Anda di halaman 1dari 2

Nama NIM Mata Kuliah Dosen Pengampu

: Exma Mutatal Hikmah : 10620098 : Tarbiyah Ulul Albab : Romaidi, M.Si

Integrasi Sains dan Agama Islam


Setelah dilakukan pemahaman secara instrinsik, tidak ditemukan adanya pertentangan antara sains dan agama karena sesungguhnya sains dalam wacana modern merupakan pengembangan dari filsafat alam yang merupakan bagian dari filsafat Yunani. Namun, filsafat Yunani lebih berdasarkan pada pemikiran spekulatif. Oleh karena itu perlu dilengkapi dengan pengamatan empiris sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Quran. Dalam upaya mengharmoniskan pemahaman sains Barat dengan pemahaman keislaman, para cendekiawan muslim mengintegrasikan sains kedalam pemahaman keislaman dengan menghubungkan fakta ilmiah dengan Al-Quran yang merupakan pedoman dan bahan acuan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tidak ada satu ayat pun dari Al-Quran yang bertentangan dengan fakta ilmiah. Hal ini juga bertujuan untuk mempertebal iman dari umat muslim atas kebenaran dari ajaran Islam. Allah telah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 82 yang artinya : Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. Dengan memperhatikan bagaimana Al-Quran berbicara tentang alam semesta dan berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya, dapat diketahui sains tidak dapat dipisahkan dan agama dalam mencari hakikat kebenaran dan ilmu pengetahuan. Sebagai contoh ialah pada penciptaan manusia, dimana pada Al-Quran telah menjelaskan tahap-tahapnya dan tidak ada satupun yang bertentangan dengan kajian sains modern. Dengan kenyataan tersebut, tidaklah berlebihan jika banyak ayat Al-Quran yang mendorong agar manusia mencari tanda-tanda kekuasaan Allah melalui perenungan atas fenomena alam beserta isinya, sematamata agar manusia dapat menggali pengetahuan dengan kekuatan akalnya. Dengan demikian sains harus memiliki peran dan fungsi spiritual di samping fungsi intelektualnya dalam membantu memenuhi kebutuhan manusia. Diantara kebutuhan tersebut, yang terpenting adalah memperoleh kepastian dalam pengetahuan tentang Allah SWT. Oleh karena itu, hendaknya manusia meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna dan Al-Quran melengkapi kesempurnaan itu dalam kandungan ayat-ayatnya yang

mencakup seluruh aspek kehidupan, khususnya dalam pengembangan sains dan teknologi. Dengn mengkaji kembali ayat-ayat Al-Quran secara lebih luas dan mendalam dikaitkan dalam kehidupan, akan mampu mengarahkan ilmu yang manusia pelajari sesuai dengan tuntutan dan nilai-nilai Islam.

Diresume dari http://umy90.multiply.com