Anda di halaman 1dari 20

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP RISIKO TIMBULNYA PENYAKIT PARKINSON

EFFET OF SMOKING HABIT ON THE RISK OF DEVELOPING PARKINSONS DISEASE

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH


Disusun untuk memenuhi sebagian e!s"a!atan guna men#a ai $e!a%at sa!%ana st!ata&' ke$(kte!an umum ALBERT HENRY G)A **+ *',

PROGRAM PENDIDIKAN SAR-ANA KEDOKTERAN .AKULTAS KEDOKTERAN UNI/ERSITAS DIPONEGORO TAHUN )*''

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP RISIKO TIMBULNYA PENYAKIT PARKINSON Albert Henry1, Amin Husni2 ABSTRAK Lata! be0akang1 Walaupun kebiasaan merokok memiliki efek samping yang berbahaya, studi epidemiologik secara konsisten melaporkan bahwa perokok memiliki risiko lebih rendah untuk menderita Penyakit Parkinson. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah fenomena tersebut dengan fokus pada durasi merokok, intensitas merokok, dan jenis rokok yang dikonsumsi. Met($e1 ubjek dalam studi kasus!kontrol ini diambil dari "# pasien Penyakit Parkinson di $ %P &r. 'ariadi emarang selama tahun 2(1( ) 2(11, yang masing!masing dicarikan seorang kontrol dengan dilakukan matching usia dan jenis kelamin. Pengambilan data riwayat merokok dan data lain yang berpotensi menjadi perancu dilakukan dengan menggunakan kuesioner perorangan. $asio odd *+$, dan inter-al kepercayaan #./ *0' #./, untuk setiap -ariabel dihitung dengan model multi-ariat regresi logistik. 1etode ini juga digunakan untuk menganalisis hubungan antara -ariabel!-ariabel yang signifikan dan -ariabel perancu lain. Hasi01 &ibandingkan dengan indi-idu yang tidak pernah merokok, diperoleh +$ sebesar (,1 *0' #./ 2 (,(1 ) (,., untuk indi-idu yang merokok sampai sekarang3 (," *0' #./ 2 (,1 ) (,4, untuk indi-idu yang pernah merokok3 (,1 *(,(" ) (,5, untuk indi-idu yang merokok 61( batang 7 hari3 (,1 *(,(2 ) (,5, untuk indi-idu yang merokok 6"( tahun3 dan (," *0' #./ 2 (,1 ) 1,(, untuk indi-idu yang mengonsumsi rokok jenis kretek. 'ategori lain yang tidak disebutkan di atas dianggap tidak signifikan *p 8 (,(.,. Analisis multi-ariat regresi logistik menunjukkan bahwa kebiasaan merokok sampai sekarang merupakan satu! satunya kategori yang memengaruhi status Penyakit Parkinson secara signifikan *p 8 (,(.3 +$ 2 (,13 0' #./ 2 (,(1 ) (,9,. Sim u0an1 0ndi-idu yang pernah merokok, merokok merokok lebih lama, merokok lebih sering, dan mengonsumsi rokok jenis kretek mempunyai risiko lebih rendah untuk menderita Penyakit Parkinson. Kata kun#i2 kebiasaan merokok, Penyakit Parkinson, studi kasus!kontrol
1

1ahasiswa *program pendidikan 1 'edokteran %mum, :akultas 'edokteran, %ni-ersitas &iponegoro, emarang, 0ndonesia, 2 taf pengajar *;agian 0lmu Penyakit araf, :akultas 'edokteran, %ni-ersitas &iponegoro, emarang, 0ndonesia,

