Anda di halaman 1dari 23

MALPRAKTIK

Siti Moetmainnah Prihadi

Pembekalan mahasiswa FK UNIMUS Semester I / Oktober 2013

Etik Kedokteran dan Hukum Kedokteran


Etik Kedokteran - Nilai / value / norma profesi kedokteran - Dari dalam nurani profesi kedokteran Hukum Kedokteran - Peraturan yang dibuat oleh Penguasa - Mengatur dari luar nurani profesi dokter

- Kesepakatan profesi kedokteran untuk ditaati dan diamalkan

- Diharuskan untuk ditaati oleh semua masyarakat termasuk dokter

Etik Kedokteran dan Hukum Kedokteran (lanjutan)


Pelanggaran Etik (Kedokteran) : - pembinaan - sanksi
Pelanggaran Hukum (Kedokteran) : - hukuman

Pengertian Malpraktik
Mal = salah Praktik = pelaksanaan Malpraktik dapat terjadi pada semua profesi Malpraktik Medik : ?

Praktik Kedokteran
Pelaksanaan pekerjaan profesi Kedokteran
~ Terikat berbagai standar Standar profesi kedokteran : Standar profesi dokter umum / spesialis Standar Pelayanan Rumah Sakit : SOP di Rumah Sakit, dll ~ Terikat berbagai peraturan UU Praktik Kedokteran UU Kesehatan Peraturan perijinan, dll

Malpraktik medik
Malpraktik medik adalah kelalaian dokter untuk mempergunakan tingkat ketrampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama Kelalaian : - sikap kurang hati-hati - dibawah standar pelayanan medik

(Hanafiah MJ, Amir A : Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan)

Malpraktik medik (lanjutan) Valentin v. Society de Bienfaisance de Los Angelos, California 1956 : Malpractice is the neglect of a physician or nurse to apply that degree of skill and learning in treating and nursing a patient which is customarily applied in treating and caring for the sick or wounded similarly in the same community Malpraktik adalah kelalaian dokter atau perawat untuk menerapkan tingkat ketrampilan dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan pengobatan dan perawatan terhadap pasien yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat orang sakit atau terluka di lingkungan wilayah yg sama
(Guwandi J, Medical Law , 2004)

Malpraktik medik (lanjutan) Stedmans Medical Dictionary :

Malpractice is mistreatment of a disease or injury through ignorance, carelessness or criminal intent

Malpraktik adalah salah cara mengobati suatu


penyakit atau luka, karena sikap-tindak yang acuh,

sembarangan atau berdasarkan motivasi kriminal


(Guwandi J, Medical Law, 2004)

Malpraktik medik (lanjutan) Coughlins Dictionary of Law Malpractice may be the result of ignorance, neglect, or lack of skill or fidelity in the performance of professional duties; intentional wrongdoing; or unethical practice.

Malpraktik bisa diakibatkan sikap-tindak tidak peduli, kelalaian, atau kurang ketrampilan atau kehati-hatian dalam pelaksanaan kewajiban profesionalnya; tindakan salah yang sengaja atau praktik yang tidak etis .
(Guwandi J, Medical Law, 2004)

Malpraktik medik

(lanjutan)

The Oxford Illustrated Dictionary, 2nd ed., 1975 Mapractice = wrongdoing; (law) improper treatment of patient by medical attendant; illegal action for ones own benefit while in position of trust. Malpraktik = sikap-tindak salah; (hukum) pemberian pelayanan thd pasien yg tidak benar oleh profesi medis; tindakan yg ilegal untuk memperoleh keuntungan sendiri sewaktu dalam posisi kepercayaan.
(Guwandi J, Medical Law, 2005)

Malpraktik medik (lanjutan)

Dapat disimpulkan bahwa malpraktik adalah : 1. Melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan 2. Tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau melalaikan kewajiban (negligence) 3. Melanggar suatu ketentuan menurut atau berdasarkan Peraturan Perundang-undangan

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik Dalam Penjelasan Kodeki dinyatakan : Ps.1 Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah dokter. Lafal Sumpah Dokter Indonesia : (Peraturan Pemerintah no. 26 / 1980) No.11. Saya akan mentaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik (lanjutan)


Ps 2 : Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. Ps 4 : Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik (lanjutan)


Ps 7a : Seorang dokter harus, dalam setiap praktik medisnya, memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan atas martabat manusia.

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik (lanjutan)


Ps 7b : Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan, dalam menangani pasien.

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik (lanjutan)

Ps 7c : Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien, hak-hak sejawatnya, dan hak tenaga kesehatan lainnya, dan harus menjaga kepercayaan pasien.
Ps 7d : Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani.

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik (lanjutan)


Ps 10 : Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien. Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, ia wajib merujuk pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.

Pengamalan KODEKI hindari malpraktik (lanjutan) Ps 17 : Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran / kesehatan.

Perilaku Dokter yang diharapkan Menghindari kriteria malpraktik, Dokter harus :

1. Menjaga profesi dokter sebagai profesi yang luhur dan mulia dengan memiliki 6 ciri sifat dasar profesi dokter 2. Memegang teguh, menghayati dan mengamalkan Sumpah Dokter Indonesia 3. Mentaati dan mengamalkan KODEKI

Perilaku Dokter yang diharapkan (lanjutan) Garis besar perilaku dokter : Mengamalkan Sumpah Dokter Indonesia Melaksanakan profesi sesuai standar profesi tertinggi Memberikan pelayanan medik sesuai kompetensi Melindungi hidup insani, mhormati martabat manusia Mhormati hak pasien, sejawat, tenaga kesehatan lain Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran / kesehatan

Perilaku Dokter yang diharapkan (lanjutan) Garis besar perilaku dokter (lanjutan) : Tulus ikhlas menerapkan ilmu dan ketrampilan untuk kepentingan pasien Bersikap jujur kpd pasien & sejawat Tidak memuji diri Menjaga kepercayaan pasien Bersedia merujuk pasien kpd sejawat yg kompeten Bersedia mingatkan sejawat yg kurang kompetensi

TERIMA KASIH SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES