Anda di halaman 1dari 26

KELOMPOK 1

Anggota :

Dina Angraini
Fitri zika Wega Saulina Putri Endah Pramita zulmi

STENOSIS MITRAL

DEFINISI

Mitral stenosis adalah suatu penyempitan jalan aliran darah ke ventrikel. Pasien dengan mitral stenosis secara khas memiliki daun katup mitral yang menebal, kommisura yang menyatu, dan korda tendineae yang menebal dan memendek

ETIOLOGI

Secara etiologis stenosis metral dibagi atas rematik (> 90%) dan non rematik. Stenosis metral rematik berasal dari demam rematik, suatu peradangan non supratif pada berbagai jaringan tubuh dengan berbagai manifestasinya, misalnya : jantung (Karditis) dan otak (Khorea). Dinegara yangs edang berkembang (termasuk Indonesia) stenosis mitrals ebagian terjadi pada usia dibawah 20 tahun yang disebut sebagai juvenil mitral stenosis.

PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI Stenosis mitral menghalangi aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri selama fase diastolik ventrikel untuk mempertahankan curah jantung, atrium kiri.Harus menghasilkan tekanan yang lebih besar untuk mendorong darah melewati katup yang sempit sehingga terjadi : Hipertrofi atrium kiri untuk meningkatkan kekuatan memompa darah Dilatasi atrium kiri terjadi karena volume atrium kiri meningkat karena ketidakmampuan atrium untuk mengosongkan diri secara normal. Kongesti ventrikel pulmonalis akibat dari peningkatan tekanan dan volume atrium kiri yang dipantulkan kebelakang pembuluh paru-paru sehingga tekanan dalam katup pulmonalis dan kapiler meningkat, kongesti paru-paru tekanan dan atrium pulmonalis meningkat sebagai akibat dari resistensi ventrikel pulmonalis yang meningkat. Curah jantung yang menetap.

Pada keadaan normal area katup mitral mempunyai ukuran 4-6 cm. Bila area orifisium katup ini berkurang sampai 2 cm, maka diperlukan upaya aktif atrium kiri berupa peningkatan tekanan atrium kiriagar aliran transmitral yang normal tetap terjadi. Stenosis mitral yang kritis terjadi bila pembukaan katup berkurang hingga mencapai 1 cm. Pada tahap ini dibutuhkan suatu tekanan atrium kiri sebesar 25 mmHg untuk mempertahankan curah jantung yang normal (swain,2005).

Berat ringannya stenosis mitral berdasarkan luasnya area katup mitral adalah sebagai berikut : 1.Minimal : bila area >2,5 cm2 2. Ringan : bila area 1,4-2,5 cm2 3. Sedang : bila area 1-1,4 cm2 4. Berat : bila area <1,0 cm2 5. Reaktif : bila area <1,0 cm2

MANIFESTASI KLINIS

Gambaran klinis penyakit ini adalah sebagai berikut; a) Riwayat demam reumatik akut, meskipun banyak pasien yang tidak lagi mengingatnya b) Riwayat murmur c) Effort-induced dyspnea, merupakan keluhan yang paling banyak, sering dicetuskan oleh latihan berat, demam, anemia, timbulnya atrial fibrilasi, atau kehamilan. d) Lemah setelah bergiat e) Hemoptisis karena ruptur vena bronkial yang tipis dan berdilatasi f) Nyeri dada karena iskemia ventrikel kanan, menyerupai aterosklerosis koroner atau emboli koroner g) Tromboemboli h) Palpitasi i) Batuk rekuren.

PEMERIKSAAN FISIK

Pada pemeriksaan fisik didapatkan bising mid sistolik yang bersifat kasar, bising menggerendang (rumble), aksentuasi presistolik, dan mengerasnya bunyi jantung satu. Jika terdengar bunyi tambahan opening snap berarti katup terbuka masih relatif lemas (pliable) sehingga waktu terbuka mendadak saat diastolik menimbulkan bunyi menyentak. Jarak antara bunyi jantung kedua dengan opening snap maka makin berat derajat stenosis.

Dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar murmur jantung yang khas ketika darah mengalir/menyembur melalui katup yang menyempit dari atrium kiri. Tidak seperti katup normal yang membuka tanpa suara, pada kelainan ini katup sering menimbulkan bunyi gemertak ketika membuka untuk mengalirkan darah ke dalam ventrikel kiri.

Pemeriksaan fisis yang ditemukan tergantung perkembangan penyakit dan tingkat dekompensasi kordis yang menyertai. Antara lain sebagai berikut: a) Sianosis perifer dan fasial b) Distensi vena jugular c) Distress pernafasan, menandakan adanya edema paru d) Diastolic thrill yang dapat diraba di atas apeks e) Bunyi S1 yang keras diikuti bunyi S2 dan opening snap, paling baik di linea sternalis kiri f) Digital clubbing g) Embolisasi sistemik h) Tanda-tanda gagal jantung kanan pada mitral stenosis berat meliputi ascites, hepatomegali, dan edema perifer i) Jika terjadi hipertensi pulmonal, dapat ditemukan kuat angkat pada ventrikel kanan, dan peninggian bunyi P2.

