Anda di halaman 1dari 16

Presentasi Referat Rabu, 23 April 2008

Kepada Yth, .................................

ASPEK NEUROPS K A!R PA"A PENYAK ! PARK NSON

Pen#a$i '(derat(r Narasu.ber Pe.bahas

% dr. !aufi& 'esian( % dr. "ini % dr. )erdila % dr. *eriani Sp.K+ ,K% dr. Ri/hard 0udi.an Sp.K+ ,K% 1. dr. .elda 2. dr. Yenn# Sina.bela 3. dr. Pr(fitasari

Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSUPN Cipto Mangunkusumo

Jakarta 200

!SP"K N"UR#PSIKI!$RI P!D! P"N%!KI$ P!RKINS#N !&strak 'ana$e.en pasien den2an pen#a&it Par&ins(n tahap lan$ut san2atlah .enantan2 &ita dala. penan2anann#a dilihat dari se2i .(t(ri&, serin2 ti.bul &(.pli&asi 2e$ala psi&(sis, #an2 disertai den2an berba2ai &(.(rbiditas neur(psi&iatri lainn#a. Penilaian dan penan2anan pasien P" #an2 disertai 2e$ala neur(psi&iatri .e.butuh&an perhatian #an2 lebih besar ba2i &ita untu& lebih .e.perhati&an la2i berba2ai fa&t(r pen#ebab ti.buln#a 2e$ala neur(psi&iatri. Pen2enalan se/ara dini dari 2e$ala32e$ala neur(psi&iatri #an2 ti.bul ha.pir .en#erupai 2e$ala P" san2atlah pentin2 dala. tatala&sana pasien lebih lan$ut. Kata kun'i ( Pen)akit Parkinson* komplikasi neuropsikiatri* mana+emen Penda,uluan Pen#a&it Par&ins(n ,P"- perta.a &ali dides&ripsi&an se/ara len2&ap 2e$alan#a (leh se(ran2 d(&ter dan 2e(l(2is dari n22ris #aitu +a.es Par&ins(n se&itar 2 abad #an2 lalu ,1814- .elalui .(n(2rafn#a An Essay on the Shaking Palsy. Atas $asa dari Ar5id 6arlss(n seba2ai pe.enan2 Nobel Prize, saat ini &ita .en2etahui lebih dala. la2i .en2enai prinsip &elainan pen#a&it Par&ins(n #aitu hilan2n#a fun2si d(pa.ine ,"A- dan pen2(batan .en22una&an le5(d(pa seba2ai .et(da pen2(batan #an2 dipa&ai, setida&n#a saat ini &ita telah .en/apai suatu tahap pen2ertian di.ana &elainan #an2 ter$adi dan ba2ai.ana /ara .e.perbai&in#a.1 Pen#a&it Par&ins(n .erupa&an 2an22uan neur(de2enerati5e pr(2resif #an2 disebab&an &arena pr(ses de2enerasi spesifi& neur(n3neur(n d(pa.iner2i& 2an2lia basalis teruta.a di substansia ni2ra pars &(.pa&ta #an2 disertai in&lusi sit(plas.i& e(sin(fili& ,badan le7#-. Pen#a&it Par&ins(n adalah tipe terserin2 dari suatu &eadaan Par&ins(nis., lebih &uran2 808 dari seluruh &asus. Selain itu pen#a&it Par&ins(n $u2a .erupa&an pen#a&it neur(de2enerati5e terserin2 &edua setelah de.ensia Al9hei.er.2,3 nsidensi dan pre5alensi #an2 pasti dari pen#a&it Par&ins(n tida& di&etahui. Pada u.u.n#a P" .un/ul pada usia :0340 tahun, rata3rata diatas usia ;; tahun, lebih serin2 dite.u&an pada la&i3la&i dibandin2&an pere.puan den2an rasi( 3%2. Suatu &epusta&aan .en#ebut&an pre5alensi tertin22i pen#a&it Par&ins(n ter$adi pada ras Kau&asian di 2

A.eri&a Utara dan ras Er(pa ,0,<8 8 hin22a 1,<:8-= .enen2ah terdapat pada ras Asia ,0,018 8- dan pre5alensi terendah terdapat pada ras &ulit hita. di Afri&a ,0,01 8-. 3,: P" terdapat : .anifestasi 2e$ala uta.a .(t(ri& % tre.(r saat istirahat, ri2iditas, bradi&inesia ,ber&uran2 atau la.batn#a suatu 2era&an-, dan instabilitas p(stural.1,; Selain itu pada P" $u2a terdapat 2e$ala n(n .(t(ri& #an2 ter.asu& didala.n#a adalah 2an22uan sens(ris dan (t(n(. serta 2an22uan neur(beha5i(ral ,neur(psi&iatri- seperti depresi, ansietas, dan psi&(sis #an2 a&an &ita bahas lebih lan$ut di dala. tulisan ini.; -e+ala Klinis Pen)akit Parkinsons ( .u&ungann)a ter,adap Psikopatologi -e+ala Motorik Pen#a&it Par&ins(n dite2a&&an dia2n(sis se/ara pasti .elalui dite.u&ann#a % de2enerasi dan hilan2n#a sel saraf berpi2.en di substansia ni2ra ,pars /(.pa/ta- dan badan in&lusi ,0adan >e7i- intraneur(nal di substansia ni2ra. Pen#a&it ini dapat dite2a&&an se/ara &linis #an2 ti.bul berupa trias .(t(ri& % 1- tre.(r saat istirahat, 2ri2iditas, dan 3- bradi&inesia?a&inesia , ber&uran2 atau la.batn#a suatu 2era&an-. Pene2a&&an dia2n(sis pen#a&it Par&ins(n berdasar&an &(.binasi 2e$ala spesifi& #an2 ti.bul, na.un terdapat heter(2enitas pada setiap indi5idu dan tida& ada #an2 spesifi&. Salah satu &lasifi&asi #an2 dipa&ai untu& pene2a&&an dia2n(sis P" se/ara &linis #aitu .elalui &riteria dari *u2hes /*0% Possible !erdapat salah satu dari 2e$ala uta.a % resting tremor, ri2iditas, bradi&inesia, &e2a2alan refle&s p(stural Probable K(.binasi dua 2e$ala uta.a ,ter.asu& &e2a2alan refle&s p(stural- atau satu dari ti2a 2e$ala perta.a #an2 tida& si.etris ,dua dari e.pat tanda .(t(ri& Definite K(.binasi ti2a dari e.pat 2e$ala atau dua 2e$ala den2an satu 2e$ala lain #an2 tida& si.etris ,ti2a tanda &ardinal- dan resp(nsif terhadap pen2(batan le5(d(pa.