EFFECT OF SMOKING HABIT ON THE RISK OF DEVELOPING PARKINSONS DISEASE Al !"t H!n"#$% Amin H&'ni( ABSTRACT Background. D!')it! th! *!ll+,no*n ha-a"do&' !..!ct' o. 'mo,ing ha it% !)id!miologic 't&di!' con'i't!ntl# .ind lo*!" "i', o. Pa",in'on' Di'!a'! among 'mo,!"'/ Thi' 't&d# aim' to !0al&at! th! )h!nom!non *ith a .oc&' in 'mo,ing d&"ation% 'mo,ing int!n'it#% and t#)! o. ciga"!tt!/ M !"od#. Thi' ca'!+cont"ol 't&d# incl&d!d 12 Pa",in'on' Di'!a'! )ati!nt' in D"/ Ka"iadi Ho')ital S!ma"ang d&"ing th! #!a"' o. (3$3 4 (3$$% .o" !ach o. *hom *!"! "!c"&it!d an ag!+ and g!nd!"+match!d cont"ol'/ Smo,ing hi'to"# and oth!" )ot!ntial con.o&nd!"' data .o" all '& 5!ct' *!"! coll!ct!d # in+)!"'on 6&!'tionnai"!'/ Odd "atio' 7OR8 and 29: con.id!nc! int!"0al' 729: ;I8 .o" !ach 0a"ia l!' *a' calc&lat!d # &'ing m&lti0a"iat! logi'tic "!g"!''ion mod!l/ F&"th!"mo"!% thi' m!thod *a' al'o &'!d to anal#-! th! "!lation'hi) among all 'igni.icant 0a"ia l!' and oth!" )ot!ntial con.o&nd!"'/ R #u$!#. ;om)a"!d to n!0!" 'mo,ing indi0id&al'% th! m&lti0a"iat! OR' *!"! 3%$ 729: ;I < 3%3$ 4 3%98 .o" c&""!nt 'mo,!"'= 3%1 729: ;I < 3%$ 4 3%> .o" !0!" 'mo,ing indi0id&al'= 3%$ 73%31 4 3%?8 .o" )!o)l! *ho 'mo,! @$3 ciga"!tt!' A da#= 3%$ 73%31 4 3%?8 .o" )!o)l! *ho 'mo,! @13 #!a"'= and 3%1 729: ;I < 3%$ 4 $%38 .o" ,"!t!, ciga"!tt! 'mo,!"'/ All oth!" cat!go"i!' not m!ntion!d a o0! *!"! con'id!"!d not 'igni.icant 7) B 3%398/ M&lti0a"iat! logi'tic "!g"!''ion anal#'i' 'ho*!d that c&""!nt 'mo,!"' *a' th! onl# 'igni.icant cat!go"# 7) B 3%398 *hich a..!ct Pa",in'on' Di'!a'! 'tat&' 7OR < 3%$= 29: ;I < 3%3$ 4 3%C8/ Conc$u#%on# E0!" 'mo,ing% long!" d&"ation o. 'mo,ing% mo"! int!n'! 'mo,ing% and ,"!t!, ciga"!tt! 'mo,ing indi0id&al' ha0! lo*!" "i', o. d!0!lo)ing Pa",in'on' di'!a'!/ K &'ord#( 'mo,ing ha it% Pa",in'on' Di'!a'!% ca'!+cont"ol 't&d#
$

Dnd!"g"ad&at! 't&d!nt 7Fac&lt# o. M!dicin!% Dni0!"'it# o. Di)on!go"o% S!ma"ang% Indon!'ia8 ( L!ct&"!" 7D!)a"tm!nt o. N!&"olog#% Fac&lt# o. M!dicin!% Dni0!"'it# o. Di)on!go"o% S!ma"ang% Indon!'ia8

PENDAHULUAN Penyakit neurodegeneratif Parkinson dengan *Pa",in'on' pre-alensi Di'!a'!, merupakan setelah penyakit Penyakit

terbanyak

kedua

Al<heimer.1,2 Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dalam semua etnik, dan dapat mengenai pria maupun wanita, terutama bagi usia lanjut. ",=,. &ampak Penyakit Parkinson antara lain adalah memperpendek usia harapan hidup, menurunkan kualitas hidup, serta menghabiskan biaya untuk perawatannya. .,5 Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Penyakit Parkinson sehingga penatalaksanaan penyakit ini terutama difokuskan pada terapi simtomatik.1" elain itu, obat!obat Penyakit Parkinson yang digunakan saat ini edangkan

dilaporkan dapat menimbulkan efek!efek yang tidak diinginkan..,9,4 alternatif pengobatan lain masih dipertanyakan keefektifannya..,9,#

Walaupun penyebab dan faktor risiko Penyakit Parkinson belum diketahui dengan pasti, berbagai studi epidemiologi melaporkan bahwa merokok dapat menurunkan risiko penyakit ini sebesar .(/. 1(!1" Akan tetapi, mekanisme bagaimana efek tersebut dapat terjadi masih belum diketahui dengan pasti. 21,22,29,24 Perlu diingat pula bahwa merokok dapat meningkatkan risiko timbulnya berbagai gangguan kesehatan dan bahkan kematian.2(,1=,1. 1elihat fakta!fakta di atas, peneliti beranggapan bahwa Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang sangat merugikan dengan distribusi luas. 1engingat banyak kendala dalam terapinya, kebiasaan merokok dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan penyakit ini. >amun, merokok juga berbahaya bagi kesehatan. +leh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut supaya faktor!

faktor kebiasaan merokok yang sifatnya menghambat Penyakit Parkinson dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. 1elalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang semakin jelas mengenai pengaruh kebiasaan merokok dengan timbulnya Penyakit Parkinson. elain itu, dalam penelitian ini juga akan dilakukan analisis terhadap berbagai -arian kebiasaan merokok yang meliputi durasi, intensitas, serta jenis rokok. Hal ini diharapkan dapat memberi petunjuk bagi penelitian!penelitian selanjutnya dalam penggunaan komponen!komponen rokok sebagai alternatif terapi Penyakit Parkinson. Penelitian ini berbeda dengan penelitian!penelitian sebelumnya khususnya dalam hal tempat *di 0ndonesia,, waktu *tahun 2(11,, serta analisis jenis rokok. Perbedaan tempat dapat menimbulkan perbedaan hasil karena faktor ras dan lingkungan merupakan -ariabel perancu yang sangat berpengaruh.",=,.,15 &i samping itu, produk rokok yang beredar di 0ndonesia bisa memiliki kandungan nikotin yang lebih besar dari produk yang beredar di negara lain. 19 'eunikan lainnya adalah di 0ndonesia sebagian besar rokok yang beredar berupa rokok kretek, yang diperkirakan dapat mendistribusikan nikotin dalam jumlah lebih besar.=9,=# elain itu, dalam penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap jenis rokok karena kandungan bahan yang terdapat dalam rokok satu dengan rokok lainnya sangat ber-ariasi sehingga efek yang ditimbulkannya pun berbeda.14,1#

