Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Diatom (ganggang kersik) atau bacillariophyta merupakan salah satu dari 7 kelas dalam anak divisi algae (tumbuhan ganggang). Diatom memiliki bentuk sel bermacam-macam, namun secara umum dia mempunyai dua bentuk dasar yaitu bilateral dan sentrik. Berdasarkan habitat tempat hidupnya diatom terbagi kedalam tiga tempat hidupnya, yaitu : Diatom perairan tawar, yaitu diatom yang habitat tempat hidupnya adalah di perairan tawar baik di sungai, danau maupun genangan air tawar lainnya. Diatom perairan estuary, yang hidup pada salinitas rendah dan jenis-jenis diatom pada daerah ini sangat beragam karena terjadi percampuran antara diatom yang hidup di daerah estuari dan diatom yang hidup d daerah muara sungai. Diatom perairan laut, yaitu diatom yang habitat hidupnya adalah di perairan lepas pantai hingga ke tengah samudra yang memiliki salinitas yang tinggi. Diatom ini memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai bioindikator terhadap pencemaran pada perairan. Keragaman jenis diatom sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas senyawa kimia yang terlarut dalam air (Odum, 1971) , hal inilah yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui adanya pencemaran di lingkungan perairan. SimRiver merupakan paket piranti lunak yang dikembangkan oleh Dr. Shigeki Mayama dari Tokyo Gakugei University dan anggotanya. Simriver merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk menentukan keragaman diatom pada suatu daerah. Pengguna dapat mempelajari dan memahami hubungan antara aktivitas manusia, lingkungan sungai dan diatom dengan sangat mudah. Maka dari itu perlu dilakukan praktikum penggunaan peranti lunak Simriver untuk mengetahui keragaman diatom pada suatu keadaan lingkungan tertentu dan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas manusia, lingkungan sungai dan diatom. 1.2.Tujuan 1.2.1 Mampu mengidentifikasi beberapa jenis protisa dengan aplikasi simriver 1.2.2 Mampu menentukan kualitas air sungai dengan menggunakan aplikasi simriver berdasarkan keanekaragaman protista

1. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai yang telah tercemar pada sepanjang perairan air sungai dengan nilai indeks sporobik.

2. Dalam menentukan judul tersebut adanya permasalahan yaitu adanya faktor yang menyebabkan diatom yang berkembang pada perairan aliran sungai.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2. Definisi Prorista Protista merupakan organisme yang paling beraneka ragam dalam hal nutrisidiantara seluruh eukariota. Sebagian besar protista memiliki metabolisme yangbersifataerobik, yang menggunakan mitokondria untuk respirasi selulernya.Beberapa protistaadalah fotoautotrof dengan kloroplas, beberapa lagi adalahheterotrof yang menyerapmolekul organik atau menelan partikel makanan yanglebih besar, dan yang lainnyaadalh miksotrof, dapat melakukan fotosintesis dannutrisi heterotrofik. Sangat bermanfaat dalam konteks ekologis untuk mengelompokkan keanekaragaman nutrisitersebut ke dalam tiga kelompok :protista yang menelan makanannya (seperti hewan),atau protozoa (tunggal protozoan); protista yang melakukan absorpsi (seperti fungi)dan protistafotosintetik (seperti tumbuhan) yaitu algae (Campbell 2003: 126). Protista bersifat eukariotik, dan bahkan protista yang palingsederhanasekalipun jauh lebih kompleks dibandingkan dengan prokariota. Eukariota pertamayang berevolusi dari nenek moyang prokariotik kemungkinan bersifatuniselulerdan oleh sebab itu disebut protista. Kata itu mengandung arti sesuatu yang sangat tua (bahasa Yunani, protos = pertama). Eukariota pertama itu bukan saja merupakan pendahulu protista modern yang sangar beranekaragam, tetapi juga nenek moyang

BAB II Metode Penelitian 1. Alat berupa : Laptop Program Simriver

2. Cara Kerja

Metode yang digunakan adalah dengan cara menggunakan metode SimRiver, metode ini digunakan untuk mengetahui kualitas perairan dari air sungai. Cara kerja untuk menggunakan metode ini adalah sebagai berikut :

1. Membuka program SimRiver yang telah didownload 2. Mulai menjalankan program SimRivernya dengan langkah dibawah ini dan memilih bahasa yang dapat dimengerti, dengan contoh bahasa Indonesia .

3. Selanjutnya memilih level dan klik option Mulai

4. Prosedur yang tampil dibaca untuk memasuki langkah selanjutnya dengan cara:

5. Dibuat data lingkungan sekitar perairan dari hulu hingga hilir, setelah itu klik lanjut

6. Diambil sampel diatom dari area dan musim,kemudian klik OK

7. Diidentifiksi diatom dengan mencocokan bentuk diatom yang seragam di sebelah kiri dan kanan,hingga semua spesies teridentifikasi dan muncul kata berhasil

8. Setelah semua spesies teridentifikasi akan muncul tabel spesies,seperti dibawah ini

Selanjutnya diisi jumlah spesies yang ada pada kotak dibawah tabel,dan klik Lanjut.

9. Kemudian akan muncul lembar untuk menghitung indeks sapropobik,yaitu :

Diisi semua kolom untuk mencari nilai indeks sapropobiknya pada tabel diatas.

10. Dilihat tingkat kategori diatom setelah perhitungan,seperti dibawah ini:

11. Dihitung jumlah akhirnya dari spesies dan saprobik nilai,seperti dibawah ini:

12. Dilanjutkan dengan mengukur nilai sapropobiknya :

Dari nilai indeks sapropik diketahui nilainya adalah 1.88 sehingga perairan dekata hulu sungai memiliki level kualitas air IV yaitu dengan kualitas air agak tercemar.