>ebih $auh la2i 2e$ala &linis tida& ter$adi pada a7al pen#a&it Par&ins(n dan dapat ter$adi &esalahan dia2n(sis den2an .en2an22apn#a seba2ai suatu fen(.ena depresi. Seba2ai salah satu /(nt(h &asus se(ran2 pasien di p(li&lini&, te.an3te.ann#a .en#ata&an &epada d(&ter bah7a se&itar 10 tahun sebelu. dia2n(sis P" dite2a&&an, pasien ini di&ata&an tida& pernah tersen#u. setiap di f(t(. Pada suatu seri penelitian &linis palin2 a&hir .enun$u&&an bah7a 2e$ala &lasi& tre.(r pada pasien P" ter$adi se&itar 40 8 pada a7al pen#a&it, dan se&itar ; 8 n#a datan2 den2an depresi atau ner5(usness. Pada penelitian #an2 sa.a, terdapat sub2r(up penelitian .en2ala.i 2e$ala s(.ati& #an2 ber5ariasi, #aitu terdapatn#a .u&a t(pen2 atau &elelahan, #an2 dapat disalah persepsi&an seba2ai 2e$ala pri.er depresi dibandin2 seba2ai P". /*0 @e$ala32e$ala #an2 ter$adi pada pasien berhubun2an den2an trias .(t(ri& pada P", beberapa diantaran#a bertu.pan2 tindih den2an ter$adin#a suatu 2an22uan .((d. P" dapat dian22ap seba2ai suatu &elainan pri.er depresi, dan ter$adin#a depresi .en$adi tida& di&enali pada pasien P". "an setelah dua &eadaan &linis tersebut terdete&si a&an ti.bul &esulitan dala. .enentu&an .ana&ah #an2 .en$adi fen(.ena &linis .(t(r pri.er atau pat(l(2i pri.er psi&iatri&. ,lihat table 1-. Seba2ai /(nt(h, bradi&inesia $u2a di&enal seba2ai &(.p(nen didala. depresi, dan biasa dides&ripsi&an seba2ai retardasi psi&(.(t(r. /*0 @e$ala tre.(r #an2 ter$adi pada se&itar 80 8 pasien den2an pen#a&it Par&ins(n, dapat .en$adi suatu &(.p(nen #an2 si2nifi&an pada 2e$ala ansietas. 0eberapa pasien $u2a .elap(r&an adan#a tre.(r an22(ta dala. tubuh #an2 $u2a dapat berhubun2an den2an ansietas. !re.(r #an2 ti.bul pada a7al dari P" .en$adi sulit di&enali seba2ai suatu 2e$ala P" bila tida& disertai 2e$ala .(t(ri& lainn#a. Ri2iditas ditandai adan#a penin2&atan t(nus saat per2era&an pasif, dapat $u2a ber.anifestasi dala. bentu& seperti &era. (t(t ataupun n#eri. Adan#a ri2iditas .ei.bul&an suatu &elainan dala. ber$alan dan .en22an22u p(stur tubuh, refle&s p(sisi tubuh #an2 .en2hilan2, 2an22uan &esei.ban2an bah&an &e$adian $atuh pada pasien P" serin2 ter$adi seirin2 den2an pr(2resi5itas pen#a&it. @e$ala lainn#a seperti disartri, 2an22uan 5isual dan 2enit(urinarius, 2an22uan tidur, &ulit ber&erin2at dan ber.in#a&, ede.a, &(nstipasi, parestesia, &elelahan dan penurunan rasa pen/iu.an $u2a dapat ter$adi pada &eadaan P"

tin2&at lan$ut. )en(.ena3fen(.ena tersebut dapat ter$adi seba2ai 2an22uan .((d dan terapi antidepresan. /*0 $!1"2 34 -e+ala Umum pada Pen)akit Parkinson dan Depresi Ma)or Pen)akit Parkinson Depresi Ma)or '(t(r 0radi&inesia Psi&(.(t(r P(stur terhenti A?3 P(stur terhenti 'u&a t(pen2 Afe& terbatas?depresi K(2nitif @an22uan 'e.(ri @an22uan 'e.(ri @an22uan &(nsentrasi @an22uan &(nsentrasi nde/isi5eness nde/isi5eness Be2etatif Ener2i ber&uran2 Ener2i ber&uran2 )ati2ue )ati2ue @an22uan tidur @an22uan tidur Nafsu .a&an berubah Nafsu .a&an berubah S(.ati& @an22uan fisi& @an22uan fisi& -angguan Kogniti5 "ala. per&e.ban2an pen#a&itn#a, P" dapat .en#ebab&an 2an22uan &(2nitif #an2 ber5ariasi tin2&at &eparahann#a. Pen#ebabn#a adalah .ultifa&t(rial, .en#an2&ut didala. siste. d(pa.in di sub&(rti&al C fr(ntal dan siste. e&strastriatu..@an22uan &(2nitif ,disfun2si e&se&utif, 5isu(spasial, .e.(ri, dan atensi- pada pasien P" dapat .eni.bul&an henda#a pada pasien dala. .ela&sana&an pe&er$aan sehari3hari ataupun &e2iatan ru.ah tan22a serta dapat .e.buat pasien .en$adi terte&an. !erdapatn#a 2an22uan .((d #an2 ter$adi, .en#ertai, atau .en2i&uti perubahan &(2nitif dapat .en22an22u dala. penilaian 2an22uan fun2si &(2nitif #an2 ter$adi dan 2an22uan #an2 ter$adi sea&an lebih berat daripada &en#ataann#a. Se&itar 2; 8 pasien ber&e.ban2 .en$adi de.ensia tipe Al9hei.er den2an terdapatn#a afasia, apra&sia, dan defisit .e.(ri. Se.entara depresi dapat ter$adi bersa.aan pada pasien P" den2an de.ensia, &eluar2a dan &linisi #an2 .elihat ter$adin#a &uran2n#a s(sialisasi pada pasien .en2an22apn#a seba2ai suatu &elainan depresi dibandin2&an suatu &eadaan henda#a fun2si &(2nitif sehin22a pasien diberi&an (bat3(batan antidepresan. Pen2enalan 2e$ala de.ensia pada P" san2atlah pentin2 ba2i &linisi &arena pada pasien3pasien ini san2at rentan dala. pe.berian (bat3(batan psi&(a&tif #an2 dapat

