Anda di halaman 1dari 18

Infeksi Saluran Kemih

ISK Prinsip Dasar


ISK dapat terjadi mulai dari kaliks renalis sampai

meatus uretra Erat kaitannya dengan sosioekonomi,malnutrisi, defisiensi gizi, anemia Sebagian besar asimptomatik. Insidens pada wanita hamil 5 6 %, meningkat 10 % pada gol resiko tinggi Perubahan fisiologik sal kemih selama kehamilan merupakan resiko tinggi untuk pielonefritis akut Et/ 85-90% akibat E. coli, Klebsiela

enterobacter. Jarang disebabkan bakteri anaerob

JENIS DAN GEJALA UTI


1.
Urethritis (Radang pada urethra ) Pada Pria Ditandai dengan keluarnya cairan berwarna keputih2an pada lubang urethra Pada wanita Ditandai dengan rasa panas & anyang2an pada lubang urethra dan rasa sakit ketika berhub. Seksual

2. Cystitis Akut (radang kandung kemih akut) Gejala :


Panas & anyang2an, biasanya malam hari Nyeri hebat pada abdomen bawah dan pinggang Urin berdarah

3. Ureteritis ( infeksi saluran kemih atas ) Gejala :


Sakit Pinggang bagian atas Demam, menggigil, mual muntah dan lemas

ETIOLOGI
ISK dapat disebabkan oleh :
1. Kebiasaan yang tidak baik (kurang minum, menahan kemih) 2. Bakteri E. Coli 3. Jamur dan virus 4. Kateterisasi 5. Infeksi ginjal 6. Prostat hipertropi (urine sisa)

PATOFISIOLOGI UTI
1. Akut Bakteri masuk kedalam pelvis ginjal dan terjadi inflamasi. Inflamasi ini menyebabkan pembengkakan di daerah tersebut, dimulai dari papilla dan menyebar ke daerah korteks. Infeksi terjadi setelah terjadinya cystitis, prostatitis (ascending) atau karena infeksi streptococcus yang berasal dari darah (descending). Pyelonefritis akut biasanya singkat dan sering terjadi infeksi berulang karena terapi tidak sempurna atau infeksi baru. 20% dari infeksi yang berulang terjadi setelah dua minggu setelah terapi selesai.

PATOFISIOLOGI UTI
2. Kronis Pielonefritis kronis juga berasal dari adanya bakteri, tetapi dapat juga karena faktor lain seperti obstruksi saluran kemih dan refluk urin. Pyelonefritis kronis dapat merusak jaringan ginjal secara permanen akibat inflamasi yang berulangkali dan timbulnya parut dan dapat menyebabkan terjadinya renal failure (gagal ginjal) yang kronis. Ginjal pun membentuk jaringan parut progresif, berkontraksi dan tidak berfungsi. Proses perkembangan kegagalan ginjal kronis dari infeksi ginjal yang berulang-ulang berlangsung beberapa tahun atau setelah Infeksi yang gawat. PembagianPielonefritis. Pielonefritis akut Sering ditemukan pada wanita hamil, biasanya diawali dengan hidro ureter dan hidronefrosis akibat obstruksi ureter karena uterus yang membesar.

MANIFESTASI KLINIK
1. Uretritis biasanya memperlihatkan gejala: a. Mukosa memerah dan edema b. Terdapat cairan eksudat yang purulent c. Ada ulserasi pada urethra d. Adanya rasa gatal yang menggelitik e Adanya nanah awal miksi f. Dysuria (nyeri waktu berkemih) g. Kesulitan memulai kencing, kurang deras dan berhenti sementara miksi(prostatismus). h. Nyeri pada abdomen bagian bawah (supra pubic)

MANIFESTASI KLINIK
2. Cystitis biasanya memperlihatkan gejala: a. Dysuria (nyeri waktu berkemih) b. Peningkatan frekuensi berkemih c. Sering kencing pada malam (nocturia) d. Keinginan kuat untuk berkemih (urgency) e. Kencing yang susah dan disertai kejang otot pinggang (stranguria) f. Nyeri pinggang bawah atau suprapubic g. Demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus yang parah