METODE Penelitian ini merupakan penelitian analitik obser-asional dengan desain kasus kontrol. ubjek penelitian untuk kelompok kasus adalah pasien dengan .

diagnosis Penyakit Parkinson yang pernah atau sedang berobat di $ %P &r. 'ariadi emarang selama tahun 2(1( ) 2(11. %ntuk masing!masing subjek

kelompok kasus, dicarikan 1 orang kontrol dengan matching usia dan jenis kelamin. ubjek penelitian kelompok kontrol diambil dari pengunjung $ %P &r. 'ariadi emarang selama bulan 1ei sampai dengan ?uni 2(11. Pengambilan

subjek penelitian dilakukan dengna metode con'!c&ti0! 'am)ling. @ariabel bebas dalam penelitian ini adalah kebiasaan merokok yang meliputi aspek!aspek durasi merokok, intensitas merokok, serta jenis rokok. 1asing! masing -ariabel tersebut akan dinilai pengaruhnya terhadap -ariabel tergantung status Penyakit Parkinson. &i samping kedua jenis -ariabel tersebut, terdapat -ariabel perancu yang meliputi usia dan jenis kelamin serta -ariabel luar yang meliputi riwayat keluarga menderita Penyakit Parkinson, penggunaan obat pemberantas hama, tipe kepribadian, riwayat konsumsi kopi, riwayat konsumsi teh, riwayat konsumsi alkohol, dan riwayat konsumsi minuman berkarbonasi. &ata penelitian merupakan data primer yang diperoleh dengan

menggunakan kuesioner

dan 7 atau wawancara langsung dengan penderita elain itu, data sekunder berupa rekam medik

maupun keluarga penderita.

penderita juga digunakan untuk mendapatkan informasi yang dianggap rele-an dengan penelitian. &ata yang terkumpul akan diolah melalui tahap!tahap !diting, cl!aning, dan tabulasi. Hasil pengolahan tersebut akan dianalisis dengan melakukan uji hipotesis komparatif untuk masing!masing -ariabel perancu dan -ariabel luar, menghitung +$ *Odd' Ratio, untuk masing!masing kategori -ariabel bebas beserta aspek! aspeknya, dan melakukan analisis multi-ariat dengan regresi logistik untuk 5

menilai kekuatan hubungan antar-ariabel yang mempengaruhi status Penyakit Parkinson secara signifikan.

HASIL Ka!akte!istik Sub%ek Pene0itian &alam penelitian ini diperoleh 94 subjek yang terdiri dari "# subjek kelompok kasus dan "# subjek kelompok kontrol. >amun, karena keterbatasan waktu, matching usia dilakukan dengan mencari kontrol yang usianya mendekati usia kelompok kasus. ;erdasarkan hasil uji hipotesis komparatif untuk masing!masing -ariabel perancu dan -ariabel luar, hanya -ariabel riwayat keluarga menderita Penyakit Parkinson yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok kasus dan kelompok kontrol *Tabe0 ',. @ariabel ini akan dimasukkan dalam analisis multi-ariat untuk mengetahui kekuatan hubungannya terhadap -ariabel tergantung status Penyakit Parkinson apabila dibandingkan dengan -ariabel bebas kebiasaan merokok. @ariabel!-ariabel lain yang tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kasus dan kelompok kontrol tidak dianalisis lebih lanjut.

Tabe0 '1 'arakteristik subjek penelitian dan hasil uji hipotesis komparatif /a!iabe0 Usia2 Mean 8 SD -enis Ke0amin2 n 397 Caki!laki Perempuan 21 *.(,(/, 14 *.(,(/, 21 *.(,(/, 14 *.(,(/, 1,(((BB Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 51,# A 4,4 Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 51,4 A 4,4 Ni0ai (,#5#B

Ri:a"at ke0ua!ga men$e!ita Pen"akit Pa!kins(n2 n 397 Ada 9 *1((/, ( *(/,

(,(12BBB

Didak ada $utin ?arang 7 tidak pernah K(nsumsi ai! sumu!2 n 397 Ea Didak Ti e ke !iba$ian2 n 397 FGtro-ert 0ntro-ert Didak bisa ditentukan 8 1 gelas 7 hari H 1 gelas 7 hari Ri:a"at k(nsumsi teh2 n 397 8 1 gelas 7 hari H 1 gelas 7 hari 6 # kali 7 minggu I # kali 7 minggu 6 1 kali 7 hari I 1 kali 7 hari

"2 *=.,1/, 1 *"","/, "4 *.(,9/, 11 *.9,#/, 24 *=9,./, 2" *=4,#/, 1" *=4,1/, " *9.,(/, 5 *"9,./, "" *.",2/, "1 *.(,(/, 4 *.(,(/, ( *.(,(/, "# *.(,(/, ( *.(,(/, "# *.(,(/,

