Anda di halaman 1dari 11

PACASILA SEBAGAI DASAR NEGARA BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Paham kebangsaan secara fundamental diawali perintisan Boedi Oetomo (1908), gerakan gerakan pemuda seperti !ong !a"a dan sebagain#a (19$0), Pemuda %ndonesia (19$&) kemudian disusul 'umpah Pemuda (19$8)('udah semen)ak lahirn#a paham kebangsaan bukanlah cetusan tekad para pe)uang bangsa, melainkan strategi #ang kelak men)adi ideologi per)uangan untuk merdeka( 1.1.Rumusan Masalah *ntuk menghidari adan#a kesimpangsiuran dalam pen#usunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah masalah #ang akan di bahas diantaran#a+ a( Perkembangan Pancasila 'ebagai ,asar -egara. b( /akna 0e"italisasi Pancasila 'ebagai ,asar -egara %ndonesia. 1.2. Tujuan Penulisan ,alam pen#usunan /akalah ini, penulis mempun#ai beberapa tu)uan, #aitu+ a( Penulis ingin mengetahui Perkembangan Pancasila 'ebagai ,asar -egara Pada hakikatn#a, Pancasila mempun#ai dua fungsi #aitu sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar negara oleh sebab itu penulis ingin men)abarkan keduan#a( b( Perkembangan Pancasila 'ebagai ,asar -egara BAB II PEMBAHA AN 'e)ak kelahirann#a (1 !uni 191&) Pancasila adalah ,asar 2alsafah -egara 3esatuan 0epublik %ndonesia, atau lebih dikenal sebagai ,asar -egara (Philosofische groundslag)( 4al ini, dapat diketahui pada saat 'oekarno diminta ketua ,okuritsu 5#unbi 6#oosakai untuk berbicara di depan sidang Badan Pen#elidik *saha Persiapan 3emerdekaan %ndonesia tanggal 1 !uni 191&, menegaskan bahwa beliau akan memaparkan dasar negara merdeka, sesuai dengan permintaan ketua(

/enurut 'oekarno, pembicaraan pembicaraan terdahulu belum men#ampaikan dasar %ndonesia /erdeka( Bahkan 'oekarno men#atakan + Pada bagian pidato berikutn#a, 'oekarno men#atakan, bahwa Philosofische 7roundslag diatas mana kita mendirikan negara %ndonesia, tidak lain adalah 8altanschauung( Bahkan 'oekarno lebih menegaskan lagi 8altanschauung #ang kita harapkan tidak lain adalah persatuan philosofische graoundslag( *ntuk itu 'oekarno menegaskan sebagai berikut + 9pakah itu . Pertama tama, saudara saudara, sa#a bertan#a + apakah kita hendak mendirikan %ndonesia /erdeka untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan . /endirikan negara %ndonesia /erdeka #ang naman#a sa#a %ndonesia /erdeka, tetapi han#a untuk mengagungkan satu orang, untuk memberi kekuasaan pada satu golongan #ang ka#a, untuk memberi pada satu golongan bangsawan . 9pakah maksud kita begitu . 'udah tentu : Baik saudara ;saudara #ang bernama kaum kebangsaan #ang disini, maupun saudara saudara #ang dinamakan kaum %slam, semuan#a telah mufakat, bahwa bukan negara #ang demikian itulah kita pun#a tu)uan( 3ita hendak mendidikan suatu negara <semua buat semua= Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan #ang ka#a, tetapi <semau buat semua=( %nilah salah satu dasar pikiran #ang akan sa#a kupas lagi( /aka, #ang selalu mendengung di salam sa#a pun#a )iwa, bukan sa)a didalam beberapa hari didalam sidang ,okuritsu 5#unbi 6#oosakai ini, akan tetapi se)ak tahun 1981, $& tahun lebih, ialah + dasar pertama, #ang baik di)adikan dasar buat negara %ndonesia, ialah dasar kebangsaan=( (sekretariat negara, 199& + >1) Paparan berikut 'oekarno men#atakan filosofische principe #ang kedua adalah internasionalisme( Pada saat menegaskan pengertian internasionalisme, 'oekarno men#atakan bahwa internasionalisme bukanlah berarti kosmopolitisme, #ang menolak adan#a kebangsaan, bahkan beliau menegaskan + <%nternasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar didalam bumin#a nasionalisme( -asionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarin#a internasionalisme( <'era#a mengutip ucapan 7andhi, beliau menegaskan m# nasionalisme is humanit#( Pada saat men)elaskan prinsip dasar ketiga, 'oekarno men#atakan bahwa negara %ndonesia adalah negara <'emua buat semua, satu buat semua, semua buat satu=, oleh karenan#a sa#a #akin bahwa s#arat #ang mutlak untuk kuatn#a negara %ndonesia ialah permus#awaratan

