hakim : kepada saudara saksi, apakah anda kenal dengan tersangka? Saksi 1 (martin): saya kenal yang mulia. Beliau bidan yang membantu pacar saya. Hakim : apakah anda dalam keadaan sehat dan siap untuk diperiksa hari ini? Saksi 1 (martin) : saya siap yang mulia Hakim : keberadaan anda disini adalah sebagai saksi. Anda wajib memberika keterangan yang sebenar2nya. Sekarang saya silahkan bersumpah menurut keyakinan anda. Saksi 1 (martin) : demi Allah, dengan ini saya bersumpah akan memberikan kesaksian yang sebenar2nya dan tiada lain dari yang sebenarnya. Hakim : silahkan duduk, saya ingatkan kembali bahwa saudara saksi harus memberikan keterangan yang sebenarnya, sesuai apa yang anda alami, anda dengar, dan apa yang anda lihat sendiri. Jika saudara saksi tidak mengatakan yang sesungguhnya saudara saksi dapat dituntut dengan kesaksian palsu. Baiklah saya mulai, apa benar bidan Alice telah melakukan tindakan aborsi pada pacar anda? Saksi 1 (martin) : benar yang mulia Hakim : saya persilahkan kepada JPU jika ingin mengajukan pertanyaan? JPU 1: saudara saksi, dimana posisi anda saat bidan Alice melakukan aborsi pada korban? Saksi : saya ada di sampingnya dan saya yang menemaninya. JPU 2 : apa benar bidan alice telah memasukkan obat-obatan yang pada akhirnya menggugurkan kandungan korban? Saksi : benar JPU 1 : kenapa anda bisa menyarankan korban ke tersangka, apakah sebelumnya tersangka sudah pernah melakukan tindak aborsi pada orang lain? PH : keberatan yang mulia, pertanyaan JPU menjerat saksi. Hakim : keberatan diterima, silahkan lanjut pertanayaan berikutnya. JPU 1 & 2 : pertanyaan saya selesai yang mulia Hakim : baik, kepada PH ada yang ingin ditanyakan? PH : ada yang mulia. Kepada saudara saksi, bukankah tindakan pengguguran itu keinginan pribadi korban? Saksi : benar yang mulia. PH : bukankah terdakwa sudah menjelaskan kepada anda waktu itu bahwa tindakan aborsi membahayakan keselamatan korban? Saksi : benar yang mulia. PH : jika terdakwa sudah menjelaskan resiko dari aborsi mengapa anda tetap berkeinginan untuk melakukan aborsi? JPU 1: keberatan yang mulia, pertanyaan menyudutkan saksi. Hakim : keberatan diterima, kepada PH apakah ada pertanyaan yang lain? PH : saya selesai yang mulia. Hakim : baik saya persilahkan kembali untuk saksi. Kepada JPU apakah ada saksi berikutnya?