MANIFESTASI KLINIS
3. Pielonefritis akut biasanya memperlihatkan gejala: a. Demam b. Menggigil c. Nyeri pinggang d. Mual sampai muntah e.Irritative voiding symptoms (sering miksi, mendesak dan dysuria) f. Tanda penting: nyeri ketok pada pinggang (ginjal) yang terkena 4. Pielonefritis kronik mungkin memperlihatkan gambaran mirip dengan pielonefritis akut, tetapi dapat juga menimbulkan hipertensi dan akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang pada SIK: 1. Analisa Urin (urinalisis) Leukosuria (ditemukannya leukosit dalam urin). Dinyatakan positif jika terdapat 5 atau lebih leukosit (sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urine. Hematuria (ditemukannya eritrosit dalam urin). Merupakan petunjuk adanya ISK jika ditemukan eritrosit (sel darah merah) 5-10 per lapangan pandang sedimen urin. Hematuria bisa juga karena adanya kelainan atau penyakit lain, misalnya batu ginjal dan penyakit ginjal lainnya.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
2. Pemeriksaan bakteri (bakteriologis) Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan secara mikroskopis dan biakan bakteri. Mikroskopis. Bahan: urin segar (tanpa diputar, tanpa pewarnaan). Positif jika ditemukan 1 bakteri per lapangan pandang. Biakan bakteri. Ditujukan untuk memastikan diagnosa ISK. 3. Pemeriksaan kimia Tes ini dimaksudkan sebagai penyaring adanya bakteri dalam urin. Contoh, tes reduksi griess nitrate, untuk mendeteksi bakteri gram negatif. Tingkat kepekaannya mencapai 90 % dengan spesifisitas 99%.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
4. Tes Dip slide Berguna untuk menentukan jumlah bakteri per cc urin. Kelemahan cara ini tidak mampu mengetahui jenis bakteri. 5. Pemeriksaan penunjang lain meliputi: radiologis (rontgen), IVP (pielografi intra vena), USG dan Scanning. Pemeriksaan penunjang ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya batu atau kelaianan lainnya.

TATALAKSANA
A.Terapi Non medikamentosa 1.Istirahat - Upayakan segera miksi setelah reflex miksi muncul - Pada wanita bila cebok tangan dari arah belakang tidak sampai kedepan/vagina/orifisium uretrae 2.Diet - Cukup vitamin A dan C untuk mempertahankan epitel saluran kemih

TATALAKSANA
3.Medikamentosa Obat pertama : - Terbaik menurut kultur Bila tidak, obat-obat berikut dapat dipilih dan diikuti : - Sefotaksim - Seftriakson, 2-3 1 gr/hari - Kotrimoksazol : dosis tunggal 4 tablet - Trimetoprin : 400 - Fluoroquinolon (norfloxacin, ciprofloxacin, ofloxacin) - Amoksisilin 3 gram obat ini sepertiganya resisten terhadap E. Coli - Doksisiklin pada klamedia : 2 x 100 mg/hari - Aminoglikosid - Sefalosporin generasi ketiga

TATALAKSANA
- Bila penyakit berat atau ada tanda-tanda urosepsis, harus dirawat

inap dan secara emperis dapat diberikan : - Imipenem - Penisilin/Sefalosporin plus amino glikoside dan seftriakson atau seftazidine Obat-obat tersebut diberikan 7-14 hari Ditindaklanjuti 7-21 pasca-terapi - Pada ibu hamil, sistitis akut diberikan amoksisilin, nitrofurantoin atau sefalosporin

PROGNOSIS
- Kalau segera terapi umumnya baik - Dapat terjadi gagal ginjal - Pada sistitis (saluran kemih bagian bawah) hamper selalu

rerinfeksi, bukan relaps - Pada saluran kemih bagian atas lebih banyak terjadi relaps dari pada rerinfeksi