.en2a&ibat&an ter$adin#a deliriu., dan lebih $auh la2i seba2ai pen#ebab nursing home pada pasien P".0 $erapi Komplikasi Motorik dan )ang &er,u&ungan Keban#a&an .edi&asi antipar&ins(n dapat .en2uran2i 2e$ala32e$ala .(t(ri& .elalui penin2&atan a5ailabilitas d(pa.ine, di.ana saat ini sedan2 ber&e.ban2 terapi3 terapi #an2 baru. Dalaupun be2itu den2an .edi&asi (bat3(batan tersebut dapat .en#ebab&an &(.pli&asi seperti deliriu., perubahan .((d, dan psi&(sis. Suatu pre&urs(r d(pa.ine #aitu le5(d(pa .erupa&an terapi #an2 efe&tif untu& .en2&(ntr(l 2e$ala .(t(ri& pada P". Pe.berian le5(d(pa ini biasan#a di&(.binasi&an den2an pe.berian preparat /arbid(pa, #an2 .erupa&an en9i. pen2ha.bat .etab(lis.e d(pa.ine di perifer. 0r(.(&riptin, per2(lide, dan a2en3a2en #an2 baru seperti pra.ipeE(le dan r(pinir(le .erupa&an a2(nis resept(r d(pa.ine, #an2 /ara &er$an#a .enin2&atan a&tifitas d(pa.ine pas&a sinap. "epren#l atau sele2eline, suatu pen2ha.bat (Eidase30 .(n(a.ine, dan tal/ap(ne, suatu pen2ha.bat transferase &ate/(la.in, be&er$a .en2ha.bat .etab(lis.e d(pa.ine dan .enin2&at&an sinaps d(pa.ine. A.antadin dan a2en anti&(liner2i& seperti triheEiphenid#l dan ben9tr(pine $u2a di2una&an untu& .en2&(ntr(l 2e$ala .(t(ri&.0 Pen22unaan (bat3(batan tersebut $an2&a pan$an2 dan &(.binasi pr(2resifitas P" la.a &ela.aan a&an .e.pen2aruhi stabilitas .((d. Selain itu per&e.ban2an pen#a&it .en#ebab&an ter$adin#a flu&tuasi peri(de FonG dan FoffG .(t(ri& pasien #an2 .en2a&ibat&an penin2&atan &ebutuhan d(sis #an2 lebih tin22i la2i untu& .en2atasin#a.0 )lu&tuatif 2e$ala .(t(ri& #an2 ter$adi pen2aruhn#a san2at ber5ariasi pada pasien P", ter2antun2 &e.a.puan pasien dala. .ent(leransi flu&tuasi .(t(ri& #an2 ter$adi. Pada beberapa pasien flu&tuatif .(t(ri& ini .en#ebab&an suatu &eadaan distress, disabilitas, disfi2ur atau .e.alu&an, berbeda3beda antara tiap pasien. Pandan2an pasien terhadap flu&tuasi .(t(ri& #an2 ter$adi ini dipen2aruhi (leh &eadaan $i7a dan &e.a.puan &(2nitif sese(ran2. E.(si dapat .en/etus&an suatu &eadaan flu&tuasi .(t(ri&, 7alaupun pada beberapa pasien flu&tuasi ter$adi tanpa suatu pen/etus.H Suatu rea&si psi&(l(2is dapat berpen2aruh terhadap flu&tuasi .(t(ri&, perubahan .((d berhubun2an erat den2an ter$adin#a flu&tuasi .(t(ri&, diper&ira&an .e&anis.e

