Anda di halaman 1dari 16

ACARA

PENENTUAN KADAR LENGAS TANAH


1.1 Tujuan
1. Mengenal beberapa alat pengukur kadar lengas tanah serta melatih
ketrampilan mahasiswa dalam pengukuran kadar lengas tanah.
2. Memahami konsepsi kandungan lengas dalam tanah dalam kaitannya dengan
lengas tersedia dan kebutuhan tanaman.
1.2 Dasar Teori
1.2.1 Diagram Skematis Tanah seagai Sistem Tiga !ase
Berat Volume
Ketarangan :
Mt Berat total !gram"
Mw Berat air !gram"
Ma Berat udara !gram"
Ms Berat padatan !gram"
M# Berat air $ udara
!gram"
Vt Volume total !%m
&
"
Vw Volume air !%m
&
"
V# Volume pori total !porositas"
!%m
&
"
Vs Volume padatan !%m
&
"
Va Volume udara !%m
&
"
Gamar 1. Diagram Skematis "ari tanah seagai sistem tiga #ase $u"ara% air%
&a"atan"
' Ka"ar Lengas Tanah
Kadar lengas tanah merupakan kandungan air di dalam suatu tanah yang bisa
dinyatakan sebagai bagian !#raksi" berat maupun #raksi 'olume( relati#
terhadap berat atau 'olume %ontoh tanah yang ditin)au. Kadungan air dalam
tanah dapat dinyatakan se%ara mutlak dalam satuan tebal air !%m"*kedalaman
akar !%m"
Kandungan lengas dapat diukur dalam + %ara :
a. dengan metode gra'imitri !%ara o'en"
b. dengan tensiometer
1
Padatan (partikel
tanah kering)
Air
Udara Ma
Mw
Mf
Ms
Mt
Va
Vw
Vf
Vt
Vs
%. dengan daya hantar daya listrik
d. dengan radioakti#
, !raksi (erat )
Kandungan air m Berat air yang dikandung
Berat kering %ontoh tanah !berat total"
m
Ms
Mw

s Vs
Vw

.............................................!1.1"
-rosentase Kandungan .engas( -m m / 1001 ....................................!1.2"
-m disebut sebagai Kandungan .engas dalam 1 Berat 2anah Kering.
, !raksi *o+ume
Kandungan air( '
Vt
Vw

Vt
w Mw *
......................................................
!1.&"
3imana :
w density air !1(0 gram * %m
&
"
s density partikel !butir" tanah !gr * %m
&
"
, 3ensity tanah !bulk density" dapat ditentukan dari berat %ontoh tanah setelah
dikeringkan dalam o'en dengan suhu 1045C selama 2+ )am. 3engan
mengetahui 'olume %ontoh tanahnya !Vt" maka density tanah yang
bersangkutan dapat ditentukan.
Bulk density As
Vt
Ms

Vs Vw Va
Ms
+ +
.....................................................
!1.+"
3inyatakan dalam
& cm
gr
, -artikel density s
Vs
Ms
....................................................................... !1.4"
3inyatakan dalam
& cm
gr
3ari persamaan !1.1"( !1.&" dan !1.+" diperoleh hubungan :
' m . As ........................................................................................... !1.6"
Atau dinyatakan dalam
-' pm . As
-' !m / 1001" b
-' adalah kelengasan tanah dalam 1 'olume
2
, -orositas tanah( n

