Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung

progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif. Gambaran ini terjadi akibat adanya nekrosis hepatoselular.1 Sirosis hati mengakibatkan terjadinya 35.000 kematian setiap tahunnya di Amerika.2 Di ndonesia data pre!alensi sirosis hepatis belum ada. Di "S Sardjito #ogyakarta jumlah pasien sirosis hepatis berkisar $%1& dari pasien yang dira'at di (agian )enyakit Dalam dalam kurun 'aktu 1 tahun *data tahun 200$+. ,ebih dari $0& pasien sirosis adalah asimptomatis sering tanpa gejala sehingga kadang ditemukan pada 'aktu pasien melakukan pemeriksaan rutin atau karena penyakit yang lain.1 )enyebab mun-ulnya sirosis hepatis di negara barat tersering akibat alkoholik sedangkan di ndonesia kebanyakan disebabkan akibat hepatitis ( atau .. )atogenesis sirosis hepatis menurut penelitian terakhir memperlihatkan adanya peranan sel stelata dalam mengatur keseimbangan pembentukan matriks ekstraselular dan proses degradasi% di mana jika terpapar faktor tertentu yang berlangsung se-ara terus menerus% maka sel stelata akan menjadi sel yang membentuk kolagen.2 /erapi sirosis ditujukan untuk mengurangi progresi penyakit% menghindarkan bahan0bahan yang bisa menambah kerusakan hati% pen-egahan dan penanganan komplikasi.2 1alaupun sampai saat ini belum ada bukti bah'a penyakit sirosis hati re!ersibel% tetapi dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini diharapkan dapat memperpanjang status kompensasi dalam jangka panjang dan men-egah timbulnya komplikasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi stilah Sirosis hati diberikan oleh ,aen-e tahun 1213% yang berasal dari kata 4hirros yang berarti kuning orange *orange yello'+% karena perubahan 'arna pada nodul0nodul yang terbentuk. )engertian sirosis hati dapat dikatakan sebagai berikut yaitu suatu keadaan disorganisasi yang difuse dari struktur hati yang normal akibat nodul regeneratif yang dikelilingi jaringan mengalami fibrosis. Se-ara lengkap Sirosis hati adalah suatu penyakit dimana sirkulasi mikro% anatomi pembuluh darah besar dan seluruh sitem arsitektur hati mengalami perubahan menjadi tidak teratur dan terjadi penambahan jaringan ikat *fibrosis+ disekitar parenkim hati yang mengalami regenerasi.1%2 Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif. Gambaran ini terjadi akibat nekrosis hepatoselular. 5aringan penunjang retikulin kolaps disertai deposit jaringan ikat% distorsi jaringan !askular dan regenerasi nodularis parenkim hati. /erlepas dari penyebab sirosis% bentuk patologisnya terdiri dari perkembangan fibrosis yang menjadi suatu keadaan adanya distorsi bentuk hati yang akan membentuk nodul regeneratif. 6al ini menyebabkan penurunan massa hepatoseluler% penurunan fungsi% dan perubahan aliran darah. nduksi fibrosis terjadi dengan akti!asi sel stellate hati% sehingga terjadi peningkatan pembentukan jumlah kolagen dan komponen lain dari matriks ekstraseluler.2%3 2.2 Epidemiologi ,ebih dari $0& pasien sirosis asimptomatis. )ada keadaan ini sirosis ditemukan saat pemeriksaan rutin kesehatan atau pada 'aktu autopsi. 4eseluruhan insidensi sirosis hepatis di Amerika diperkirakan 370 per 100.000 penduduk. )enyebabnya sebagian besar adalah penyakit hati alkoholik maupun infeksi !irus kronik. )re!alensi sirosis hati akibat steatohepatitis alkoholik dilaporkan 0%3&. Di
2

ndonesia data pre!alensi sirosis hepatis belum ada% hanya laporan dari pusat0 pusat pendidikan saja. Di "S Dr. Sardjito #ogyakarta jumlah pasien sirosis hati berkisar $%1& dari pasien yang dira'at di (agian )enyakit Dalam dalam kurun 'aktu 1 tahun *200$+. Di 8edan dalam kurun 'aktu $ tahun dijumpai 213 pasien dengan sirosis hati *$&+ dari seluruh pasien di seluruh pasien di (agian )enyakit Dalam.1 2.3 Klasifi asi dan E!iologi Se-ara klinis sirosis hati dibagi menjadi9 1+ Sirosis hati kompensata% yang berarti belum adanya gejala klinis yang nyata 2+ Sirosis hati dekompensata yang ditandai gejala0gejala dan tanda klinik yang jelas. Sirosis hati kompensata merupakan kelanjutan dari proses hepatitis kronik dan pada satu tingkat tidak terlihat perbedaanya se-ara klinis% hanya dapat dibedakan melalui biopsi hati. Sirosis se-ara morfologi diklasifikasikan sebagai makronodular *besar nodul lebih dari 3 mm+ atau mikronodular *besar nodul kurang dari 3 mm+ atau -ampuran mikro dan makronodular. $%5 Sebagian besar jenis sirosis dapat diklasifikasikan se-ara etiologis dan morfologis menjadi9 1+ Alkoholik 2+ 4riptogenik dan post hepatitis *pas-a nekrosis+ 3+ (iliaris $+ 4ardiak 5+ 8etabolik% keturunan% dan terkait obat Di negara barat etiologi tersering sirosis hati adalah alkoholik% sedangkan di ndonesia terutama akibat infeksi !irus hepatitis ( maupun .. 6asil penelitian di ndonesia menyebutkan !irus hepatitis ( menyebabkan sirosis sebesar $0050&% dan !irus hepatitis . 300$0&% sedangkan 10020& penyebabnya tidak diketahui dan termasuk kelompok !irus bukan ( dan .. Alkohol sebagai penyebab sirosis di ndonesia mungkin frekuensinya ke-il sekali karena belum ada datanya.1%7 :tiologi sirosis hati disajikan dalam tabel 1.
3

/abel 1. :tiologi Sirosis hati.1 Pen"a i! Infe si 0 0 0 0 (ruselosis :kinokokus Skistosomiasis /oksoplasmosis

0 6epatitis !irus *6epatitis (% 6epatitis .% 6epatitis D% sitomegalo!irus+ Pen"a i! Ke!#$#nan dan %e!a&oli 0 0 0 0 0 0 0 Defisiensi ;10antitripsin Sindrom <an-oni Galaktosemia )enyakit Gau-her )enyakit simpanan glikogen 6emokromatosis ntoleransi <luktosa herediter

0 )enyakit 1ilson '&a! dan To sin 0 0 0 0 0 0 Alkohol Amiodaron Arsenik =bstruksi (ilier )enyakit perlemakan hati non alkoholik Sirosis bilier primer

0 4olangitis sklerosis primer Pen"e&a& lain a!a# !ida !e$&# !i ( ( ( ( )enyakit usus inflamasi kronik <ibrosis kistik )intas jejunoileal Sarkoidosis

