Anda di halaman 1dari 4

Scenario Di ruang rawat Perawat novi ; permisi ibu, bapak, saya novi perawat yang bertugas pada pagi

hari ini untuk merawat anak bapak dan ibu, dan ini dokter praba yang bertugas untuk memeriksa keadaan anak desi. Bapak some Perawat novi Anak desi Perawat novi Anak desi Dokter praba Perawat novi Dokter praba Perawat novi Dokter praba Anak desi Dokter praba Ibu Pamela Dokter praba Bapak some ; iya suster silahkan ; selamat pagi adik desi, gimana masih sakit perutnya sekarang? ; masih sus, di sini sakitnya (sambil menunjuk perutnya) ; sekarang adik diperiksa sama dokter dulu ya, ; iya sus (sambil mengangguk) ; adik bajunya dibuka dulu ya, dokter mau lihat perutnya adik (sambil melakukan pemeriksaan) sus, ttvnya tadi bagaimana ? ; suhunya normal dok, tapi pasien mengeluh sesak, rr 36x/menit, ; oh iya, pasien ada mengeluh mual tadi malam? ; ada dok, tapi sudah diberikan antiemetic sama perawat yang jaga tadi malam. ; adik masih mual sekarang? ; masih sedikit ; adik istirahat saja sekarang ya, ; dok bagaimana kondisi anak saya? ; kondisinya masih sa ibu sama seperti kemarin ibu, bagaimana kalau ibu sama bapak ikut saya, ada yang ingin saya bicarakan. ; oh iya dok. Ibu ikut saja yuk biar neneknya suruh jaga sebentar

Dokter praba, perawat novi, ibu dan bapak anak desi pergi ke ruang dokter bersama-sama Di ruang dokter Bapak some Dokter praba ; dok, kenapa saya dipanggil kesini? Ada masalah ya dengan anak saya? ; begini bapak, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bapak kan sudah tau anak bapak didiagnosa rabdomiosarkoma stadium 4, kanker ini merupakan jenis kanker yang menyerang otot dan sekarang kankernya sudah menyebar ke usus dan dinding perut, jadi tingkat kesembuhannya kecil.

Ibu Pamela Bapak some Dokter praba

; kok bisa begitu dok, anak saya kan sudah dioperasi, sudah dikemoterapi, sampai saya gak tega melihat kondisi anak saya (nada suara meninggi) ; sudah-sudah ibu, jangan ribut lagi, kalau sudah begini saya harus bagaimana lagi dok? ; begini pak, kami dari tim medis sudah melakukan perawatan semaksimal mungkin. Untuk saat ini terapi-terapi medis seperti kemoterapi tetap akan dilanjutkan, ditambah lagi dengan obat-obatan anti nyeri untuk mengurangi nyeri yang anak bapak rasakan.

Ibu Pamela Dokter praba Bapak some Dokter praba Perawat novi Ibu Pamela

; (terdiam dan terpaku) ; bagaimana ibu, bapak, ada yang ingin ditanyakan lagi? ; ya sudah cukup dok ; iya kalau begitu saya lanjutkan pemeriksaan ke pasien lain terlebih dahulu, nanti kalau ada yang ingin ditanyakan kembali ibu bisa bertanya kepada perawat disini ya, ; kenapa ibu masih disini ? ada yg bisa saya bantu? ; saya tidak habis pikir sus, kenapa kondisi anak saya tidak ada perubahan. Padahal semua terapi yang disuruh sudah saya ikuti. Bahkan saya sendiri tersiksa melihat kondisi anak saya seperti itu, apalagi dengan anak saya ; oh begitu, lalu bu ? ; melihat kondisi anak saya, saya kok malah jadi ragu ya dengan perawatan disini. Dengan berbagai macam pengobatan yang sudah dijalani anak saya, kok bisa anak saya tidak kunjung sembuh. Uang juga sudah banyak saya habiskan ; iya buk saya mengerti. Berarti ibu masih belum bisa menerima kondisi anak ibu saat ini. Dan bapak juga tidak puas dengan perawatan yang kami berikan disini. Bagaiman pak..ibu itukah yang bapak ibu rasakan ? atau mungkin ada lagi ? ; iya sus. Tapi sampai sekarang saya masih belum habis pikir, kenapa harus anak saya. Padahalsaya selalu menjaga anak saya dengan baik. Saya hamper tidak tahan melihat kondisi anak saya. Kenapa tidak saya saja, kenapa harus anak saya ; oh iya buk. Saya mengerti dengan apa yang ibu rasakan saat ini. Kami dari tim medis sudah memberikan perawatan dan pengobatan yang maksimal. Jadi yang bisa kita lakukan bersama yaitu memberikan dukungan dan perhatian yang lebih lagi untuk anak ibu. Untuk permasalahan ini, tidak ibu saja yang mengalaminya banyak juga orang tua yang mengalami hal yang sama seperti yang ibu dan bapak rasakan saat ini. Nak ibu, bagaimana jika kami memfasilitasi ibu untuk bisa sharing mengenai kondisi anak ibu dengan orang tua lainnya yang memiliki anak dengan penyakit yang sama.

