Anda di halaman 1dari 38

TRAUMA KEPALA

OLEH : Retno Aptriwinasih 012085760

Pembimbing : dr Widi Antono, Sp.B

Sering terjadi Morbiditas dan mortalitasnya tinggi Terjadi TRAUMA PERTAMA sewaktu kejadian, yang bisa berlanjut TRAUMA SEKUNDER / LANJUTAN : bisa dicegah, bila penolong tahu caranya !

TRAUMA PERTAMA / Primary Insult Terjadi sewaktu terjadi benturan pada kepala TRAUMA SEKUNDER / Secondary Insult Terjadi kemudian : hipotensi, hipoksia otak edema serebri desak ruang tekanan intrakranial meningkat Terjadi HERNIASI OTAK

Anatomi
Kulit kepala : kaya pembuluh darah Tengkorak : atap dan dasar / basis tengkorak Selaput otak / meningen : duramater, arachnoid dan piamater Jaringan otak Cairan cerebro spinal (CSF) Kompartemen vaskuler

Atap tengkorak

Basis tengkorak

Duramater

Lapisan : 1. Duramater 2. Arachnoid 3. Piamater

A meningea media

Fisiologi
Dalam rongga tengkorak didapati : 1. Massa otak 2. Cairan cerebrospinal / CSF 3. Pembuluh darah Tekanan intrakranial normal : 10 mm Hg TIK > 15 mm Hg berbahaya, > 25 mm Hg terjadi herniasi otak

Fisiologi
Sindroma herniasi :
1. Penurunan kesadaran progresif 2. Pupil anisokor ipsilateral 3. Hemiparese kontra lateral 4. Lanjut deserebrasi

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA


Dibagi menurut :
1. Mekanisme trauma 2. Berat ringannya trauma 3. Morfologi (kerusakan jaringan)

Mekanisme : trauma tumpul dan tajam Berat ringannya : Cedera Kepala Ringan (CKR), Sedang (CKS) dan Berat (CKB) Morfologi : terbatas, difus, disertai fraktur

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA


Berat ringannya cedera ditentukan dengan nilai GCS
1. Cedera Kepala Ringan : GCS 14 15 2. Cedera Kepala Sedang : GCS 3. Cedera Kepala Berat : GCS 9 13 3 8

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA


Morfologi : terbatas / fokal
1. Epidural hematom (EDH) 2. Subdural hematom (SDH) 3. Perdarahan intraserebral

Morfologi : difus
1. Commotio cerebri / mild concussion 2. Contusio cerebri / classic concussion 3. Hypoxic / Ischemic injury

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA


Morfologi : disertai fraktur tl tengkorak
1. Fraktur basis cranii, biasanya disertai keluarnya CSF dari lubang hidung / telinga. Juga hematom sekitar mata / belakang telinga. 2. Fraktur atap tengkorak : fraktur tl temporal bisa merobek A. meningea media epidural hematom

Battles sign fraktur basis cranii posterior

Raccoon eyes fraktur basis cranii anterior

Darah dari hidung fraktur basis cranii anterior ??

Epidural hematom
Klasik : robeknya A. meningea media karena
fraktur tl temporal darah diatas duramater Terdapat lucid interval atau talk and die penderita sadar dan berangsur2 bila tekanan intrakranial naik kesadaran menurun meninggal Penanganan cepat, evakuasi darah dan menghentikan perdarahan baik

Epidural hematom
0.5% dari keseluruhan cedera kepala Pada penderita koma (GCS<8) kemungkinannya 9% CT scan : bi-konveks

Subdural hematom
Lebih sering terjadi dibanding epidural 30% dari seluruh cedera kepala Perdarahan pembuluh darah korteks (vena) Disertai dengan kerusakan otak Biasanya konservatif Bila tekanan intrakranial terlalu tinggi dekompresi

Subdural hematom

Cedera Kepala Ringan


MTBI = Minor Traumatic Brain Injury Glasgow Coma Scale 14 15 Sekitar 80 % dari Head Trauma Sama dengan gegar otak / commotio cerebri / concussion Dilakukan observasi paling tidak 2 jam

Cedera Kepala Ringan


Bila membaik boleh pulang dengan pesan : > harus ada yg menemani 24 jam > dibangunkan tiap 2 jam > bila memburuk kembali ke RS Bila tidak membaik CT Scan

Cedera Kepala Sedang


10% kasus cedera kepala merupakan CKS GCS 9 - 12 Sebagian (10 20%) terjadi perburukan menjadi CKB Perlu dirawat untuk dilakukan pemeriksaan nerologi serial

Cedera Kepala Sedang


Dirawat di rumah sakit (untuk observasi) Dilakukan CT scan untuk melihat kerusakan otak Foto rontgen kepala tidak banyak artinya Penting : cegah kerusakan otak sekunder, jamin oksigenisasi dan perfusi otak !

Cedera Kepala Berat


Rawat di rumah sakit Selalu diintubasi, ventilasi untuk menjamin oksigenisasi Cegah edema cerebri dengan resusitasi cairan dan obat-obatan (diuretik seperti mannitol)

Glasgow Coma Scale


Terdiri dari 3 komponen, yaitu Buka Mata (E), Motorik (M) dan Verbal (V) Buka Mata :
1. Spontan nilai 4
2. Disuruh buka mata nilai 3 3. Dengan rasa nyeri nilai 2 4. Tidak bisa membuka mata nilai 1

Glasgow Coma Scale


Respons motorik terbaik :
1. Menurut perintah 2. Melokalisasi nyeri 3. Fleksi (menarik) 4. Fleksi abnormal (decortikasi) 5. Ekstensi (deserebrasi) 6. Flaksid (tak ada respons) 6 5 4 3 2 1

Glasgow Coma Scale


Respons verbal :
1. Bicara normal, sadar ada dimana 2. Bingung, tidak tahu dimana dsb. 3. Bicara ngawur 4. Bersuara 5. Tidak ada suara 5 4 3 2 1

Cedera Kepala Berat

Cause IIIrd nerve compression bilaterally Inadequate CNS perfusion

IIIrd nerve compression tentorial herniation Optic nerve injury

Cedera Kepala Berat


Cause

Drugs Pontine lesion

Injured sympathetic pathway

Penanganan Cedera Kepala (Umum)


ABC : Bebaskan jalan napas, imobilisasi leher Berikan oksigen tambahan dg sungkup muka 10 liter / menit Catat tanda vital, pasang pulse oximeter Berikan infus Ringer laktat Observasi ketat

MEDICAL THERAPY
Intravenous fluid : Ringer laktat Sedikit hiperventilasi bila perlu ( PaCO2 35 mmHg) Mannitol : 1 g/kb BB bolus Furosemid / Lasix : hati-hati Steroid : bermanfaat pada akut

SURGICAL THERAPY
Maksud perawatan di bangsal adalah untuk mencegah secondary insult dan melakukan observasi apakah perlu dilakukan tindakan operasi Bila terdapat tekanan intrakranial meningkat atasi dengan memperbaiki ABC Bila ada indikasi (EDH, SDH, CSF leak) operasi

SUMMARY
Kebanyakan trauma kepala adalah tumpul dan CKR Penanganan utama : mencegah trauma lanjutan / secondary insult dengan menangani ABC dengan baik Observasi diperlukan untuk menentukan apakah perlu tindakan operasi CT-scan liberal, foto cranium manfaatnya terbatas