JPU 2 : saya akan menunjukkan bukti lainnya yang mulia yaitu dengan menghadirkan saksi ahli, dalam hal ini adalah dokter Rina selaku dokter yang menerima rujukan korban di rumah sakit gajayana. Kepada dokter Rina silahkan masuk. (Dokter rina masuk ditemani PP). melakukan sumpah seperti saksi sebelumnya tetapi beda di saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan memberikan pendapat soal-soal yang dikemukakan menurut pengetahuan saya sebaik-baiknya. Hakim : saya persilahkan kepada JPU untuk pertanyaannya. JPU 1 : saudara saksi, apa pengaruh oksitosin pada kandungan di awal kehamilan? Saksi : oksitosin merupakan obat-obatan uterotonika, artinya obat tersebut dapat membuat uterus atau rahim berkontraksi. Sehingga pada awal kehamilan dapat membuat seorang wanita kehilangan kandungannya atau biasa disebut dengan keguguran. JPU 2 : apakah hal itu dapat menyebabkan perdarahan hingga pada kematian? Saksi : jika hasil konsepsi tidak keluar secara total, masih ada bagian yang tertinggal, dan tidak segera ditangani dengan baik, maka akan dapat menyebabkan perdarahan yang hebat ssehingga dapat mengakibatkan kematian. JPU : baik, saya sudah selesai dengan pertanyaan saya yang mulia. Hakim : baik, bagaimana saudara terdakwa, ada sanggahan, kepada PH saya persilahkan. PH : tidak ada yang mulia Hakim : apakah saudaran PH mempunyai saksi yang akan di datangkan? PH : ada yang mulia, beliau adalah saudara Angel, merupakan asisten dari bidan alice. Kepada saudara saksi saya persilahkan masuk. Rahma masuk ditemani PP. melakukan sumpah sama seperti saksi 1. Hakim : anda sudah siap saudara saksi. Saksi 3: siap yang mulia Hakim : baiklah, saya persilahkan kepada PH untuk pertanyaannya. PH : saat kejadian, yang meminta untuk dilakukan pengguguran adalah saudara korban sendiri benar? Saksi 3 : benar, saudara saksi yang datang sendiri dan meminta tolong kepada bidan alice untuk menggugurakna kandungannya. Ph : bukankah tidak ada paksaan dari terdakwa? Saksi 3 : bidan alice tidak melakukan paksaan pada siapapun PH : saya selesai dengan pertanyaan saya yang mulia. Hakim : bagaimana JPU ada pertanyaan ? JPU 1 & 2: tidak yang mulia Hakim : saudara PH masih ada yang ingin ditunjukkan? PH : tidak ada yang mulia Hakim : baik, sekarang saya persilahkan saudara terdakwa untuk menempati kursi pemeriksaan. Setelah duduk Hakim : apakah anda dalam keadaan baik dan sehat untuk diperiksa? Anda siap? Terdakwa : siap yang mulia Hakim : saudara terdakwa harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan secara singkat, jelas, dan tidak berbelit sehingga tidak menggagnggu kelancaran proses persidangan, anda mengerti? Terdakwa : mengerti yang mulia. Hakim : baik saya persilahkan kepada JPU untuk pertanyaannya. JpU 1 : terima kasih yang mulia, kepada saudara tersangka, apa alasan anda melakukan aborsi pada korban? Terdakwa : saya awalnya hanya ingin membantu dan saat saya melakukan pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda bahaya. JPU : anda tahu itu melanggar kode etik profesi anda? Terdakwa : saya tahu JPU : saya selesai yang mulia Hakim : saya rasa sudah jelas. Baik saya persilahkan JPU membacakan surat tuntutannya. *pembacaan tuntutan oleh JPU (terlampir) Hakim : bagaimana saudara terdakwa anda mengerti dengan tuntutan yang disampaikan jaksa kepada anda? Tersangka : mengerti yang mulia Hakim : adakan dari pihak terdakwa atau PH ingin mengajukan pledoi? PH : ada yang mulia Hakim : saya persilahkan *pembacaan pledoi ole PH (terlampir) Hakim : baik, dengan demikian, bagaimana saudara JPU ada sanggahan saya perislahkan. JPU : tidak ada yang mulia. Hakim : baik saya akan membacakan putusan. Diharao semua mendengar secara seksama. Terdakwa silahkan berdiri. Dengan ini saya memutuskan bahwa saudari alicewati bersalah atas meninggalnya