uta.a dari d(pa.iner2i&. 0iasan#a, pasien a&an .en2ala.i perubahan .((d .en$adi depresi atau ansietas pada peri(de off dan .en$adi neutral atau .((d .enin2&at pada peri(de on. Pada lap(ran lainn#a .endes&ripsi&an suatu &eadaan iritabel, apatis, halusinasi, psi&(sis, berteria&3teria&, dan tu.puln#a &(2nisi saat peri(de off dan hiperse&sualitas, hip(.ani& sela.a peri(de on. 'ana$e.en pen2(batan 2an22uan .((d #an2 berhubun2an den2an flu&tuasi .(t(ri& pada pasien P" san2at sulit. 'ana$e.en pen2(batan #an2 diberi&an harus .e.perhati&an re$i.en antipar&ins(n #an2 diberi&an, dan penentuan adan#a 2an22uan .((d.H !erapi (peratif pada pasien P" telah di.ulai lebih &uran2 30 tahun #an2 lalu, dan san2at .e.bantu dala. .en2(ntr(l 2e$ala #an2 ti.bul serta &(.pli&asi #an2 ter$adi. Palid(t(.i .erupa&an terapi pilihan pada pasien P" den2an dis&inesia dan flu&tuasi .(t(ri&. !ala.(t(.i di&er$a&an untu& .en2atasi tre.(r pada pasien P" dan &(ndisi esensial tre.(r lainn#a atau .ultiple s/ler(sis. 0eberapa analisis palid(t(.i dapat .en2uran2i &e$adian ansietas dan depresi tetapi tida& berhubun2an den2an perbai&an .(t(ri&. !erapi .uta&hir lainn#a #an2 tida& terlalu in5asi5e #aitu deep brain stimulation ,"0S-, se.a/a. pacemaker #an2 ditana.&an pada (ta& #an2 .e.beri i.puls listri& &e thala.us atau 2l(bus palidus #an2 dapat diatur &ebutuhann#a dala. .en2atasi tre.(r #an2 ter$adi.H Komplikasi Psikiatrik Sela.a bertahun3tahun, diper&ira&an fen(.ena psi&iatri& #an2 ter$adi pada P", seperti perubahan afe&, di&ata&an berhubun2an den2an ber&uran2n#a d(pa.ine dan 2an22uan .(t(ri&. Setelah dite.u&ann#a pen22unaan terapi le5(d(pa pada tahun 1<H0, ha.pir dua perti2a pasien P" .en2ala.i 2an22uan afe&tif #an2 persisten, 7alaupun telah diberi&an terapi antipar&ins(n, dan perubahan .((d #an2 ter$adi sulit diperbai&i den2an terapi antidepresan. +adi dapat di&ata&an pen#ebab uta.a 2an22uan psi&iatri& pada P" disebab&an (leh &elainan neur(de2eneratif, selain itu rea&si psi&(l(2is terhadap &eadaan &linis #an2 ter$adi harus pula diperti.ban2&an. Per&e.ban2an P" .en$adi suatu tahap #an2 lebih lan$ut didasari (leh &ehilan2an saraf3saraf d(pa.iner2i& di substansia ni2ra dan efe& se&under pada pr(#e&si pada siste. #an2 .en#an2&ut nu/leus &audatus, puta.en ,striatu.-, fr(ntal dan ba2ian dari 2irus /in2uli. 0erdasar&an hal tersebut,

ber5ariasin#a 2e$ala .(t(ri& dan n(n .(t(ri& pada P" dan hubun2an diantara 2e$ala tersebut .erupa&an hasil dari ter$adin#a disfun2si sir&uit &(rti&(3basal 2an2lia3 thala.us.H Selain hilan2n#a neur(n d(pa.iner2i& pada P" $u2a ter$adi de2enerasi pada neur(n3neur(n n(radrener2i& di l(&us seruleus, neur(n ser(t(ner2i& di ba2ian d(rsal dari raphe, dan saraf &(liner2i& di nu/leus basalis dan siste. pr(#e&sin#a.!in2&at &ehilan2an saraf pada saraf3saraf tersebut diper&ira&an .en$adi pen#ebab dari heter(2enn#a 2e$ala .(t(ri&, &(2nitif, dan psi&iatri& #an2 ter$adi pada pasien P". *al ini telah dibu&ti&an (leh Paulus dan +ellin2er #an2 .enun$u&&an ter$adin#a perbedaan p(la neur(pat(l(2is #an2 ter$adi pada pasien P" #an2 ri2id3a&ineti& dibandin2&an den2an P" den2an d(.inant tre.(r. Pada penelitian serial (leh peneliti #an2 sa.a .enun$u&&an pada pasien P" den2an de.ensia ter$adi lesi #an2 sa.a den2an tipe Al9hei.er dan &ehilan2an seba2ian saraf di daerah .edial dari substansia ni2ra, sedan2&an pada pasien den2an depresi ter$adi &ehilan2an saraf #an2 besar pada raphe ba2ian d(rsal. Dalaupun be2itu pada pasien den2an psi&(sis tida& ter$adi &elainan neur(pat(l(2is #an2 spesifi&.H *ubun2an antara fen(.ena .(t(ri&, &(2nitif, dan psi&iatri& pada pasien den2an P" .erupa&an tantan2an ba2i para &linisi untu& .ela&u&an penilaian psi&(pat(l(2i pada pasien. Sulitn#a penilaian psi&(pat(l(2i pada P" $u2a ter$adi a&ibat berflu&tuasin#a efe& pen2(batan psi&(a&tif dita.bah den2an per&e.ban2an pr(2resif dari pen#a&it. Oleh &arenan#a para &linisi harus lebih .ela&u&an ana.nesa #an2 lebih dala. pasien .en2enai &(ndisi psi&iatri& pasien sebelu.n#a, ri7a#at &eadaan &eluar2a, te.pera.en, .e&anis.e &(pin2 , &eadaan s(sial dan &e$adian pentin2 #an2 ter$adi dala. hidupn#a. @an22uan '((d Pasien den2an P" idi(pati& se&itar <0 8 n#a .en2ala.i &(.pli&asi psi&iatri&, ter.asu& didala.n#a 2an22uan .((d .a#(r ,depresi .a#(r, disti.ia, atau 2an22uan bip(lar-= 2an22uan pen#esuaian= 2e$ala ansietas disablin2, perubahan .((d #an2 di/etus&an (leh (bat, rasa sedih pat(l(2is, de.ensia= &eadaan apatis= atau deliriu.. @an22uan .((d #an2 berflu&tuasi ,perubahan .((d dari .((d depresi .en$adi hip(.ani #an2 dapat ter$adi beberapa &ali sehari- diper&ira&an ter$adi pada 4 8 hin22a

