Anda di halaman 1dari 10

1. Enzim apa saja yang telibat dalam pembentukan karbohidrat menjadi monosakarida? 2.

Enzim apa saja yang terlibat dalam pembentukan energi? 3. Apa yang dimaksud lemak jahat? termasuk HDL, LDL, atau VLDL? 4. Mengapa tidak makan dari kemaren malam menyebabkan jantung berdebar-debar dan keluar keringat dingin? 5. Apa saja makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak? 6. Bagaimana pembongkaran glikogen dalam tingkat seluler? 7. Apa yang dimaksud glukoneogenesis, glikogenolisis, dan HMP shunt? 8. Bagaimana pengaturan metabolisme? 9. Bagaimana metabolisme lemak, dan protein? 10. Apa pentingnya makan dan minum terhadap poses enzim pencernaan dan metabolisme?

Jawaban 1. Mulut Enzim ptyalin (suatu -amilase, disekresikan oleh kelenjar parotis) akan menghidrolisis polisakararida (amilum) menjadi disakarida (maltosa, laktosa, sukrosa) dan polimer glukosa lainnya yang mengandung 3 sampai 9 molekul glukosa (maltriosa dan limit dekstrin). Polisakarida yang dihidrolisis hanya 5%. Lambung 1 jam Polisakarida yang dihdrolisis sebanyak 30-40 %. Instestinum tenue Enzim maltase dan -dekstrinase menghidrolisis maltosa dan polimer kecil glukosa lainnya dipecah menjadi glukosa. Enzim lactase menghidrolisis laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. Enzim sukrase menghidrolisis sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. Kadar : 80% glukosa, 10% fruktosa, 10% galaktosa

2. Enzim yang terlibat dalam proses pembentukan energi a. Glikolisis 1. Heksokinase / glukokinase: mengkatalis glukosa dalam mengikat fosfat menjadi gluosa 6-fosfat

2. Fosfogluko isomerase: isomerasi glukosa 6-fosfat menjadi fruktosa 6-fosfat 3. Fosfofruktokinase: mengkatalis fosforilasi fruktosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1,6 difosfat 4. Aldolase: mengkatalis pemecahan fruktosa 1,6 difosfat menjadi hliseraldehid 3-fosfat & dihidroksiasetonfosfat 5. Triofosfat isomerase: mengubah dihidroksiasetonfosfat menjadi gliseraldehid 3-fosfat 6. Gliseraldehid 3-fosfat dehydrogenase: mengkatalis oksidasi gliseraldehid 3fosfat dan penambahan fosfat organik (Pi) dengan NAD+ sebagai koenzimnya. Hasilnya adalah 1,3 bifosfogliserat, NADH, H+ 7. Fosfogliserat kinase: dengan kofaktor Mg2+ mengkatalis pproses pelepasan fosfat oleh 1,3 bifosfogliserat. Terbentuklah ATP dan 3 fosfogliserat 8. Fosfogliserat mutase: mengkatalis perpindahan gugus fosfat pada 3 fosfogliserat dari atom C3 ke C2 menjadi 2 fosfogliserat 9. Enolase: mengkatalis pelepasan atom OH & H oleh 2 fosfogliserat dan menghasilkan fosfoenol dan air 10. Piruvat kinase: mengkatalis pelepasan gugus fosfat oleh fosfoenolpiruvat b. Siklus krebs

3. Sebelum menjelaskan tentang lemak jahat, perlu dijelaskan dulu tentang kolesterol. Kolesterol merupakan zat berlemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol dapat ditemukan diseluruh tubuh dan berperan penting terhadap fungsi tubuh sehari-hari. Kolesterol dibuat sendiri oleh tubuh di dalam hati, dan bisa didapat pula dari makanan. Tubuh dapat menyeimbangkan kolesterol yang dibuat sendiri di hati dengan menyeimbangkan asupan makanan, semakin banyak makanan berkadar kolesterol tinggi, semakin sedikit tubuh memproduksi. Kolesterol adalah komponen terbesar membran sel yang membantu zat kedalam dan luar sel sehingga mempertahankan keseimbangan sel. Kolesterol diangkut oleh struktur di dalam darah yang disebut lipoprotein. Lipoprotein ada 5 kelas: 1. HDL (high Density Lipoprotein) berfungsi mengangkut kelebihan protein dari jaringan dan membawanya ke hati untuk diproses kembali atau dibuang dari tubuh. 2. LDL (Low Density Lipoprotein) berfungsi mengangkut kolesterol dari hati (tempat diproduksi) ke jaringan yang membutuhkan (banyak terdapat di darah mengikuti aliran darah) 3. IDL