,
_

s
As

1
/ 1001...................................................... !1.7"
1.2.2 Tea+ Air
2ebal air yang dikandung oleh suatu tanah :
d -' . 3..................................................................................... !1.8"
3imana: 3 2ebal lapisan tanah( dimana air yang bersangkutan
dikandungnya( biasanya setara dengan lapisan akar !%m"
Contoh : Bila kandungan air &01( sedangkan 3 40 %m maka tebal
air &01 / 40 %m 14 %m*40 %m
1.2., P!
Konsep air tanah yang tertahan pada berbagai tegangan !hisapan" adalah
sangat penting.Konsep ini men)elaskan perubahan se%ara kontinyu( air irigasi yang
dapat tersedia untuk tanaman pada kondisi tidak )enuh dinyatakan dalam -9( dimana
-9 log tinggi tegangan air !dinyatakan dalam tinggi kolom air %m". Air yang tersedia
adalah perbedaan antara air yang bertahan pada kondisi kapasitas lapang !air yang
bertahan pada 1*& atm" dan air yang bertahan se%ara erat pada pori yang sangat ke%il(
atau sebagai lapisan kohesi yang tipis !air pada titik layu( pada 14 atm".
Keterangan :
A: Air :igroskopis > -9 +(2
-w Air kapiler atau air tersedia -9+(2 ; -92(4+
A< Air <ra'itasi -92(4+ ; -9 0
-= 2itik layu dimana tegangan air t 14 atm atau sabesar 14 / 102& %m air
log 14&+4 atau -9 +(2
&
-w
9C Kapasitas lapang dimana tegangan air t
&
1
atm atau sebesar &06(> %m air
log &06(> atau -9 2(4+
1., A+at "an (ahan
1. 2anah dibuat berbeda tingkat kebasahannya dengan proses pengeringan alami
2. 2ensiometer
&. Alat pengambil %ontoh tanah !kaleng berlubang kedua sisinya"
+. Kantong plastik
4. 2imbangan analitik
6. ?'en
7. @mber besar yang mempunyai beberapa lubang ke%il dibawahnya.
1.- .ara Kerja
1( -engukuran bulk 3ensity !As" dan menghitung porositas tanah.
a. Ambil %ontoh tanah tidak terganggu dengan menggunakan kaleng atau
potongan pipa paralon bekas yang kedua sisinya berlubang
b. Keringkan %ontoh tanah dalam o'en selama 2+ )am dengan suhu 1045C(
kemudian timbang berat kering tanah !Ms"
%. :itunglah Bulk 3ensity( As
Vt
Ms

Vs Vw Va
Ms
+ +
d. :itung porositas tanah !dengan asumsi parti%le density( s 2(64
gr*%m
&
".............. n
Vt
Vw Vs +