perwakilan( ,emikian berikutn#a untuk prinsip dasar #ang keempat 'oekarno mengusulkan prinsip kese)ahteraan ialah prinsip tidak akan ada kemiskinan didalam %ndonesia merdeka( Prinsip dasar kelima adalah prinsip %ndonesia merdeka dengan berta?wa kepada 6uhan @ang /aha Asa( Pada kesempatan itu, 'oekarno men)elaskan + Prinsip prinsip filsafati Pancasila se)ak awal kelahirann#a diusulkan sebagai dasar negara (philosofische grondslag, 8eltanschauung) 0epublik %ndonesia, #ang kemudian diberi status (kedudukan) #ang tegas dan )elas dalam alinea keempat Pembukaan *ndang *ndang ,asar 191& (18 9gustus 191& dalam sidang Panitia Persiapan 3emerdekaan %ndonesia)( 2.1. Perkem!angan Pan"asila e!agai Dasar Negara 7enerasi merumuskan 'oekarno 4atta gagasan gagasan telah "ital mampu menun)ukkan keluasan dan kedalaman wawasann#a, dan dengan keta)aman intelektualn#a telah berhasil sebagaimana dicantumkan didalam pembukaan **, 191&, dimana Pancasila sebagai dasar negara ditegaskan dalam satu kesatuan integral dan integratif( Oleh karena itu para tokoh men#atakan bahwa Pembukaan *ndang *ndang 191& merupakan sebuah dokumen kemanusiaan #ang terbesar dalam se)arah kontemporer setelah 9merican ,eclaration of %ndependent 19>B( Pembukaan *ndang *ndang ,asar 191& n#aris sempurna, dengan nilai nilai luhur #ang bersifat uni"ersal, oleh karenan#a Pancasila merupakan dasar #ang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa %ndonesia( 'emen)ak ditetapkan sebagai dasar negara (oleh PP3% 18 9gustus 191&), Pancasila telah mengalami perkembangan sesuai dengan pasang naikn#a se)arah bangsa %ndonesia (3oento 8ibisono, $001) memberikan tahapan perkembangan Pancasila sebagai dasar negara dalam tiga tahap #aitu + (1) tahap 191& 19B8 sebagai tahap politis, ($) tahap 19B9 1991 sebagai tahap pembangunan ekonomi, dan (C) tahap 199& $0$0 sebagai tahap repositioning Pancasila( Penahapan ini memang tampak berbeda la5imn#a para pakar hukum ketatanegaraan melakukan penahapan perkembangan Pancasila ,asar -egara #aitu + (1) 191& 1919 masa *ndang *ndang ,asar 191& #ang pertama D ($) 1919 19&0 masa konstitusi 0%' D (C) 19&0 19&9 masa **,' 19&0 D (1) 19&9 19B& masa orde lama D (&) 19BB 1998 masa orde baru dan (B) 1998 sekarang masa reformasi( 4al ini patut dipahami, karena adan#a perbedaan pendekatan, #aitu dari segi politik dan dari segi hukum(