korban sesuai tuntutan jaksa pasal 359 dan pasal 348 KUHP dengan hukuman 7 tahun penjara (ketok palu 1 X, terdakwa duduk) Bagaimana sikap anda terdakwa? Terdakwa : saya menerimanya yang mulia Hakim : baik. Dengan ini saya menyatakan siding ini ditutup (ketuk palu 3 x)

Lampiran KEJAKSAAN NEGERI SURAKARTA Jln.Kolonel Sutarto No.5-9 Kandang Sapi Solo Jawa Tengah -------------------------------------------------------Untuk Keadilan SURAT DAKWAAN (PEMERIKSAAN PERSIDANGAN) Reg.Perk.No.07/PID/2012/PTS I. IDENTITAS Nama Lengkap : Bidan Alice Tempat Lahir : Pontianak, Umur / Tanggal Lahir : 21/ 4 februari 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Kebangsaan : Indonesia Tempat Tinggal : Jalan kolonel sutarto, Gg.Purwoprajan kandang sapi Agama : Islam Pekerjaan : Bidan desa II. PENAHANAN - Ditahan Penyidik POLRI sejak tanggal 04 Oktober 2012 sampai dengan tanggal 24 Oktober 2012 - Diperpanjang Kejaksaan sejak tanggal 25 Oktober 2012 sampai dengan 16 November 2012 - Ditahan Jaksa Penuntut Umum sejak tanggal 17 November 2012 sampai dengan tanggal 07 Desember 2012 III. DAKWAAN A. PRIMAIR Bahwa ia terdakwa Bidan Alice alias IR bertindak sendiri maupun bersama-sama, pada hari selasa tanggal 27 September 2012 sekitar pukul 15.20 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk pada bulan September 2012, bertempat di sebuah klinik di Jalan colonel sutarto atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Surakarta yang berwenang memeriksa dan mengadili, telah melakukan perbuatan mencoba menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya terlebih dahulu. Perbuatan terdakwa tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut: Pada waktu seperti tersebut di atas korban Kawi memberitahukan pada terdakwa bahwa dirinya telah hamil tiga bulan dan mengandung benih dari pacarnya. Kemudian korban meminta bidan Alice menggurgurkan kandungannya. Kemudian dengan keadaan yang sadar terdakwa menyetujui untuk melakukan tindak aborsi. Dua hari setelah itu, bidan Alice melakukan tindak aborsinya itu dengan memasang infuse RL drip oksitosin yaitu obat uterotonika yang dapat membantu proses aborsi. 10 jam kemudian janin dapat keluar, tetapi disertai dengan perdarahan hebat yang dialami oleh korban. Terdakwa pun berusaha untuk menanggulangi, namun perdarahan tetap hebat. Akhirnya terdakwa menyerah dan melakukan rujukan ke rumah sakit. Namun belum lama di rumah sakit, korban tewas. Perbuatan terdakwa sebagaimana diuraikan di atas, diatur dan diancam pidana sesuai dengan KUHP Pasal 359 yang berbunyi barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun B. SUBSIDAIR Bahwa ia terdakwa bidan Alice pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan pada dakwaan primair di atas, dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuan wanita tersebut dengan cara memasukkan obatobat pelancar kehamilan pada wanita tersebut. Setelah proses pengguguran selesai, wanita tersebut mengalami perdarahan hebat hingga meninggal dunia seperti yang telah diuraikan diatas.

Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana dengan pasal 359 KUHP. Sekian yang dapat saya sampaikan yang mulia.