1
]
1

s
As

1
/ 1001
2. -engukuran .engas 2anah dengan 2ensiometer.
-embatas utama tensiometer adalah bahwa tensiometer tidak dapat mengukur
nilai hisapan kelengasan tanah setinggi hisapan titik layu !14 atm". Kisaran
aktual pengukuran e#ekti# hanya maksimum 1 atm dengan prosedur :
a. Asi ember berukuran besar dengan tanah tidak terganggu
b. Masukkan tensiometer ke dalam tanah
%. Biram tanah tersebut sampai )enuh
d. Asikan air ke dalam tensiometer sampai ter)adi keseimbangan dengan
air tanah( tutup rapat,rapat tensiometer
+
e. 2empatkan ember tersebut ditempat teduh yang terlindung dari hu)an(
biarkan tanah mengering sampai selama 7 hari
#. Catat kelengasan tanah bedasarkan nilai hisapan !tekanan" pada
tensiometer setiap hari selama 7 hari
&. Mengukur kandungan air tanah dalam 1 'olume se%ara gra'imetri
a. Ambil %ontoh tanah dari dalam ember pada kedalaman 401 dari tebal
tanah( masukkan ke dalam %awan dan timbang !gram" setiap hari selama 7
hari
b. Keringkan dalam o'en selama 2+ )am %ontoh tanah kering !berat tanah
dikoreksi dengan berat %awan"
%. :itung kelengasan tanah dalam 1 berat tanah kering
-m Berat %ontoh tanah ; berat %ontoh tanah kering / 1001
Berat %ontoh tanah kering
d. :itung kelengasan tanah air tanah dalam 1 'olume :
-' -m.As. 1 'olume
e. .akukan pengukuran ini setiap hari selama 7 hari( gunakan nilai As dari
per%obaan no1
1./ Pemahasan
' :itung tebal kandungan air tanah untuk ketebalan tanah dalam ember !%m*%m
kedalaman akar"
, Buat gra#ik hubungan antara kandungan air tanah dengan tekanan dari
tensiometer dan hitung persamaan hubungan tersebut !tekanan sebagai #ungsi
kadar air 1 'olume".
1.0 Da#tar Pustaka
A.M. Mi%hael( 1>78. 1rrigation Theor2 an" Pra3ti3e. *i3as Pu+ishing House
P*T LTD( Andia
4
ACARA
PENGUKURAN KE(UTUHAN A1R TANA4AN
SE.ARA LANGSUG
A. Tujuan
Mahasiswa di harapkan dapat melakukan cara pengukuran
evapotranspirasi dan memahami evapotranspirasi sebagai bentuk kebutuhan
air tanaman.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan !ahan yang digunakan
" #ysimeter " $anaman palawi%a umur
tanaman &' ( ') minggu
" Air
C. Ruang Lingkup
Praktikum pengukuran kebutuhan air tanaman ini menggunakan alat
lysimeter. *ampel tanaman untuk pengukuran kebutuhan air tanaman
adalah tanaman palawi%a umur &' ( dan ) minggu' misalnya tanaman %agung
atau cabe. *ecara prinsip pengukuran kebutuhan air tanaman dengan
lysimeter adalah mengukur besarnya berat yang hilang pada tanaman dan
tanah akibat ter%adinya evapotranspirasi.
D. Dasar Teori
+ebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai tebal air yang dibutuhkan
untuk memenuhi %umlah air yang hilang melalui evapotranspirasi. Untuk
tanaman padi sawah dimana tanaman dalam kondisi tergenang' kebutuhan
air selain evapotranspirasi %uga kehilangan air akibat proses perkolasi' air
untuk pen%enuhan dan air untuk penggenangan. *ecara teoritis