Berdasarkan hal tersebut diatas perlun#a reposisi Pancasila #aitu reposisi Pancasila sebagai dasar negara #ang mengandung makna Pancasila harus diletakkan dalam keutuhann#a dengan Pembukaan **, 191&, dieksplorasikan pada dimensi dimensi #ang melekat padan#a #aitu + 0ealitasn#a bahwa nilai nilai #ang terkandung didalamn#a dikonkritisasikan sebagai ceminan kondisi ob#ektif #ang tumbuh dan berkembang dalam mas#arakat, suatu rangkaian nilai nilai #ang bersifat <sein im sollen dan sollen im sein %dealitasn#a bahwa idelisme #ang terkandung didalamn#a bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan diob#ektifitasikan sebagai akta ker)a untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga mas#arakat guna melihat hari depan secara prospektif menu)u hari esok #ang lebih baik( 2leksibilitasn#a dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang )adi #ang sudah selesai dan mendeg dalam kebekuan dogmatis dan normatif, melainkan terbuka bagi tafsi tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan 5aman #ang terus menerus berkembang, dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikin#a Pancasila men)adi tetap aktual, rele"an serta fungsional sebagai tiang tiang pen#angga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan )iwa semangat Bhinneka 6unggal %ka( 0eposisi Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan dan pengembangan moral, sehingga moralitas Pancasila dapat di)adikan dasar dan arah untuk mengatasi krisis dan disintegrasi( /oralitas Pancasila harus disertai penegakkan (supremasi) hukum( 2.2. Peranan Pan"asila Di Era Re#$rmasi 2.2.1. Pan"asila se!agai %ara&igma ketatanegaraan Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan artin#a pancasila men)adi kerangka berpikir atau pola berpikir bangsa %ndonesia, khususn#a sebagai dasar negara ia sebagai landasa kehidupan berbangsa dan bernegara( %ni berarti, bahwa setiap gerak langkah bangsa dan negara %ndonesia harus selalu dilandasi oleh sila sila #ang terdapat dalam Pancasila( 'ebagai negara hukum setiap perbuatan, baik dari warga mas#arakat maupun dari pe)abat pe)abat dan )abatan )abatan harus berdasarkan hukum, baik #ang tertulis maupun #ang tidak tertulis( ,alam kaitann#a dalam pengembangan hukum, Pancasila harus men)adi landasann#a( 9rtin#a hukum #ang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila sila

Pancasila( 'ekurang kurangn#a, substansi produk hukumn#a tidak bertentangan dengan sila sila Pancasila( 2.2.2. Pan"asila se!agai %ara&igma %em!angunan nasi$nal !i&ang s$sial %$litik Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang sosial politik mengandung arti bahwa nilai nilai Pancasila sebagai wu)ud cita cita %ndonesia merdeka di implementasikan sbb + a( b( c( d( e( Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik, buda#a, agama, dan ekonomi dalam kehidupan sehari hari( /ementingkan kepentingan rak#at E demokrasi dalam pemgambilan keputusan D /elaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerak#atan berdasarkan konsep mempertahankan kesatuan D ,alam pelaksanaan pencapaian tu)uan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan #ang adil dan beradab D 6idak dapat tidak, nilai nilai keadilan, ke)u)uran (#ang menghasilkan) dan toleransi bersumber pada nilai ke 6uhanan @ang /aha Asa( 2.'. Perkem!angan Pan"asila e!agai Dasar Negara !epang men)an)ikan kemerdekaan %ndonesia di kemudian hari melalui pembentukan BP*P3% dan PP3%( 7enerasi 'oekarno 4atta menun)ukan keta)aman intelektual dengan merumuskan gagasan "ital seperti #ang tercantum di Pembukaan **, 101& dimana Pancasila ditegaskan sebagai kesatuan integral dan integratif( Prof( -otonagoro sampai men#atakan Pembukaan **, 191& adalah dokomen kemanusiaan terbesar setelah 9merican ,eclaratiom of %ndependence (1>>B)( %si Pembukaan **, 191& adalah nilai nilai luhur #ang uni"ersal sehingga Pancasila di dalamn#a merupakan dasar #ang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa( 7agasan "ital #ang men)adi isi Pancasila sebagai dasar negara merupakan )awaban kepribadian bangsa sehingga dalam kualitas awaln#a Pancasila merupakan dasar negara, tetapi dalam perkembngann#a men)adi ideologi dari berbagai kegiatan #ang berimplikasi positif atau negatif( Pancasila bertolak belakang dengan kapitalisme ataupun komunisme( Pancasila )ustru merombak realitas keterbelakangan #ang diwariskan Belanda dan !epang untuk mewu)udkan mas#arakat adil dan makmur( Pancasila sudah berkembang men)adi berbagai tahap semen)ak ditetapkan pada tanggal 18 9gustus 191&, #aitu +