"# *.=,#/, 2 *55,9/, "9 *=#,"/, 4 *=2,1/, "1 *.2,./, 2= *.1,1/, 1= *.1,#/, 1 *2.,(/, 1( *52,./, 2# *=5,4/, "1 *.(,(/, 4 *.(,(/, ( *.(,(/, "# *.(,(/, ( *.(,(/, "# *.(,(/, (,225BBBB

Penggunaan (bat embe!antas hama2 n 397 1,(((BBB

(,=2#BB

Ri:a"at k(nsumsi k( i2 n 397 (,252BB

1,(((BB

Ri:a"at k(nsumsi a0k(h(02 n 397 )

Ri:a"at k(nsumsi minuman be!ka!b(nasi2 n 397 )

Kete!angan2 B Ind!)!nd!nt 'am)l!' t t!'t BB %ji ;hi+'6&a"! BBB Fi'h!" !Eact t!'t BBBB %ji 'olmogoro- ) mirno- J

Penga!uh kebiasaan me!(k(k te!ha$a !isik( timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n


Tabe0 )1 &istribusi dan analisis kebiasaan merokok Kebiasaan me!(k(k 1erokok sampai sekarang Pernah merokok, sekarang berhenti Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 1 *4,"/, . *.(,(/, Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 11 *#1,9/, . *.(,(/, OR 3IK 6;97 (,1 *(,(1 ) (,., (,9 *(,2 ) 2,9, Ni0ai (,(11 (,5((

Didak pernah merokok

"" *.4,#/,

2" *=1,1/,

1,(

;ila -ariabel kebiasaan merokok dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu pernah merokok dan tidak pernah merokok, maka diperoleh hasil sebagai berikutK
Tabe0 51 &istribusi dan analisis kebiasaan merokok *2 kategori, Kebiasaan me!(k(k Pernah merokok Didak pernah merokok Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 5 *29,"/, Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 15 *92,9/, OR 3IK 6;97 Ni0ai

(," *(,1 ) (,4,

(,(12

"" *.4,#/,

2" *=1,1/,

1,(

Penga!uh intensitas me!(k(k te!ha$a !isik( timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n


Tabe0 <1 &istribusi dan analisis intensitas merokok Intensitas me!(k(k 1 ) 1( batang 7 hari 6 1( batang 7 hari Didak pernah merokok Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 = *==,=/, 2 *1.,=/, "" *.4,#/, Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 . *..,5/, 11 *4=,5/, 2" *=1,1/, OR 3IK 6;97 (,1 *(,1= ) 2,", (,1 *(,(" ) (,5, 1,( Ni0ai (,=2( (,(11

Penga!uh $u!asi me!(k(k te!ha$a !isik( timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n


Tabe0 ;1 &istribusi dan analisis durasi merokok Du!asi me!(k(k 1 ) "( tahun 6 "( tahun Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 = *==,=/, 2 *1.,=/, Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 . *..,5/, 11 *4=,5/, OR 3IK 6;97 (,1 *(,1= ) 2,", (,1 *(,(" ) (,5, Ni0ai (,=2( (,(11

Didak pernah merokok

"" *.4,#/,

2" *=1,1/,

1,(

Penga!uh %enis !(k(k 3kateg(!i !(k(k =i0te! atau !(k(k n(n&=i0te!7 te!ha$a !isik( timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n
Tabe0 >1 &istribusi dan analisis jenis rokok *kategori rokok filter atau rokok non! filter, -enis !(k(k $okok filter $okok non!filter Didak pernah merokok Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 = *"1,5/, 2 *(/, "" *.4,#/, Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 1( *54,=/, 5 *1((/, 2" *=1,1/, OR 3IK 6;97 (," *(,1 ) 1,(, (,2 *(,(= ) 1,2, 1,( Ni0ai (,(.( (,(#(

Penga!uh %enis !(k(k 3kateg(!i !(k(k k!etek atau !(k(k !isik( timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n

utih7 te!ha$a

Tabe0 +. &istribusi dan analisis jenis rokok *kategori rokok kretek atau rokok putih, -enis !(k(k $okok kretek $okok putih Didak pernah merokok Ke0(m (k Kasus 3n 4 567 5 *"1,5/, ( *(/, "" *.4,#/, Ke0(m (k K(nt!(0 3n 4 567 1" *54,=/, " *1((/, 2" *=1,1/, OR 3IK 6;97 (," *(,1 ) 1,(, (,( *(,( ) (,(, 1,( Ni0ai (,(== (,###

1(

U%i Reg!esi L(gistik


Tabe0 ,1 'ategori -ariabel yang masuk dalam persamaan regresi logistik metode .o"*a"dF LR

/a!iabe0
$iwayat keluarga menderita Penyakit Parkinson 'ebiasaan merokok 'ebiasaan merokok

Kateg(!i
Ada keluarga yang menderita Penyakit Parkinson 1erokok sampai sekarang Pernah merokok, sekarang berhenti

OR 3IK 6;97 1,=F# *(,(( ) , (,1 *(,(1 ) (,9, (,# *(,2 ) ",=,

Ni0ai

(,###
(,(2( (,45(

&ari hasil analisis multi-ariat tersebut dapat disimpulkan bahwa -ariabel yang berpengaruh terhadap status Penyakit Parkinson adalah kebiasaan merokok kategori merokok sampai sekarang dengan nilai +$ 2 (,1.