evapotranspirasi dibedakan men%adi evapotranspirasi actual (,ta)'
evapotranspirasi maksimum (,tm) dan evapotranspirasi standar (,$o)
,$m - +c. ,$o
6
.imana +c - +oefisien tanaman.
,vapotranspirasi standar (,$o) dapat diketahui langsung dengan
berdasarkan pengukuran langsung dengan menggunakan alat panci
evaporasi class A' atau berdasarkan perhitungan data iklim dengan
menggunakan metode Penman' /adiasi dan !laney 0ridle. *edang ,$m
adalah evapotraspirasi dari suatu tanaman sehat tumbuh pada areal yang
luas' pada tanah yang men%amin cukup lengas tanah' kesuburan tanah dan
lingkungan hidup tanaman cukup baik sehingga secara potensial tanaman
akan berproduksi maksimum.
1ilai ,$a biasanya diukur langsung di lapangan atau di laboratorium
dengan menggunakan alat lysimeter dan percobaan inflow"outflow. Ada dua
%enis lysimeter yaitu #ysimeter basah dan lysimeter kering. #ysimeter basah
untuk tanaman padi sawah sedang lysimeter kering untuk tanaman palawi%a
dan se%enisnya.
+eseimbangan air pada tanaman di lapang secara sederhana dapat di
gambarkan dalam keseimbangan siklus hidlogi sebagai berikut
,$a - /e 2 3 4 /o" P".e .............................................................. (5)
.imana
,$a ,vapotranspirasi
/e Presipitasi (hu%an)
3 3rigasi
P .rainase6Perkolasi
/o /un off ( aliran
permukaaan)
.e Perubahan
kandungan air dalam
lapisan tanah
Gambar 1. +eseimbangan Air pada $anaman
7
P
/e
.i laboratorium nilai P'3'/e'/o bias dieleminasikan sehingga ,$a -
.e' sehingga perubahan kandungan air hanya tergantung dari
evapotranspirasi' berat kandungan air tersebut dapat di timbang dengan
lysimeter yang berkolerasi dengan tinggi muka air pada monometer.
.engan demikian perubahan %umlah air dalm pot lysimeter akibat dari
proses evapotranspirasi irigasi dominasi yang mengalami kenaikan mengikuti
perubahan tingkat muka air dalam monometer. *uatu perubahan tinggi muka
air yang terbaca pada skala monometer memberikan indikator sewaktu
perubahan berat tertentu.
E. Prosedur perasional Alat dan Langkah !erja Praktikum
7
5
8
&
a. !alibrasi Alat
5. #etakkan pot dengan tanah kering di atas lysimeter
8. Atur kedudukan air di manometer (point 7) pada scala 9 8: mm
7. $entukan kemiringan manometer (;' 5:' 5;' 8:)
&. $ambahkan satu beban pada point &' baca skala (point 7)' tambahkan
lagi beban' baca skala dan seterusnya.
;. Plot hubungan antara hasil pembacaan beban dengan hasil pembacaan
skala (regresi) untuk mendapatkan persamaan hubungan beban dan
skala manomeater
(. Ulangi pada berbagai kemiringan yang berbeda
"sikan #asil Pengukuran dalam Tabel 1 Berikut $
8
+eterangan gambar.
5. Pelat berbentuk silinder yang dilengkapi dengan
ban dalam sepeda motor yang disisi air sebagai
penahan beban
8. *elang yang terhubung antara ban dalam sepeda
motor dan pembacaan skala melalui kran6katup air
7. Pelat pengatur sudut pembacaan skala
manometer
&. $anaman yang akan diukur kebutuhan air
tanamannya (,ta)