2.) %anifes!asi Klinis

)ada stadium a'al *kompensata+% dimana kompensasi tubuh terhadap kerusakan hati masih baik% sirosis seringkali mun-ul tanpa gejala sehingga sering ditemukan pada 'aktu pasien melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala0gejala a'al sirosis meliputi perasaan mudah lelah dan lemas% selera makan berkurang% perasaan perut kembung% mual% berat badan menurun% pada laki0laki dapat timbul impotensi% testis menge-il dan dada membesar% serta hilangnya dorongan seksualitas. (ila sudah lanjut% *berkembang menjadi sirosis dekompensata+ gejala0 gejala akan menjadi lebih menonjol terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi porta% meliputi kerontokan rambut badan% gangguan tidur% dan demam yang tidak begitu tinggi. Selain itu% dapat pula disertai dengan gangguan pembekuan darah% perdarahan gusi% epistaksis% gangguan siklus haid% ikterus dengan air kemih ber'arna seperti teh pekat% hematemesis% melena% serta perubahan mental% meliputi mudah lupa% sukar konsentrasi% bingung% agitasi% sampai koma. Akibat dari sirosis hati% maka akan terjadi 2 kelainan yang fundamental yaitu kegagalan fungsi hati dan hipertensi porta. 8anifestasi dari gejala dan tanda0 tanda klinis ini pada penderita sirosis hati ditentukan oleh seberapa berat kelainan fundamental tersebut.$ Gejala dan tanda dari kelainan fundamental ini dapat dilihat di tabel 2. /abel 2. Gejala 4egagalan <ungsi 6ati dan 6ipertensi )orta.$ *e+ala Kegagalan ,#ngsi Ha!i 0 kterus 0 0 0 0 0 0 0 Spider >ae!i Ginekomastia 6ipoalbumin 4erontokan bulu ketiak As-ites :ritema palmaris White nail 0 0 0 0 0 0 *e+ala Hipe$!ensi Po$!a ?arises esofagus@-ardia Splenomegali )elebaran !ena kolateral As-ites 6emoroid .aput medusa

2.- Peme$i saan Pen#n+ang

)ada pemeriksaan laboratorium dapat diperiksa tes fungsi hati yang meliputi aminotransferase% alkali fosfatase% gamma glutamil transpeptidase% bilirubin% albumin% dan 'aktu protombin. >ilai aspartat aminotransferase *AS/+ atau serum glutamil oksaloasetat transaminase *SG=/+ dan alanin aminotransferase *A,/+ atau serum glutamil piru!at transaminase *SG)/+ dapat menunjukan peningkatan. AS/ biasanya lebih meningkat dibandingkan dengan A,/% namun bila nilai transaminase normal tetap tidak menyingkirkan ke-urigaan adanya sirosis. Alkali fosfatase mengalami peningkatan kurang dari 2 sampai 3 kali batas normal atas. 4onsentrasi yang tinggi bisa ditemukan pada pasien kolangitis sklerosis primer dan sirosis bilier primer. Gammaglutamil transpeptidase *GG/+ juga mengalami peningkatan% dengan konsentrasi yang tinggi ditemukan pada penyakit hati alkoholik kronik. 4onsentrasi bilirubin dapat normal pada sirosis hati kompensata% tetapi bisa meningkat pada sirosis hati yang lanjut. 4onsentrasi albumin% yang sintesisnya terjadi di jaringan parenkim hati% akan mengalami penurunan sesuai dengan derajat perburukan sirosis. Sementara itu% konsentrasi globulin akan -enderung meningkat yang merupakan akibat sekunder dari pintasan antigen bakteri dari sistem porta ke jaringan limfoid yang selanjutnya akan menginduksi produksi imunoglobulin. )emeriksaan 'aktu protrombin akan memanjang karena penurunan produksi faktor pembekuan pada hati yang berkorelasi dengan derajat kerusakan jaringan hati. 4onsentrasi natrium serum akan menurun terutama pada sirosis dengan as-ites% dimana hal ini dikaitkan dengan ketidakmampuan ekskresi air bebas.1%7 Selain dari pemeriksaan fungsi hati% pada pemeriksaan hematologi juga biasanya akan ditemukan kelainan seperti anemia% dengan berbagai ma-am penyebab% dan gambaran apusan darah yang ber!ariasi% baik anemia normokrom normositer% hipokrom mikrositer% maupun hipokrom makrositer. Selain anemia biasanya akan ditemukan pula trombositopenia% leukopenia% dan neutropenia akibat splenomegali kongestif yang berkaitan dengan adanya hipertensi porta.1%A /erdapat beberapa pemeriksaan radiologis yang dapat dilakukan pada penderita sirosis hati. Bltrasonografi *BSG+ abdomen merupakan pemeriksaan rutin yang paling sering dilakukan untuk menge!aluasi pasien sirosis hepatis% dikarenakan pemeriksaannya yang non in!asif dan mudah dikerjakan% 'alaupun
6

memiliki kelemahan yaitu sensiti!itasnya yang kurang dan sangat bergantung pada operator. 8elalui pemeriksaan BSG abdomen% dapat dilakukan e!aluasi ukuran hati% sudut hati% permukaan% homogenitas dan ada tidaknya massa. )ada penderita sirosis lanjut% hati akan menge-il dan nodular% dengan permukaan yang tidak rata dan ada peningkatan ekogenitas parenkim hati. Selain itu% melalui pemeriksaan BSG juga bisa dilihat ada tidaknya as-ites% splenomegali% trombosis dan pelebaran !ena porta% serta skrining ada tidaknya karsinoma hati.1%A )emeriksaan endoskopi dengan menggunakan esophagogastroduodenoscopy *:GD+ untuk menegakkan diagnosa dari !arises esophagus dan !arises gaster sangat direkomendasikan ketika diagnosis sirosis hepatis dibuat. 8elalui pemeriksaan ini% dapat diketahui tingkat keparahan atau grading dari !arises yang terjadi serta ada tidaknya red sign dari !arises% selain itu dapat juga mendeteksi lokasi perdarahan spesifik pada saluran -erna bagian atas. Di samping untuk menegakkan diagnosis% :GD juga dapat digunakan sebagai manajemen perdarahan !arises akut yaitu dengan skleroterapi atau endoscopic variceal ligation *:?,+.2 2.. Diagnosis )ada stadium kompensasi sempurna sulit menegakkan diagnosis sirosis hati. )ada proses lanjutan dari kompensasi sempurna mungkin bisa ditegakkan diagnosis dengan bantuan pemeriksaan klinis yang -ermat% laboratorium biokimia@serologi% dan pemeriksaan penunjang lain. )ada saat ini penegakan diagnosis sirosis hati terdiri atas pemeriksaan fisis% laboratorium% dan BSG. )ada kasus tertentu diperlukan pemeriksaan biopsi hati atau peritoneoskopi karena sulit membedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan sirosis hati dini. Diagnosis pasti sirosis hati ditegakkan dengan biopsi hati. )ada stadium dekompensata diagnosis kadang kala tidak sulit ditegakkan karena gejala dan tanda0tanda klinis sudah tampak dengan adanya komplikasi.1