1(

6ahun 191& 1918 merupakan tahap politis( Orientasi Pancasila diarahkan pada nation and character building( 'emangat perstuan dikobarkan demi keselamatan -30% terutama untuk menanggulangi ancaman dalam negeri dan luar negeri( ,i dalam tahap dengan atmosfer politis dominan, perlu upa#a memugar Pancasila sebagai dasar negara secara ilmiah filsafati( Pancasila mampu di)adikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan #ang dalam kar#a kar#an#a ditun)ukkan segi ontologik, epismologik dan aksiologikn#a sebagai raison dFetre bagi Pancasila (-otonagoro, 19&0) 0esonansi Pancasila #ang tidak bisa diubah siapapun tecantum pada 6ap /P0' -o( GGE/P0'E19BB( ,engan keberhasilan men)adikan <Pancasila sebagai asas tunggal=, maka dapatlah din#atakan bahwa persatuan dan kesatuan nasional sebagai suatu state building(

$( 6ahun 19B9 1991 merupakan tahap pembangunan ekonomi sebagai upa#a mengisi kemerdekaan melalui Pembangunan !angka Pan)ang Pertama (P!P %)( Orientasin#a diarahkan pada ekonomi, tetapi cenderung ekonomi men)adi <ideologi= 'ecara politis pada tahap ini baha#a #ang dihadapi tidak sekedar baha#a latent sisa 7 C0'EP3%, tetapi efek P!P 1 #ang menimbulkan ketidak merataan pembangunan dan sikap konsumerisme( 4al ini menimbulkan kesen)angan sosial #ang mengancam pada disintegrasi bangsa( ,istorsi di berbagai bidang kehidupan perlu diantisipasi dengan tepat tanpa perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan nasional( 6antangan memang trerarahkan oleh Orde Baru, se)auh mana pelakasanaan <Pancasila secara murni dan konsekuen= harus ditun)ukkan( 3omunisme telah runtuh karena adan#a krisis ekonomi negara <ibu= #aitu *ni 'o"#et dan ditumpasn#a harkat dan martaba tmanusia beserta hak hak asasin#a sehingga perlahan komunisme membunuh dirin#a sendiri( -egara negara satelit mulai memisahkan diri untuk mencoba paham demokrasi #ang baru( -amun, kapitalisme #ang dimotori 9merika 'erikat semakin meluas seolah men)adi penguasa tunggal( Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar negara tidak han#a sekedar dihantui oleh baha#a sub"ersin#a komunis, melainkan )uga harus berhadapan dengan gelombang aneksasin#a kapitalisme( C( ahun 199& $0$0 merupakan tahap <repostioning= Pancasila( ,unia kini sedang dihadapkan pada gelombang perubahan #ang cepat sebagai implikasi arus globalisasi(