SURAT TUNTUTAN Reg.Perk.No.07/PID/2012/PTS Kami jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta, dengan memperhatikan hasil pemeriksaan dalam sidang yang dilakukan oleh Majelis Hakim dengan penuh ketelitian, kesabaran dan kecermatan, terhadap terdakwa : Nama Lengkap : Bidan Alice Tempat Lahir : Pontianak, Umur / Tanggal Lahir : 21/ 4 februari 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Kebangsaan : Indonesia Tempat Tinggal : Jalan kolonel sutarto, Gg.Purwoprajan kandang sapi Agama : Islam Pekerjaan : Bidan desa Fakta fakta yang terungkap dalam persidangan : -----Sebelum kami menguraikan tentang unsur unsur dari pasal yang didakwakan terhadap terdakwa, terlebih dahulu izinkanlah kami menguraikan fakta fakta yang terungkap dalam pemerikssan persidangan secara berturut turut berupa keterangan saksi saksi, keterangan ahli, surat dan barang bukti sebagai berikut : I. Keterangan Saksi saksi: 1. Saksi Martin, agama islam, pekerjaan mahasiswa. Dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : Saksi kenal kenal dengan terdakwa. Saksi dengan korban pergi ke bidan alice dengan maksud untuk menggugurkan kandungan korban dan bidan alice menyanggupi Saksi melihat bidan alice memasukkan obat untuk menggugurkan kandungan tersebut Saksi melihat korban mengalami perdarahan tidak lama setelah pengeluaran hasil konsepsi dan akhirnya korban meninggal setelkah dirujuk. 2. Saksi Rina Sri Hastami, agama islam, pekerjaan dokter. Dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : Saksi sebagai saksi ahli Saksi menerangkan bahwa obat yang digunakan bidan alice memang dapat menggugurkan kandungan dan membahayakan nyawa korban jika penanganan tidak tuntas 3. Saksi RAhma, agama islam, pekerjaan asistent bidan. Dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut : Saksi kenal dengan terdakwa Saksi benar sudah diperiksa di depan penyidik dan membenarkan semua keterangan dan tanda tangannya di dalam BAP II. Keterangan Terdakwa Alicewati - Terdakwa membenarkan kejadiannya bahwa pada tgl. 28 Sepetember 2012 korban dating ke klinik untuk meminta bidan alice menggugurkan kandungannya lalu dengan keadaan sadar bidan alice memasukkan obat yang penggugur kandungan. VI. Pembuktian Setelah kami menguraikan fakta fakta yang terungkap dalam persidangan ini, maka sampailah kami pada pembuktian mengenai unsur unsur tindak pidana yang didakwaan oleh terdakwa. Bahwa terdakwa diajukan kedepan persidangan dengan dakwaan sebagai berikut : melanggar pasal 359 KUHP melanggar pasal 348 KUHP

Adapun unsur unsur dari pasal 359 yaitu Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjaraselamalamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun Dengan demikian jelaslah bahwa unsure dari pasal 359 sudah terbukti bila secara sah dan meyakinkan. Berdasarkan uraian kami tersebut di atas, maka kami berkesimpulan bahwa saudara terdakwa lalai dalam hal ini lalai mengeluarkan hasil konsepsi, sehingga menyebabkan korban mengalami perdarahan hebat. Dan pasal 348 KUHP berbunyi sebagai berikut : (1) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya seorang wanita dengan izin wanita itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan wanita itu meninggal, dia diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Dalam pasal 348 ini, aborsi dilakukan dengan persetujuan dari wanita hamil itu sendiri. Majelis Hakim Yang Terhormat Oleh karena terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan barulah melakukan tindak pidana sebagaimana disebutkan diatas, maka sepantasnyalah atas diri terdakwa dijatuhi hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Namun sebelum kami sampai pada tuntutan pidana atas diri terdakwa berkenankanlah kami terlebih dahulu mengemukakan halhal yang kami jadikan bahwa pertimbangan dalam tuntutan pidana ini, yakni: Hal-hal yang memberatkan: 1. Terdakwa telah melanggar norma-norma kesusilaan dan melanggar norma agama. 