PEMBAHASAN Penga!uh Kebiasaan Me!(k(k Te!ha$a Pa!kins(n Risik( Timbu0n"a Pen"akit

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesesuaian dengan penelitian terdahulu, yaitu kebiasaan merokok dapat menurunkan risiko timbulnya Penyakit Parkinson. >amun, nilai +$ sebesar (," yang didapatkan pada penelitian ini lebih rendah bila dibandingkan penelitian terdahulu . 11,12,1" elain itu, hasil analisis lain menunjukkan bahwa indi-idu yang merokok sampai sekarang memiliki risiko menderita Penyakit Parkinson (,1 kali lebih kecil dibandingkan dengan indi-idu

11

yang tidak pernah merokok. >ilai ini juga lebih rendah dibandingkan dengan hasil serupa yang diperoleh pada penelitian terdahulu.12,1",2(,21 'edua hasil yang menunjukkan nilai lebih rendah di atas mungkin disebabkan karena penelitian ini dilakukan di 0ndonesia. $okok yang beredar di 0ndonesia cenderung memiliki kadar nikotin lebih tinggi dan sebagian besar merupakan rokok jenis kretek, yang disebutkan dapat mendistribusikan nikotin dan L+ lebih banyak dibandingkan dengan rokok putih yang merupakan mayoritas di negara!negara barat.19,22 >ikotin dan L+ merupakan komponen rokok yang diperkirakan dapat memberikan efek neuroprotektif.1(,2",2=,2. Akan tetapi, pada penelitian ini tidak didapatkan perbedaan risiko menderita Penyakit Parkinson yang bermakna antara indi-idu yang pernah merokok tetapi sekarang telah berhenti dan indi-idu yang tidak pernah merokok. Hasil ini berbeda dengan hasil yang diperoleh pada penelitian sebelumnya. 1",2(,21 edangkan hasil serupa didapatkan pada penelitian Hellenbrand, !t al.12 Perbedaan ini mungkin disebabkan karena sedikitnya subjek penelitian dan karena proporsi yang lebih tinggi pada kelompok kasus dibandingkan dengan kategori merokok sampai sekarang. :enomena di atas bisa juga disebabkan karena seiring bertambahnya umur dan munculnya Penyakit Parkinson, seorang perokok menjadi lebih cenderung untuk berhenti merokok.25,29 Hipotesis ini bertentangan dengan teori yang menyebutkan bahwa komponen!komponen rokok memberikan efek neuroprotektif terhadap Penyakit Parkinson.1(,2",2=,2. >amun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

12

Penga!uh Intensitas Me!(k(k Te!ha$a Pa!kins(n

Risik( Timbu0n"a Pen"akit

Pada penelitian ini diperoleh hasil indi-idu yang merokok dengan intensitas lebih dari 1( batang per hari memiliki risiko menderita Penyakit Parkinson (,1 kali lebih kecil, sedangkan indi-idu yang merokok 1 ) 1( batang per hari tidak menunjukkan perbedaan risiko menderita Penyakit Parkinson yang bermakna dibandingkan dengan indi-idu yang tidak pernah merokok. Demuan ini memperkuat dugaan akan adanya komponen rokok yang dapat memberikan efek neuroprotektif terhadap Penyakit Parkinson.1(,2",2=,2. Hasil serupa juga didapatkan pada penelitian terdahulu yang melaporkan adanya do'!+"!')on'! "!lation'hi) yang signifikan antara intensitas merokok dan status Penyakit Parkinson.12,2( >amun, penelitian lain menyebutkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kedua -ariabel.1",21 ;ila hipotesis nol ditolak, hasil yang berlawanan ini mungkin terjadi karena perbedaan metode penelitian yang digunakan, atau karena perbedaan komponen rokok yang dikonsumsi oleh responden. %ntuk menjawab pertanyaan ini dibutuhkan penelitian lebih lanjut, khususnya mengenai komponen rokok yang mungkin berpengaruh terhadap Penyakit Parkinson dan seberapa besar dosisnya.

Penga!uh Du!asi Me!(k(k Te!ha$a Risik( Timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n Pada penelitian ini diperoleh hasil indi-idu yang merokok selama lebih dari "( tahun memiliki risiko menderita Penyakit Parkinson (,1 kali lebih kecil, sedangkan indi-idu yang merokok selama 1 ) "( tahun tidak menunjukkan perbedaan risiko menderita Penyakit Parkinson yang bermakna dibandingkan 1"

dengan indi-idu yang tidak pernah merokok. Hasil ini serupa dengan penelitian terdahulu yang melaporkan adanya korelasi positif antara durasi merokok dan status Penyakit Parkinson.1",2(,21 eperti halnya dengan intensitas merokok, hasil di atas mengindikasikan adanya komponen rokok yang dapat memberikan efek neuroprotektif terhadap Penyakit Parkinson.
1(,2",2=,2.