2./ Kompli asi


7

/erdapat beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita sirosis hati% akibat kegagalan dari fungsi hati dan hipertensi porta% diantaranya9 1+ :nsepalopati 6epatikum :nsepalopati hepatikum merupakan suatu kelainan neuropsikiatri yang bersifat re!ersibel dan umumnya didapat pada pasien dengan sirosis hati setelah mengeksklusi kelainan neurologis dan metabolik. Derajat keparahan dari kelainan ini terdiri dari derajat 0 *subklinis+ dengan fungsi kognitif yang masih bagus sampai ke derajat $ dimana pasien sudah jatuh ke keadaan koma.7 )atogenesis terjadinya ensefalopati hepatik diduga oleh karena adanya gangguan metabolisme energi pada otak dan peningkatan permeabelitas sa'ar darah otak. )eningkatan permeabelitas sa'ar darah otak ini akan memudahkan masuknya neurotoCin ke dalam otak. >eurotoCin tersebut diantaranya% asam lemak rantai pendek% mer-aptans% neurotransmitter palsu *tyramine% amonia% dan o-topamine% gamma0aminobutyridan a-id betaphenylethanolamine+%

*GA(A+. 4elainan laboratoris pada pasien dengan ensefalopati hepatik adalah berupa peningkatan kadar amonia serum.5 2+ ?arises :sophagus ?arises esophagus merupakan komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi porta yang biasanya akan ditemukan pada kira0kira 50& pasien saat diagnosis sirosis dibuat. ?arises ini memiliki kemungkinan pe-ah dalam 1 tahun pertama sebesar 5015& dengan angka kematian dalam 7 minggu sebesar 15020& untuk setiap episodenya. 3+ )eritonitis (akterial Spontan *)(S+ )eritonitis bakterial spontan merupakan komplikasi yang sering dijumpai yaitu infeksi -airan asites oleh satu jenis bakteri tanpa adanya bukti infeksi sekunder intra abdominal. (iasanya pasien tanpa gejala% namun dapat timbul demam dan nyeri abdomen.1 )(S sering timbul pada pasien dengan -airan asites yang kandungan proteinnya rendah * D 1 g@d, + yang juga memiliki kandungan komplemen yang rendah% yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya akti!itas opsonisasi. )(S disebabkan oleh karena
8

adanya translokasi bakteri menembus dinding usus dan juga oleh karena penyebaran bakteri se-ara hematogen. (akteri penyebabnya antara lain es-here-hia -oli% strepto-o--us pneumoniae% spesies klebsiella% dan organisme enterik gram negatif lainnya. Diagnose S() berdasarkan pemeriksaan pada -airan asites% dimana ditemukan sel polimorfonuklear lebih dari 250 sel @ mm3 dengan kultur -airan asites yang positif.5 $+ Sindrom 6epatorenal Sindrom hepatorenal merepresentasikan disfungsi dari ginjal yang dapat diamati pada pasien yang mengalami sirosis dengan komplikasi as-ites. Sindrom ini diakibatkan oleh !asokonstriksi dari arteri ginjal besar dan ke-il sehingga menyebabkan menurunnya perfusi ginjal yang selanjutnya akan menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus. Diagnose sindrom hepatorenal ditegakkan ketika ditemukan cretinine clearance kurang dari $0 ml@menit atau saat serumcreatinine lebih dari 1%5 mg@dl% !olume urin kurang dari 500 m,@d% dan sodium urin kurang dari 10 m:E@,.5 5+ Sindrom 6epatopulmonal )ada sindrom ini dapat timbul hidrotoraks dan hipertensi portopulmonal.1 2.0 Pena!ala sanaan )enatalaksanaan kasus sirosis hepatis dipengaruhi oleh etiologi dari sirosis hepatis. /erapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi progresifitas dari penyakit. 8enghindarkan bahan0bahan yang dapat menambah kerusakaan hati% pen-egahan dan penanganan komplikasi merupakan prinsip dasar penanganan kasus sirosis. (ilamana tidak ada koma hepatik diberikan diet yang mengandung protein 1g@kg(( dan kalori sebanyak 200003000 kkal@hari.1 /atalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditujukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati. /erapi pasien ditujukan untuk menghilangkan etiologi% diantaranya9 alkohol dan bahan0bahan lain yang toksikdan dapat men-ederai hati dihentikan penggunaannya. )emberian asetaminofen% kolkisin% dan obat herbal dapat menghambat kolagenik.1%2 )asien dengan sirosis hati dekompensata diberikan pengobatan berdasarkan gejala yang menonjol dan komplikasi yang menyertainya. )ada
9

pasien dengan as-ites dilakukan tirah baring dan dia'ali dengan diet rendah garam% konsumsi garam 5%2 gram atau 30 mmol@hari atau$000200 mg@hari. Diet rendah garam dikombinasikan dengan obat0obat diuretik. A'alnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 1000200 mg sekali sehari. "espons diuretik bisa dimonitor dengan penurunan berat badan 0%5 kg@hari% tanpa adanya edema kaki atau 1 kg@hari dengan adanya edema kaki. (ilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemid dengan dosis 200$0 mg@hari. )emberian furosemid dapat ditambahkan dosisnya bila tidak ada respons% maksimal dosis 170mg@hari. )arasentesis dilakukan bila as-ites sangat besar. )engeluaran as-ites bisa hingga $07 liter dan dilindungi dengan pemberian albumin.1 )ada pasien dengan ensefalopati hepatik diberikan laktulosa yang dapat membantu pasien untuk mengeluarkan amonia. >eomisin bisa digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil amonia% diet protein dikurangi sampai 0%5 gr@kg berat badan per hari% terutama diberikan yang kaya asam amino rantai -abang.1 Sedangkan pada pasien dengan komplikasi !arises esofagus bisa diberikan obat penyekat beta *propanolol+ sebelum dan sesudah berdarah. Saat perdarahan akut dapat diberikan preparat somatostatin atau oktreotid% diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. (ila ditemukan tanda0tanda peritonitis bakterial% pasien dapat diberikan antibiotika seperti sefotaksim intra!ena% amoksisilin% atau aminoglikosida. )ada pasien dengan sindrom hepatorenal% penanganan yang utama adalah mengatasi perubahan sirkulasi darah di hati% mengatur keseimbangan garam dan air.1 2.1 P$ognosis )rognosis sirosis sangat ber!ariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor% diantaranya etiologi% beratnya kerusakan hati% komplikasi% dan penyakit yang menyertai. (eberapa tahun terakhir% metode prognostik yang paling umum dipakai pada pasien dengan sirosis adalah sistem klasifikasi .hild0/ur-otte0)ugh. .hild dan /ur-otte pertama kali memperkenalkan sistem skoring ini pada tahun 137$ sebagai -ara memprediksi angka kematian selama operasi portocaval shunt. )ugh
10