Tabel 1. <orm Pengukuran +alibrasi #ysimeter
Plotkan data bacaan manometer (mm) dengan beban (gr) untuk
mendapatkan persamaan regresi hubungan antara bacaan manometer
(mm) dengan beban (gr).
b. Pengamatan dan Perhitungan
5. #akukan pengamatan penurunan berat pot dan tanaman setiap hari
dengan membaca manometer pada alat lysimeter' konversikan bacaan
manometer (mm) ke dalam satuan berat (gr) dengan persamaan regresi
yang dihasilkan.
8. =itung konversi data penurunan berat (gr) men%adi data evapotranspirasi
(mm) dengan persaman berikut.

A
w W
ETa
*

/10 .......................................................................... !2"


. .imana
,$a - ,vapotranspirasi aktual (mm)>
?- Penurunan !erat pot dan tanaman (gram)>
w - Massa @enis air (5 gram6cm
7
)
A - #uas Permukaan Pot (cm
8
)

+egiatan satuan Pembacaan
*udut Manometer
Penambahan !erat gram
Manometer mm
Penurunan !erat gram
Manometer mm
>
ACARA
PENGUKURAN KE(UTUHAN A1R TANA4AN
DENGAN PAN.1 E*AP5RAS1 DAN
PENGATURAN 6AD7AL PE4(ER1AN
1R1GAS1
A. Tujuan
Mahasiswa di harapkan dapat melakukan cara pengukuran
evapotranspirasi dan memahami evapotranspirasi sebagai bentuk kebutuhan
air tanaman sehingga berdasarkan kebutuhan air tanaman tersebut
mahasiswa diharapkan mampu merencanakan %adwal pemberian air irigasi.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan !ahan yang digunakan
% Panci evaporasi class A " Air
" *top watch " *elang plastik dan ember
" Anemometer
" #uA meter
" =ygrometer
C. Ruang Lingkup
Praktikum pengukuran kebutuhan air tanaman ini menggunakan alat
panci evaporasi' luAmeter' anemometer' dan hygrometer. Praktikum ini terdiri
dari 8 kegiatan praktikum antara lain (a) pengukuran evaporasi dengan panci
class A untuk mendapatkan nilai kebutuhan air tanaman> dan (b)
merencanakan %adwal pemberian air irigasi berdasarkan hasil perhitungan
kebutuhan air tanaman.
D. E&aporasi dan 'ad(al Pemberian Air "rigasi
Pengukuran evapotranspirasi standar (,to) dengan menggunakan
panci evaporasi class A harus memperhatikan faktor penempatan panci'
kecepatan angin' /= rata"rata' dan lain"lain. <aktor"faktor ini semua
berpengaruh terhadap nilai koefisien panci (+p)'
10
!esarnya ,to diperoleh dari rumus
,to - +p. ,pan .................................................................................(5)
.imana
,pan - ,vaporasi air dari panci dalam mm6hari dan menun%ukkan
nilai rata"rata harian dari skala periode
+p -+oefisien panci
*elan%utnya besarnya nilai ,tm diperoleh dari rumus
,tm - +c . ,to ................................................................................. (8)
1ilai +c tergantung dari %enis dan umur tanaman yang men%adi obyek
observasi seperti pada $abel 5 berikut
Tabel 1 . !oe)isien Tanaman *!+,
$anaman
$ingkat pertumbuhan tanaman $otal periode
pertumbuhan Awal Pertumbu
han
Pertenga
han
Akhir
pertumbuhan
panen
@agung :'7":'; :'B":'C 5':;"5'8: 5"5'5; :'C;"5'5 :')":'C;
+edelai :'7":'& :'B":') 5'::"5'5; :'B":') :'&":'; :'B;":'C
$embakau :'7":'& :'B":') 5'::"5'8: :'C"5': :'B;":'); :');":'C;
$ebu :'7":'; :'B"5': 5'::"5'7: :'B;":') :';":'( :');"5':;
$omat :'7":'; :'B":') 5':;"5'8; :')":'C; :'(":'(; :'B;":');
Melon :'7":'; :'B":') :'C;"5':; :')":'C :'(;":'B; :'B;":');
@adwal pemberian irigasi tergantung pada berbagai faktor antara lain
ketersediaan air' sifat fisik tanah' kondisi iklim' dan %enis tanaman yang akan
diberi air. .i lapangan pemberian air irigasi didasarkan pada keseimbangan
air di lapang' biasanya dinyatakan dalam kedalaman pemakaian air (mm) dan
interval pemberian air (hari) seperti pada rumus"rumus dibawah ini
+edalaman pemakaian air (d) termasuk kehilangan pemakaian' yaitu
d (mm) -
Ea
D Sa p ". . !
..........................................................................
( 7)
3nterval pemberian air i adalah
i (hari) -
Etm
D Sa p ". . !
.............................................................................(&)
.imana
p - <raksi depletion dari air tersedia yang terpakai untuk
evapotranspirasi' lihat $abel 8 dan $abel 7
11
*a- $otal air tersedia' mm6m kedalaman tanah' tergantung tekstur
tanah' lihat tabel 5 bab 3V
. - +edalaman akar (m)
,a- ,fisiensi pemakaian (D)
,tm- ,vapotranspirasi maks (mm6hr)
Tabel -. +elompok $anaman menurut *ensitivitasnya terhadap <raksi
.epletion (P) dari Air $ersedia
+elompok $anaman
5 Enion' pepper'potato
8 !anana' cabbage' grape' pea' tomato
7 Alfalfa' bean' citrus' groundnut' pineapple
& 0atton' maiFe' olive' sunflower' sorghum' soyabean'
sugarbeet' sugarcane' tobacco
Tabel .. <raksi .epletion (P) dari Air $ersedia untuk +elompok $anaman
dan ,tm
+elompok
tanaman
,tm mm6hr
8 7 & ; ( B ) C 5:
5 :';: :'&8 :'7; :'7: :'8; :'88 :'8: :'8: :'5B
8 :'(B :';B :'&B :'&: :'7; :'78 :'8B :'8; :'88
7 :'): :'B: :'(: :';: :'&; :'&8 :'7B :'7; :'7:
& :')B :'): :'B: :'(: :';; :';: :'&; :'&8 :'&:
E. Prosedur perasional Alat dan Langkah !erja Praktikum
5. $empatkan panci evaporasi di suatu tempat yang memenuhi
syarat' yaitu lapangan terbuka' relatif %auh dari bangunan gedung
12
Keterangan:
A -engatur dan -engukur 2inggi
Air dalam -an%i
B Carum -enun)uk Muka Air
A
!
8. Usahakan panci evaporasi dalam posisi benar"benar horisontal'
bila perlu tambahkan landasan kayu
7. 3si Panci klas A dengan air sampai batas tertentu' letakkan
mikrometer pancing ke dalam panci seperti gambar berikut