2. Terdakwa dengan sengaja dan direncanakan telah menghilangkan nyawa korban. Hal-hal yang meringankan: 1. Terdakwa beersikap sopan dipersidangan dan terdakwa belum pernah dihukum. 2. Terdakwa menyesali perbuatannya. Berdasarkan uraian kami diatas, kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini dengan memperhatikan ketentuan Undang-Undang yang bersangkutan dalam perkara ini: MENUNTUT Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Maumere yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan: 1. Menyatakan terdakwa Alicewati terbukti bersalah melakukan tindakan pidana aborsi melanggar Pasal 348 dan pasal 359 KUHP 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa alicewati dengan pidana penjara 12 tahun dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada dalam tahanan. 3. Menetapkan supaya terdakwa tetap dalam tahanan Demikianlah tuntutan pidana ini kami bacakan dan serahkan dalam siding hari ini, hari Selasa tanggal 2 Desember 2012 Jaksa Penuntut Umum Surakarta, 15 November 2012 Hal : Nota Pembelaan (Pledoi) No Perkara: 168/PID.B/2010/PN.KTA a.n. Terdakwa Alicewati Amd. Keb Kepada Yth. Majelis Hakim Perkara No: 168/PID.B/2010/PN.KTA Di Pengadilan Negeri Surakarta. Bismillahi Ar-rahman Ar-rahim Assalamu alaikum wr. wb. Salam sejahtera untuk kita semua. Majelis hakim yang mulia. Rekan JPU yang kami hormati. Setelah menyimak dan membaca Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Alicewati Amd. Keb., sekarang tibalah saatnya kami, sebagai Tim Penasehat Hukum Terdakwa, untuk menyampaikan pledoi ini. Tentunya, pledoi ini bukanlah suatu pendapat dan atau pembelaan yang serta-merta agar terdakwa dapat bebas diluar pertimbangan-pertimbangan hukum yang berlaku, tetapi pledoi ini lebih merupakan ikhtiar kami untuk merangkai kembali fakta-fakta sebenarnya yang telah berlangsung di muka persidangan selama ini, sehingga sebelum yang terhormat Majelis Hakim memberi putusan, telah mendapatkan keterangan, gambaran dan atau bukti-bukti yang terang dan jelas atas perbuatan pidana yang dituduhkan kepada Terdakwa. I. RINGKASAN SURAT DAKWAAN SEBAGAI DASAR PERSIDANGAN DAN TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM Majelis hakim yang terhormat. Persidangan yang kami muliakan. Saudara Penuntut Umum dalam Surat Dakwaannya, telah mencoba menggambarkan suatu peristiwa pidana yang dilakukan oleh Terdakwa Alicewati Amd. Keb. Jalinan peristiwa pidana tersebut, sebagaimana yang terurai dalam Surat Dakwaan, dilakukan pada

saat Terdakwa menjabat sebagai Bidan yang berpraktek di jalan Monginsidi atau setidaknya di suatu tempat yang masih di dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surakarta. Bahwa Terdakwa sebagai bidan telah melakukan tindakan secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kewenangannya: dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuan wanita tersebut dengan cara memasukkan obat-obat pelancar persalinann pada wanita tersebut. Perbuatan tersebut, seperti yang terekam dalam Surat Dakwaan, dilakukan Terdakwa dengan cara-cara antara lain sebagai berikut: - Pada waktu korban dan pacarnya datang ke tempat praktek terdakw, korban Wati memberitahukan pada terdakwa bahwa dirinya telah hamil tiga bulan dan mengandung benih dari pacarnya. Kemudian korban dan pacarnya meminta bidan Alice menggurgurkan kandungannya. Kemudian dengan keadaan yang sadar terdakwa menyetujui untuk melakukan tindak aborsi. Setelah menerima sejumlah uang, bidan Alice melakukan tindak aborsinya itu dengan memasang menginjeksikan oksitosin yaitu obat uterotonika yang dapat membantu proses aborsi. 