kemudian mere!isi sistem ini pada 13A3 dengan memasukkan albumin sebagai pengganti !ariabel lain yang kurang spesifik dalam menilai status nutrisi. (eberapa re!isi juga dilakukan dengan menggunakan >" selain 'aktu protrombin dalam menilai kemampuan pembekuan darah.5 Sistem klasifikasi .hild0/ur-otte0)ugh dapat dilihat pada tabel 3. Sistem klasifikasi .hild0/ur-otte0 )ugh dapat memprediksi angka kelangsungan hidup pasien dengan sirosis tahap lanjut. Dimana angka kelangsungan hidup selama setahun untuk pasien dengan kriteria .hild0)ugh A adalah 100&% .hild0)ugh ( adalah 20&% dan .hild0)ugh . adalah $5&.1 /abel 3. Sistem 4lasifikasi .hild0/ur-otte0)ugh Pa$ame!e$ Asites :nsefalopati (ilirubin *mg@dl+ Albumin *g@dl+ 1aktu protrombin@ >" *detik+ 1 /idak ada /idak ada D2.0 F3.5 103 atau >" D 1.A S o$ 2 8inimal 8inimal0sedang 203 2.203.5 $07 atau >" 1.A02.3 3 Sedang0berat Sedang0berat F3.0 D2.2 F7 atau >" F2.3

11

BAB III LAP'2AN KASUS 3.1 Iden!i!as Pasien >ama 5enis 4elamin Bmur 4e'arganegaraan Alamat Agama )ekerjaan Status pernikahan Alergi obat /gl. 8"S /gl. pemeriksaan 3.2 Anamnesis Keluhan Utama9 8untah darah Riwayat Penyakit Sekarang9 )asien datang dengan keluhan muntah darah sejak G jam sebelum 8"S. 8untahan ber'arna merah kadang0kadang ber-ampur -airan dan makanan yang dimakannya. )asien mengatakan saat itu muntah lebih dari 5 kali% dengan !olume kira0kira setengah ember ke-il tiap kali muntah. Sebelum muntah% pasien biasanya merasa mual dan seperti enek pada ulu hatinya. )asien juga mengeluh lemas terutama sejak kurang lebih 3 bulan sebelum masuk rumah sakit. ,emas dirasakan di seluruh badan% sehingga kekuatan pasien untuk menjalani aktifitas menurun. 4eluhan ini pasien rasakan terus menerus% namun sedikit berkurang bila pasien beristirahat. A'alnya pasien mengalami lemas hanya ringan saja dan pasien masih dapat berakti!itas% namun sejak kurang lebih 2 minggu sebelum masuk rumah sakit rasa lemah dirasakan semakin 9 4, 9 ,aki0laki 9 $7 tahun 9 ndonesia 9 5l. )adang 4artika Gg 8aruti >o 12 Denpasar 9 6indu 9 )edagang 9 Sudah menikah 9 /idak ada 9 10 Agustus 2013 9 10 Agustus 2013

12

memberat sehingga akti!itas pasien menjadi terganggu. )asien juga dikatakan sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur dan sering gelisah. )asien juga mengeluh pusing sejak kurang lebih 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. )using dirasakan seperti ditekan0tekan sering disertai mata berkunang0kunang. 4eluhan terutama bila pasien berakti!itas dan berkurang bila pasien beristirahat. )asien juga mengeluhkan nyeri ulu hati dan nyeri perut yang dirasakan sejak 1 hari sebelum 8"S. >yeri dirasakan hampir diseluruh area perut. >afsu makannya juga sangat berkurang dan terjadi penurunan berat badan kira0kira 12 kg dalam 3 tahun terakhir. )asien juga mengeluhkan berak ber'arna hitam saat ini. (erak hitam sudah dialami pasien sejak a'al sakitnya. /erakhir pasien mengalami berak hitam kemarin dengan konsistensi -air. (uang air ke-il dikatakan normal% ber'arna kuning% dengan frekuensi ken-ing $05 kali sehari dengan !olume kurang lebih 200 --. Dulunya pasien mempunyai ri'ayat ken-ing ber'arna merah tua seperti teh. 1arna kulit% mukosa% atau sklera mata menjadi ber'arna kuning juga pernah dialami 3 bulan yang lalu. Sekarang 'arna kuning pada mata pasien sudah mulai menghilang% hanya kulit pasien yang masih ber'arna kuning. "ontok bulu ketiak disangkal oleh pasien. 4eluhan panas badan juga disangkal. Riwayat Penyakit Dahulu9 )asien sudah mengalami keluhan ini sejak bulan 5anuari tahun 2012. Saat itu pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati% lemas% dan nafsu makan berkurang. )asien saat itu dira'at di "SB (hayangkara /rijata selama 5 hari dengan diagnosis fatty li!er dan kolesistitis. 4emudian pada bulan 8ei 2013 pasien datang lagi ke BGD dengan keluhan perut membesar serta ken-ing ber'arna seperti teh. Saat itu pasien dira'at selama 7 hari. )asien tidak memiliki ri'ayat penyakit jantung% asma% atau ken-ing manis sebelumnya. Riwayat Pengobatan )asien sebelumnya sudah menjalani ra'at inap di "SB (hayangkara /rijata dengan diagnosis Sirosis 6epatis dan telah diijinkan pulang karena kondisi
13

pasien saat itu sudah membaik. )asien juga kontrol ke Spesialis penyakit dalam setiap 1 bulan sekali. )asien sempat dikonsulkan ke spesialis ji'a dengan halusinasi suara dan pasien didiagnosis dengan penggunaan Hat *alkohol+. )asien sudah beberapa kali kontrol ke poli ji'a% terakhir kali pada bulan 8aret 2013 pasien ke poli ji'a dengan keluhan gelisah% sulit tidur% dan bi-ara ka-au. A'alnya sejak kurang lebih satu tahun yang lalu pasien mulai mengalami sulit tidur yang lama kelamaan semakin sering dialami pasien. )asien juga sempat beberapa kali mendengar suara halusinasi dan kadang dikatakan oleh keluarga bah'a pasien berbi-ara ka-au. Saat itu pasien diberi terapi -lobaHam 1 C 10 mg% StelaHine 1 C G tab% dan triheCifenidil 1 C G tab. Bntuk keluhannya saat ini pasien belum mendapat pengobatan. Riwayat Penyakit Keluarga 4eluhan yang sama pada anggota keluarga yang lainnya disangkal. "i'ayat penyakit ken-ing manis% hipertensi% penyakit jantung% dan penyakit kronis lainnya pada anggota keluarga yang lain disangkal oleh pasien. Riwayat Lingkungan Sosial dan Pribadi )asien sudah menikah dan bekerja sebagai pedagang. Sejak sakit pasien tidak bekerja lagi. )asien jarang merokok% hanya 1 batang setiap minggunya. Sebelum sakit% pasien memiliki kebiasaan minum alkohol selama I 23 tahun sejak pasien berusia 20 tahun% di mana setiap harinya pasien bisa minum 5 botol alkohol. "i'ayat menggunakan tatto di badan di sangkal oleh pasien. "i'ayat menerima transfusi atau menggunakan jarum tidak steril disangkal 3.3 Peme$i saan ,isi Pemeriksaan Fisik Umum 4esan sakit 4esadaran /inggi badan (erat badan (8 9 tampak sakit sedang 9 -ompos mentis *G.S9 :$?587+ 9 175 -m 9 53 kg 9 13%$A kg@m2
14