13. Dilanjutkan diklik intruksi lembar kerja dan kemudian pilih cara kerja secara individual 14. Dilakukan pengulangan kerja lagi dari poin ke 4-9,dengan digantikan area tetapi tidak menggati musimnya.Dilakukan pengulangan ini hingga seluruh area dapat dihitung nilai sapropobiknya. Kemudian akan muncul hasil seperti dibawah ini:

BAB III

1. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Keadaan lingkungan adalah sebagai bahan indikator banyak atau tidaknya diatom yang ada pada sepanjang aliran sungai. Dalam penentuan banyak atau tidaknya diatom diambil 5 titik di sepanjang aliran sungai,yakni : hulu, setelah hulu, bagian tengah antara hulu dan hilir sungai, daerah sebelum hilir dan daerah hilir. Dalam pengambilan semua titik ditentukan pada saat musim semi. Cara untuk mengetahui banyaknya diatom yang terkandung dilakukan dengan menggunakan metode SimRiver. Sungai brantas adalah sungai yang berada di dataran rendah. Diatom merupakan mikroflora utama di lingkungan perairan, karena kelimpahannya yang tinggi dan dapat ditemukan pada beragam habitat. Dominasi diatom sebagai penyusun perrifiton disebabkan karena diatom mempunyai kemampuan melekat pada permukaan substrat lebih baik dari pada mikroalga lainnya, hal ini karena diatom memiliki material berupa lendir atau dibantu suatu organel berupa kitin (Mahanal,2007) Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan menunjukan bahwa diatom ada jika adanya perubahan pada lingkungan baik itu faktor organik maupun anorganik.Terlihat jelas bahwa untuk mengidentifikasi daerah hulu nilai saprobiknya adalah 1.38,setelah hulu bernilai 1.88,sedangkan bagian tengah antara hulu dan hilir dengan nilai 3.27,sebelum hilir 3.32,dan daerah hilir bernilai 2.46. Dari kelima bagian pada aliran sungai menunjukan hasil yang tidak terartur ini disebabkan oleh faktor lingkungan. Nilai indeks paling rendah berarti menunjukkan belum tercemar. Berhubungan dengan adanya permukiman (tempat tinggal), adanya limbah pabrik,perkebunan,dan hutan menandakan pengaruh dari kehidupan diatom yang berkembang. Berdasarkan nilai saprobik paling tinggi didapatkan bahwa bagaian tengah antara hulu dan hilir ini ini dikarenakan adanya faktor anorganik dari limbah pabrik,sampah dari permukiman,terlihat pada tabel dibawah ini:

Dalam menentukan nilai indeks sapropobik pada wilayah aliran air sungai brantas jika dibandingkan dengan hubungan antara indeks saprobik dengan kualitas air,nilai indeks pada wilayah hilir bernilai 2.46 berdasarkan perhitungan yang tampak pada tabel dibawah ini,yaitu:

Nilai indeks sapropobik pada wilayah hilir berada dikelompok yang dapat dikatakan bawah lingkungan perairannya tercemar, terlihat pada tabel dibawah ini:

Nilai indeks sapropobik yang rendah maupun tinggi menentukan diatom yang ada dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang komponennya jumlah populasi manusia yang akttifitasnya berpengaruh terhadap kehidupan diatom/mikroalga diwilayah yang ditempati. Sementara pada bagian sebelum hilir terdapat perkebunan dengan

jumlah populasinya berjumlah 200 ini dapat mengakibatkan air sungai dapat terkontaminasi sertan dapat menyebabkan ekosistem yang mulai tidak seimbang dengan adanya tanam-menanam monokultur,zat-zat kimia pada pemberian pupuk untuk perkebunan.Sedangkan pada bagian setelah hulu ini didominasi oleh permukiman yang populasinya bejumlah 1000 dan tedapat limbah pabrik. Menurut (Goldman CR, dan AJ Horne,1983) Ekosistem sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia di daerah aliran sungai (DAS). Aktivitas manusia di Daerah Aliran Sungai sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air sungai di daerah pemukiman, industri, dan irigasi pertanian. Dengan demikian secara langsung atau tidak, sampah atau limbah pemukiman, industri, dan pertanian masuk ke dalam sungai. Sampah atau limbah tersebut mengakibatkan menurunnya kualitas air dan berubahnya komposisi substrat dasar sungai menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya yakni hewan makrobentos terganggu

BAB IV Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan bahwa unuk mengetahui kualitas perairan adanya diatom disepanjang aliran air sungai Brantas diketahui nilai saprobik yang berbeda-beda yaitu hulu sebanyak 1,38, setelah hulu: 1,88, Bagian tengah antara hulu dan hilir: 3,25, Sebelum Hilir: 3.32,dan Hilir:2,46. Dari kesekian jumlah nilai saprobik terlihat dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan adanya mikroalga.

BAB V Daftar Pustaka Goldman CR, dan AJ Horne, 1983. Limnologi. International Student Edition. McGraw-Hill Book Company.London, Mexico, Sydney.

Hellawel JM, 1986. Biological Indicator of water Quality.New York: JohnWiley and Sons.

Hynes HBW,1972. The Ecological of Runing Waters. London: Livervool University Press.

Mahanal S. 2007. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Deteksi Kualitas Sungai dengan Indikator Biologi Berbasis Konstruktivistik untuk Memberdayakan Sikap Siswa terhadap Ekosistem Sungai di Malang. Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.