Anda di halaman 1dari 7

Skenario 2 Blok 10

Sakit Kepala?

Diagnosa Hipertensi
Pemeriksaan diagnostik terhadap pengidap tekanan darah tinggi mempunyai beberapa tujuan : Memastikan bahwa tekanan darahnya memang selalu tinggi Menilai keseluruhan risiko kardiovaskular Menilai kerusakan organ yang sudah ada atau penyakit yang menyertainya Mencari kemungkinan penyebabnya Diagnosis hipertensi menggunakan tiga metode klasik yaitu:

Pencatatan riwayat penyakit (anamnesis) Pemeriksaan fisik (sphygomanometer) Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan Untuk Hipertensi


Anamnesis : > Sacred Seven > RPD (Riwayat Penyakit Dahulu) > RPK (Riwayat Penyakit Keluarga) > Riwayat Sosial.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Tanda Vital Suhu, Nadi, Tekanan Darah, Pernafasan Pemeriksaan Funduskopi Pemeriksaan Thoraks

Pemeriksaan Labotarium
Pemeriksaan laboratorium untuk Hipertensi ada 2 macam yaitu : 1. Panel Evaluasi Awal Hipertensi : Pemeriksaan ini dilakukan segera setelah didiagnosis Hipertensi, dan sebelum memulai pengobatan 2. Panel Hidup Sehat dengan Hipertensi Panel Dasar : untuk memantau keberhasilan terapi Panel Lanjut : untuk deteksi dini penyulit

Pemeriksaan Lab
EKG Test Mikrokospik urinalisis, Proteinurea, Serum BUN(Blood Urea Nitrogen) atau Kreatinin. Serum Sodium, Pottasium, Calcium, TSH Gula darah puasa, Kolesterol, HDL dan LDL, Trigliserida. Hematokrit