GiHi /ekanan darah >adi "espirasi /emperatur aksila 4eadaan kulit

9 .ukup 9 30@70 mm6g 9 11$ kali@menit% reguler% isi lemah 9 20 kali@menit% teratur% tipe9 torakoabdominal 9 37%AJ. 9 ikterus

Pemeriksaan Fisik Khusus 8ata /6/ /elinga 6idung /enggorokan ,idah 4elenjar parotis 8ukosa bibir ,eher 5?) 4elenjar tiroid /horaks .or9 nspeksi )alpasi )erkusi 9 tidak tampak pulsasi iktus kordis% spider ne!i *0+% ginekomastia *0+ 9 iktus kordis teraba di 9 batas atas jantung .S .S ? midclavicular line midclavicular line sinistra% sinistra% kuat angkat *0+% thrill *0+ batas kanan jantung parasternal line dekstra% batas kiri jantung midclavicular line sinistra .S ? Auskultasi 9 S1S2 tunggal% reguler% murmur *0+ )ulmo9 nspeksi 9 simetris saat statis M dinamis% retraksi *0+% spider ne!i *0+% ginekomastia *0+
15

9 anemis *K@K+% ikterus *0@0+% refleks pupil *K@K+ isokor% edema palpebra *0@0+ 9 sekret tidak ada% pendengaran L tidak ada 9 sekret tidak ada 9 tonsil /1@/1 hiperemis *0+% faring hiperemis *0+ 9 ulkus *0+% papil lidah atrofi *0+ 9 tidak ditemukan pembesaran 9 basah% stomatitis angularis *0+ 9 )" K 0 -m62= 9 tidak ditemukan pembesaran

4elenjar getah bening9 tidak ada pembesaran

)alpasi )erkusi

9 !okal fremitus *>@>+ 9 sonor K@K K@K K@K

Auskultasi 9 !esikuler K@K% ronkhi 0@0% 'heeHing 0@0 K@K K@K Abdomen nspeksi Auskultasi )alpasi )erkusi :kstremitas 9 distensi *0+% spider ne!i *0+% -aput medusa *0+% !ena kolateral *0+ 9 bising usus *K+ normal 9 hepar ttb% lien teraba s-huffner 2% nyeri tekan *K+ epigastrium% ginjal tidak teraba% murphyNs sign *0+ 9 timpani% traube spa-e *K+% as-ites *0+ 9 hangat K@K edema O@O K@K O@O :ritema palmaris *0@0+% 1hite nail *0@0+ 9 tidak di e!aluasi 0@0 0@0 0@0 0@0

Genitalia :ksterna

3.) Peme$i saan Pen#n+ang Darah Lengkap (10/08/2013)


Tes 1(. "(. 6G( 6./ 8.? 8.6 8.6. "D1 ),/ 8)? Hasil 113) 2.-0 4L5 0./ 4L5 2).0 4L5 37.$ 33.A 35.0 1-.16 4H5 116.6 4L5 16.1.66 4L5 No$mal $.10 P 11.00 $.50 P 5.30 13.50 P 1A.50 $1.00 P 53.00 20.00 P 100.00 27.00 P 3$.00 31.00 P 37.00 11.70 P 1$.20 150.00 P $$0.00 7.20 P 10.00 Uni! 10Q3@R, 10Q7@R, g@d, & f, pg g@d, & 10Q3@R, f,

Pemeriksaan Kimia Klinik (10/08/2013)


16

Pa$ama!e $ SG=/ SG)/ (un .reatinin >atrium .hlorida 4alium

Hasil

Sa!#an

Nilai 2#+# an 11.00 P 33.00 11.00 P 50.00 2.00 P 23.00 0.A0 P 1.20 137.00 P 1$5.00 32.00 P 10A.00 3.50 P 5.10

)3.66 4H5 B@, 3$.00 B@, 33 4H5 mg@d, 1.03 mg@d, 12A *,+ mmol@, 35 *,+ 8mol@, $.7 mmol@,

3.- 2es#me )asien% ,aki0laki% $7 tahun% (ali% ndonesia% pedagang% datang dengan keluhan muntah darah sejak G jam sebelum 8"S. 8untah lebih dari 5 kali ber'arna merah kadang0kadang ber-ampur -airan dan makanan yang dimakannya% dengan !olume kira0kira setengah ember ke-il tiap kali muntah. Sebelum muntah% pasien biasanya merasa mual dan seperti enek pada ulu hatinya. )asien juga mengeluh lemas terutama sejak kurang lebih 3 bulan sebelum masuk rumah sakit. )asien juga mengeluh pusing sejak kurang lebih 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. 4eluhan terutama bila pasien berakti!itas dan berkurang bila pasien beristirahat. )asien juga mengeluhkan nyeri ulu hati dan nyeri perut yang dirasakan sejak 1 hari sebelum 8"S. >yeri dirasakan hampir diseluruh area perut. >afsu makannya juga sangat berkurang dan terjadi penurunan berat badan kira0kira 12 kg dalam 3 tahun terakhir. )asien juga mengeluhkan berak ber'arna hitam. (uang air ke-il dikatakan normal. )asien juga dikatakan sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur dan sering gelisah. )asien sudah mengalami keluhan ini sejak bulan 5anuari tahun 2012. Saat itu pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati% lemas% dan nafsu makan berkurang. )asien saat itu dira'at di "SB (hayangkara /rijata selama 5 hari dengan diagnosis fatty li!er dan kolesistitis. 4emudian pada bulan 8ei 2013 pasien datang lagi ke BGD dengan keluhan perut membesar serta ken-ing ber'arna seperti teh. )asien pernah dikonsulkan ke spesialis ji'a karena mengalami halusinasi suara dan pasien saat itu didiagnosis dengan penggunaan Hat *alkohol+. Saat itu pasien mengalami gejala sering gelisah% sulit tidur% dan bi-ara ka-au. Bntuk keluhannya saat ini pasien belum mendapat pengobatan. )asien mengaku jarang merokok% hanya 1 batang setiap minggunya. Sebelum
17

sakit% pasien memiliki kebiasaan minum alkohol selama I 23 tahun sejak pasien berusia 20 tahun% di mana setiap harinya pasien bisa minum 5 botol alkohol. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sakit sedang% kesadaran -ompos mentis G.S :$?587% tekanan darah 30@70 mm6g% nadi 11$ C@menit% respirasi 20 C@menit% temperatur aCila 37%A 0.. )ada kedua mata didapatkan anemis. )ada pemeriksaan abdomen didapatkan lien teraba di s-huffner 2% traube spa-e *K+% nyeri tekan pada regio epigastrium. Dari pemeriksaan darah lengkap didapatkan 1(. 11.$ 103@R,% 6G( 2.A g@d,% 6./ 2$.2&% ),/ 110 103@R,% 8.? 37.$ f,% 8.6. 35.0 g@d,. Dari )emeriksaan kimia klinik didapatkan SG=/ $3.00 B@,% SG)/ 3$ B@,% (un 33
mg@d,% .reatinin 1.03 mg@d,% >atrium 12A mmol@,% 4alium $.7 mmol@,% dan 4lorida 35 mmol@,.

