Anda di halaman 1dari 13

Penyaringan Budaya Asing guna Mempertahankan Pemikiran Kearifan Lokal yang Berlaku dalam Budaya Indonesia

Kelompok 4
Aas Hasanah Euis Purnama Methalia Sandi Melawati Nesti Ridha Husni Sanny Sundari Wanda Karoma

Analisa kasus
Saat ini dunia mengalami Revolusi Telecomunication, Transportation, memiliki globalizing force dominan antarwilayah semakin kabur dan terciptanya global village. 4T (Technology, Tourism) yang sehingga batas berujung pada

Hal itu menyebabkan melunturnya warisan budaya, antara lain gaya berpakaian, bahasa, dan teknologi informasi. Rok mini dipandang lebih indah daripada pakaian rapat. Bahasa daerah, bahkan bahasa nasional, tergeser oleh bahasa asing. Pola konsumsi masyarakat juga beralih pada makanan-makanan cepat saji. Budaya lokal dinilai terlalu rumit.

Pengertian kearifan lokal


Dalam Kamus Inggris Indonesia John M. Echols dan Hassan Syadily, local berarti setempat, sedangkan wisdom (kearifan) sama dengan kebijaksanaan. Kearifan lokal dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu. Greertz mengatakan bahwa kearifan lokal merupakan identitas yang sangat menentukan harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya.

Maksud dan tujuan dari upaya penggalian nilai-nilai kearifan lokal


1. untuk mendapatkan nilai-nilai kearifan yang berguna bagi penyelesaian masalah sosioekologis dalam masyarakat kita, dan 2. untuk mendapatkan nilai-nilai pembanding (comparation values) terhadap pemikirandan arus global yang sangat deras pada saat sekarang ini sehinga kita mempunyai nilai (alternatif) pembanding.

Pengertian globalisasi
Menurut asal katanya, kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya universal. Achmad Suparman menyatakan globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individulisasi di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.

Ciri-ciri globalisasi
Perubahan dalam konstatin ruang dan waktu. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung) Peningkatan interaksi kultura melalui perkembangan media massa Meningkatnya masalah bersama, misalnya krisis multinasional dan inflasi regional.

Dampak globalisasi
Dampak positif Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan Mudah melakukan komunikasi Cepat dalam berpergian (mobilitas tinggi) Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran Memacu untuk meningkatkan kualitas diri Mudah memenuhi kebutuhan Dampak negatif Informasi yang tidak tersaring Perilaku konsumtif Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit

Pengertian kebudayaan
Ki Hajar Dewantara, kebudayaan adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, alam dan jaman yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan di alam hidup guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Pola penyerapan budaya asing


Parrot pattern, pola penyerapan secara menyeluruh budaya asing dalam bentuk dan isinya tanpa memedulikan arti atau maknanya. Amoeba pattern, pola penyerapan budaya asing dengan mempertahankan isinya tapi mengubah bentuknya. Coral pattern, pola penyerapan budaya asing dengan mempertahankan bentuknya tapi mengubah isinya. Butterfly pattern, pola penyerapan budaya asing secara total sehingga menjadi tak terlihat perbedaan budaya asing dengan budaya lokal

Strategi menyaring budaya asing


1. Pembangunan Jati Diri Bangsa 2. Pemahaman Falsafah Budaya 3. Penerbitan Peraturan Daerah 4. Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kesimpulan
Globalisasi merupakan suatu yang tidak dapat dihindari sehingga yang terpenting adalah bagaimana menyikapi dan memanfaatkan secara baik efek global sesuai dengan harapan dan tujuan hidup kita. Kearifan lokal sudah semestinya dapat berkolaborasi dengan aneka perkembangan budaya yang melanda dan untuk tidak larut dan hilang dari identitasnya sendiri.

Terima Kasih