2 jam kemudian janin dapat keluar, tetapi disertai dengan perdarahan hebat yang dialami oleh korban. Terdakwa pun berusaha untuk menanggulangi, setelah berhasil ditangani korban diijinkan untuk pulang tetapi di tengah jalan mengalami perdarahan lagi. Pacar korban langsung membawanya ke rumah sakit. Namun belum lama di rumah sakit, korban tewas. - Bahwa perbuatan Terdakwa bertentangan dengan: Pasal 359 barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun Bahwa perbuatan Terdakwa selaku bidan yang telah melakukan pelanggaran tugas sebagaimana diurai diatas, menurut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, adalah Perbuatan Pidana sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam: Pasal 359 yang berbunyi barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun. Selanjutnya, berdasar dakwaan di atas serta analisa fakta persidangan yang dilakukan oleh JPU; maka dalam risalah tuntutannya pada tanggal 17 Nopember 2012, JPU menuntut terdakwa berdasarkan Pasal 359 KUHP - tentang tindak pidana pembunuhan, yang amar tuntutannya sebagai berikut: 1. Menyatakan terdakwa Alicewati Amd. Keb. terbukti bersalalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan DENGAN TUJUAN MENGGUGURKAN KANDUNGAN SESEORANG TANPA INDIKASI HINGGA MENYEBABKAN KORBAN MENINGGAL sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 359 KUHP. 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Alicewati, Amd. Keb. berupa pidana penjara selama 5(lima) tahun dengan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dan pidana kurungan sekurang-kurangnya 1(satu) tahun. 3. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5000,- (lima ribu rupiah). II. RESUME KETERANGAN SAKSI-SAKSI DAN TERDAKWA SEBAGAI FAKTA DI PERSIDANGAN Majelis hakim yang kami hormati. Rekan JPU yang semoga selalu berbahagia. Sebelum kami, Tim Penasihat Hukum Terdakwa, menyampaikan pokok-pokok dari Nota Pembelaan; ada baiknya kami sampaikan resume keterangan saksi-saksi selama proses persidangan berlangsung. Hal ini menjadi urgen, karena terdapat perbedaan yang signifikan antara keterangan saksi di muka persidangan dengan yang diungkap oleh JPU dalam risalah tuntutannya. Selain itu, keterangan saksi di muka persidangan merupakan alat bukti yang sah; dan keterangan saksi yang mempunyai nilai pembuktian ialah keterangan yang sesuai dengan apa yang dijelaskan pada Pasal 1 angka 27 KUHAP, yaitu: (a). yang saksi lihat sendiri, (b). saksi dengar sendiri dan (c). saksi alami sendiri serta (d). menyebut alasan dari pengetahuannya. Pada proses pemeriksaan saksi dan terdakwa dalam persidangan yang terhormat ini, Rekan JPU telah menghadirkan sebanyak 3 orang saksi, yang diantaranya adalah seorang saksi ahli. Adapun pokok-pokok keterangan dari para saksi tersebut adalah sebagai berikut: Pemeriksaan Saksi (Kamis, 19 Agustus 2010), Persidangan menghadirkan 3 (tiga) orang saksi, yakni: Martin (pacar korban), bersaksi dibawah sumpah yang pada intinya menyatakan dan menjelaskan; 1. Pada waktu tindak pidana terjadi, saksi ditunjuk oleh korban untuk mendampingi korban pada saat dilakukan aborsi 2. Bahwa faktanya, saksi mengantar korban dan memberikan sejumlah uang kepada terdakwa. (atas keterangan tersebut, Terdakwa menyatakan pertemuan pada poin 2 (dua) terjadi pada tanggal 27 September 2012 yang pada intinya untuk membicarakan perihal pengguguran kehamilan pada korban, Terdakwa merespon permintaan korban. Rahma (Asistent bidan), bersaksi dibawah sumpah yang pada intinya menjelaskan dan menyatakan: 1. Saksi bertugas sebagai asisten bidan. 