21 8 pasien P". Perubahan .((d ini diasan#a ter$adi .en2i&uti flu&tuasi .(t(ri&, pada saat pasien .en2ala.i .((d #an2 rendah ,ber/a.pur den2an &eadaan depresi3ansietaster$adi pada saat peri(de off dan .((d #an2 n(r.al atau .enin2&at ,euph(ria dan hip(.ani&- ter$adi pada peri(de on. Na.un, flu&tuasi .((d ini $u2a dapat ter$adi tanpa disertai flu&tuasi .(t(ri& pada beberapa pasien. H,4 "epresi "epresi .a#(r ter$adi ha.pir :0 8 pada pasien den2an P", an2&a &e$adian tersebut ber5ariasi dari tiap studi #an2 ada #aitu dari :8 hin22a 40 8. "epresi .a#(r ter$adi pada ha.pir seten2ahn#a pasien den2an depresi, sedan2&an lainn#a disertai 2an22uan pen#esuaian, disti.ia atau &elainan bip(lar. ntensitas 2e$ala depresi .a#(r se/ara u.u. ter$adi dari sedan2 hin22a berat dan serin2 bersa.aan den2an 2e$ala ansietas. Se/ara u.u., studi #an2 ada tida& .enun$u&&an hubun2an #an2 $elas antara (nset u.ur dan la.an#a P", ri7a#at an22(ta &eluar2a den2an 2an22uan .((d, atau ri7a#at pasien den2an epis(de depresi sebelu.n#a.H,4 su #an2 ber&e.ban2 saat ini adalah apa&ah sindr(. depresi .a#(r P" .erupa&an rea&si dari disabilitas .(t(ri& atau apa&ah sindr(. #an2 ter$adi .erupa&an per&e.ban2an intrinsi& pr(ses P". "ari studi #an2 ada belu. ada #an2 dapat .en$elas&an se/ara $elas .en2enai hubun2an &eadaan tersebut.4,8 !erlihat den2an $elas hubun2an antara .((d dan fen(.ena .(t(ri& san2atlah &(.ple&s. 'enari&n#a adalah perbai&an .(t(ri& den2an (bat3(batan tida& dii&uti den2an perbai&an .((d, tetapi &eberhasilan pen2(batan depresi berhubun2an den2an perbai&an fun2si .(t(ri&. "ala. beberapa studi .enun$u&&an hubun2an antara perbai&an dari suatu epis(de depresi dan 2an22uan &(2nitif setelah .endapat&an pen2(batan 2an22uan .((d. H,4,8 0eberapa studi .enun$u&&an i.pli&asi ser(t(nin terhadap ter$adin#a depresi pada P". Studi neur(&i.ia .enun$u&&an turunn#a $u.lah .etab(lit ser(t(nin ,;3* AA- bai& di perifer dan sentral, #an2 ter$adi perbai&an 2e$ala depresi den2an terapi ser(t(ner2i&, dan penurunan pen2i&atan platelet3i.ipra.in pada pasien P" den2an depresi. Pada studi neur(i.a2in2 pada pasien P" den2an depresi .enun$u&&an hip(.etab(lis.e relatif di

<

daerah &audatus dan (rbit(3fr(ntal inferi(r dan ba2ian .edial l(bus fr(ntal dibandin2&an pasien P" tanpa depresi dan sub#e& &(ntr(l.< Apatis @e$ala apatis dapat ti.bul pada P" den2an 2e$ala depresi .a#(r. !erdapat dua studi #an2 .enelaah apatis #an2 ter$adi pada P". Pada studi sebelu.n#a, depresi dan apatis dapat ti.bul bersa.aan pada se&itar 30 8 sa.ple, dan 12 8 hin22a 1H 8 pasien han#a .en2ala.i apatis sa$a. "ibandin2&an den2an pasien P" #an2 euti.i&, tida& terdapat perbedaan ber.a&na dala. usia, $enis &ela.in, la.an#a .enderita P", atau beratn#a 2an22uan .(t(ri& tetapi pada pasien den2an sind(.a apatis ter$adi relati5e pada usia lan$ut dibandin2&an den2an P" #an2 disertai depresi.H,4 Keadaan apatis .erupa&an anal(2i dari aspe& P" itu sendiri, seperti &eadaan bradiphrenia dan bradi&inesia, diper&ira&an beberapa 2e$ala &(2nitif, beha5i(ral, dan .(t(ri& pada P" salin2 berhubun2an pat(fisi(l(2in#a. Seba2ai bu&tin#a #aitu &eadaan bradiphrenia berhubun2an den2an hilan2n#a neur(n pada l(&us seruleus #an2 beri.pli&asi ter$adin#a disfun2si n(radrener2i&.H,4 E.(si(nalis.e Pada beberapa studi .endapat&an suatu &eadaan .enin2&atn#a fre&uensi .enan2is atau labiln#a e.(si pada pasien P" disbandin2 pada sub#e& &(ntr(l. Keadaan e.(si #an2 ti.bul pada P" .erupa&an suatu &eadaan senti.ental #an2 tin22i dan berlebihan #an2 tida& sesuai, tida& di.(ti5asi dan tida& disadari. 0iasan#a berlan2sun2 sin2&at, tetapi serin2 .ere&a sa.pai ti.bul air .ata. Keadaan .enan2is #an2 berlebihan pada P" dapat ter$adi seba2ai tanda depresi .a#(r, in&(ntinensia e.(si(nal ,di&enal seba2ai terta7a atau .enan2is pat(l(2is-, deliriu., atau den2an pen22unaan ben9(dia9epine. Pasien serin2 .endes&ripsi&an &eadaan e.(si(nal #an2 berlebihan dan tida& ter&(ntr(l biasan#a di/etus&an .elalui berba2ai sti.ulus p(sitif ataupun ne2atif, seba2ai /(nt(h ade2an di tele5isi #an2 .e.buat sedih, hal3hal pen2&ha7atiran tentan2 .asa depan, atau .elihat (ran2 sedan2 berbuat &ebai&an. Pada beberapa pasien, e.(si(nalitas ini .e.buat suatu &eadaan #an2 san2at .e.alu&an se/ara s(sial, #an2 .eni.bul&an f(bia ba2i pasien. "ari se2i pasien sendiri dan atau &eluar2an#a