7lobalisasi sebagai suatu proses pada hakikatna#a telah berlangsung )auh sebelum abad ke $0 sekarang, #aitu secara bertahap, berawal <embrionial= di abad 1& ditandai dengan munculn#a negara negara kebangsaan, munculn#a gagasan kebebasan indi"idu #ang dipacu )iwa renaissance dan aufklarung( 4akikat globalisasi sebagai suatu ken#ataan sub#ektif menun)ukkan suatu proses dalam kesadran manusia #ang melihat dirin#a sebagai partisipan dalam mas#arakat dunia #ang semakin men#atu, sedangkana ken#ataan ob#ektif globlaisasi merupakan proses men#empitn#a ruang dan waktu, <menciutn#a= dunia #ang berkembang dalam kondisi penuh paradoks( /enghadapi arus globalisasi #ang semakin pesat, keurgensian Pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan( Pancasila dengan sifat keterbukaan#a melalui tafsir tafsir baru kita )adikan pengawal dan pemandu kita dalam menghadapi situasi #ang serba tidak pasti( Pancasila mengandung komitmen komitmen transeden #ang memiliki <mitosn#a= tersendiri #aitu semua #ang <mitis kharismatis= dan <irasional= #ang akan tertangkap arti bagi mereka #ang sudah terbiasa berfikir secara teknis positi"istik dan pragmatis semata( 2.(. Makna Re)italisasi Pan"asila e!agai Dasar Negara In&$nesia -ilai nilai luhur #ang telah dipupuk se)ak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh kekuasaan Orde Hama dan Orde Baru( Orde Hama mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substantif, melainkan di instumentalisasi kan sebagai alat politik semata( ,emikian pula di Orde Baru #ang <berideologikan ekonomi=, Pancasila di)adikan asas tunggal #ang dimanipulasikan untuk 33- dan kroni isme dengan mengatasnamakan sebagai /andatoris /P0( 3ini ter)adi krisis politik dan ekonomi karena pembangunan menghadapi )alan buntu( 3risis moral buda#a )uga timbul sebagai implikasi adan#a krisis ekonomi( /as#arakat telah kehilangan orientasi nilai dan arena kehidupan men)adi hambar, ke)am, gersang dalam kemiskinan buda#a dan kekeringan piritual( Pancasila malah diplesetkan men)adi suatu satire, e)ekan dan sindiran dalam kehidupan #ang penuh paradoks( Pembukaan **, 191& dengan nilai nilai luhurn#a men)adi suatu kesatuan integral integratif dengan Pancasila sebagai dasar negara( !ika itu diletakkan kembali, maka kita akan menemukan landasan berpi)ak #ang sama, men#elamatkan persatuan dan kesatuan nasional #ang kini sedang mengalami disintegrasi( 0e"italisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa Pancasila