KASUS
Ny. Niana,25 th datang ke RS. Siti rahmah dengan keluhan sesak nafas semenjak 1 bulan yang lalu,sesak nafas semakin bertambah semenjak 3 hari yang lalu,sesak nafas nya juga ia rasakan bila naik tangga, apalagi bila berjalan lebih dari 10 meter. pasien juga merasakan nyeri dada tembus sampai ke belakang, batuk (+), berdarah (+), demam (+).

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. Niana Umur : 25 tahun Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Alamat : jl.teknologi no.3,siteba Suku : minang Pekerjaan : IRT Mrs : 22 -11 -2005 jam : 15.00 Pengkajian : 06 - 12 2005 jam : 11.00 Regester : 295 58 85

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


KU : Sesak nafas makin bertambah semenjak 1 bulan yang lalu. RPS : Pasien mengeluh sesak nafas sejak 1bulan, sesak nafas bertambah hebat semenjak 3 hari yang lalu, bila berjalan 10 m, sesak bila naik tangga, nyeri dada tembus sampai ke belakang, batuk (+), berdarah (+), demam (+).

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Sekitar 1 tahun yang lalu klien menderita penyakit Typus abdominalis 2 bulan dan sejak itu pasien dikatakan mempunyai penyakit MS. Sejak itu pula pasien selalu control ke poli jantung RS siti rahmah. Sejak 1 bulan yang lalu klien dirawat di RS siti rahmah karena sesak nafas.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat penyakit keturunan : ( - )

PEMERIKSAAN FISIK
1. Status kesehatan umum Keadaan penyakit sedang, kesadaran komposmentis, suara bicara jelas, tekanan darah 100/90 mmHg, suhu tubuh 365C, pernapasan 18 X/menit, nadi 112 X/menit, ireguler 2 2. Sistem integument Tidak tampak pucat, permukaan kulit tidak terkaji, rambut tebal, tidak botak, kelainan tidak ada.

3. Kepala Normo cephalic, simetris, nyeri kepala tidak ada. 4. Muka Simetris, odema , otot muka dan rahang kekuatan normal. 5. Mata Alis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemis, pupil isokor sclera tidak ikterus, reflek cahaya positif. Tajam penglihatan normal. 6. Telinga Secret, serumen, benda asing, membran timpani dalam batas normal. 7. Hidung Deformitas, mukosa, secret, bau, obstruksi tidak ada, pernafasan cuping hidung tidak ada. 8. Mulut dan faring Bau mulut , post ekstraksi gigi. Kelainan lidah tidak ada.

9. Leher Simetris, kaku kuduk tidak adak, pembesaran vena jugularis 5 + 2 10. Thoraks Paru Gerakan simitris, retraksi supra sternal +, retraksi intercoste +, perkusi resonan, rhonchi -/-, wheezing -/-, vocal fremitus kuat dan simitris.

11. Jantung Batas jantung kiri ics 2 sternal kiri dan ics 4 sternal kiri, batas kanan ics 2 sternal kanan dan ics 5 axilla anterior kanan.perkusi dullness. Bunyi s1 dan s2 tunggal, gallop di mitral ics 5 axilla anterior kanan. capillary refill 2 3 detik 12. Abdomen Bising usus +, tidak ada benjolan, nyeri tekan tidak ada, pembesaran hepar 2 jari lunak. 13. Inguinal-Genitalia-Anus Mentruasi jarang kadang 2 bulan sekali dan hanya flek flek. 3 14. Ekstrimitas Akral hangat, edema -/-, kekuatan 4/4, gerak yang tidak disadari -/-

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologi Tanggal : 22-11-2005 Hasil/kesan : CTR > 50 % ECG Tanggal : 22-11-2005 Hasil/kesan : irama sinus, HR 150/menit ireguler , axis LAD.

Tanggal : 5-12-2005 Hasil/kesan : Irama sinus, HR 110 x/mnt ireguler , axis, LAD Echocardiographi Tanggal : 23-11-2005 Kesimpulan : mitral stenosis.

Labor : Tanggal : 22-11-2005 Hasil: Hb : 10,6 12 - 14 Hematokrit : 32 40 - 48 TRombosit : 353.000 Urinalisi - Sel epitel : + - Lekosit : 2 4

- Eritrosit : 8 10
- PH : 5.0 4,5 8,0 - Darah/Hb : + Ureum darah : 26 20 40 Kreatinin darah : 0,5 0,5 1,5 SGOT : 48 < 25 SGPT : 32 < 20 Albumin : 3,6 4 5,2

B ilirubin total : 7,1 < 1

DIAGNOSIS & DD
Diagnosa : Stenosis mitral DD :

TERAPI
Obat-obatan. Laxadin : 2 x CI Lasix : 1 x 1 amp ( k/p) Hp pro : 2 x 1 Ascardia : 1 x 80 mg Ciprofloxacin : 2 x 1 KSR : ! x 1 . Amoxicilin : 3 x 1 O2 nasal 2 3 liter/menit ( k/p)

Diet Diet Jantung III Total cairan 500 cc/24 jam

REFERENSI