10

.en#i.pul&an bah7a .enan2is ini berarti .ere&a I.en2ala.i depresiJ dan hal ini harus disadari &eadaan ini serin2 ter$adi pada P", bah&an tanpa disertai sindr(.a depresi se&alipun. Pe.eri&saan #an2 se&sa.a .en2enai &eadaan e.(si(nal pasien P" .enun$u&&an ha.pir :0 8 pasien .en2ala.i penin2&atan &eadaan .enan2is se$a& (nset P", dan 11 8 n#a &eadaan e.(si(naln#a lebih per5asif. !ida& ada hubun2an #an2 pasti antara e.(si(nalitas dan 2an22uan &(2nitif atau sindr(.a depresi .a#(r.H Ansietas Keadaan ansietas .erupa&an .asalah u.u. ter$adi pada pasien P", tetapi serin2 &uran2 diperhati&an .en2enai fen(.ena ini. Ansietas ini dapat ter$adi Fberdiri sendiriG atau .erupa&an suatu 2e$ala depresi, se/ara &linis &eadaan ansietas ter$adi pada se&itar :0 8 pasien P". Se/ara u.u. 2e$ala #an2 ti.bul dapat berupa &elainan u.u. ansietas, f(bia s(sial, dan &elainan pani&, #an2 pre5alensin#a rata3rata se&itar 2; 8 pada beberapa studi. Sindr(.a tersebut dapat ter$adi sebelu. atau .en#ertai sindr(.a depresi .a#(r, dan dapat ter$adi setelah &eadaan depresi diterapi. "isa.pin2 itu se.ua, &ita seba2ai &linisi haruslah .e.ilah apa&ah &eadaan ansietas #an2 ter$adi a&ibat resp(n psi&(l(2is #an2 .asih bias dit(lerir &arena a&ibat 2e$ala .(t(ri& #an2 ti.bul atau apa&ah suatu &eadaan #an2 lebih pers(nal.Sindr(.a ini $u2a dapat ter$adi se/ara independent a&ibat &adar le5(d(pa #an2 berflu&tuasi. "isfun2si (t(n(. #an2 .erupa&an &(.pli&asi #an2 u.u. pada pasien P" disa.pin2 suatu &eadaan status psi&iatri&, $u2a dapat berhubun2an den2an &eadaan ansietas atau depresi. 0erdasar&an hal tersebut, &eluhan s(.ati& ,flusing, dizziness, serin2 ber&e.ih, atau perubahan dari den#ut $antun2- harus die5aluasi lebih hati3hati &arena dapat ter$adi &esalahan dia2n(sis ,dan salah terapi-, bila hal tersebut .e7a&ili dari sindr(.a afe&tif.H,4 Sindr(.a ansietas pada P" ta.pa&n#a berhubun2an den2an pen#a&it (ta& #an2 .endasari, den2an i.pli&asi disfun2si n(radrener2i&. Pada beberapa studi .enun$u&&an sindr(.a ansietas .endahului (nset dari 2e$ala .(t(ri&, tetapi $u2a dapat ti.bul setelahn#a. Studi lain $u2a .e.apar&an .en2enai hubun2an antara 2e$ala pani& dan flu&tuasi pen2(batan antipar&ins(n dan 2e$ala .(t(ri&, tetapi hubun2an #an2 $elas antara ansietas dan tin2&at disabilitas, 2e$ala .(t(ri&, dan pen2(batan den2an d(pa.iner2i& belu. dipubli&asi&an.Dalaupun be2itu, sindr(.a ansietas pada P" dapat .e7a&ili

11

perbedaan l(&asi pat(l(2i pada P". Pada analisis baru3baru ini .enun$u&&an bah7a &e.a.puan &(2nitif pada pasien P" den2an &eadaan ansietas relatif lebih bai& dibandin2 tanpa &eadaan ansietas, teruta.a .en2enai pe.eri&saan #an2 berhubun2an den2an pr(ses &(2nitif l(bus fr(ntal.H,4,8 Psi&(sis *alusinasi dan delusi ter$adi pada :0 8 pasien P" dan .erupa&an pen#ebab uta.a pene.patan pasien di te.pat pera7atan. @e$ala halusinasi #an2 serin2 ti.bul berupa halusinasi 5isual pada se&itar 1; 8 hin22a :0 8 pada suatu studi crosssectionally. Pre5alensi pada suatu studi &(.unitas &e$adian halusinasi se&itar <,88 den2an insi2ht #an2 bai& dan H8 .en2ala.i halusinasi berat atau delusi. "elusi san2at $aran2 ter$adi biasan#a ter$adi disertai den2an halusinasi den2an pre5alensi #an2 ber5ariasi #aitu se&itar 3 8 hin22a 308. *alusinasi audit(ri& dilap(r&an ter$adi pada 8 8 hin22a 13 8 pasien dan dapat tida& terdia2n(sis. H,4 Psi&(sis #an2 ti.bul berhubun2an den2an pen2(batan d(pa.iner2i&, se&itar 20 8 pada pasien P". Psi&(sis dapat ti.bul se/ara sp(ntan atau berhubun2an den2an 2an22uan &(2nitif, flu&tuasi peri(de I(nJ dan I(ffJ, 2an22uan .((d, pen2(batan psi&(a&tif, dan atau &eadaan deliriu.. @e$ala psi&(sis #an2 ti.bul se/ara u.u. dapat diba2i .en$adi ti2a &ate2(ri. Kate2(ri perta.a terdiri dari 2e$ala halusinasi 5isual berupa 2a.baran Fbinatan2G atau F(ran2G #an2 ter$adi den2an rasa sensasi #an2 $elas dan disertai insight. !ipe #an2 &edua halusinasi atau delusi #an2 ter$adi .en$adi persisten tetapi den2an hilan2n#a insight. Pada 2rup #an2 &eti2a, halusinasi atau delusi ter$adi pada &eadaan deliriu.. H,4,< *alusinasi dan delusi $u2a ter$adi seba2ai 2e$ala dari depresif .a#(r atau 2e$ala .ani&, hal ini .erupa&an dia2n(sis #an2 harus diperhati&an pada saat pasien dala. &eadaan a2itasi. Pada suatu studi pada p(pulasi tentan2 psi&(sis .enun$u&&an adan#a hubun2an antara 2e$ala psi&(ti& dan u.ur, tahap per&e.ban2an, dan sub2rup dia2n(sti& dari P", beratn#a depresi, dan 2an22uan &(2nitif, di.ana pen2(batan antipar&ins(n tida& dibeda&an diantara pasien P" den2an atau tanpa psi&(sis. Pene.uan ini .enun$u&&an pat(l(2i pada (ta& #an2 dipen2aruhi san2atlah luas pada pasien den2an &eadaan psi&(sis dan .en#an2&al adan#a pendapat .en2enai per&e.ban2an psi&(sis a&ibat pen2(batan