3.. Diagnosis )e-ahnya ?arises :sofagus e.- Sirosis 6ati 0 0 Anemia >ormokromik0>ormositer e.- )erdarahan Akut /rombositopenia e.- susp. 6ipersplenisme

:nsefalopati 6epatikum Stadium 3./ Pena!ala sanaan 8asuk "umah Sakit *8"S+ <armakologis9 ?<D 2 line o D5& K somatostatin 1 !ial 17 tpm o )antopraHole 1 !ial dalam >S 100 - .efotaCime 3 C 1 gr Siapkan )". (ila perdarahan sudah berhenti atau jernih9 o ,a-tulosa 3 C . o Su-ralfat sirup 3 C .
18

>on <armakologis9 )asang >G/ Gastri- -ooling tiap 2 jam )uasakan 2 jam Planning Diagnos!i 7 ,ab9 albumin% bilirubin% )rotrombin time BSG Abdomen esophagogastroduodenoscopy *:GD+ %oni!o$ing7 ?ital sign 4eluhan 3.0 P$ognosis Dubius ad malam 3.1 Pe$ em&angan Pasien di 2#angan Tgl 110813 S Muntah darah (+) 1x, nyeri ulu hati (+), lemas (+) anas !adan (-) O "t #resent $% & 100'70 ( & 80 x'mnt )) & 20 x'mnt $ax & 36,3*+ "t ,eneral& Mata& an +'+, i-t -'.!d/men %istensi (-), 01 (+), (yeri te-an (+) e#i,astrium A )e-ahnya ?arises :sofagus e.Sirosis 6ati 0 Anemia >ormokromi k0>ormositer e.)erdarahan Akut 0 /rombosito0 penia e.susp.6ipersp lenisme :nsefalopati 6epatikum Stadium P $x& 0 D5& K somatostatin 1 !ial 17 tpm 0 )antopraHole 2 C 1 !ial *dalam >S 100 --+ 0 .efotaCime 3 C 1 gr 0 (ila perdarahan sudah berhenti atau jernih9 o ,a-tulosa 3 C . o Su-ralfat sirup 3 C. 0 G. tiap 2 jam 0 )uasakan pasien sampai dengan 2 jam setelah perdarahan berhenti.

19

1208201 3

Muntah darah (-), nyeri ten,,/r/ -an (+), nyeri ulu hati (+), lemas (+) anas !adan (-)

"t #resent $% & 110'70 ( & 840 x'mnt )) & 20 x'mnt $ax & 36,7*+ "t ,eneral& Mata& an +'+, i-t -'.!d/men %istensi (-), 01 (+), (yeri te-an (+) e#i,astrium

130813

2emas (+), nyeri ulu hati (+), muntah darah (-) anas !adan (-)

"t #resent $% & 100'60 ( & 84 x'mnt )) & 20 x'mnt $ax & 36,6*+ "t ,eneral& Mata& an +'+, i-t -'.!d/men %istensi (-), 01 (+), (yeri te-an (+) e#i,astrium

)e-ahnya ?arises :sofagus e.Sirosis 6ati 0 Anemia >ormokromi k0>ormositer e.)erdarahan Akut 0 /rombosito0 penia e.susp.6ipersp lenisme :nsefalopati 6epatikum Stadium )e-ahnya ?arises :sofagus e.Sirosis 6ati 0 Anemia >ormokromi k0>ormositer e.)erdarahan Akut 0 /rombosito0 penia e.susp.6ipersp lenisme :nsefalopati 6epatikum Stadium )e-ahnya ?arises :sofagus e.Sirosis 6ati 0 Anemia >ormokromi k0>ormositer e.)erdarahan Akut 0 /rombosito0 penia e.-

$x& 0 D5& K somatostatin 1 !ial 17 tpm 0 )antopraHole 2 C 1 !ial *dalam >S 100 --+ 0 .efotaCime 3 C 1 gr 0 G. S 2 jam bila jernih9 o aff >G/ o ,a-tulosa 3 C . o Su-ralfat sirup 3 C. o Diet -air

$x& 0 Aff >G/ 0 D5& K somatostatin 1 !ial 17 tpm 0 )antopraHole 2 C 1 !ial *dalam >S 100 --+ 0 .efotaCime 3 C 1 gr 0 ,a-tulosa 3 C . 0 Su-ralfat sirup 3 C . 0 Diet -air

1408201 3

Muntah darah (+), 0eradara0533 (+), 0 lemas 45$ (+), . sesa(+)

"t #resent $% & 90'60 ( & 120 x'mnt )) & 28 x'mnt $ax & 36,5*+ "t ,eneral& Mata& an +'+, i-t -'.!d/men %istensi (-), 01 (+), (yeri te-an

- /erapi ,anjut - )asang >G/ gastri- -ooling - )uasakan pasien

20

(+) e#i,astrium

susp.6ipersp lenisme :nsefalopati 6epatikum Stadium

0733 0 45$ )asien dikeluhkan . gelisah% bi-ara ka-au

$%& 90'60 mm6,, (& 60x'menit, $ax& 36/+

0734 5 45$ .