Lhen, !t al. menyimpulkan bahwa durasi merokok

lebih berperan dibandingkan intensitas merokok dalam hal menurunkan risiko Penyakit Parkinson.2. edangkan dalam penelitian ini, analisis multi-ariat dengan regresi logistik tidak menunjukkan perbedaan kekuatan hubungan yang signifikan antara durasi merokok dan intensitas merokok. %ntuk mengonfirmasi temuan ini, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai faktor!faktor kebiasaan merokok yang dapat mempengaruhi status Penyakit Parkinson dan bagaimana kekuatan hubungan di antaranya.

Penga!uh -enis R(k(k Te!ha$a Risik( Timbu0n"a Pen"akit Pa!kins(n Pada penelitian ini diperoleh hasil indi-idu yang mengonsumsi rokok jenis rokok kretek memiliki risiko menderita Penyakit Parkinson (," kali lebih kecil, sedangkan indi-idu yang mengonsumsi rokok jenis rokok putih tidak menunjukkan perbedaan risiko menderita Penyakit Parkinson yang bermakna dibandingkan dengan indi-idu yang tidak pernah merokok. ;ila dilihat berdasarkan teori, temuan di atas mungkin disebabkan karena rokok kretek mendistribusikan lebih banyak nikotin dan L+ daripada rokok putih. elain itu, perokok rata!rata menghabiskan waktu lebih lama untuk menghisap rokok kretek dan menghembuskan asap rokok lebih banyak dibandingkan dengan 1=

rokok putih.22 Alasan tersebut memperkuat dugaan akan adanya komponen rokok yang dapat memberikan efek neuroprotektif terhadap Penyakit Parkinson. 1(,2",2=,2. Alternatif penjelasan lain yang mungkin adalah karena sedikitnya jumlah subjek yang mengonsumsi rokok jenis rokok putih sehingga sangat mungkin terjadi bias dalam penelitian. ?umlah subjek yang kecil tersebut berkaitan dengan kenyataan bahwa #(/ rokok yang beredar di 0ndonesia adalah jenis rokok kretek. 19 +leh sebab itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan jenis rokok kretek dengan rokok putih terutama yang berkaitan dengan komponennya dan bagaimana pengaruhnya terhadap Penyakit Parkinson. %ntuk kategori rokok filter dan rokok non!filter, tidak didapatkan perbedaan risiko menderita Penyakit Parkinson yang bermakna antara indi-idu yang mengonsumsi kedua jenis rokok tersebut dan indi-idu yang tidak pernah merokok. Demuan ini berlawanan dengan dugaan akan adanya komponen rokok yang dapat memberikan efek neuroprotektif terhadap Penyakit Parkinson dan juga berlawanan dengan teori yang menyebutkan bahwa kandungan nikotin dan L+ lebih tinggi pada rokok non!filter dibandingkan dengan rokok filter.1(,2",2=,2.,24 ?ika hipotesis nol ditolak, maka salah satu alasan yang mungkin adalah karena keterbatasan jumlah subjek penelitian sehingga hasil analisis menjadi tidak signifikan. %ntuk mengonfirmasi hipotesis ini dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan metode yang lebih baik mengenai perbedaan antara rokok filter dan non! filter serta bagaimana pengaruhnya terhadap Penyakit Parkinson.

1.

Hubungan Anta!?a!iabe0 Walaupun hasil analisis bi-ariat menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari beberapa -ariabel, hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa -ariabel yang masuk persamaan hanya -ariabel riwayat keluarga menderita Penyakit Parkinson serta -ariabel kebiasaan merokok. edangkan kategori yang dianggap

berpengaruh secara signifikan hanya kategori merokok sampai sekarang dengan nilai +$ sebesar (,1. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa jumlah hasil prediksi persamaan yang sesuai dengan jumlah yang diamati hanyalah sebesar 52,4/. Hal tersebut menunjukkan bahwa persamaan yang didapat belum bisa mencerminkan keadaan sebenarnya yang dilakukan sehingga kekuatan hubungan antar-ariabel belum bisa dinilai dengan baik. +leh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut yang menilai hubungan antar-ariabel tersebut secara lebih spesifik atau dengan metode pemilihan subjek dan analisis yang bisa menyingkirkan bias akibat adanya -ariabel!-ariabel yang berpotensi menjadi perancu.

SIMPULAN DAN SARAN Sim u0an ;erdasarkan analisis hasil yang diperoleh, dapat ditarik simpulan!simpulan sebagai berikutK 1. 2. 'ebiasaan merokok dapat menurunkan risiko timbulnya Penyakit Parkinson. &urasi merokok yang lebih lama dapat semakin menurunkan risiko timbulnya Penyakit Parkinson.

15

".

0ntensitas merokok yang semakin banyak dapat semakin menurunkan risiko timbulnya Penyakit Parkinson.

=.

?enis rokok kretek lebih menurunkan risiko timbulnya Penyakit Parkinson dibandingkan jenis rokok putih.

..