4. VLDL 5. Kilomikron LDL sering disebut lemak jahat. Sebenarnya LDL tidak jahat dan memiliki peran yang berguna bagi tubuh. Namun, apabila kadarnya berlebih dan tidak diseimbangkan oleh kadar HDL, akan terjadi penumpukan LDL di pembuluh darah dan dapat menyumbat aliran nutrisi dan oksigen ke organ-organ terkait (ateroklerosis) sehingga menyebabkan stroke. Untuk keadaan normal, kadar HDL dalam darah harus diatas 35 mg/dL. Sedangkan kadar LDL dalam darah idealnya kurang dari 130mg/dL. Bila kadar LDL antara 130 159 mg/dL merupakan level waspada dan bila kadar LDL dalam darah diatas 160 mg/dL maka termasuk level yang berbahaya

4. Mengapa anak tersebut berkeringat dingin? Jawaban : Karena secara keseluruhan proses metabolisme Glukosa akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Karbon dioksida dihasilkan dari siklus Asam Sitrat sedangkan air (H2O) dihasilkan dari proses rantai transfer elektron. Melalui proses metabolisme, energi kemudian akan dihasilkan dalam bentuk ATP dan kalor panas. Terbentuknya ATP dan kalor panas inilah yang merupakan inti dari proses metabolisme energi. Sedangkan anak tersebut belum makan sejak kemarin malam, sehingga tidak ada asupan glukosa yang masuk ke tubuh untuk di metabolisme dan energi hasil metabolisme berupa ATP dan kalor panas tidak terbentuk akibatnya badan anak tersebut berkeringat dingin.

Mengapa anak tersebut berdebar-debar? Jawaban : Karena anak tersebut mengalami gejala hipoglikemia. Hipoglikemia atau yang disebut juga dengan gula darah rendah atau glukosa darah rendah terjadi ketika glukosa darah turun dibawah level normal. Hipoglikemia dapat terjadi secara tibatiba. Biasanya ringan dan bisa segera ditangani dengan makan atau minum sedikit makanan yang kaya glukosa. Jika dibiarkan hipoglikemia dapat bertambah parah dan menyebabkan kebingungan (kurang konsentrasi), pusing, penglihatan mengabur atau pingsan. Hipoglikemia yang lebih parah dapat berujung pada hilangnya kesadaran, koma, bahkan kematian. Saat muncul gejala hipoglikemia, tubuh memberikan respon terhadap rendahnya kadar gula darah dengan melepaskan hormon glukagon maupun epinefrin (adrenalin).

Pelepasan epinefrin (adrenalin) dari kelenjar adrenal dan beberapa ujung saraf merangsang pelepasan gula dari cadangan tubuh tetapi juga menyebabkan gejala yang menyerupai serangan kecemasan (berkeringat, kegelisahan, gemetaran, pingsan, jantung berdebar-bedar dan kadang rasa lapar)

Mekanisme terjadinya hipoglikemia Jawaban : ketika glukosa darah mulai menurun, glukagon hormon yang dihasilkan oleh pankreas memberi sinyal kepada hati untuk memecah glikogen dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Glukosa darah kemudian meningkat hingga level normal. Pada beberapa penderita diabetes, glukagon berekasi terhadap hipoglikemia terganggu oleh hormon lain seperti epinefrin, disebut juga adrenalin, yang menaikkan level glukosa darah. Tapi, diabetes yang diobati dengan insulin atau pill yang dapat meningkatkan produksi insulin, level glukosa tidak mudah untuk kembali pada kisaran normal.