)asien mengalami penurunan kesadaran

G.S :1?181 /D9 tdk terukur% >9 tidak teraba

)enurunan kesadaran e.:nsefalopati 6epatikum

"5) 2 siklus 8 :4G flat )upil midriasis

)asien dinyatakan 0830 meninggal dihadapan 0 45$ keluarga dan . pera'at

21

BAB I8 PE%BAHASAN )enyebab dari sirosis hepatis sangat beraneka ragam% namun mayoritas penderita sirosis a'alnya merupakan penderita penyakit hati kronis yang disebabkan oleh !irus hepatitis atau penderita steatohepatitis yang berkaitan dengan kebiasaan minum alkohol ataupun obesitas. (eberapa etiologi lain dari penyakit hati kronis diantaranya adalah infestasi parasit *s-histosomiasis+% penyakit autoimun yang menyerang hepatosit atau epitel bilier% penyakit hati ba'aan% penyakit metabolik seperti 1ilsonNs disease% kondisi inflamasi kronis *sar-oidosis+% efek toksisitas obat *methotreCate dan hiper!itaminosis A+% dan kelainan !askular% baik yang didapat ataupun ba'aan. )ada kasus ini% kemungkinan yang menjadi penyebab sirosis adalah perkembangan dari penyakit hati kronis yang diakibatkan oleh alkoholik. )asien mengaku gemar mengkonsumsi alkohol selama 23 tahun yaitu sejak pasien berusia 20 tahun % dimana sehari pasien bisa minum 5 botol. Alkohol merupakan salah satu faktor risiko terjadinya sirosis hepatis karena menyebabkan hepatitis alkoholik yang kemudian dapat berkembang menjadi sirosis hepatis. )ada stadium a'al *kompensata+% dimana kompensasi tubuh terhadap kerusakan hati masih baik% sirosis seringkali mun-ul tanpa gejala sehingga sering ditemukan pada 'aktu pasien melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala0 gejala a'al sirosis meliputi perasaan mudah lelah dan lemas% selera makan berkurang% perasaan perut kembung% mual% berat badan menurun% pada laki0laki dapat timbul impotensi% testis menge-il dan dada membesar% serta hilangnya dorongan seksualitas. (ila sudah lanjut% *berkembang menjadi sirosis dekompensata+ gejala0gejala akan menjadi lebih menonjol terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi porta% meliputi kerontokan rambut badan% gangguan tidur% dan demam yang tidak begitu tinggi. Selain itu% dapat pula disertai dengan gangguan pembekuan darah% perdarahan gusi% epistaksis% gangguan siklus haid% ikterus dengan air kemih ber'arna seperti teh pekat% hematemesis% melena% serta perubahan mental% meliputi mudah lupa% sukar konsentrasi% bingung% agitasi% sampai koma. )ada kasus ini% berdasarkan hasil anamnesis yang telah dilakukan% didapatkan beberapa gejala yang dapat mengarah
22

pada keluhan yang sering didapat pada sirosis hati yaitu lemas pada seluruh tubuh% mual dan muntah yang disertai penurunan nafsu makan. Selain itu% ditemukan juga beberapa keluhan yang terkait dengan kegagalan fungsi hati dan hipertensi porta% diantaranya muntah darah% ri'ayat perut yang membesar% gangguan tidur% air ken-ing yang ber'arna seperti teh% ri'ayat ikterus pada kedua mata dan kulit% nyeri perut yang disertai dengan melena% dan gangguan tidur juga dialami pasien. )ada pemeriksaan fisik% didapatkan penderita yang tampak kesakitan. /erlihat juga tanda0tanda anemis pada kedua konjungti!a mata. /anda0tanda kerontokan rambut pada ketiak tidak terlalu signifikan. )ada pemeriksaan jantung dan paru% masih dalam batas normal% tidak ditemukan tanda0tanda efusi pleura seperti penurunan !okal fremitus% perkusi yang redup% dan suara nafas !esikuler yang menurun pada kedua lapang paru. )ada daerah abdomen didapatkan lien teraba di s-huffner 2% traube spa-e *K+% nyeri tekan pada regio epigastrium. )ada pemeriksaan laboratorium dapat diperiksa tes fungsi hati yang meliputi aminotransferase% alkali fosfatase% gamma glutamil transpeptidase% bilirubin% albumin% dan 'aktu protombin. >ilai SG=/ dan SG)/ dapat menunjukan peningkatan. SG=/ biasanya lebih meningkat dibandingkan dengan SG)/% namun bila nilai transaminase normal tetap tidak menyingkirkan ke-urigaan adanya sirosis. Gammaglutamil transpeptidase *GG/+ juga mengalami peningkatan% dengan konsentrasi yang tinggi ditemukan pada penyakit hati alkoholik kronik. 4onsentrasi bilirubin dapat normal pada sirosis hati kompensata% tetapi bisa meningkat pada sirosis hati yang lanjut. 4onsentrasi albumin% yang sintesisnya terjadi di jaringan parenkim hati% akan mengalami penurunan sesuai dengan derajat perburukan sirosis. Sementara itu% konsentrasi globulin akan -enderung meningkat yang merupakan akibat sekunder dari pintasan antigen bakteri dari sistem porta ke jaringan limfoid yang selanjutnya akan menginduksi produksi imunoglobulin. )emeriksaan 'aktu protrombin akan memanjang karena penurunan produksi faktor pembekuan pada hati yang berkorelasi dengan derajat kerusakan jaringan hati. 4onsentrasi natrium serum akan menurun terutama pada sirosis dengan as-ites% dimana hal ini dikaitkan dengan ketidakmampuan ekskresi air bebas.

23

Selain dari pemeriksaan fungsi hati% pada pemeriksaan hematologi juga biasanya akan ditemukan kelainan seperti anemia% dengan gambaran apusan darah yang ber!ariasi% baik anemia normokrom normositer% hipokrom mikrositer% maupun hipokrom makrositer. Selain anemia biasanya akan ditemukan pula trombositopenia% leukopenia% dan neutropenia akibat splenomegali kongestif yang berkaitan dengan adanya hipertensi porta. )ada kasus ini% pada pemeriksaan faal hati ditemukan SG=/ meningkat sedangkan SG)/ masih dalam batas normal. )emeriksaan hematologi pada pasien ini menunjukkan penurunan kadar hemoglobin dengan nilai 8.? dan 8.6. dalam batas normal. Dimana hal ini menunjukkan adanya anemia normokromik normositer% yang kemungkinan disebabkan oleh adanya perdarahan pada saluran -erna. Selain anemia% ditemukan juga penurunan kadar trombosit atau trombositopenia pada pasien yang kemungkinan akibat splenomegali kongestif yang berkaitan dengan adanya hipertensi porta. /erdapat beberapa pemeriksaan radiologis yang dapat dilakukan pada penderita sirosis hati. Bltrasonografi *BSG+ abdomen merupakan pemeriksaan rutin yang paling sering dilakukan untuk menge!aluasi pasien sirosis hepatis% dikarenakan pemeriksaannya yang non in!asif dan mudah dikerjakan% 'alaupun memiliki kelemahan yaitu sensiti!itasnya yang kurang dan sangat bergantung pada operator. 8elalui pemeriksaan BSG abdomen% dapat dilakukan e!aluasi ukuran hati% sudut hati% permukaan% homogenitas dan ada tidaknya massa. )ada penderita sirosis lanjut% hati akan menge-il dan nodular% dengan permukaan yang tidak rata dan ada peningkatan ekogenitas parenkim hati. Selain itu% melalui pemeriksaan BSG juga bisa dilihat ada tidaknya as-ites% splenomegali% trombosis dan pelebaran !ena porta% serta skrining ada tidaknya karsinoma hati. Bntuk membantu menegakkan diagnosis pada pasien ini% maka perlu dilakukan pemeriksaan BSG. )emeriksaan endoskopi dengan menggunakan esophagogastroduodenoscopy *:GD+ untuk menegakkan diagnosa dari !arises esophagus dan !arises gaster sangat direkomendasikan ketika diagnosis sirosis hepatis dibuat. 8elalui pemeriksaan ini% dapat diketahui tingkat keparahan atau grading dari !arises yang terjadi serta ada tidaknya red sign dari !arises% selain itu dapat juga mendeteksi lokasi perdarahan spesifik pada saluran -erna bagian atas.
24