Didak terdapat perbedaan risiko menderita Penyakit Parkinson pada indi-idu yang mengonsumsi rokok filter maupun rokok non!filter.

Sa!an ;erdasarkan simpulan di atas, peneliti menyarankan beberapa hal yaituK 1. Hasil penelitian ini dan beberapa hasil penelitian lain yang serupa menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dapat menurunkan risiko timbulnya Penyakit Parkinson. Hal ini dapat menjadi petunjuk untuk memanfaatkan kebiasaan merokok sebagai alternatif terapi Penyakit Parkinson. 2. 1engingat besarnya bahaya merokok bagi kesehatan, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan pada penelitian ini sehingga kebiasaan merokok dapat dimanfaatkan dengan lebih tepat dan aman. Penelitian sebaiknya difokuskan pada komponen!komponen rokok yang diperkirakan dapat mempengaruhi status Penyakit Parkinson. ". 1engingat beberapa keterbatasan pada penelitiian ini, sebaiknya dilakukan penelitian serupa dengan metode yang lebih baik seperti misalnya dengan memperbanyak jumlah subjek, memperbaiki proses pengambilan data, dan juga mempertimbangkan hubungan antar!-ariabel yang mungkin

mempengaruhi hasil penelitian.

19

DA.TAR PUSTAKA 1. ;ennet &A, !t al. Pre-alence of Parkinsonian signs and associated mortality in a community population of older people. Dhe >ew Fngland ?ournal of 1edicine Mserial onlineN. 1##5 Mcited 2(1( >o- 19N3 ""=K 91!95. A-ailable fromK www.nejm.org 1artin ?;. 1olecular basis of the neurodegenerati-e disorders. 0nK Fpstein :H, editor. Dhe >ew Fngland ?ournal of 1edicine Mserial onlineN. 1### Mcited 2(1( >o- 19N3 "=(*2.,K 1#99. A-ailable fromK www.nejm.org 1arttila $?, $inne %'. Fpidemiology of ParkinsonOs disease ) an o-er-iew. ?ournal of >eural Dransmission Mserial onlineN. 1#41 Mcited 2(1( >o- 19N3 .1K 1". !1=4. A-ailable fromK www.springerlink.com @an &en Feden ', !t al. 0ncidence of ParkinsonOs diseaseK -ariation by age, gender and race7ethnicity. American ?ournal of Fpidemiology Mserial onlineN. 2((" Mcited 2(1( >o- 19N3 1.9K 1(1.!1(22. A-ailable fromK aje.oGfordjournals.org Cang AF, Co<ano A1. ParkinsonOs disease. Dhe >ew Fngland ?ournal of 1edicine Mserial onlineN. 1##4 Mcited 2(1( >o- 19N3 ""#K 1(==!1(.", 11"(! 11=". A-ailable fromK www.nejm.org @ea<ey L, Aki +F, Look ':, Cai FL, 'unik 1F. Pre-alence and treatment of depression in ParkinsonOs disease. Dhe ?ournal of >europsychiatry Mserial onlineN. 2((. Mcited 2(1( &ec 2#N3 19K "1(!"2". A-ailable fromK httpK77neuro.psychiatryonline.org7cgi7content7full7197"7"1( >utt ?P, Wooten P:. &iagnosis and initial management of ParkinsonOs disease. Dhe >ew Fngland ?ournal of 1edicine Mserial onlineN. 2((. Mcited 2(1( >o- 19N3 "."*1(,K 1(21!1(29. A-ailable fromK www.nejm.org CeWitt PA. Ce-odopa for the treatment of ParkinsonOs disease. Dhe >ew Fngland ?ournal of 1edicine Mserial onlineN. 2((4 Mcited 2(1( >o- 19N3 ".#K 2=54!2=95. A-ailable fromK www.nejm.org &a-ie LA. A re-iew of ParkinsonOs disease. ;ritish 1edical ;ulletin Mserial onlineN. 2((4 Mcited 2(1( &ec 2N3 45K 1(#!129. A-ailable fromK bmb.oGfordjournals.org

2.

".

=.

..

5.

9.

4.

#.

1(. 1iller C$, &as '. Ligarette smoking and ParkinsonOs disease. FQLC0 ?ournal Mserial onlineN. 2((9 Mcited 2(1( &ec 2#N3 5K #"!##. A-ailable fromK httpK77www.eGcli.de7-ol57&as(4!(9proof.pdf 11. Prandinetti A, 1orens &1, $eed &, 1acFachern &. Prospecti-e study of cigarette smoking and the risk of de-eloping idiopathic ParkinsonOs disease. American ?ournal of Fpidemiology Mserial onlineN. 1#4= Mcited 2(1( &ec 2#N3 1"#*12,K 112#!11"4. A-ailable fromK aje.oGfordjournals.org 12. Hellenbrand W, !t al. moking and ParkinsonOs diseaseK a case!control study in Permany. 0nternational ?ournal of Fpidemiology Mserial onlineN. 1##9 Mcited 2(1( >o- 19N3 25*2,K "24!""#. A-ailable fromK ije.oGfordjournals.org 14