Perawat novi Bapak some

Perawat novi

Ibu Pamela

Perawat novi

Apa ibu bersedia atau ada hal lain lagi yang ingin disampaikan ? Ibu Pamela Perawat novi Bapak some Perawat novi Ibu Pamela Perawat novi ; oh iya, boleh juga. Saya juga sudah bingung mengenai kondisi saat ini, saya setuju saja kalau itu memang membantu. ; bagaimana kalau bapak setuju dengan saran yang saya ajukan ? ; iya saya setuju. Kapan itu dilaksanakan ? ; untuk waktu pelaksanaannya nanti saya atur dulu dan segera saya akan informasikan. ; iya sus terimakasih. ; baiklah bu sekian dulu diskusi kita hari ini. Jadi bisa saya simpulkan seperti yang bapak dan ibu katakan, ibu belum bisa menerima kondisi anak ibu dan bapak juga merasakan pelayanan yang kami berikan ini masih kurang. Jadi menurut saya akan lebih baik jika bapak dan ibu mengikuti terapi yang kami anjurkan, yaitu untuk bertemu dengan orang tua yang mengalami hal yang sama seperti yang bapak dan ibu rasakan. Sehingga diharapkan nantinya bapak dan ibu dapat sharing dengan orang tua lainnya. Bapak some ; baik sus. Terimakasih

KEESOKAN HARINYA, ibu Pamela dan bapak some dipertemukan dengan orang tua yang memiliki anak dengan kondisi yang sama. Perawat tory ;selamat pagi ibu-ibu dan bapak-bapak. Seperti kontrak kita kemarin, saya mempertemukan bapak dan ibu sekalian sehingga bapak dan ibu bisa saling bertukar pengalaman memiliki anak dengan penyakit kanker. Silakan bapak atau ibu yang merasa mempunyai masalah, boleh untuk mengungkapkan masalahnya. ; saya punya anak dengan kanker stadium lanjut. Yang tidak bisa saya terima, anak saya sudah menjalani semua terapi sampai mual-mual tiap hari, tapi masih saja kondisinya tidak ada perubahan. Bahkan dokter kemarin sempat mengatakan tingkat kesembuhannya sangat kecil. ; maaf ibu, saya tidak bermaksud untuk menggurui. Tetapi apa yang ibu rasakan juga sama dengan yang saya rasakan satu bulan lalu. Ketika itu saya sangat kaget bahkan saya sampai pingsan mendengar diagnose dari dokter. Namun setelah saya berfikir dengan tenang tidak ada gunanya jika saya bersedih lama-lama. Saya sudah memutuskan untuk mengiklaskan semua. Saya berusaha supaya anak saya tetap bahagia disisa usianya.

Ibu Pamela

Ibu indah

Bapak asep

; iya bu, kamis semua merasakan hal yang sama. Itu anak saya satu-satunya, tetapi mau gimana lagi, tuhan lebih menyayangi dia. Lebih baik kita selalu berfikir positif. Berusaha saja untuk member yang terbaik. Saya hanya ingin anak saya tidak kesakitan dan selalu bisa tersenyum.

Ibu ajeng

; saya setuju dengan bapak asep dan ibu indah. Saya awalnya sampai kesana kemari mencari pengobatan alternative. Tapi ujung-ujungnya penyakitnya penyakit anak saya malah semakin memburuk. Akhirnya saya konsultasi dengan dokter dan perawat dan memang inilah yang bisa kita lakukan. Bagaimana membuat dia merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan terutama kita sebgaia orang tua supaya selalu ada disampingnya.

Ibu mang sri

; iya wajar, ibu pertamanya merasa seperti itu. Tetapi seiring berjalannnya waktu ibu pasti bisa menerima. Tetap berdoa bu daripada kita terlihat sedih dihadapan anakanak kita, mari kita dukung dia, support dia seperti yang dibilang ibu ajeng.

Ibu Pamela

; ternyata semua merasakan apa yang saya rasakan. Awalnya saya kira cuma saya saja yang mengalaminya. Syaa hamper tidak sanggup menghadapi keadaan ini. Terimakasih ibu-ibu dan bapak-bapak atas dukungannya semoga saya cepat bisa menerima kondisi ini dan saya akan selalu ada untuk anak saya. ; iya ibu Pamela, bagaimana apakah ibu sudah merasa lebih baik? Atau ada lagi yang ingin ibu ceritakan pada teman-teman ibu? ; iya cukup suster, terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk bercerita. Setidaknya saya merasa lebih baik sekarang ; baik bapak, ibu, sekian pertemuan kita hari ini. Mari kita bekerja sama untuk memberikan perawatan yang terbaik untuk anak-anak bapak dan ibu sekalian. Ada yang ingin disampaikan lagi ? ; tidak ada ; baik karena sudah tidak ada yang ingn disampaikan, saya akhiri pertemuan hari ini. Selamat pagi.

Perawat tori Ibu Pamela Perawat tori

Peserta Perawat tori