12

antipar&ins(n. Adan#a defisit &(liner2i& pada psi&(sis pasien P" telah .en$adi 7a/ana.H,4,< Pat(fisi(l(2i psi&(sis pada P" tida& di&etahui se/ara pasti ,table 2-. >ap(ran ter$adin#a psi&(sis pada pasien P" serin2 ti.bul pada pen22unaan terapi le5(d(pa. : Se.ua a2en, ter.asu& a2(nis d(pa.ine, a.antadin, dan le5(d(pa dapat .en#ebab&an psi&(sis dan .en2ala.i perbai&an den2an penurunan d(sis.
:

*al inilah #an2 .en$adi

pe.i&iran bah7a psi&(sis #an2 ter$adi a&ibat se&under hipersensitifitas resept(r d(pa.ine di re2i( .es(&(rti&al dan .es(li.bi& #an2 dia&ibat&an sti.ulasi berlebihan dari pen2(batan d(pa.iner2i&. !e(ri lain .en2ata&an, adan#a &etida&sei.ban2an antara siste. d(pa.iner2i& dan ser(t(ner2i& a&ibat pen2(batan den2an d(pa.iner2i& #an2 .enurun&an &adar ser(t(nin atau sti.ulasi #an2 berlebihan dari resept(r ser(t(ner2i& &arena terapi d(pa.iner2i&. !e(ri lainn#a #aitu psi&(sis #an2 ber&aitan den2an defisiensi &(liner2i& #an2 biasan#a ter$adi pada pasien P" den2an 2an22uan &(2nitif, di&ata&an defisiensi &(liner2i& .e.e2an2 peranan ter$adin#a psi&(sis.H,4,< $a&el 2 Faktor Resiko ter+adin)a Psikosis pada PD Faktor Primer Terapi Dopaminergik "(pa.in a2(nis ,per2(lid, br(.(&riptin, rapinir(le, pra.ipeE(le-, >3d(pa 6ate/h(l3O3 .eth#ltransferase inhibit(r ,enta/ap(ne, t(l/ap(neFaktor $am&a,an Pengobatan Psikoaktif o A2en antipar&ins(n % anti&(liner2i&, sele2eline, a.antadin o A2en lain % ben9(dia9epine, anti&(liner2i& lain, antihista.in, ster(id, (piate elainan !edis lain K(ndisi siste.i&, dehidrasi, n#er(, trau.a intra/ranial #an2 tida& terdete&si atau fra&tur, infe&si a&ut atau suba&ut , SK, pneu.(nia, &(nstipasi, selulitisondisi omorbiditas Neuropsikiatrik @e$ala depresi, sindr(.a depresi, de.ensia, pen#alah2unaan >3d(pa "angguan tidur $erapi Suatu petun$u& terapi dari data3data e.piris dala. .enan2ani terapi &(ndisi psi&iatri& pada pasien P" san2at sedi&it= data #an2 ada berupa lap(ran u$i &linis terbu&a

13

atau studi des&riptif. Pada suatu .eta3analisis tera&hir han#a terdapat 12 u$i &linis terapi depresi pada pasien P" na.un &ualitas literature ini san2atlah le.ah. >ebih $auh la2i, diantara u$i &linis tersebut tida& .en22una&an (bat3(batan antidepresi #an2 baru dari satu de&ade tera&hir. *al #an2 sa.a ter$adi pada terapi psi&(sis pada pasien P", &e/uali pada suatu studi #an2 baru, den2an sa.ple besar, .ultisenter, buta 2anda, den2an &(ntr(l plaseb( #an2 .enun$u&&an efi&asi den2an .en22una&an /l(9apin d(sis &e/il ,H,2; .2 C ;0 .2?da#-. 'en2enai terapi beha5i(ral atau (bat3(batan pada &eadaan ansietas, e.(si(nal, atau apatis pada pasien P" belu. dila&u&an studi lebih lan$ut.;,H,4 *al3hal #an2 perlu diperhati&an pada pe.berian (bat3(batan psi&(tr(pi& pada pasien P" untu& .en2atasi 2e$ala32e$ala psi&iatri& adalah pen#a&it (ta& #an2 .endasari dan usia pasien #an2 seba2ian besar adalah usia lan$ut #an2 .udah ti.bul efe& sa.pin2. Selain itu pen2(batan psi&iatri& .enin2&at&an risi&( 2e$ala .(t(ri& dan 2e$ala 2an22uan &(2nitif. Pada setiap pasien, lan2&ah perta.a #an2 perlu dila&u&an ter.asu& .e.perhati&an (bat antipar&ins(n dan terapi .edis #an2 lain, eli.inasi p(lifar.asi #an2 tida& pentin2, dan .e.ini.alisasi flu&tuasi pen2(batan dan efe& sa.pin2 (bat3intera&si (bat.;,H,4 0erdasar&an data il.iah #an2 terbatas .en2enai pen22unaan a2en antidepresan pada pasien P", pen2(batan #an2 diberi&an biasan#a berdasar&an efe& sa.pin2 #an2 a&an .un/ul. Efi&asi parsial ditun$u&&an pada pe.berian antidepresan trisi&li& seperti n(rtriptilin, #an2 .en2ha.bat reuptake ser(t(nin3n(repinephrin, dan bupr(pi(n, #an2 .en2ha.bat n(repinefrin dan reuptake ser(t(nin. Pen22unaan terapi electrocon#ulsi#e .erupa&an salah satu pilihan terapi #an2 a.an dan efe&tif untu& depresi pada pasien P".
4,<