1". Lheckoway H, Powers ', mith!Weller D, :ranklin P1, Congstreth ?r. WD, wanson &. ParkinsonOs disease risks associated with cigarette smoking, alcohol consumption, and caffeine intake. American ?ournal of Fpidemiology Mserial onlineN. 2((2 Mcited 2(1( >o- 19N3 1..*4,K 9"2!9"4. A-ailable fromK aje.oGfordjournals.org 1=. >ational Lancer 0nstitue Mhomepage on the 0nternetN. moking and tobacco control monograph # Mmonograph onlineN. 1##9 Mcited 2(1( &ec 2#N. A-ailable fromK cancercontrol.cancer.go1.. Lenters for &isease Lontrols and Pre-ention Mhomepage on the 0nternetN. moking!attributable mortality, years of potential life lost, and producti-ity losses ) %nited tates, 2((( ) 2((=. 1orbidity and 1ortality Weekly $eport Mserial onlineN. 2((4 Mcited 2(1( &ec 2#N3 .9*=.,K 1225!1224. A-ailable fromK httpK77www.cdc.go-7mmwr7pre-iew7mmwrhtml7mm.9=.a".htm 15. Cit-an 0, !t al. Dhe etiopathogenesis of Parkinson disease and suggestions for future research. Part 0. ? >europathol FGp >eurol Mserial onlineN. 2((9 Mcited 2(1( :eb 1(N3 55*=,K2.1!2.9. A-ailable fromK neuroscience.jhu.ed 19. Wikipedia Mhomepage in the 0nternetN. 'retek. >o date Mupdated 2(1( >o2#3 cited 2(11 :eb 2(N. A-ailable fromK httpK77en.wikipedia.org7wiki7'retek 14. usanna &, Hartono ;, :au<an H. Penentuan kadar nikotin dalam asap rokok. 1akara, 'esehatan Mserial onlineN. 2((" Mcited 2(11 ?an 2(N3 9*2,K "4!=1. A-ailable fromK repository.ui.ac.id7dokumen7lihat79..pdf

1#. %nited tates of America :ederal Drade Lommission Mhomepage on the 0nternetN. Dar, nicotine, and carbon monoGide reports including uni-ersal product codes, D0DC codes, and field RpacktypeO from 1###!2((.. >o date Mcited 2(11 ?an 2(N. A-ailable fromK httpK77www.ftc.go-7foia7freSuentreSuests7foia2((9!((=42.pdf 2(. Dhacker FC, !t al. Demporal relationship between cigarette smoking and risk of Parkinson disease. >eurology Mserial onlineN. 2((9 Mcited 2(1( &ec 2#N3 54*1(,K 95=!954. A-ailable fromK www.neurology.org 21. Lhen H, !t al. moking duration, intensity, and risk of Parkinson disease. >eurology Mserial onlineN. 2(1( Mcited 2(1( &ec 2#N3 9=*11,K 494!44=. A-ailable fromK www.neurology.org 22. 1alson ?C, Cee F1, 1urty $, 1oolchan FD, Pickworth W;. Llo-e cigarette smokingK biochemical, physiological, and subjecti-e effects. Pharmacology ;iochemistry and ;eha-ior Mserial onlineN. 2((" Mcited 2(11 :eb 2(N3 9=*",K 9"#!9=.. A-ailable fromK www.sciencedirect.com 2". Tuik 1. moking, nicotine, and ParkinsonOs disease. D$F>& in >eurosciences Mserial onlineN. 2((= Mcited 2(1( >o- 19N3 29*#,K .51!.54. A-ailable fromK www.sciencedirect.com 2=. :agerstrUm '+, Pomerleau +, Piordani ;, telson :. >icotine may relie-e symptoms of ParkinsonOs disease. Psychopharmacology Mserial onlineN. 1##= Mcited 2(1( &ec 2#N3 115K 119!1##. A-ailable fromK www.springerlink.com 1#

2.. Tuik 1, !t al. Lhronic oral nicotine treatment protects against striatal degeneration in 1PDP!treated primates. ?ournal of >eurochemistry Mserial onlineN. 2((5 Mcited 2(1( >o- 19N3 #4K 1455!149.. A-ailable fromK www.yorku.ca 25. hahi P , 1oochhala 1. moking and ParkinsonOs disease ) a new perpecti-e. $e-iews on Fn-ironmental Health Mserial onlineN. 1##1 Mcited 2(11 ?ul 2(N3 #*",K 12"!1"5. A-ailable fromK www.ncbi.nlm.nih.go-

29. 1en<a 1A, Polbe C0, Lody $A, :orman >F. &opamine!related personality traits in ParkinsonOs disease. >eurology Mserial onlineN. 1##" Mcited 2(11 ?ul 2(N3 ="K .(.).(4. A-ailable fromK www.ncbi.nlm.nih.go24. usanna &, Hartono ;, :au<an H. Penentuan kadar nikotin dalam asap rokok. 1akara, 'esehatan Mserial onlineN. 2((" Mcited 2(11 ?an 2(N3 9*2,K "4!=1. A-ailable fromK repository.ui.ac.id7dokumen7lihat79..pdf

2(