5. Sumber makanan Karbohidrat : a. Monosakarida terdiri dari glukosa (beras, ubi), fruktosa (gula buah,

madu), galaktosa (susu) b. Disakarida terdiri dari maltose (kecambah, biji-bijian), sukrosa (gula tebu, lobak, pisang), laktosa (susu hewan, ASI) c. Polisakarida contohnya amilum (umbi-umbian, biji-bijian, buah mentah), selulosa (sayur, buah), pektin (kulit buah-buahan), lignin (kulit kayu)

Protein : sumber hewani (daging, telur, susu) dan sumber nabati (kacangkacangan, dan produk olahannya)

Lemak : lemak nabati (mnyak jagung, minyak kelapa, kacang-kacangan, minyak kemiri, buah alpukat, buah durian) dan lemak hewani (daging, telur, susu, ikan, mentega, keju) Asam lemak jenuh : meningkatkan kadar kolesterol LDL dan HDL. Tidak menghambat kerja insulin. Bentuk cis. Terdapat dalam produk hewani seperti susu,, krim, keju, daging-dagingan. Juga terdapat pada produk nabati yaitu minyak kelapa, minyak biji palm.

Asam lemak tak jenuh : menurunkan kadar kolesterol LDL,[menurunkan HDL, meningkatkan LDL]. Menghambat kerja insulin. Bentuk trans. Terdapat dalam minyak zaitun, kacang tanah dan minyak kacang tanah, minyak kacang kedelai, bunga matahari, minyak ikan.

6. Glikogen yang ada di hati dapat digunakan maksimal selama 4-5 jam (dalam keadaan tidak puasa), tetapi jika dalam keadaan puasa glikogen dapat digunakan dalam waktu 12-18 jam Enzim pembongkar Glukagon Epinefrin *keduanya sama-sama berfungsi untuk mensekresikan enzim yang berguna untuk mengubah glikogen menjadi glukosa pada saat kadar glukosa darah rendah.

7. (belo) revina 8. Pengaturan Metabolisme Lemak 1. Hormon, mengendalikan keseimbangan antara penguraian dan penyimpanan lemak. a. Insulin, merupakan factor pengendali terpenting. Insulin meningkatkan aliran glukosa ke dalam sel sehingga glukosa dapat digunakan sebagai energi. Insulin juga mencegah penguraian lemak dalam sel adipose melaluli penghambatan enzim lipase sensitive hormon yang mengkatalis proses hidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Sekresi insulin dan glucagon diatur oleh kadar glukosa darah, dengan demikian glukosa juga berperan sebagai salah satu regulator metabolisme lemak. b. Epinefrin, glucagon, hormone pertumbuhan, ACTH, dan tiroksin merangsang penguraian dan pelepasan asam lemak dari simpanan trigliserida dalam jaringan adipose. 2. Kendali saraf

Pada metabolism lemak berlangsung melalui stimulasi parasimpatis yang meningkatkan simpanan lemak dan melalui stimulasi simpatis yang mempercepat penguraian asam lemak dari simpanan lemak.

Pengaturan Metabolisme Protein 1. Hormone pertumbuhan Merangsang transport aktif asam amino ke dalam sel, terutama sel otot dan merangsang sintesis protein. 2. Testosterone Hormone kelamin laki laki, menstimulasi sintesis protein dan meningkatkan simpanan protein dalam jaringan. Sedangkan estrogen pada perempuan juga menstimulasi sintesis protein dalam derajat yang lebih rendah. 3. Hormone tiroid Meningkatkan laju metabolism semua sel dan penting untuk sintesis protein dan pertumbuhan. 4. Glukokortikoid Menstimulasi katabolisme protein dalam sel selain sel hati dan meningkatkan penggunaan asam amino oleh hati dalam proses glukoneogenesis. 5. Insulin Meningkatkan pemasukan asam amino ke dalam sel dan menstimulasi sintesis protein.

9. Metabolisme a. Lemak: 1. Aktivasi asam lemak Reaksi aktivasi belangsung di membrane luar mitokondriadi katalis oleh enzim asil KoA sintetase. ATP memacu pembentukan ikatan tioester antara gugus karboksil asam lemak dengan gugus sulfhidril pada KoA. 2. Transport asil lemak koA Gugus asil pada asil KoA ditransfer ke gugus OH karnitin membentuk asil karnitin yang dikatalis karnitin asiltransferase I pada membran luar mitokondria. Asil karnitin melintasi membrane dalam mitokondria yang dikatalis oleh enzim translokase. Gugus asil ditransfer kembali ke KoA yang

berada dalam matriks mitokondria yang dikatalis karnitin asiltransferase II. Enzim translokase memindah kembali karnitin ke sitosol. 3. Reaksi-reaksi a. Dehidrogenasi/oksidasin: Asil KoA dioksidasi menjadi trans enoyl KoA b. Hidrasi : penambahan gugus hidroksi pada atom C no.3 menghasilkan L-3Hidroksil KoA c. Dehidrogenasi / oksidasi : Mengkatalisis OH pada C no.3 menjadi keton menghasilkan 3-ketoasil KoA d. Thiolisis : Asetil Ko-A dilepas dan tersisa asil lemak KoA.