)ada stadium kompensasi sempurna sulit menegakkan diagnosis sirosis hati. )ada proses lanjutan dari kompensasi sempurna mungkin bisa ditegakkan diagnosis dengan bantuan pemeriksaan klinis yang -ermat% laboratorium biokimia@serologi% dan pemeriksaan penunjang lain. )ada saat ini penegakan diagnosis sirosis hati terdiri atas pemeriksaan fisis% laboratorium% dan BSG. )ada kasus tertentu diperlukan pemeriksaan biopsi hati atau peritoneoskopi karena sulit membedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan sirosis hati dini. Diagnosis pasti sirosis hati ditegakkan dengan biopsi hati. )ada stadium dekompensata diagnosis kadang kala tidak sulit ditegakkan karena gejala dan tanda0tanda klinis sudah tampak dengan adanya komplikasi. )ada pasien ini% melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan keluhan dan tanda0tanda yang mengarah pada firosis hati. )emeriksaan penunjang yang dilakukan berupa pemeriksaan laboratorium juga mendukung diagnosis sirosis hati dekompensata dengan tanda0tanda hipertensi porta berupa gejala !arises esophagus dan gastropati hipertensi porta. )emeriksaan biopsi hati sebagai gold standar penegakan diagnosis sirosis hati tidak perlu dilakukan karena tanda0tanda klinis dari kegagalan fungsi hati dan hipertensi porta sudah terlihat jelas. Selain itu% pemeriksaan biopsi yang in!asif juga dapat menimbulkan resiko perdarahan dan infeksi peritoneal pada pasien ini. /erdapat beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita sirosis hati yang merupakan akibat dari kegagalan fungsi hati dan hipertensi porta% diantaranya :nsepalopati 6epatikum% ?arises :sophagus% )eritonitis (akterial Spontan *)(S+% Sindrom 6epatorenal% Sindrom 6epatopulmonal. )ada kasus ini% pasien mengalami komplikasi berupa perdarahan pada saluran -erna akibat pe-ahnya !arises esophagus. Selain itu% pasien juga diduga mengalami ensepalopati hepatikum karena pernah beberapa kali mengalami halusinasi% bi-ara ka-au% dan mengalami gangguan tidur selama sakit. )erdarahan saluran -erna merupakan faktor penting yang memper-epat terjadinya ensepalopati hepatikum. )enatalaksanaan kasus sirosis hepatis dipengaruhi oleh etiologi dari sirosis hepatis. /erapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi progresifitas dari penyakit. 8enghindarkan bahan0bahan yang dapat menambah kerusakaan hati% pen-egahan dan penanganan komplikasi merupakan prinsip dasar penanganan kasus sirosis. )ada pasien ini% ditemukan perdarahan saluran -erna yang
25

ditunjukkan dengan melena sehingga dilakukan beberapa terapi diantaranya adalah kumbah lambung dengan air dingin tiap 2 jam% kemudian dipantau 'arna dan isi kurasan lambungnya% kemudian dilakukan sterilisasi usus dengan pemberian -efotaCime 3C1 gr dan laktulosa 3C. setelah kumbah lambung selesai dikerjakan. 6al ini ditujukan untuk mengurangi jumlah bakteri di usus yang bisa menyebabkan peritonitis bakterial spontan serta mengurangi produksi amonia oleh bakteri di usus yang dapat menyebabkan ensepalopati hepatikum jika terlalu banyak amonia yang masuk ke peredaran darah. )asien juga mendapatkan obat somatostatin untuk men-egah perdarahan saluran -erna akibat pe-ahnya !arises. )emberian obat0obatan pelindung mukosa lambung seperti pantopraHol 1 !ial per hari yang dilanjutkan dengan su-ralfat 3 C . bila isi bilas lambung sudah jernih. )emberian obat0obat tersebut bertujuan agar tidak terjadi perdarahan akibat erosi gastropati hipertensi porta. )rognosis sirosis sangat ber!ariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor% diantaranya etiologi% beratnya kerusakan hati% komplikasi% dan penyakit yang menyertai. (erdasarkan sistem klasifikasi .hild0/ur-otte0)ugh dapat diprediksi angka kelangsungan hidup pasien dengan sirosis tahap lanjut. Dimana angka kelangsungan hidup selama setahun untuk pasien dengan kriteria .hild0)ugh A adalah 100&% .hild0)ugh ( adalah 20&% dan .hild0)ugh . adalah $5&. )ada pasien ini belum dilakukan pemeriksaan albumin% bilirubin% dan 'aktu protrombin atau >" sehingga prognosis belum dapat ditentukan menggunakan klasifikasi .hild0/ur-otte0)ugh. >amun bila dilihat dari progresifitas dan komplikasi penyakit yang dialami pasien dimana pasien sudah mengalami perdarahan saluran -erna akibat pe-ahnya !arises esofagus dan kemungkinan telah terjadi ensefalopati hepatikum% maka prognosis pasien ini adalah dubius ad malam.

26

BAB 8 KESI%PULAN Sirosis hepatis merupakan suatu keadaan patologis yang menggambarkan fibrosis jaringan parenkim hati tahap akhir% yang ditandai dengan pembentukan nodul regeneratif yang dapat mengganggu fungsi hati dan aliran darah hati. Sirosis adalah konsekuensi dari respon penyembuhan luka yang terjadi terus0menerus dari penyakit hati kronis yang diakibatkan oleh berbagai sebab. Akibat dari sirosis hati% maka akan terjadi 2 kelainan yang fundamental yaitu kegagalan fungsi hati dan hipertensi porta. 8anifestasi dari gejala dan tanda0 tanda klinis ini pada penderita sirosis hati ditentukan oleh seberapa berat kelainan fundamental tersebut. 4egagalan fungsi hati akan ditemukan dikarenakan terjadinya perubahan pada jaringan parenkim hati menjadi jaringan fibrotik dan penurunan perfusi jaringan hati sehingga mengakibatkan nekrosis pada hati. 6ipertensi porta merupakan gabungan hasil peningkatan resistensi !askular intra hepatik dan peningkatan aliran darah melalui sistem porta. )emeriksaan penunjang yang dapat mendukung ke-urigaan diagnosis sirosis hepatis terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Bntuk penanganan pada pasien ini prinsipnya adalah mengurangi progesifitas penyakit% menghindarkan dari bahan0bahan yang dapat merusak hati% pen-egahan% serta penanganan komplikasi. )engobatan pada sirosis hati dekompensata diberikan sesuai dengan komplikasi yang terjadi. )rognosis sirosis sangat ber!ariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor% diantaranya etiologi% beratnya kerusakan hati% komplikasi% dan penyakit yang menyertai. (eberapa tahun terakhir% metode prognostik yang paling umum dipakai pada pasien dengan sirosis adalah sistem klasifikasi .hild0/ur-otte0)ugh% yang dapat dipakai memprediksi angka kelangsungan hidup pasien dengan sirosis tahap lanjut.

27