Anda di halaman 1dari 0

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE.

, MM PERILAKU ORGANISASI 1

PERILAKU KEORGANISASIAN


MODUL 13

STRUKTUR DAN
DESAI N ORGANI SASI



OLEH
ADI YAS, SE, MM





PROGRAM KELAS KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
2010

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 2


MODUL 13
STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI


A. STRUKTUR ORGANISASI (ORGANIZATION STRUCTURE)
1. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah bagaimana tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan
dikoordinasikan secara formal.

2. Unsur Struktur Organisasi
a. Spesialisasi kerja (job specialization)
Suatu derajat (tinggi atau rendah) sejauh mana tugas dalam organisasi dibagi-bagi
menjadi pekerjaan-pekerjaan yang terpisah atau disebut juga dengan division of
labor.
b. Departementalisasi (departmentalization)
Dasar-dasar yang dipakai untuk mengelompokkan bersama sejumlah pekerjaan
(dibedakan atas grouping by function, product, customer , and market dan lain-
lain).
c. Rantai komando (chain of command)
Garis tidak putus dari wewenang yang menjulur dari puncak organisasi ke tingkat
terbawah dan memperjelas siapa melapor kepada siapa.
1) Wewenang otoritas (authority)
Hak-hak yang inheren dalam suatu manajerial untuk memberikan perintah dan
mengharapkan dipatuhinya perintah tersebut.
2) Kesatuan komando (unity of command)
Seseorang bawahan hanya mempunyai satu atasan kepada siapa ia
bertanggung jawab.
d. Rentang kendali (span of control)
Jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif oleh seorang
manajer.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 3

e. Sentralisasi dan desentralisasi (centralization and decentralization)
1) Sentralisasi
Sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada titik tunggal
dalam organisasi.
2) Desentralisasi
Keleluasaan keputusan dialihkan ke bawah ke karyawan tingkat lebih tinggi.
f. Formalisasi (formalization)
Sampai tingkat mana pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi itu dibakukan.

B. DESAIN ORGANISASI YANG BIASA DIGUNAKAN
1. Struktur Sederhana (simple structure)
Departementalisasi sederhana, rentang kendali yang luas, wewenang yang dipusatkan
dalam tangan satu orang dan formalisasi kecil.

2. Birokrasi (bureaucracy)
Tugas-tugas operasi yang sangat rutin spesialisasinya tinggi, aturan dan pengaturan
yang sangat formal, pengelompokan fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali
yang sempit dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.

3. Struktur Matriks (matrix structure)
Adalah struktur yang menciptakan lini rangkap dari wewenang, menggabungkan
departementalisasi fungsional dan produk.

C. PILIHAN DESAIN ORGANISASI BARU
1. Struktur Tim (team structure)
Tim sebagai piranti pusat untuk mengkoordinasikan kegiatan kerja.

2. Organisasi Virtual (virtual)
Organisasi inti yang kecil yang menggunakan sumber luar untuk fungsi-fungsi bisnis
utama.


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 4

3. Organisasi Tanpa Tapal Batas (boundaryless)
Mengusahakan penghapusan rantai komando mempunyai rentang kendali yang tidak
terbatas dan menggantikan departemen dengan tim yang diberi kuasa.

4. Organisasi Feminin
Bercirikan perlakuan terhadap individu, non opportunisme, karier yang didefinisikan
lewat layanan kepada orang lain, komitmen kepada perkembangan karyawan,
penciptaan suatu komunitas yang peduli dan berbagai kekuasaan.
Karakteristik organisasi feminin:
a. Anggota dihargai sebagai manusia individual
Orang-orang diperlakukan sebagai individu dengan nilai dan kebutuhan
individual, bukannya sebagai penghuni peran atau kantor.
b. Non opportunistik
Hubungan dipandang sebagai memiliki nilai di dalamnya tidak sekadar suatu alat
yang formal untuk pencapaian tujuan organisasi.
c. Karier didefinisikan dalam bentuk layanan kepada orang lain
Sementara anggota organisasi dalam suatu birokrasi mendefinisikan sukses karier
dalam bentuk promosi. Pemerolehan kekuasaan dan kenaikan gaji, anggota
organisasi feminin mengukur sukses dalam bentuk layanan kepada orang lain.
d. Komitmen pada pertumbuhan karyawan
Organisasi feminin menciptakan pertumbuhan pribadi yang efektif bagi
anggotanya daripada menekankan spesialisasi dan pengembangan keahlian yang
sempit, organisasi ini malah mengembangkan keterampilan anggota dan
memperluas kompetensi karyawan dengan menawarkan pengalaman belajar yang
baru.
e. Penciptaan komunitas yang peduli
Anggota menjadi terikat secara akrab dalam suatu makna komunitas, sangat mirip
situasi kota kecil di mana orang telah belajar untuk percaya dan peduli akan
tetangganya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 5

f. Berbagai kekuasaan
Dalam birokrasi tradisional wewenang informasi dan pengambilan keputusan
ditempatkan dan dialokasikan secara hierarki sedangkan dalam organisasi
feminin, orang berbagi informasi secara darmawan. Semua anggota yang akan
terkena oleh suatu keputusan diberi kesempatan untuk berperan serta dalam
keputusan tersebut.

D. KONFIGURASI ORGANISASI MENURUT HENRY MINTZBERG.

Dalam menciptakan suatu desain organisasi yang efektif, maka henry mintzberg
mengemukan pendapatnya yang ditulis dalam sebuah buku Structure In Five :
Designing Efective Organization. Buku ini menjelaskan bagaimana organisasi dibentuk
dari beberapa elemen untuk menjadi suatu konfigurasi/struktur yang lebih efektif. Sebagi
berikut akan disaji isi dari buku tersebut secara singkat.
Henry Mintzberg menyatakan bahwa sebenarnya ada sejumlah konfigurasi yang
dapat diidentifikasi untuk mendorong keefektifan organisasi. Hal ini senada dengan
Miller dan Friesen dalam bukunya Organizations : A Quantum View yang menyatakan
sebenarnya dalam suatu kategori terdapat konfigurasi yang mirip, dimana setiap
konfigurasi mengandung elemen yang kompleks yang secara internal berpadu sehingga
konfigurasi ini dapat diidentifikasi.
Terdapat 2 argumentasi sebagai dasar thesis yang menyatakan konfigurasi
mendorong keefektifan organisasi yaitu :
1. Thesis seleksi alamiah. Di sini lingkungan mendorong bentuk organisasi untuk
melanjutkan kelangsungan hidupnya, dimana agar efisien dalam biaya dan dapat
bersaing, sebuah organisasi harus dapat menyesuaikan diri dengan sifat
struktural industrinya.
2. Thesis kedua adalah organisasi dapat didorong ke arah konfigurasi tertentu
untuk mencapai konsistensi dalam karakteristik internal organisasi sehingga
cocok dengan situasi mereka.
Kerangka kerja karya Henry Mintzberg dalam mengklasifikasikan konfigurasi bertumpu
pada 2 hal yaitu mekanisme koordinasi dan elemen dasar organisasi yang secara
ringkas adalah sebagai berikut :