Se/ara u.u., pen22unaan ben9(dia9epine &uran2 bai& dit(leransi untu& terapi ansietas, a2itasi, atau 2an22uan tidur #an2 berhubun2an den2an depresi &arena .e.beri&an efe& #an2 &uran2 bai& pada fun2si &(2nitif. Pen22unaan ben9(dia9epine han#a disaran&an pada suatu &eadaan a&ut a2itasi #an2 berat .e.baha#a&an ba2i pasien dan (ran2 lain= pe.berian antipsi&(ti& tida& terlalu efe&tif 7alaupun Kuetiapine dapat .e.beri efe& #an2 .e.uas&an. Pe.berian hal(perid(l tida& dire&(.endasi&an pada pasien P" &arena dapat .en2indu&si par&ins(nis.e #an2 berat. Pe.berian (dansentr(n,

1:

.erupa&an inhibit(r ser(t(nin ;3*!3, se/ara intra5ena, intr.us&ular atau se/ara (ral dapat .e.bantu &eadaan e.er2ensi. ;,H,< Pen2(batan psi&(sis pada pasien den2an P" se/ara u.u. harus .e.perhati&an (bat3(batan antipar&ins(n, .enentu&an .asalah #an2 disertai den2an ansietas dan 2an22uan tidur, edu&asi pasien dan caregi#er, dan bila diperlu&an pe.berian (bat antipsi&(sis. Pen22unaan a2en atipi&al ,/l(9apin, (lan9apin, Kuetiapine, dan risperid(n.enun$u&&an efe&tifitasn#a pada d(sis rendah untu& tatala&sana psi&(sis. Sa#an2n#a &eban#a&an pasien tida& .ent(leransi efe& &(nfusi?deliriu., sedasi atau .enin2&atn#a 2e$ala Par&ins(n. Pen22unaan a2en &(liner2i& ,d(nepe9il- dapat .enurun&an 2e$ala psi&(sis pada P", #an2 .en2i.pli&asi .e&anis.e d(pa.iner2i&.4 Penentuan d(sis dan la.an#a pen2(batan dapat .e.pen2aruhi resp(n terapi dan efe& sa.pin2 #an2 ti.bul. 0iasan#a pasien resp(n den2an d(sis &e/il /l(9apin H,2; .2 C 12,; .2 perhari .ala. hari, tetapi beberapa pasien .e.butuh&an dan standar t(leransi atau d(sis #an2 lebih tin22i. 6l(9apin .erupa&an standar e.as a2en antipsi&(ti& #an2 di2una&an pada pasien den2an P". Obat lain #an2 .erupa&an pilihan uta.a #aitu Kuetiapin den2an d(sis inisial H,2; C 2; .2, .ala. hari. "(sis efe&tif pada pasien den2an P" #aitu ;034; .2 perhari, tapi pada beberapa pasien .e.butuh&an d(sis hin22a :00 .2 perhari. 4 Kesimpulan 'ana$e.en pada pasien den2an P" tahap lan$ut san2atlah .enantan2 &ita dala. penan2anann#a dilihat dari se2i .(t(ri&, serin2 ti.buln#a 2e$ala psi&(sis, #an2 disertai den2an berba2ai &(.(rbiditas neur(psi&iatri lainn#a. Penilaian dan penan2anan pasien P" #an2 disertai 2e$ala neur(psi&iatri .e.butuh&an perhatian #an2 lebih besar ba2i &ita untu& lebih .e.perhati&an la2i berba2ai fa&t(r pen#ebab ti.buln#a 2e$ala neur(psi&iatri. Pen2enalan se/ara dini dari 2e$ala32e$ala neur(psi&iatri #an2 ti.bul ha.pir .en#erupai 2e$ala P" san2atlah pentin2 dala. tatala&sana pasien lebih lan$ut.

1;

D!F$!R PUS$!K! 1. Li2.(nd '+ and 0ur&e RE. Path(ph#si(l(2# (f Par&ins(nGs "isease. Neur(ps#/h(phar.a/(l(2#% !he )ifth @enerati(n (f Pr(2ress. 6h 123 p 14813 14<3 2. 3. :. ;. 6her#l *D. "ia2n(sis and .ana2e.ents Par&ins(ns "isease 2nd ed. Pr(fessi(nal 6(..uni/ati(ns n/. 1<<< R(7land >P. 'erritGs Neur(l(2# 11th editi(n. Philadelphia. >ippin/(tt Dillia.s M Dil&ins.200;% 82838:; !an >6S, Ben&etasubrania., *(n2 6Y, et.al. Pre5alen/e (f Par&ins(ns "isease in Sin2ap(re.Neur(l(2# 200:= H2= 1<<<3200: )ahn S and )(rd 0. 'edi/al !reat.ent (f Par&ins(nGs "isease and its 6(.pli/ati(ns in Neur(l(2i/al !herapeuti/s Prin/iples and Pra/ti/e 5(l 2 part 2. 'artin "unit9. United Kin2d(.. 2003. p 2::432:82 H. 4. 'arsh >aura. Neur(ps#/hiatri/ aspe/ts (f Par&ins(nGs "isease. Ps#/h(s(.ati/s :1%1, +anuar# C )ebruar# 2000. )erreri ). A2b(&(u 6. @authier S. Re/(2niti(n and .ana2e.ent (f neur(ps#/hiatri/ 14;,12-%;:;3;2 8. <. *ana2asi *A dan E.re '. 'ana2e.ent (f the Neur(ps#/hiatri/ and 6(2niti5e S#.pt(.s in Par&ins(nGs "isease. Pra/ti/al Neur(l(2# 2002=2=<:3102 'arsh >aura. Ps#/h(sis in Par&ins(nGs "isease. Pri.ar# Ps#/hiatr# 200;=12,4-%;H3H2 /(.pli/ati(ns in Par&ins(nGs disease. 6'A+ 200H=

1H