harus diletakkan utuh dengan pembukaan, di eksplorasi kan dimensi dimensi #ang melekat padan#a, #aitu + 0ealitasn#a+ dalam arti bahwa nilai nilai #ang terkandung di dalamn#a dikonkretisasikan sebagai kondisi cerminan kondisi ob#ektif #ang tumbuh dan berkembang dlam mas#arakat, suatu rangkaian nilai nilai #ang bersifat sein im sollen dan sollen im sein( %dealitasn#a+ dalam arti bahwa idealisme #ang terkandung di dalamn#a bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan diob)ekti"asikan sebagai <kata ker)a= untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga mas#arakat guna melihat hari depan secara prospektif, menu)u hari esok lebih baik( 2leksibilitasn#a+ dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang )adi #ang sudah selesai dan mandeg dalam kebekuan o?matis dan normatif, melainkan terbuka bagi tafsir tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan 5aman #ang berkembang( ,engan demikian tanpa kehilangan nilai hakikin#a, Pancasila men)adi tetap aktual, rele"an serta fungsional sebagai tiang tiang pen#angga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan )iwa dan semangat <Bhinneka tunggal %ka= 0e"italisasi Pancasila Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan moral, sehingga moralitas Pancasila dapat di)adikan sebagai dasar dan arah dalam upa#a mengatasi krisis dan disintegrasi( /oralitas )uga memerlukan hukum karena keduan#a terdapat korelasi( /oralitas #ang tidak didukung oleh hukum kondusif akan ter)adi pen#impangan, sebalikn#a, ketentuan hukum disusun tanpa alasan moral akan melahirkan sesuatu #ang bertentangan dengan nilai nilai luhur Pancasila( 2.*. Arti Pentingn+a Peran Pen&i&ikan Tinggi ,alam upa#a mere"italisasi Pancasila sebagai dasar negara maka disiapkan tenaga dosen #ang mampu mengembangkan /3* Pancasila untuk mempersiapkan lahirn#a generasi sadar dan terdidik( 'adar dalam arti generasi #ang hati nuranin#a selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai nilai Pancasila, terdidik dalam arti generasi #ang mempun#ai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara( ,engan demikian akan dimunculkan generasi #ang mempun#ai ide ide segar dalam mengembangkan Pancasila( 4an#a dengan pendidikan bertahap dan berkelan)utan, generasi sadar dan terdidik akan dibentuk, #aitu #ang mengarah pada dua aspek( Pertama, pendidikan

untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan profesional, dan kedalaman intelektual, kepatuhan kepada nilai nilai (it is matter of ha"ing)( 3edua, pendidikan untuk membentuk )atidiri men)adi sar)ana #ang selalu komitmen dengan kepentingan bangsa (it is matter of being)( Bangsa %ndonesia dihadapkan pada perubahan, tetapi tetap harus men)aga buda#a buda#a lama( 'ekuat kuatn#a tradisi ingin bertahan, setiap bangsa )uga selalu mendambakan kema)uan( 'etiap bangsa mempun#ai da#a preser"asi dan di satu pihak da#a progresi di lain pihak( 3ita membutuhkan telaah telaah #ang kontekstual, inspiratif dan e"aluatif( Pere"italisasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam format /3*, kita berpedoman pada wawasan + 1( $( C( 1( Spiritual, untuk meletakkan landasan etik, moral, religius sebagai dasar dan arah pengembangan profesi Akademis, menun)ukkan bahwa /3* Pancasila adalah aspek being, tidak sekedar aspek ha"ing Kebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasionalisme Mondial, men#adarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikan#a perkembangan dalam ma#araka dunia #ang <terbuka=(

BAB III PENUTUP '.1. ,esim%ulan ,alam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara #ang sedang dilanda oleh arus krisis dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan, sinisme, serta pelecehan terhadap kredibilitasn#a( -amun perlu kita sadari bahwa tanpa adan#a <platform= dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman( /elalui re"italisasi inilah Pancasila dikembangkan dalam semangat demokrasi #ang secara konsensual akan dapat mengembangkan nilai praksisn#a #ang sesuai dengan kebutuhan mas#arakat #ang serba pluralistik( 'elain itu melestarikan dan mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan oleh para pendahulu kita semen)ak tahun 1908, merupakan suatu kewa)iban etis dan moral #ang perlu di#akinkan kepada para mahasiswa sekarang( '.2. aran Berdasarkan uraian di atas kiran#a kita dapat men#adari bahwa Pancasila merupakan falsafah negara kita 0epublik %ndonesia, maka kita harus men)ung)ung tinggi dan mengamalkan sila sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung )awab(

DA-TAR PU TA,A

9strid '( 'usanto 'unario, 1999, Masyarakat Indonesia Memasuki Abad ke Dua puluh Satu, !akarta+ ,it)en ,ikti( ,epdikbud( /ub#arto, $000, BP2A( 'uwarno, P(!(, 199C,Pancasila Budaya Bangsa Indonesia , @og#akarta+ 3anisius Membangun Sistem Ekonomi, @og#akarta+