&. $empatkan pikonometer di tengah panci' pastikan %arum (!)
menyentuh permukaan air dan baca tinggi air (mm) sebagai datum
;. Amati dan ukur penurunan muka air dengan mengatur mur pada
piknometer (A) setelah 95: %am' dari %am :(.:: s6d %am 5(.:: wib.
0atat penurunan tinggi air (mm)
(. Ukur kecepatan angin dan /=' cari koef panci (+p) menurut
$abel 5 berikut ini.
8. =itung evaporasi dengan persamaan (,to) berdasarkan persamaan 5
7. =itung besarnya kebutan air tanaman (,tm) berdasarkan persamaan 8
&. =itung %adwal pemberian air irigasi berdasarkan persamaan 7 dan &
1&
ACARA
PENGUKURAN DE(1T
A. Tujuan
Mahasiswa di harapkan mampu dan memahami cara mengukur
besarnya debit yang mengalir pada saluran dengan cara pelampung' dan
current meter.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan !ahan yang digunakan
% 0urrent Meter unit " Aliran air
" *top watch " tali rafia dan patok besi
" /ol meter
C. Ruang Lingkup
Praktikum pengukuran debit air ini menggunakan peralatan kategori 8
yaitu alat current meter. Pengukuran debit dilakukan di saluran irigasi
terutama saluran irigasi teknis yang berada di bawah pengelolaan dinas
pengairan kabupaten %ember.
D. Pengukuran Debit
!erbagai macam bangunan dan peralatan telah dikembangkan untuk
maksud pengukuran debit baik pengukuran secara langsung maupun tidak
langsung. Metode pengukuran debit secara langsung yaitu dengan
pengukuran tinggi dan lebar penampang bangunan ukur.Metode pengukuran
debit secara tidak langsung dapat menggunakan pelampung dan alat flow
meter yaitu current meter.
Menurut %enis baling"baling (propeller)' terdapat dua macam %enis
current meter yaitu current meter %enis baling"baling biasa (poros mendatar)
dan %enis baling"baling mangkok (poros tegak). *etiap current meter memiliki
rumus kalibrasi untuk menentukan kecepatan aliran yaitu
1+
b aN V + ........GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG.(5)
.imana
V - +ecepatan aliran air (m6dt)
a dan b- konstanta current meter menurut tipe alat
1 - @umlah putaran baling"baling (putaran6dt)
Pengukuran kecepatan aliran dilakukan pada setiap segmen atau pias
vertikal. Pengukuran dilakukan pada beberapa posisi tertentu dari kedalaman
aliran' untuk kemudian mendapatkan kecepatan rata"rata dari setiap segmen.
Penetapan titik pengukuran alat tergantung dari kedalaman muka air saluran
seperti tertera pada $abel 5 berikut ini.
Tabel 1. Posisi Titik !etinggian Pengukuran !e+epatan Aliran Air
dengan Current /eter
$ipe +edalaman air
(d)
m
$itik
pengukuran
V rata"rata (m6s)
5 H :'( :'( d V:'(
8 :'( " 7': :'8 d > :') d (V:'8d 2V:')d)68
7 7': 4 (': :'8d> :'(d> :')d (V:'8d 2V:'(d2V:')d)6&
Pengukuran debit (I) secara tidak langsung dapat dihitung dengan rumus
I - V A A GGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG.(8)
.imana
I - .ebit suatu saluran (m76det)
V - +ecepatan aliran air (m6det)
A - #uas Penampang basah saluran (m8)
E. Prosedur perasional Alat dan Langkah !erja Praktikum
*iapkan dan atur alat current sesuai kedalam air yang akan diukur.
Pengukuran kecepatan aliran dilakukan pada setiap segmen atau pias
vertikal. Pengukuran dilakukan pada beberapa posisi tertentu dari kedalaman
aliran air' untuk kemudian mendapatkan kecepatan rata"rata dari setiap
segmen.
Adapun cara pengaturan alat current meter sebelum digunakan sebagai
berikut ini.
14
Pias 3 Pias 33
Pias 333
= air
# (m)
#5 (m) #5 (m)
5. !agi saluran men%adi beberapa pias
8. Pasang alas strik (,)
7. #onggarkan poin 0' kemudian
Pasang6masukkan current meter ke stik (A)
dan kencangkan lagi sesuai dengan titik
ketinggian pengamatan
&. Masukkan kabel ke konektor (!) dan
hubungkan dengan recorder putaran baling"
baling
;. #etakkan current meter berlawanan arus
air dan amati data kecepatan aliran.
(. =itung luas pias (lebarA tinggi)
B. =itung kecepatan aliran berdasarkan rumus yang tertera pada $abel
5 berikut.
Tabel 1. /umus +ecepatan Aliran dengan 0urrent Meter
1 (putaran6detik)
J)
V - kecepatan aliran (m6det)
:'8( H 1 H :'CB V - :':7& 2 :':CC5 1
:'CB H 1 H &'B5 V - :':872 :'55:; 1
&'B5 H 1 H 8B')( V - :':7C 2 :'5:B5 1
J) Putaran baling"baling yang terbaca pada sinyal counter6recorder
). Masukkan data pengamatan dan perhitungan ke dalam $abel 8 berikut
Tabel -. <orm Pengamatan dan perhitungan data debit air
1o
pias
Ukuran Pias6*egmen
(m)
+ecepatan pias6*egmen
(m6det)
Vrata
8
(m6det)
.ebit
(m76det)
= # #uas (m
8
) V:.8h V:.(h V:.)h
.ebit saluran (KI)
16

A
B
C
D
E
+eterangan gambar
A. *tick
!. +onektor kabel antara
baling"baling dengan recorder
0. *krup pengencang
.. Posisi6titik pengukuran
,. Alas strik