Anda di halaman 1dari 2

Suatu sayatan mineral pada subsistem orthoskopik sejajar nikol, memperlihatkan ciri optik sebagai berikut : Warna mineral

bening kecoklatan, dengan bentuk luar mineral subhedral dan bentuk dalamnya prismatik. Ukuran mineral berkisar antara 4 mm 5 mm, memiliki relief sedang, dengan indeks bias mineral menunjukkan Nm < Nkb. Sedangkan pleokroiknya memiliki tingkatan sedang dengan perubahan warna dari putih kecoklatan hingga putih keruh. Sayatan mineral tersebut pada subsistem orthoskopik silang nikol, memperlihatkan ciri optik sebagai berikut : Warna mineral abu-abu tua. Dari pengamatan ordenya, mineral ini terletak pada orde I, memiliki harga bias rangkap 0,002. Setelah diamati dengan kompensator gipsum, ternyata terjadi perubahan warna menjadi oranye, terletak pada orde II dengan harga bias rangkap sebesar 0,021. Dengan adanya kenaikan orde tersebut, maka orientasi mineralnya adalah Addisi Length Slow. Sedangkan jenis pemadamannya berdasarkan hasil pengamatan, menunjukkan jenis pemadaman miring. Besarnya sudut pemadaman dapat dihitung sebagai berikut : X = 220, Y = 180 C ^ = (220 - 180) = 40 Maka sudut pemadamannya adalah : C ^ = 90 - 40 = 50 Dari hasil pengamatan konoskopik, dapat diketahui bahwa jenis mineralnya adalah mineral biaksial dengan jenis sayatan berupa sayatan miring terhadap sumbu C dan sumbu X. Tanda optiknya adalah II (+) dan perkiraan besar sudut 2V adalah 70.

Gambar :

Nama Mineral : Enstantite