Lemak (lipid) berperan penting dalam tubuh manusia, selain sebagai energi cadangan, lemak juga berfungsi membentuk membran sel dan menghasilkan energi yang paling besar melalui proses lipolisis dan -oksidase. Lemak akan dicerna dalam bentuk asaam lemak. Berikut ini enzim yang berpengaruh pada pencernaan lemak. 1. Lipase gaster Lipase adalah enzim pemecah lemak, di lambung dihasilkan enzim lipase gaster untuk memecah lemak, tetapi rata-rata proses ini tidak begitu berarti, karena pencampuran lemak dan enzim mutlak memerlukan ester-cholesterol yang dihasilkan oleh empedu yang disekresikan ke duodenum. 2. Lipase pancreas Lipase pankreas yang dibantu oleh cholesterol yang dihasilakan empedu. Lipase pankreas dihasilkan untuk hidrolisis lemak menjadi asam lemak, tetapi umumnya enzim bersifat hidro filik dan lemak bersifat hidrofobik sehingga tidak dapat mencampur dan bereaksi.untuk itu diperlukan ester-cholesterol yang dapat menjadi emulgator agar lemak dan ezim dapat bercampur Setelah berhasil lemak akan diserap dan diangkut ke dalam darah. Karena lemak tidak larut air maka transportasinya memerlukan protein plasma yaitu kilomoikron, LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein).

b. Protein : 1. Degradasi Protein menjadi asam amino terjadi : saluran pencernaan (khususnya ambung) Protein menstimulasi mukosa lambung Hormon Gastrin keluar Hormon gastrin menstimulasi sekresi Hcl dan pepsinogen Pepsinogen berubah jadi pepsin dan

menghidrolisis ikatan peptida Terbentuk Asam Amino Masuknya Asam Amino mestimulasi sekresi hormon cholecystokinin sekresi beberapa enzim : 1. 2. 3. trypsinogen chymotrypsinogen procarboxypeptidase

kemudian kondisi ph mendukung untuk mengaktifkan zymogen yang berfungsi untuk mengubah : trypsinogen tripsin lalu tripsin mengaktivasi chymotripsin dan carboxypeptidase Sekresi aminopeptidase Terbentuk Asam Amino bebas, yang kemudian ditranspor melewati sel epitel usus halus, masuk ke kapiler darah di vili dan ditranspor ke hati

2. Transaminasi adalah proses pengubahan asam amino menjadi jenis asam amino lain. Contoh : Alanin + -ketoglutarat piruvat + glutamat transaminasi terjadi pada berbagai jaringan. 3. Deaminasi adalah proses pemecahan (hidrolisis) Asam Amino menjadi Asam Keto dan Amonia Contoh : Asam Amino deaminasi 2NH3 + CO2 CO(NH3)2 + H2O CHO Asetil Co-A 4. Siklus Krebs Asetil Co-A yang dihasilkan di deaminasi tadi masuk ke siklus krebs dan membentuk ATP

Enzim yang berperan dalam metabolisme protein: 1. Enzim pepsin Enzim pepsin berfungsi untuk mencerna poliprotein menjadi lebih sederhana, pepsin dihasilkan oleh lambung dan bekerja optimal pada pH asam (2-3) dan

tidak bekerja sama sekali dalam pH di atas 5. Pepsin memiliki kemampuan untuk mencerna kolagen. 2. Tripsin, kimotripsin, dan karboksipolipeptidase Tripsin, kimotripsin dan karboksi polipeptidase dihasilkan oleh pankreas yang melanjutkan peranan pepsin dan memecah protein menjadi lebih kecil lagi. Umunya saat meninggalkan lambung, protein masih berbebentuk proteosa, pepton dan olipeptida besar,kimotripsin dan tripsin dapat memecah protein menjadi polipeptida kecil dan karboksipolopeptidase dapat menghasilkan asam amino dari ujung karboksil polipeptida.

10. (belom) ayu