2. Bahwa saksi pemeriksaan awal pada korban. 3. Bahwa saksi membenarkan kedatangan korban untuk meminta aborsi atas keinginan sendiri bukan paksaan dari bidan. (atas keterangan saksi, terdakwa tidak menanggapi). Rina (dokter rumah sakit yang ), bersaksi dibawah sumpah yang pada prinsipnya menyatakan dan menjelaskan: 1. Bahwa saksi menjelaskan tentang efek oksitosin pada awal kehamilan 2. Bahwa saksi membenarkan bahwa obat tersebut dapat menyebabkan perdarahan hingga keluarnya hasil konsepsi. 3. Bahwa saksi menjelaskan bahwa abortus incomplet yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan seseorang meninggal. Pemeriksaan Terdakwa (Rabu, 27 Oktober 2010) Pada pemeriksaan ini, Terdakwa Alicewati Amd. Keb, pada prinsipnya memeberikan keterangan sebagai berikut: 1. Bahwa ada pertemuan antara korban dan terdakwa pada hari selasa 27 November 2012 2. Bahwa kegiatan yang disangkakan tindak aborsi itu adalah sesuai permintaan korban 3. Bahwa Terdakwa tidak pernah memaksa korban untuk melakukan aborsi 4. Bahwa Terdakwa menerima sejumlah uang untuk melakukan aborsi tersebut 5. Bahwa Terdakwa sudah berusaha keras untuk menghentikan perdarahan tersebut tetapi tidak berhasil III. RELEVANSI KETERANGAN SAKSI-SAKSI DENGAN PERISTIWA DAN PERBUATAN PIDANA YANG DITUDUHKAN KEPADA TERDAKWA Majelis hakim yang kami banggakan.

Dari Surat Dakwaan JPU serta keterangan saksi-saksi dimuka persidangan, menurut kami sesuai dengan keterangan dari terdakwa. IV. ANALISA YURIDIS ATAS UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA YANG DITUDUHKAN KEPADA TERDAKWA Majelis Hakim yang mulya. Rekan JPU yang kami hormati. Serta para hadirin pengunjung sidang yang berbahagia. Setelah mengurai sedemikian banyak fakta yang terungkap dipersidangan, maka tibalah saatnya kami menanggapi risalah tuntutan yang disampaikan oleh rekan JPU. Dalam risalah tuntutannya, kami melihat banyak sekali hal-hal atau fakta-fakta yang terungkap dipersidangan diabaikan oleh JPU; keterangan-keterangan saksi yang terdapat dalam risalah tuntutan JPU tampaknya seragam dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh penyidik kejaksaan, padahal keterangan saksi yang memiliki kualitas pembuktian adalah keterangannya yang disampaikan saat persidangan. Dalam risalah tuntutannya, JPU sangat berkeyakinan bahwa terdakwa telah terbukti melanggar pasal 359 tentang barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun , dengan unsur-unsur: 1. Menyebabkan matinya seseoarang; Untuk lebih sistematis dalam menguraikan apakah benar terdakwa memang terbukti melakukan perbuatan pidana dan telah memenuhi unsur-unsur sebagai mana tersebut diatas, maka kami secara runut akan menjabarkan keterkaitan unsur-unsur tersebut dengan faktafakta yang terungkap dipersidangan: Ad. 1. unsur menyebabkan matinya seseorang; Dari rumusan di atas, secara eksplisit memang terdakwa memenuhi unsur menyebabkan matinya seseorang dalam undang-undang dimaksud. Namun, untuk menentukan kualitas pertanggung-jawaban seseorang secara pidana, tentunya perlu dikaitkan dengan peristiwa pidana serta perbuatan pidana yang dilakukan. Untuk menentukan hal ini, dalam konteks perkara yang sedang dihadapi oleh terdakwa, maka perlu penjabaran lebih mendalam perihal sejauh mana kualitas pertanggung-jawaban terdakwa atas perbuatan pidana yang dituduhkan kepadanya. Unsur menyebabkan matinya seseorang dalam undang-undang tersebut sejajar dengan istilah dader (petindak/pelaku