Anda di halaman 1dari 3

BIPOLAR

SUMBER 1
Prognosis - Prognosis baik apabila : - Episodenya ringan, tidak ada gejala psikotik. - Perawatan dirumah sakit hanya singkat. - Selama masa remaja, pasien memiliki riwayat psikososial yang baik. - Tidak ada gangguan psikiatrik komorbiditas. - Tidak ada gangguan kepribadian. - prognosis buruk apabila : - Adanya penyerta gangguan distimik - Penyalah gunaan zat - Gejala gangguan cemas - riwayat lebih dari satu episode depresi - laki-laki lebih sering menjadi kronis dan mengganggu dibandingkan perempuan. Gangguan depresif berat bukan merupakan gangguan yang ringan. Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis, dan pasien cenderung akan meengalami relaps. Pasien dengan gangguan bipolar lebih buruk prognosisnya dibadingkan dengan pasien dengan gangguan depresif berat.

SUMBER 2
PROGNOSIS - Penderita dengan BP I lebih buruk daripada depresi berat. Dalam 2 tahun pertama setelah episode awal, 40 50% penderita mengalami serangan manik lain. - Hanya 50-60% penderita BP I dapat dikontrol dengan Lithium terhadp gejalanya. Pada 7% penderita, gejala tidak kembali/mengalami penyembuhan, 45% penderita mengalami episode berulang, dan 40% mengalami gangguan yang menetap. - Sering kali perputaran episode depresif dan manik berhubungan dengan usia. - Faktor-faktor yang membuat prognosis menjadi lebih buruk antara lain; riwayat kerja yang buruk; penyalahgunaan alkohol; gambaran psikotik; gambaran depresif diantara episode manik dan depresi; adanya bukti keadaan depresif, jenis kelamin laki-laki. - Indikator prognosis yang baik adalah: fase manik(dalam durasi pendek); onset terjadi pada usia yang lanjut; pemikiran untuk bunuh diri yang rendah; gambaran psikotik yang rendah; masalah kesehatan (organik) yang sedikit.(1,10)

SUMBER 3
Prognosis : Prognosis pada penderita dengan gangguan bipolar I lebih buruk daripadapenderita dengan depresi berat. Dalam 2 tahun pertama setelah episode awal,40 50 % penderita mengalami serangan manik lain. Hanya 50 60 % penderita gangguan bipolar I dapat dikontrol dengan litiumterhadap gejalanya.Pada 7 % penderita, gejala tidak kembali/mengalami penyembuhan, 45 %penderita mengalami episode berulang, dan 40 % mengalami gangguan yangmenetap.Seringkali perputaran episode depresif dan manik berhubungan dengan usia. Faktor-faktor yang membuat prognosis menjadi lebih buruk antara lain : i.Riwayat pekerjaan yang buruk ii.Penggunaan alcohol iii.Gambaran psikotik iv.Gambaran depresif diantara episode manik dan depresi v.Adanya bukti keadaan depresif vi.Jenis kelamin laki-laki Indikator prognosis yang baik adalah sebagai berikut : i.Fase manik (dalam durasi pendek) ii.Onset terjadi pada usia yang lanjut iii.Pemikiran untuk bunuh diri yang sedikit iv.Gambaran psikotik yang sedikit v.Masalah kesehatan (organik) yang sedikit Edukasi Terapi pada penderita gangguan bipolar melibatkan edukasi awal dan lanjutan. Tujuan edukasi harus diarahkan tidak hanya lan gsung pada penderita, namun juga melalui keluarga dan sistem disekitarnya. Fakta menunjukkan edukasi tidakhanya meningkatkan ketahanan dan pengetahuan mereka tentang penyakit,namun juga kualitas hidupnya.

Penjelasan biologis tentang penyakit harus jelas dan benar. Hal inimengurangi perasaan bersalah dan mempromosikan pengobatanyang adekuat. Memberi informasi tentang bagaimana cara memonitor penyakitterutama tanda awal, pemunculan kembali, dan gejala. Pengenalanterhadap adanya perubahan memudahkan langkah-langkahpencegahan yang baik. Membantu penderita mengidentifikasi dan mengatasi stressor didalam kehidupannya. Informasi tentang kemungkinan kekambuhan penyakitnya.