pidana) dalam pengertian hukum pidana. Merujuk pada istilah tersebut, bila dikaitkan dengan peristiwa pidana sebagaimana yang diuraikan JPU dalam dakwaannya, maka akan muncul persoalan mengenai kualitas pertanggung-jawaban pidana dari diri terdakwa. Hal ini terjadi karena terdakwa menjadi pelaku tunggal dari peristiwa pidana ini. Dari peristiwa pidana tersebut, sebagaimana telah kami uraikan pada bagian II dan bagian III dalam pledoi ini, menjadi jelas posisi dari diri terdakwa dalam Surat Dakwaan yaitu sebagai tersangka dalam suatu peristiwa pidana adalah hal yang menentukan pertanggung-jawaban pidana seseorang dihadapan hukum. Dalam dakwaan disebutkan bahwa terdakwa diminta untuk membantu korban melakukan aborsi atas keinginan korban sendiri. Untuk terjadinya perdarahan terdakwa telah melakukan tindakan penanganan semaksimal mungkin dan dari hasil pemeriksaan awal tidak di temukan adanya tanda-tanda kesehatan menurun. Hal ini dibuktikan dengan adanya medical record bidan yang kesimpulanya pasien dalam kondisi sehat dan baik. Dalam uraian fakta persidangan di atas, jelas sekali bahwa terdakwa tidak dengan sengaja menyebabkan matinya seseorang. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka kami berpendapat bahwa unsur menyebabkan matinya seseorang, Tidak Terpenuhi. . V. KESIMPULAN DAN PERMOHONAN Majelis hakim yang bijaksana. Rekan JPU yang sangat kami cintai. Para pengunjung persidangan yang berbahagia. Dari sedemikan banyak fakta persidangan yang telah kami susun, urai, dan paparkan dalam pledoi ini, maka kami, Tim Penasehat Hukum dari terdakwa alicewati Amd. Keb. berkesimpulan: 1. Bahwa sebagaimana lazimnya setiap perkara pidana haruslah didasarkan kepada pembuktian dengan menggunakan alat bukti materil tentang apakah ada suatu perbuatan pidana atau tidak, karena cara demikian merupakan cara yang dianut secara universal oleh seluruh Hukum Acara Pidana. Dari proses pemeriksaan di persidangan, JPU tidak mampu menghadirkan alat bukti materiil berupa hasil pemeriksaan yang memperhitungkan kondisi pasien saat itu, sehingga sangat jelas bahwa unsur menyebabkan matinya seseorang yang merupakan bestandeel delict (delik inti) dari Pasal 359 KUHP, sehingga unsur tersebut tidak terpenuhi. 2. Bahwa dalam penguraiannya tentang pembuktian terhadap dakwaan, nyata Penuntut Umum menghindari untuk memperadukan langsung antara fakta hukum yang diperoleh dari persidangan dengan peristiwa pidana yang diuraikan dalam surat dakwaan, padahal lazimnya menurut hukum pembuktian, peristiwa pidana dalam surat dakwaan harus lebih dahulu dan diutamakan. Berdasar kesimpulan tersebut, maka kami memohon kepada Majelis Hakim yang terhormat, dengan mengucap Bismillahi arrahman ar-rahim, Agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Agung yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, Memutuskan: Primer 1. Menyatakan Terdakwa Alicewati Amd, Keb., TIDAK TERBUKTI secara sah melakukan tindak pidana aborsi, seperti yang di dakwakan dalam dakwaan Pasal 359 KUHP Tentang seseorang yang dengan sengaja menyebabkan matinya seseorang; 2. Membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan pemidanaan yang di ajukan oleh jaksa penuntut umum. 3. Melakukan rehabilitasi terhadap nama baik dan martabat terdakwa. 4. Menetapkan biaya perkara ditanggung oleh negara. Subsider Apabila hakim berpendapat lain, mohon keputusan seadil-adilnya.

Demikianlah pledoi ini kami sampai dengan niat baik untuk mencari keadilan yang berketuhanan; semoga niat baik kami mendapat perhatian yang layak dari Majelis Hakim yang terhormat. Terimakasih. Hormat Kami Tim Penasehat Hukum Terdakwa